The Journey To The Edge Of Power

The Journey To The Edge Of Power
[ 76 ] Pergi



“ Hei apakah kalian mendengar bahwa kerajaan Singa Besi telah kedatangan salah satu anggota ras Angel ” ucap penduduk 1.


“ Apakah benar informasi itu , lalu apakah yang mereka lakukan ” ucap penduduk 2.


“ Apakah kamu tahu apa yang mereka lakukan ketika kedatangan mereka , tentu saja kamu akan bertanya seperti itu ” ucap penduduk 1.


“ Lalu apa yang mereka lakukan ? ” ucap penduduk 2 dengan sangat penasaran.


“ Kau mungkin sangat terkejut ” ucap penduduk 1 dengan senyuman misterius.


Penduduk 2 hanya dapat penasaran karena lawan bicaranya selalu bersikap misterius.


“ Hei ! Jangan bersikap misterius di hadapan ku ” ucap penduduk 2 dengan penuh emosi.


“ Hahah... Baiklah baiklah , aku akan bicara ” penduduk 1 itu berbicara dengan nada bercanda.


“ Kau tahu kan informasi tentang orang kuat yang terkenal dari Kerajaan Singa Besi ” ucap penduduk 1.


“ Maksud mu Arthur sang Harimau Gila ” ucap Penduduk 2 menebak.


“ Tepat sekali , orang itu adalah orang pertama yang menemui anggota ras Angel dan melawannya ” ucap penduduk 1 dengan wajah serius.


“ Melawannya ! Sungguhan ! Yakin ! ” ucap penduduk 2 dengan nada tidak percaya.


“ Kau benar-benar tidak mempercayai ku , tapi tidak apa - apa ”


“ Orang itu melawan salah satu anggota ras Angel yang terkenal dengan bakat akan sihir dengan kemenangan yang seri ” ucap penduduk 1 dengan serius.


“ Haha... kau benar - benar luar biasa dalam mencari informasi ” ucap penduduk 2 dengan tertawa ringan.


“ Hahah... Kau bisa saja ” ucap penduduk 1 dengan ikut tertawa ringan.


Sedangkan Shin yang mendengar dari jauh cukup terkejut bahwa ras tersebut ternyata memang benar - benar ada.


Shin sendiri tidak memperkirakan apakah mereka ada karena menurutnya itu hanyalah sebuah ras yang di imajinasikan oleh banyak orang di dunianya.


Ras itu benar - benat ada , kukira mereka tidak ada


Aku benar - benar beruntung karena berjalan - jalan di kota , sehingga aku dapat menemukan informasi yang tidak terduga.


Shin kemudian melanjutkan perjalanannya sambil menikmati waktu santainya.


Di pinggiran kota Water Seven.


Sebuah pertarungan terjadi antara Hydra dengan salah satu iblis yang ternama di kerajaan Black.


Iblis ini merupakan salah satu Jendral yang cukup di takuti di sana.


Jendral Shion , ia merupakan sosok Jendral wanita yang terbilang cukup cantik.


Pesona bawah sadarnya dapat menciptakan semua orang menyukainya seolah Jendral Shion adalah sosok yang luar biasa.


Tetapi di balik keistimewaannya itu terdapat sebuah kengerian yang kejam yang tidak ada yang tahu kecuali petinggi kerajaan.


Sosok Jendral Shion adalah seseorang yang selalu suka menyiksa mangsanya hingga mereka akan enggan untuk hidup , jadi dapat di bayangkan bagaimana Jendral Shion yang sebenarnya.


“ Black Door : Teleport Style ”


Sebuah pintu keluar diarea yang berdekatan dengan Hydra dan dari pintu itu Jendral Shion melemparkan sebuah bola hitam di pintu yang berdekatan dengan nya.


Seketika itu bola hitam yang di lemparkan oleh Jendral Shion berteleportasi ke pintu yang berada di dekat Hydra.


Hydra awalnya tidak mengerti tetapi setelah melihat gerakan dari Jendral Shin , Hydra sangat mengerti bahwa teknik yang di miliki oleh Jendral Iblis ini merupakan teknik unik lainnya.


Bola Hitam itu ketika mengenai tubuh Hydra seketika membuat Hydra melemah.


