
WARNING!!!!!
Senengkan kalian semua. Wk wk wk
Suara desaahan dan lenguhan terdengar dari arah kamar mandi. Dom dan Emily bercinta di bawah guyuran air shower.
PLOK ... PLOK
Dom memegangi pinggang istrinya, ia melakukan penyatuan dari belakang, bergerak maju mundur dengan tepo yang tepat.
Kedua tangan Emily bertumpu di dinding yang ada di hadapannya. Bibirnya terus mendesahkan nama suaminya, dan sesekali mengumpat karena rasa kenikmatan yang diberikan oleh suaminya sungguh luar biasa.
Puas bercinta dengan gaya DG. Style. Dom membalikkan tubuh istrinya lalu meraup bibir Emily dengan sangat rakus. Kemudian ia menaikkan salah satu kaki istrinya, dan mulai penyatuan kembali.
Deru nafas saling memburu, dan gerakan penyatuan semakin cepat. Hingga pada akhirnya mereka mencapai pelepasan bersama.
***
“Aku ingin pulang ke Indonesia,” rengek Arra kepada Hana dan Dante. Mereka saat ini berada di ruang keluarga.
“Tapi, bagaimana dengan kuliahmu?” tanya Hana.
“Oma, zaman sekarang sudah canggih, dan aku bisa kuliah daring,” jawab Arra sambil merengek dan memeluk lengan Hana.
Hana menghela nafasnya dengan kasar, kemudian ia menatap suaminya seolah meminta pendapat.
“Nanti Opa akan memikirkannya. Tapi, jika kamu kembali ke Indonesia, maka bersiaplah menerima amarah dari kedua orang tuamu,” jawab Dante, seraya beranjak dari duduknya, berjalan menuju ruang pribadinya.
“Tidak apa-apa jika harus mendapatkan amarah dari Mama dan Papa, dari pada aku di culik lagi oleh iblis itu!” jawab Arra.
“Pikirkan lagi,” ucap Hana sambil mengelus pucuk kepala cucunya dengan lembut.
“Tidak, aku sudah mantap dengan keputusanku, aku ingin pulang ke Indonesia, hu hu hu.” Arra menangis sambil menggerakkan kedua kakinya dengan asal. “Oma, bantulah aku,” rengek Arra sambil mengerucutkan bibirnya.
“Iya, aku akan berbicara dengan Opa-mu,” jawab Hana seraya beranjak, menyusul suaminya yang sudah berada di ruang pribadi.
Arra menghela nafas panjang, ia menundukkan kepala. Sebenarnya peristiwa penculikan kemarin membuat dirinya merasa trauma berada di Milan, Italia.
“Jadi keputusan Daddy apa?” tanya Hana kepada suaminya.
“Keputusan apa?” Dante malah balik bertanya.
“Arra,” jawab Hana, memandang wajah suaminya yang masih terlihat sangat tampan meski sudah berusia hampir 60 tahun.
“Ada rasa takut di hatiku jika dia kembali ke Indonesia. Takut jika Carlos mengincarnya,” jawab Dante.
“Lalu bagaimana?” Hana menjadi semakin cemas.
“Jalan satu-satunya dia harus tetap berada di sini untuk sementara waktu, sampai keadaan aman. Lily dan Arra bisa kuliah daring dari rumah,” jelasa Dante.
Hana mengangguk mengerti, semua ini demi kebaikan Arra.
***
Dom dan Emily sudah selesai mandi bersama. Mereka berdua juga sudah berpakaian lengkap. Emily berdecak sebal ketika luka suaminya kembali mengeluarkan darah.
“Inilah akibatnya jika Uncle banyak tingkah!” gerutu Emily sembari membersihkan luka yang ada di tangan Dom dengan kapas steril.
Dom hanya diam dan menatap istrinya yang semakin cantik jika sedang marah seperti itu.
“Kenapa menatapku seperti itu?” Emily kesal lalu menekan luka suaminya dengan kuat.
“Auw!” Dom meringis lalu menatap tajam istrinya.
“Oh, maaf. Aku sengaja.” Emily balik menatap suaminya sinis.
***
Jangan lupa dukungannya, bestie.
Like, komentar, vote, dan gift seikhlasnya❤