
“ Apakah orang ini benar- benar melepaskan ilusi , tetapi aku tidak melihat dia merapal sana sekali ! ” kini perasaan heran dari Wolf yang menjadi pertanyaan di kepalanya.
Tetapi kebingungan dari Wolf segera hilang karena pohon dua warna yang mereka tunggu kini telah meledakkan aura hitam dan putih.
Wolf dan para orang yang ada di sana berpencar ke dua arah yang berbeda , yang di mana di dua sisi pohon aneh tersebut memiliki warna berbeda dan itu membentuk sebuah kabut tipis yang mempengaruhi udara.
Shin tentunya dapat melihat semua orang yang sesegera mungkin duduk bersila dan menyerap energi sesuai aura yang ada di tubuh mereka.
Tetapi Shin masih bingung akan sesuatu.
Apakah jika aku bermeditasi di sini secara langsung tidak ada yang menyerang ku secara diam-diam.
Shin melirik ke kanan dan kiri tetapi ia hanya melihat kekosongan , karena semua orang telah pindah ke tempat yang sesuai dengan energi mereka.
Shin menciptakan 3 klon kayu yang langsung di perintahkan untuk melakukan meditasi sekaligus pengamatan ke semua orang yang ada di sana.
Sedangkan Shin sendiri duduk di atas pohon aneh tersebut dan menyerap dua aura sekaligus yang mungkin jika ada yang melihat Shin maka mereka akan menganggap bahwa Shin hanyalah orang gila.
Karena tidak pernah dalam sejarah seseorang dapat menyerap dua energi yang berlawanan tanpa menimbulkan efek samping yang parah.
Dua aura tersebut mengandung banyak elemen dasar yang saling berlawanan .
Aura warna putih mengandung energi elemen dasar cahaya , penyembuhan , api , angin dan alam
Sedangkan aura berwarna hitam mengandung energi elemen kegelapan , racun , es , dan alam.
Shin yang menyerap kedua aura energi sekaligus harus merasakan rasa sakit yang tidak terbayangkan.
Ugh... Energi alam ini sangat pekat , aku harus membongkarnya untuk dapat mengambilnya walau resiko penumpukan akan terjadi.
Alis Shin bergerak-gerak menahan rasa sakit akibat penyerapan dua aura yang berlawanan secara bersamaan.
Padahal Shin sangat tahu bahwa melakukan itu akan sangat berbahaya bagi tubuhnya , tetapi ia juga tahu bahwa untuk mendapatkan sebuah kekuatan yang sangat kuat ia harus melewati rasa sakit seperti ini ribuan bahkan miliyaran kali.
Rasa sakit harus menjadi makanan pokok untuk mendapatkan kekuatan menurut Shin , sehingga dampak maupun efek samping akan ia pikirkan di akhir waktu walau itu kematian yang menunggunya.
Sedangkan di waktu bersamaan
Shura yang telah mewarisi kemampuan Raja Orc telah sampai di sebuah desa yang di sana hanya terdapat perasaan suram dan sunyi.
“ Desa apa ini ! ” ucap Shura dengan kebingungan akan suasana dari desa itu.
Shura terus berjalan melewati pintu gerbang desa sambil mengamati dengan seksama desa tersebut.
Tetapi ketika ia masih mengamati sebuah siluet muncul di sampingnya yang seketika membuatnya terlempar.
“ Och... Ugh... ! ” Shura yang tidak siap segera menabrak ke arah sebuah pohon besar dan memuntahkah darah dari sudut mulutnya .
“ Apa-apaan itu ! ” ucap Shura spontan sambil berusaha melihat ke arah serangan yang melemparkannya.
Mata dari Shura melihat seorang gadis dengan telinga kelinci.
Gadis itu tersenyum ke arah Shura dengan kuda-kuda bertarung tangan kosong.
“ Siapa !? ” ucap Shura dengan mendekat ke arah gadis kelinci itu.
Tetapi saat Shura mendekati gadis kelinci tersebut , ia tiba-tiba berubah menjadi afterimage dan muncul di depan Shura dengan bersiap memukul Shura.
Pupil mata Shura membesar seketika dan ia segera melepaskan teknik yang ia miliki.
“ Demon Transformation: Size modification ”
Tubuh dari Shura membesar menjadi raksasa dengan ukuran 6 hingga 7 meter.
Gadis kelinci itu memiringkan kepala dan melihat ke arah Shura dengan aneh.