Hydra tentu saja sangat terkejut karena pasalnya dari ratusan tahun ia hidup ia tidak pernah mengalami di buat lengah oleh sesuatu , entah itu skill maupun racun kecuali teknik Shin sebelumnya.


“ Iblis sialan ! Apa maksudmu sebenarnya menyerang diriku yang agung ini ” ucap Hydra dengan amarah yang meluap-luap.


Jendral Shion tersenyum mendengar itu.


“ Heheh... Sang dewa telah membuat keputusan bahwa dunia akan kembali mengalami pertempuran besar kembali , jadi aku harus mengalahkan mu untuk di jadikan tunggangan baginya yang maha agung ” ucap Jendral Shion dengan senyum fanatik.


“ Orang bodoh , apakah kamu tidak memikirkan bahwa kamu di manfaatkan oleh para bajingan itu , sudah ratusan tahun loh... dan kalian masih mengabdi pada dia yang telah membuat ratusan hingga ribuan iblis musnah di Medan Pertempuran ” ucap Hydra dengan nada kecewa.


Mendengar kata - kata yang di ucapkan oleh Hydra seketika membuat urat kemarahan yang di miliki oleh Shion segera aktif.


“ Hah ! Jangan samakan pemikirannya dengan pemikiran kamu yang makhluk fana ini ” ucap Shion yang seluruh tubuhnya telah di selimuti aura hitam.


“ Kau hanyalah makhluk yang seperti binatang berbicara sombong di hadapan ku yang merupakan hamba dewa ! Sungguh membuat murka ! ” suara amarah dari Jendral Shion menggertarkan seluruh hutan.


“ Orang ini sudah tidak dapat ditolong ” batin Hydra dengan prihatin.


“ Baiklah karena itu maumu akan menuruti kemauan mu ” ucap Hydra yang kemudian tubuh nya mengecil membentuk wujud manusia.


“ Aku akan habis - habisan di sini iblis tidak tahu diri ” ucap Hydra yang kemudian bergerak secepat cahaya dan dengan sangat cepat muncul di depan Jendral Shion.


Jendral Shion terkejut tetapi ia langsung menciptakan sebuah pelindung berwarna hitam di depannya.


“ Demonic Style Magic : Guardian of Darkness



Hydra muncul di belakang Jendral Shion dan berkata sangat sinis.


“ Sebelum menciptakan sebuah pelindung sebaiknya kamu melihat arah serangan yang akan datang ” ucap Hydra yang kemudian memukul Jendral Shion dengan sekuat tenaga.


Energi yang digunakan oleh Hydra berwarna merah dengan hawa panas yang luar biasa.


Walau sebagian tubuhnya telah melemah seperti terkena tegangan tinggi yang membuat mati rasa , tetapi berbeda dengan tubuh lain.


Hydra masih dapat menggunakannya dengan sangat leluasa hingga dapat menggunakan kekuatan penuh nya.


Jendral Shion yang di pukul oleh Hydra segera memutahkan darah segar dari mulutnya.


Karena Hydra tidak menginginkan Jendral Shion terlempar , ia hanya menggunakan kekuatan fisik kuatnya.


Belum selesai mengambil nafas , Jendral Shion segera mendapatkan serangan kembali yang mengarah ke arah punggungnya yang seketika membuat nya tersungkur.


“ Hei apa hanya ini ! ” ucap Hydra yang kemudian mengangkat kedua tangannya , yang tangan kirinya melemah juga menghadap ke atas langit.


Di tangan Hydra butiran merah dan hijau terkumpul menjadi sebuah bola yang perlahan membesar.


( Note : Bayangkan saja sama seperti bijudama tercipta )


“ Art of Calamity : Realm Shaking Explosion ”


Hydra melemparkan bola merah hijau ke arah Jendral Shion.


“ Makhluk ini tidak main - main ” ucap Jendral Shion yang kemudian meloncat ke depan.


Ketika Jendral Shion melompat sebuah pintu muncul di bawah nya dan menteleportasikan dirinya ke suatu tempat.


Boom.…


Ledakan yang luar biasa mengguncang hutan tersebut dengan sangat dahsyat.


Kekuatan Hydra saat ini berbeda dengan kekuatan ketika baru di summon , ia saat ini berada di tingkatan baru setelah berkontrak dengan Shin.


