
Karena air ketuban sudah pecah, dan pembukaan empat. Dengan terpaksa Emily harus menjalani operasi sesar untuk menyelamatkan bayi yang ada di dalam kandungan itu.
“Suami Nona Emily mana?” tanya Dokter kepada Dante dan Hana.
“Suami Emily?” Hana dan Dante saling memandang. Lalu mengedar, tidak ada Dom di sana.
“Black, apakah kita melupakan Dom?” tanya Dante pada Black yang sedang menggaruk kepala botaknya.
“Kami membutuhkan tanda tangannya untuk menyetujui operasi sesar Nona Emily,” ucap Dokter seraya menyodorkan beberapa lembar kertas kepada Dante.
“Dad, kita melupakan Dom?” Hana menjadi sangat cemas.
“Aku di sini!!!” Dom berlari mendekati kedua mertuanya yang sedang berbicara kepada dokter. Dom bernafas tidak beraturan karena dia berlari dari lobby rumah sakit ke lantai lima menggunakan tangga darurat. Dia tidak sabar menunggu lift.
“Dom, bagaimana bisa kau baru ke sini?! Sementara itu Lily sedang bertaruh nyawa untuk melahirkan bayi kalian!” amuk Hana pada menantunya.
“Bukan saatnya untuk menghakimi. Sweety. Sekarang tanda tangani berkas ini dan segera masuk ke dalam sana, menemani istrimu!” tegas Dante seraya menyerahkan kertas dan pena yang dia pegang kepada Dom.
Tanpa banyak kata, Dom langsung menandatangani berkas tersebut, setelah selesai ia segera menyerahkannya kepada Dokter.
Kemudian Dom mengikuti dokter yang menuntunnya menuju ruang bersalin.
Dom menatap istrinya yang terbaring di atas tempat tidur pasien.
“My Lily.” Dom mendekati istrinya yang sedang mengerang kesakitan.
“Uncle!” Emily menangis histeris saat melihat suaminya, lalu menepis tangan Dom yang menggenggam tangannya.
“Tuan, Anda harus memakai pakaian steril ini, karena Anda akan menemani istri Anda di ruang operasi,” ucap perawat menyerahkan pakaian tersebut kepada Dom.
“Terima kasih.” Dom menerimanya, lalu segera memakainya.
Setelah semua siap. Emily di bawa keluar dari ruangan tersebut menuju ruang operasi.
“Apakah pakaian bayi sudah di siapkan?” tanya perawat kepada Hana.
“Maaf, kami terburu-buru, jadi kami melupakannya,” jawab Hana kepada perawat tersebut.
“Tidak apa-apa, di sini ada pakaian bayi,” ucap perawat lalu segera masuk ke dalam ruang operasi, dan menutup ruangan tersebut dari dalam.
Hana memeluk suaminya dengan sangat erat, mereka berdua berdoa untuk keselamatan Emily dan bayinya.
Black juga sama, pria berkepala pelontos itu tidak hentinya berdoa.
*
*
Di dalam ruang operasi.
Emily sudah di bius epidural oleh dokter. Hanya tinggal menunggu waktu beberapa menit sampai obat bius beraksi, setelah itu barulah operasi segera di lakukan.
“Uncle, aku benci dengan Uncle!” Emily menangis sedih di meja operasi sambil menatap suaminya yang duduk di dekat kepalanya.
“My Lily, maafkan aku. Aku tidak peka dan aku tidak siaga untukmu dan anak kita.” Dom sangat sedih dan sampai meneteskan air matanya. Dia sangat menyesal, dia pikir selama ini Emily baik-baik saja, ternyata dia salah.
Para medis yang ada di sana saling pandang, kemudian menaikkan kedua bahu bersamaan. Mereka tidak ingin berkomentar apa pun, yang mereka ketahui jika pasangan suami istri itu sedang bertengkar.
Beberapa saat kemudian, operasi sesar sudah di lakukan. Dom terus menemani istrinya meski kedatangannya tidak di harapkan oleh Emily. Pria itu terus berdoa di dalam hati, agar istri dan bayinya selamat.
***
Kesel ya sama Dom 😌😌
Bentar lagi masuk season dua ya, dan akan ada kisah Mr. Black 😁