
[ 38 ]
Setelah ledakan itu kawah yang seukuran 100 meter membuat siapapun menjadi merinding entah orang biasa maupun prajurit.
“ Apa - apaan ini , jika ini benar - benar meledak dengan bebas maka pasti istana akan hancur setengah , siapa sebenarnya yang dapat melindungi dari ledakan besar ini ” ucap salah satu prajurit dengan ngeri.
Beberapa prajurit lain menganggukkan kepala dengan setuju.
Mereka kemudian melihat ke langit yang terlihat sosok hitam dengan rambut emas berkibar - kibar diterpa angin sambil memasang wajah tenang.
“ Wanita itu apakah dia salah satu pahlawan ataukah petualangan yang sedang berkunjung kenapa begitu kuat ” prajurit 2 berkata.
Jika para prajurit bingung maka para petinggi memiliki keinginan yang berbeda - beda.
“ Aku harus mendapatkan wanita itu , Heheh... Dengan wanita ini aku dapat menggunakan untuk melakukan keinginan ku heheh... ” salah satu petinggi tertawa sambil membayangkan keinginan yang terlalu tinggi.
Tidak jauh dengan yang lain , petinggi yang lain juga memikirkan hal yang sama hanya beberapa yang memikirkan bahwa Shin yang dalam bentuk wanita adalah sebuah ancaman.
“ Apakah dia ancaman ataukan kekuatan kerajaan ini , kurasa aku harus mencari identitasnya untuk berjaga-jaga ” batin Jendral pertahanan dengan mata yang menatap ke arah Shin.
Mengabaikan seluruh pikiran yang dapat di dengar oleh pikiran ku , aku kemudahan kembali.
“ Karena telah selesai maka aku kembali saja ! ” ucap ku setelah melihat keributan yang berada di bawah.
“ Teleport ”
Tubuh ku berkedip kemudian menghilang dari sana.
Apasih sebenarnya yang terjadi pada wanita tua itu aku harus melihat nya.
Aku tidak langsung kembali ke Mansion tetapi muncul di kamar Ratu Elina , untuk mengecek apa yang sebenarnya terjadi ?
Ketika menyelusuri ruangan aku melihat benda yang ku anggap aneh.
Batu berwarna hitam yang mengeluarkan aura yang membuat udara menderita.
Aura kematian yang lebih dingin dari pada aura kumpulan Undead.
Apa ini !
“ Ratu Raja apakah kalian baik - baik saja , ijinkan kami untuk membuka kamar anda untuk memeriksa ” ucap prajurit yang berada di depan pintu kamar.
Hm... Kurasa tidak ada waktu untuk memeriksa , baiklah aku pergi dulu saja.
Setelah menyimpan batu hitam itu aku langsung menghilang dan muncul di Mansion.
“ Teleport ”
“ Dari mana saja kamu sayang ! ” suara lembut Yue terdengar di telinga ku ketika aku tiba di kamarku.
“ Apakah kau melihat keributan tadi , seharusnya kamu tahu apa yang aku lakukan ” ucap ku.
Yue terdiam sejenak kemudian ia memahami suatu hal.
“ Jadi kau membantu kerajaan tetapi kenapa ? Bukankah mereka telah menghina dirimu ” ucap Yue dengan perasaan sedikit tidak senang.
Gadis ini apakah membenci keluarganya , Bagaimana bisa sampai bertanya kenapa aku membantu menyelamatkan beberapa orang di istana sehingga ia menjadi sedikit marah.
“ Apakah kamu membenci keluargamu ? ” ucapku mengabaikan pertanyaan dari Yue sebelumnya.
“ Hah ! ” Yue terkejut.
“ Ap.. apa maksudmu sayang ” Yue kali ini berbicara dengan tergagap.
“ Yue... Aku tahu ayahmu telah menyiksa kemungkinan tidak hanya saat aku menyelamatkan mu beberapa hari yang lalu , tetapi walau bagaimanapun mereka adalah keluarga mu , sebenci apapun kamu benci paling tidak jangan sampai kamu ingin membunuh mereka ” ucapku melihat ke arah Yue dengan tersenyum.
Wanita ini mengingatkan aku tentang diriku dahulu , aku dulu sangat ingin membunuh ayah ku yang bajingan , tetapi setelah pikiranku tenang aku mulai berpikir jika aku telah membalaskan dendam apa yang akan ku dapatkan.