Karena ketika ia berkontrak dengan Shin maka sebagian kekuatan Shin di transfer ke tubuh Hydra.


Jendral Shion telah berada di salah satu tempat yang ada di kerajaan Demon Lord Black.


Ia begitu lega ketika sampai di sana , nafasnya memburu dengan keringat dingin yang sangat banyak hingga membasahi pakaian dalamnya.


“ Hampir saja ! Kekuatan monster itu benar - benar bukan lah sebuah hal yang dapat di anggap remeh ”


“ Tidak kekuatan fisik dan energi sihirnya benar - benar luar biasa , bahkan Demon Lord tidak akan sebanyak itu , aku sungguh telah meremehkan nya yang karena namanya hanya berada di urutan paling belakang dalam ras kuno ” ucap Jendral Shion dengan menenangkan nafasnya.


Jendral Shion kemudian pergi ke istana untuk memberitahukan kepala rajanya yang seorang Demon Lord untuk mencegah atau menjauhi sosok yang setingkat Hydra.


Shion tidak tahu bahwa sihir yang di lakukan oleh Hydra sebelumnya juga bukanlah hal yang sepele.


Sihir yang di lakukan oleh Hydra benar - benar membuat area dalam radius 3 km menjadi hangus menyisahkan kawah besar dengan kedalam hampir 50 meter.


“ Cih ! Dia kabur ! Andai dia masih berani di sini aku akan sangat tidak segan untuk menghancurkannya menjadi butiran debu ” ucap Hydra dengan mata menyala yang dalam wujud manusia.


“ Kurasa aku akan memberi tahu Shin tentang ini , karena dari perkataan gadis iblis tadi bahwa bencana dewa dan Heaven Beast telah di mulai ” ucap Hydra yang kembali ke wujud ular berkepala tujuh.


“ Sungguh memperhatikan bahwa ia di panggil bukan hanya di anggap menjadi pahlawan yang gagal tetapi harus menghadapi bencana yang ada di dunia ini yang tidak pernah ia harapkan ” ucap Hydra dengan mata yang kasihan menatap ke arah kota Water Seven.


“ Ah... Untuk apa aku kasihan paling - paling ia akan tetap menghadapinya walau aku memberitahu dan memberikan peringatan kepadanya ” ucap Hydra lagi.


“ Hehe... Kurasa aku akan memberitahu melalui pesan jiwa , biarkan ia lakukan apapun yang ia mau sedangkan aku tentu saja menikmati waktu santai karena , Shin merupakan manusia yang selalu membuat masalah menjadi lebih sempurna ” ucap Hydra dengan senyuman menghina.


Hydra kemudian memasang posisi tidur dan tertidur dengan sangat cepat.


Sedangkan Shin yang berada di ruangan latihan yang di buat hanya untuk nya segera menerima sebuah pesan jiwa dari Hydra.


Hm… Jadi begitu , dunia ini benar - benar membuat aku kerepotan.


Heaven Beast , Dunia Dewa , Ras Angel dan ras mitos lainnya.


Dunia ini mungkin memiliki lebih banyak masalah dari yang terlihat , kurasa aku harus membicarakan ini dengan Sylp karena ia lebih tahu tentang masalah ini, mungkin.


Shin kemudian berdiri berjalan ke arah ruang tamu yang di sana berkumpul ketiga istrinya.


Sylp , Yue dan Ling yang melihat Shin berjalan ke arah kursi sofa segera melihat karena sangat jarang Shin akan berkumpul bersama seperti ini.


Shin tidak pernah berkumpul dengan ketiga istrinya bukan karena ia tidak memiliki rasa kasih sayang pada ketiga istrinya tetapi karena ia sangat sibuk membagi waktu antara berlatih , mengontrol kota dan yang lainnya.


“ Sayang !? Ada apa ! sangat jarang kamu bersantai di sini , walau bukan berarti tidak pernah ” ucap Sylp dengan penasaran.


Yue menganggukkan kepala karena perkataan dari Sylp adalah fakta.


“ Apakah terdapat sebuah masalah yang sulit ” ucap Ling menebak.


“ Yah lebih tepatnya seperti itu ” ucap Shin dengan sedikit murung.


“ Kurasa masalah ini bukanlah sebuah masalah yang sangat ringan sehingga wajahmu seperti itu SAYANG ” ucap Sylp yang memiliki firasat yang kurang mengenakan.


