
[ 31 ] < Kembali Ke Water Seven >
Butuh sekitar 3 jam untuk para pasukan dari Jendral Lich untuk mengembalikan kekuatan mereka ke maksimal dari kelelahan perjalanan dari perbatasan menuju ke arah kerajaan Blood.
Kembali ke kota Water Seven
Shin bermeditasi di kamarnya setelah ia ditinggalkan oleh Sylp dan Ling.
Entah bagaimana aku merasakan firasat yang aneh tentang dua wanita itu , hah aku berharap mereka tidak melakukan yang aneh.
Aku harus menstabilkan beberapa energi di tubuh ku.
Energi Alam , Energi Roh , dan kekuatan pikiran.
Mataku menutup tetapi dapat kurasakan berbagai perasaan di sekitar ku , hal ini yang membuat ku ingin memiliki persepsi angin , kemampuan ini sama seperti dengan memiliki mata ke tiga yang dapat merasakan 360°.
Walau aku sudah memiliki mata Saringan , aku tidak memiliki pemahaman dengan benar tentang mata Saringan walau telah melihatnya , yang ku tahu hanya kemampuan mata yang memiliki kelebihan untuk melihat hingga ke titik terkecil , melemparkan ilusi dan beberapa teknik lain.
Membuang pikiran yang membuat ku semakin pusing , aku kembali fokus ke menstabilkan tubuh ku.
Energi - energi yang saling merusak ada di dalam tubuh ku , energi ini di batasi oleh penghalang tipis yang membatasi , hal ini membuat kedua energi tidak berbenturan yang mungkin dapat mengakibatkan tubuh ku hancur.
Dari energi alam yang mengalir dari darah ku karena pemberian dari Sylp
Dengan berpacu ingatan tentang penggunaan kekuatan alam dari Sylp , aku menghaluskan secara perlahan menjadi benang - benang tipis yang saling menghubungkan di seluruh bagian jalur darah di tubuhku.
Di lanjutkan dengan energi roh yang menyusun kesadaran ku , dengan menyeimbangkannya sehingga efek penuaan dari setiap sel - sel yang berada di tubuh ku lebih kuat dari sel - sel ku yang sebelumnya.
Karena pemberian energi Roh dari Sylp membuat ku memiliki peningkatan dalam kekuatan pikiran dan mental sehingga aku harus mengatur ketidak stabilan akibat dari peningkatan ini.
Ku lanjutkan dalam fokus ku yang tersisa adalah kekuatan pikiran , aku mencoba mengendalikan nya dengan melihat seluruh ingatan yang ada di otakkku sejauh mungkin bersamaan dengan mengendalikan sedikit energi sihir yang ada di tubuhku , walau itu hanya 0.5 % dari kekuatan roh ku sebelum aku mendapat kan setengah kekuatan dari Sylp.
Butuh waktu sekitar 5 jam untuk aku menstabilkan semua energi yang berada di tubuhku , itupun tidak sepenuhnya stabil.
Tanpa di rasakan oleh Shin aura kehidupan nya secara perlahan menghilang karena mengendalikan energi Roh yang sama dengan mengendalikan aura kehidupan yang menyala pada dirinya.
Umumnya manusia di dunia Shin dan dunia sekarang aura kehidupan selalu menyala tidak beraturan karena itu merupakan aturan bahwa mereka hidup sedangkan jika aura nya mulai menjadi teratur , dapat di artikan bahwa makhluk itu mendekati ke kematian.
Tetapi sebenarnya berbeda dengan para makhluk seperti Spirit / Roh mereka memiliki aura yang teratur , oleh karena itu mereka tidak dapat di katakan mati maupun hidup , mereka selalu bisa di sebut dengan aturan.
Walau di sebut dengan aturan , mereka tetap memiliki emosi seperti layaknya makhluk hidup.
Beberapa jam yang lalu
Ling dan Sylp telah kembali untuk menyatakan keputusan mereka.
“ Auranya menghilang tetapi ia ada di sini ! ” suara Sylp yang berada di ruangan yang sama dengan Shin.
“ Apa yang terjadi Saudari ! ” ucap Ling yang kini menerima bahwa Sylp adalah Istri Shin yang pertama.
Mereka mencapai keputusan bahwa Shin dapat memiliki banyak istri selama mereka saling menyukai dan tanpa pengkhianatan , dengan saling mengikat segel kontrak.