“ Orang yang aneh ! ” ucap gadis kelinci itu dengan nada yang lembut dan unik.
“ Bending Arts : War Smile ”
Gadis kelinci itu muncul di depan Shura lagi dan mengumpulkan energi sihir berwarna putih berbentuk sebuah bola cahaya transparan yang terletak seluruh genggaman tangannya.
Duar...
Gadis kelinci itu memukul Shura dengan keras tanpa mengkhawatirkan serangannya gagal karena keyakinan akan tekniknya sangat mutlak.
Tubuh dari Shura terlempar kembali dan menghancurkan 2 pohon yang ada di sana menjadi serpihan kayu.
Shura kembali memuntahkan darah dari serangan gadis kelinci.
“ Demonic Technique: Death Blow ! ”
Shura segera berdiri dan menghantamkan kedua tangannya yang terkepal ke tanah berkali-kali yang seketika menciptakan gempa bumi dalam radius 150 meter.
Gadis kelinci kini tidak berani untuk mendekat tetapi ia meloncat - loncat dengan sangat cepat yang meninggalkan banyak afterimage bayangannya di berbagai tempat.
Duar....
Shura mengakhiri gelombang getaran akibat dari tekniknya dengan kekuatan yang sangat besar.
Asap segera menutupi area tersebut yang menciptakan waktu untuk Shura melihat gerakan selanjutnya dari gadis kelinci.
Tetapi pandangannya hanya dapat melihat wajah gadis kelinci secara sekilas yang telah dekat dari posisinya sebelum ia terlempar kembali.
Shura hanya dapat terdiam dan segera berusaha menyerang.
Tetapi sayangnya setiap yang ia targetkan hanya mengenai udara sedangkan tubuhnya terus menerus terkena serangan dari gadis kelinci secara bertubi-tubi.
Shura masih melakukan hal yang sama dan pada akhirnya ia tetap terlempar dan menciptakan keretakan pada tanah.
“ Apa - apaan gadis itu ! Apakah ia masih seorang iblis atau monster ! ” ucap Shura dengan menggerutu tetapi kemudian ia segera terlempar kembali .
“ Kekuatan wanita itu benar-benar gila ! ” ucap Shura dengan menggerutu yang kemudian berubah menjadi ular kecil dan masuk ke dalam tanah untuk kabur dari gadis kelinci.
Gadis kelinci itu kebingungan karena Shura menghilang begitu saja dan tanpa ia dapat merasakan dimana keberadaannya.
“ Di mana iblis besar itu ! ” ucap gadis kelinci yang melompat-lompat hingga ke atap paling tinggi untuk mencari keberadaan Shura.
“ Hehe... Ketemu.... ” ucap gadis kelinci dengan penuh senyuman muncul dengan menghantam tanah dengan sangat kuat.
Shura muncul di depan gerbang desa dan ingin keluar dari desa karena ia tidak yakin untuk melawan gadis kelinci.
“ Apa-apaan sebenarnya gadis itu , ia memiliki kekuatan yang tidak dapat di gagalkan apalagi memiliki kecepatan yang sangat cepat ! ” ucap Shura yang kembali ke ukurannya semula.
Tetapi ketika Shura ingin melangkah keluar gerbang ia seakan menabrak sebuah energi yang tidak terlihat.
Shura langsung terlempar menjauh dari gerbang dengan sangat kuat dan bersamaan dengan itu , tubuh Shura di hantam oleh gadis kelinci.
Shura menghantam tanah cukup keras karena benturan energi di gerbang desa dan pukulan dari gadis kelinci.
“ Sialan wanita ini , jika saja aku memiliki kekuatan! ” batin Shura dengan kesal tetapi kemudian tubuhnya terlempar karena tendangan yang tiba-tiba muncul di sampingnya.
Gadis kelinci itu tersebut menendang ke berbagai arah di udara dengan kecepatan yang ekstrem.
Untungnya yang di tendang adalah Shura yang memiliki kemampuan regenerasi super dan jika itu orang lain maka dari awal tubuhnya pasti akan hancur berkeping-keping.
“ Sialan !! ” Shura yang tidak dapat melakukan apapun hanya dapat mengeluh di dalam hati
“ Flower Art: Flower Goddess ”
Saat Shura akan menyentuh tanah akibat dari tendangan gadis kelinci sebuah bunga besar muncul dan menjulurkan banyak akar yang langsung mengikat Shura untuk menghentikannya terjun ke tanah dengan keras.