Shin tersenyum kecut , kemudian ia menatap ke arah wajah masing - masing istrinya.


“ One ! ” Shin kemudian menutup mata sambil memanggil bawahannya yang paling kuat dan paling setia dengan Shin .


“ Hamba yang rendah ada di sini tuan ” ucap One yang muncul dari bayangan dengan membungkuk hormat ke arah Shin.


Shin tersenyum , lalu ia mengatakan sesuatu yang membuat One bingung.


“ One aku memiliki satu permintaan yang harus kamu lakukan apapun yang terjadi ” ucap Shin dengan tenang.


“ Hamba yang rendah akan selalu melakukan apapun perintah mu tuan , bahkan itu jika anda memerintahkan hamba untuk memporak - porandakan salah wilayah Demon Lord seorang diri ” ucap One dengan tegas dan percaya diri.


Shin tersenyum dengan tekad dan rasa percaya diri bahkan nyawa adalah taruhannya , tetapi karena keputusan Shin benar-benar telah sangat bulat dan berdiri kokoh Shin tidak goyah akan keinginannya.


“ Bagus , aku sangat menyukai tekad dan kesetiaan mu tetapi aku akan memberi mu perintah bahwa kau harus menjaga keluarga ku apapun yang terjadi bahkan jika dunia mengepung mereka ” ucap Shin dengan sangat serius.


One sangat bingung dengan perkataan yang dari tadi di ucapkan oleh Shin.


Shin berkata dengan berbelit-belit seolah ia tidak ingin mengatakan sesuatu yang ia maksud.


“ Tuan sungguh apa perintah mu ? ” ucap One yang tidak tahan dengan ketidak pekaannya.


Shin yang mengetahui itu hanya tersenyum canggung , ia kemudian menarik nafas dalam - dalam seolah ingin mengatakan sesuatu yang berat.


“ Jagalah mereka ketika aku tidak ada di sini karena aku sangat yakin bahwa kemampuan teleportasi tidak dapat menyampai di sini ” ucap Shin dengan serius.


“ Apa yang sebenarnya terjadi sayang !? ” ucap Ling dengan kebingungan.


“ Sylp apakah kau tahu apa yang sekarang harus di khawatirkan ” ucap Shin dengan serius.


“ Hah ? Apa ? Apakah ras yang ada di sejarah dan animasi di dunia kita , lalu bencana dewa dan Heaven Beast ” ucap Sylp menebak.


Shin tersenyum ketika mengetahui bahwa Sylp sudah mengetahui tentang hal yang sangat membuat nya sangat khawatir.


“ Bagus jika kamu mengerti , aku harus pergi ke seluruh dunia untuk mengumpulkan kekuatan dan mencari cara mengatasi seluruh masalah yang ada di dunia ini ” ucap Shin menatap ke arah semua orang.


“ Berkeliling ke seluruh dunia , apakah kamu yakin sayang ! Kau tahu bahwa dunia ini terbagi menjadi beberapa benua ” ucap Yue dengan tegas.


“ Aku sudah memperkirakannya tetapi tidak yakin seberapa jauh , apakah kamu tahu seberapa jauh itu ” ucap Shin bertanya ke arah Yue.


Yue tersenyum kecut mendengar pertanyaan dari Shin yang terdengar konyol.


“ 30.000 Km dari sini itupun hanya perbatasan antar benua sedangkan jika ingin melewati perbatasan tersebut kamu harus melewati lautan luas yang memiliki kondisi ekstrim ” ucap Yue dengan serius.


“ Lalu apakah kamu tahu seberapa jauh istana Kerajaan Matahari ke arah perbatasan antar benua ” ucap Shin lagi.


“ Tidak terlalu banyak sayang , jika dari sini adalah 30.000 Km maka di istana Kerajaan Matahari adalah 29.000 Km ” ucap Yue mendesah.


“ Sangat jauh ! ” ucap Shin terkejut.


“ Lalu apakah kamu ingin pergi sendirian bagaimana dengan kami , apakah kamu sangat tega meninggalkan kami ” ucap Sylp membuat Shin seakan menambah pikiran.


( Maaf jika kurang menarik , ini hanya untuk bersenang-senang )


( Enjoy and always be happy )