Touch Me, Uncle Dom!

Touch Me, Uncle Dom!
Tingkah Absurd Arra



Puas seharian berada di Kanal. Ibu hamil mengajak pulang suaminya. Sampai di mansion. Emily di cecar oleh Arra yang marah.


“Jahat sekali kalian!” Arra berengut menatap sebal kepada suami istri yang baru masuk ke dalam mansion.


“He he he. Maafkan aku, Ra.” Emily berjalan mendekati gadis tersebut, namun Arra memundurkan langkahnya seraya bersedekap di dada.


“Aku marah dan aku tidak mau bicara dengan kalian!” sewot Arra lalu segera beranjak dari sana menuju dapur dengan perasaan kesal.


“Kau urus saja anak kecil itu. Aku sudah tidak tahan lagi, perutku mual.” Dom berkata kepada istrinya lalu segera beranjak menuju kamarnya untuk beristirahat. Kepalanya pusing dan perutnya terus bergejolak hal yang di rasakannya itu sungguh menyiksa.


Emily segera berjalan mengikuti Arra setelah memastikan jika suaminya sudah masuk ke dalam kamar.


Sampai di dapur Emily terkejut ketika melihat Arra duduk di depan kulkas yang pintunya terbuka. “Arra apa yanag sedang kamu lakukan?!” tanya Emily sedikit heran bercampur panik.


Beberapa pelayan yang ada di sana juga hanya bisa diam sambil menahan tawa dengan tingkah Arra yang absurd.


“Apa? Kamu tanyeak!” sewot Arra menggunakan Bahasa Indonesia yang sedang nge-trand itu.


“Bicara menggunakan Bahasa Italia yang jelas!!” Emily gemas lalu menjitak kepala Arra, membuat gadis yang sedang duduk di depan kulkas itu memekik sakit.


“Sakit bodoh!” umpat Arra, merajuk lalu memonyongkan bibir lima centimeter.


“Kau yang bodoh!! Sudah jangan marah lagi, lagi pula kamu ‘kan masih di hukuman Daddy, jadi nikmati hukumanmu tukang pembangkang,” ucap Emily ledek keponakannya itu.


Arra menatap tajam Emily lalu semakin membuka pintu kulkas dengan lebar, kemudian memperbesar suhu kulkas tersebut. “Huh, setidaknya kulkas ini membuat isi kepalaku tidak menguap karena mendengarkan ucapanmu!” ketus Arra, menatap sebal Emily yang berjongkok di hadapannya.


“Ha ha ha ha.” Emily tertawa terbahak karena mendengar jawaban Arra. “Jadi kamu duduk di sini karena kamu sedang marah kepadaku? Kasian,” ledek Emily seraya menoel-noel bahu Arra.


“Baiklah, aku minta maaf. Next, aku akan mengajakmu pergi keluar,” jawab Emily sambil tertawa pelan.


Arra yang sedang marah langsung berubah menjadi 180 derajat, wajah gadis itu menjadi berbinar bahagia menatap Emily.


“Benarkah? Kapan?” Arra bertanya dengan antusias.


“Kapan-kapan,” jawab Emily menggoda Arra. Ia segera beranjak dan melarikan diri sebelum mendapatkan amukan dari keponakannya itu.


“Lily!!!!!” teriak Arra sangat kesal dengan ibu hamil itu. “Awas saja kau!” Arra kesal lalu masuk ke dalam kulkas, rasanya kepalanya sudah ingin meledak karena menahan kesal.


Dia merasa jenuh, suntuk, dan bosan. Hal itu menjadi satu hingga membuatnya mudah emosi, dan rasanya ingin memberontak. Tapi, mau bagaimana lagi, karena ulahnya yang kabur 2 bulan yang lalu membuatnya harus mendapatkan hukuman dari Dante.


“Arra!” Para pelayan langsung membuka pintu kulkas saat Arra menjerit sakit ketika salah satu jarinya terjepit pintu kulkas.


“Ini semua karena Lily. Aduh sakit!” rengek Arra seperti anak kecil yang baru jatuh dari perosotan.


“Mana sini lihat, mana yang sakit?” tanya salah satu pelayan yang memegang tangan Arra kemudian melihat jari Arra, takut jika cedera serius akan tetapi tangan Arra terluka sama sekali.


“Heh! Ini tidak apa-apa!” salah satu pelayan itu langsung melepaskan tangan Arra dengan kasar, kembali ke dapur untuk mempersiapkan makan malam. Begitu juga pelayan lainnya yang tadinya mengerumuni Arra langsung membubarkan diri.


“Ish, jahat sekali kalian semua!!” Arra sebal jadinya.


****


Jangan lupa dukungannya Bestie❤❤