Bunga itu cukup tinggi sekitar 10 meter dengan aroma yang menyegarkan.
Di kelopak bunga terdapat seorang wanita yang duduk santai di sana dan menjerat gadis kelinci dengan cukup kuat.
“ Hina , ini sudah berapa kalinya kamu ingin membunuh pendatang baru ! ” ucap gadis cantik itu menatap ke arah gadis kelinci yang ternyata memiliki nama Hina.
“ Hm... !! Hina tidak suka dengan Alyssa ” ucap Hina cemberut sambil terus berusaha lepas dari jeratan wanita cantik itu yang bernama Alyssa.
“ Bukan kah kepala desa telah memberimu peringatan bahwa semua orang yang datang di sini harus di sambut dengan ramah bukan menyiksanya seperti ini ” ucap Alyssa menatap ke arah Hina.
“ Hina tetap tidak menyukai Alyssa ” ucap Hina yang kesal yang kemudian ia menghilang dan pergi dari sana.
“ Anak itu tetap saja tidak mengerti aturan ! Hah... ! ” Alyssa mengeluh sambil melihat ke arah Hina muncul kembali walau itu sudah berada di ratusan meter jauhnya.
Setelah itu Alyssa melihat ke arah Shura yang walau dalam keadaan terluka ia masih berusaha bangkit , meskipun masih gemetar dan seakan dapat jatuh kapan saja.
“ Sungguh malang nasib mu anak muda ! , walau penampilan mu seperti seseorang pria dewasa tetapi kamu tetaplah masih sangat kecil yang dapat ku perkirakan hanya umur 9 hingga 10 tahun ” ucap Alyssa sambil melompat turun dari bunga yang cukup tinggi.
Bersamaan dengan itu Alyssa juga menurunkan Shura ke tanah dengan sangat lembut.
“ Bagaimana ? Apakah kamu masih dapat bergerak ! ” ucap Alyssa dengan heran.
“ Ugh... Sakit ! ” ucap Shura meringis kesakitan , tetapi kemudian energi sihir berkumpul dengan ganas dan segera memulihkan kondisi Shura secara perlahan dari luka yang sangat parah.
Alyssa terkejut dengan tubuh dari Shura yang dapat pulih dengan cepat.
“ Apa benar kamu masih baik-baik saja ! ” ucap Alyssa dengan khawatir karena sebelumnya kondisi dari Shura penuh dengan darah.
“ Cih... Jangan meremehkan ku wanita ! ” ucap Shura yang berdiri dengan kondisi masih berlumuran darah.
Shura mengalirkan energi sihir iblis di setiap kulitnya dan menyerap semua darah yang menempel menjadi gumpalan merah yang berbentuk bola kecil lalu ia memakannya dengan satu tegukan.
Alyssa yang melihat tindakan dari Shura hanya dapat terkejut karena ini juga merupakan pertama kalinya ia melihat seorang iblis dan energinya.
“ Energi ini terasa membuat ku mual ! ” batin Alyssa dengan mengeluh.
Shura yang melihat wajah dari Alyssa yang cantik tetapi menampilkan wajah yang tertegun hanya tertawa kecil.
“ Wanita ! Apakah kau tidak pernah melihat sosok iblis ! ” ucap Shura dengan tersenyum sambil mengecilkan tubuhnya menjadi ukuran tubuh yang sangat kecil.
“ Iblis !? Kamu iblis ! Kurasa aku telah menyelamatkan orang yang salah ” ucap Alyssa yang telah bersiap untuk mengucapkan mantra sihir , karena ia tidak mengira bahwa tebakannya benar.
“ Tunggu - tunggu , aku hanyalah pengunjung di sini , jika memang benar aku mengganggu di sini tolong lemparkan aku dari desa ini ! Kenapa di pintu gerbang terdapat segel ” ucap Shura yang meloncat menjauh.
Alyssa berhenti karena teringat bahwa Shura masih seseorang yang belum mencapai usia kedewasaan.
“ Hah... Sayang sekali , padahal desa ini membutuhkan seseorang yang tepat untuk dapat membuat segel di desa kami lepas ! ” ucap Alyssa dengan rendah.
“ Rose Flower Seal: Eternal Thorns Entanglement ”
Baru saja Shura mendengar suara rendah dari Alyssa ia tiba-tiba merasakan tubuhnya seperti terjerat sebuah duri tajam yang kemudian hilang begitu saja.