Kepuasan , kelegaan ataukah kewajiban karena bajingan itu telah membuat ibuku dan aku menderita.
Tentu saja tidak , hal ini hanya membawa kepada kegelapan , saat itulah aku sadar bahwa rasa balas dendam hanya membawa diri seseorang ke dalam lingkaran kegelapan yang tidak memiliki batas.
Melihat kepergian dari Yue tentu aku hanya diam, biarkan diri nya menenangkan diri dan menemukan jawaban yang telah membuat pikiran nya masuk ke dalam kegelapan.
“ Sayang , apakah Saudari Yue akan baik - baik saja ” ucap Ling dengan khawatir yang muncul dengan beberapa derak petir di lantai.
“ Entahlah , tetapi aku berharap ia memahami maksud dari perkataanku ” ucapku dengan tersenyum.
“ Walau memang kasar , tetapi bagaimana lagi ini memang sebuah perasaan dari rasa kehidupan ” ucap Ling menatap kearah sudut ruangan yang merupakan jalan keluar dari kamar.
“ Aku percayakan kepada mu Ling ! ” ucap ku dengan pasrah.
“ Hehe.. tentu saja aku akan membantu kali ini , sayang kamu harus mengajakku kencan untuk bayarannya lain kali ” ucap Ling dengan senyum nakal.
“ Ling tetaplah Ling , kamu tidak pernah mengubah seringaimu walau sudah menjadi kekasih ku ” ucap ku tidak dapat berkata-kata.
“ Hehe... Menjadi diri sendiri adalah yang terbaik ” ucap Ling yang kemudian menghilang dari sana.
Setelah menghilang nya Ling suasana menjadi sunyi karena aku hanya diam tanpa bersuara.
Hah... ! Akhirnya tenang juga , Huft aku harus memikirkan bagaimana cara agar aku kuat tanpa menggunakan seluruh kemampuan ku.
“ Master kenapa kau tidak menggunakan aku sebelumnya ” suara Death cemberut dari tanda segel.
“ Death ! ” tanpa menjawab ku tiba - tiba terpikirkan sesuatu.
“ Death apakah kamu dapat berubah - ubah bentuk dalam wujud pedang ” ucapku dengan semangat.
Death mengerutkan kening mendengar itu di dalam segel.
“ Kurasa bisa Master tetapi dengan batas berat 100 kg ” ucap Death dengan datar.
“ Ok , terima kasih Death " ucapku dengan tersenyum senang.
“ Tentu Master ” ucap Death dengan datar.
Setelah lelah aku meletakkan tubuh ku di kasur dan tidur.
Keesokan hari
“ 1001... 1002... 1010.. ”nafasku terengah-engah , dan keringatku menetes dengan deras.
Aku seperti biasa melakukan pelatihan pedang dengan membuat pedang cahaya yang panas dan berat 100 kg.
Di sana juga ada Yue , Ling dan Sylp yang melihat ku berlatih seolah itu hal yang menarik.
“ Hehe memang melihat sayang berkeringat entah bagaimana bisa membuat ku panas ” ucap Yue tanpa menahan diri.
Sedangkan dua wanita yang berada di sampingnya menatap Yue seolah menatap wanita mesum.
“ Apa ? Kenapa kalian menatap ku dengan aneh ” ucap Yue tanpa menyadari bahwa kata - katanya yang sebelumnya lebih aneh.
“ Tidak , jika ku ingat dengan benar dari awal pertemuan mu dengan sayang kamu sudah aneh ” ucap Sylp yang mengingat cerita awal setelah ia terpanggil ke dunia ini.
“ Yah jika ku ingat juga , bentuk mu seperti anak - anak yang terlahir awal sebelum lahir ” ucap Yue menatap dengan tidak senang ke arah Sylp.
“ Heh... Pertemuan kalian benar - benar unik ” ucap Ling dengan mata tertarik.
Sylp dan Yue kemudian saling memandang , senyum kecil terbentuk di antara mereka.
“ Kenapa kalian tersenyum , aneh ! ” ucap Ling dengan cemberut.
“ Haha... Jadi bagaimana dengan pertemuan mu Saudari Ling ” tanya Yue.
“ Sayang bertanya tentang letak ke arah Asosiasi Prajurit Bayaran ” ucap Ling.
“ Sangat biasa ! ” ucap keduanya bersamaan.
Alis Ling berkerut dengan mulut cemberut.
[ To Be Continue ]