“ Aura kehidupannya perlahan-lahan menipis , aneh ! apakah ia menstabilkan kekuatan pemberian ku , ku harap ia berhasil ” ucap Sylp membuat Ling terkejut karena kondisi Shin.
“ Auranya menipis ! Lalu apa yang harus kita lakukan ! ” Ling mulai panik ketika mendengar aura kehidupan dari Shin menipis yang sama dengan mendekati kematian , walau ia tahu Shin sedang duduk bermeditasi di sana.
“ Tenanglah , kurasa ia sedang mengendalikan kekuatan pemberian ku ! ” ucap Sylp menatap ke arah Shin dengan tenang.
Ini memang terdengar agak keterlaluan karena membuat kesetiaan dengan sebuah kontrak jiwa , Sylp sendiri tidak mau melihat orang yang berada di dekatnya berkhianat , jadi walau terdengar di paksakan Sylp tetap melakukannya.
Tetapi ketika Ling telah bertemu dengan seseorang yang benar-benar ia cintai hingga jiwa hancur sekalipun maka akan secara otomatis segel ini akan hancur.
Yah itu jika Ling menemukan seseorang yang sangat ia cintai kecuali Shin.
Kembali ke cerita
“ Apakah kita tidak dapat membantu ? ” ucap Ling yang masih panik.
“ Kita tunggu saja , berharap saja sukses ! ” ucap Sylp menenangkan Ling.
Ling hanya menatap kearah Shin dengan tatapan berharap.
Sedangkan di sisi Shin
Kekuatan pikiran ku dan mentalku terasa lelah , apakah ini karena aku terlalu berlebihan mengkonstruksi jiwaku , Sial ! Aku harus bisa jika tidak maka bukanlah tidak mungkin jiwa ku akan terluka.
Setelah merasa krisis karena kelelahan jiwa Shin memfokuskan lebih ke pengendaliannya.
Butuh beberapa jam untuk Shin menyelesaikan meditasi menstabilkan kekuatan di tubuhnya.
Ketika aku membuka mata , yang ku lihat adalah kedua wanita yang memasang wajah khawatir.
“ Bagaimana sayang ? ” ucap Sylp menatap kearah ku.
“ Huft... Yah lebih baik dari sebelumnya ! Tetapi sukses besar ” ucap ku dengan tersenyum.
“ Apakah kalian sudah mendapatkan keputusan nya ” walau aku tidak peka aku juga dapat mengetahui maksud dari Sylp membawa pergi Ling sebelumnya.
Hah di dunia ku , aku telah menolak banyak pernyataan cinta seperti ini , dan sekarang hah... Benar - benar merepotkan , padahal aku sendiri masih bingung apakah aku dapat menerima hubungan seperti ini.
Pusing juga jika di pikirkan lebih baik aku jalani saja entah baik maupun buruk kita akan lihat ke masa depan.
“ Yup... sekarang dia adalah saudari ku sekaligus istri kedua mu ! ” ucap Sylp dengan tersenyum.
Aku hanya mengangguk mendengar perkataan dari Sylp dan lalu menoleh ke arah Ling
“ Kau yakin tentang ini ! ” aku berkata dengan tersenyum penasaran dengan keputusan dari Ling.
“ Tentu , aku juga sudah lama merasakan ini sejak lama jadi sekarang tinggal menunggu keputusan mu ” ucap Ling
“ Baiklah tetapi ku harap kamu tidak mengkhianati ku , jika tentang cinta aku masih belum dapat menjaminnya walau begitu aku akan berusaha menjaga kalian ! ” ucap ku dengan tegas.
“ Hehe tentu percaya kepada , dan jangan khawatir tentang itu mulai saat ini tolong bantuannya Sayang ” dengan tersenyum Ling menatap ke arah ku.
Yah ku harap memang benar perkataan nya , bukan takut aku tentang di khianati tetapi rasanya membuang waktu setelah memberikan kepercayaan Kepada seseorang itu terasa menjengkelkan.
Tok... Tok...
Hanya dalam beberapa detik tiba - tiba suara ketukan pintu terdengar walaupun terdapat 2 lubang di dinding.
“ Masuk ! ” suara Ling terdengar dengan dingin karena suara tersebut menghancurkan suasana hatinya.
[ To Be Continue ]