“ Apa itu tadi ! ” batin Shura dengan terkejut.
“ Ok , segel telah ku pasang pada tubuh mu sekarang ikut aku ” ucap Alyssa yang kini tidak merasakan rasa takut sedikit pun.
“ Tetapi aneh tubuh mu terdapat segel lain yang memiliki banyak energi negatif , apakah kau membiarkannya ” ucap Alyssa sambil berjalan ke arah dalam desa.
“ Segel ! ?? ” Shura menatap bingung Alyssa tetapi ia masih mengikuti Alyssa.
Tetapi melihat Alyssa mengabaikan pertanyaannya Shura segera mengubah pertanyaannya.
“ Kemana kita akan pergi ” ucap Shura bertanya .
“ Kepala desa ! ” ucap Alyssa dengan singkat.
Mendengar itu Shura diam dan hanya mengikuti kemana Alyssa berjalan.
Beberapa saat kemudian mereka berdua sampai di sebuah tempat yang di sana terdapat sebuah gubuk kecil.
“ Benar-benar aura yang besar ! Tubuhku terasa tertekan ! ” ucap Shura yang terus menatap ke arah gubuk kecil itu dengan sangat waspada.
Alyssa yang mendengar hanya diam mengabaikan apa yang di katakan oleh Shura.
Ia sendiri sangat tahu seberapa kuat kepala desa untuk dapat membuat semua orang yang ada di desa ini tidak menimbulkan pertengkaran dan konflik.
“ Kepala desa ! Maaf mengganggu , saya membawa tamu di sini ” ucap Alyssa yang sedikit berteriak sambil mengetuk pintu gubuk.
“ Baiklah ! Tunggu di sana ! ” ucap sebuah suara yang berasal dari dalam gubuk kecil itu.
Beberapa saat kemudian keluar seorang pemuda dengan penampilan tampan tetapi terlihat di giginya terdapat sebuah taring.
“ Alyssa yah ... , Apakah anak ini ! ? ” ucap pemuda tersebut yang tidak lain adalah kepala desa di sini.
“ Yah benar tuan kepala desa ! ” ucap Alyssa sambil menyentuh pundak dari Shura.
“ Iblis yah ! Tapi umur semuda ini benar-benar sebuah keajaiban ” ucap kepala desa dengan penuh senyuman sambil memperlihatkan mata merahnya.
Shura untuk sejenak tertegun dengan mata dari pemuda yang di panggil kepala desa tersebut.
“ Matanya seolah memiliki rasa sebuah darah , entah kenapa rasanya mata itu hanya di miliki oleh ras iblis ” ucap Shura dengan terdiam yang masih menatap ke arah pemuda kepala desa.
Pemuda itu tersenyum melihat tatapan dari Shura , ia dengan ringan menepuk pundak Shura sambil memperkenalkan diri.
“ Anak muda yang bagus ! Kenalkan diri ku ini bernama Lu Bo seorang kepala desa biasa ” ucap Lu Bo dengan santai seolah ia berbicara dengan manusia kecil.
“ Kepala desa bagaimana dengan tamu kita ini ! ” ucap Alyssa dengan penasaran tentang apa yang akan di lakukan oleh kepala desa terhadap Shura yang merupakan seorang iblis.
Mendengar kata - kata dari Alyssa , kepala desa hanya tersenyum lalu ia membawa Shura masuk ke dalam gubuk.
“ Biarkan dia ikut dengan ku , lagi pula ia telah di segel oleh mu , bisa apa dia ” ucap Lu Bo tersenyum seolah memandang rendah Shura.
“ Hm... Begitu kah ! Baiklah untuk apa juga aku menahannya , jadi tolong jaga dia kepala desa ” ucap Alyssa yang mendorong halus Shura ke arah Lu Bo.
Setelah itu Alyssa pergi begitu saja setelah membungkukkan badan sejenak ke arah Lu Bo.
Untuk beberapa saat Shura dan Lu Bo saling diam tanpa mengatakan satu kata pun.
“ Jadi apa yang akan kamu lakukan ! ” ucap Shura yang terus terang dengan nada yang cukup keras.
Lu Bo yang mendengar reaksi keras dari Shura tertawa kecil seketika seolah ia mendengar sesuatu yang lucu.
“ Hehe... Bocah yang penuh semangat ” ucap Lu Bo yang kemudian menatap mata Shura untuk beberapa saat.
To Be Continue