
[ 21 ] [ Bertanding ]
Kurasa aku akan beristirahat untuk memulihkan kekuatan pikiran,jiwa dan fisikku tidak ku sangka aku akan kuat untuk bertahan hingga lebih dari 2 jam.
Aku langsung melempar kan tubuh ku di kasur yang ada di kamar itu , dan tertidur karena kelelahan.
Keesokan harinya pada pagi pagi sekali.
Whush... slash...whush.
Hembusan angin dari setiap ayunan yang di lakukan oleh ku menciptakan beberapa bilah angin yang ringan.
Pedang yang ku gunakan sangat berat hingga 1000 kg, aku mencoba memaksimalkan kekuatan lengan ku hingga batas.
Yah untungnya aku memiliki peningkatan dari penempaan tubuh kemarin jika tidak ada maka aku akan menghancurkan tubuhku sendiri karena marah.
Dengan menggunakan mata Saringan ku maka aku dapat mengeluarkan dan menciptakan sebuah pedang dengan berat yang membuat siapapun mati rasa.
Memiliki bilah sepanjang 3 meter dan gagang pedang 50 cm serta memiliki lebar 30 cm bisa di bilang ini adalah pedang besar.
Tanpa di rasakan oleh ku sendiri aku sudah mengayun kan 100 kali ayunan tetapi aku belum puas hanya sampai disana targetku hari ini adalah 1000 ayunan bagaimana bisa aku puas.
2 jam kemudian.
“ Hah...hah.. sungguh melelahkan tetapi sangat menarik , dengan latihan seperti ini aku tidak perlu khawatir gagal dalam mengontrol kekuatanku ” aku yang terengah - engah dan berusaha menstabilkan nafasku.
Kemudian Jendral cantik ini datang menghampiri ku.
“Bagaimana latihan mu,apakah kamu masih memiliki tenaga untuk ku ”ucap Kurenai tersenyum manis.
“ Apa maksud mu apakah kamu ingin bertanding dengan ku ”ucapku hanya menebak.
“ Um benar jadi bisakah ? ” Kurenai menatap ku dengan mata memohon.
“ Tentu saja tidak masalah tapi pasti aku tidak akan menahan diri ” ucap ku menggerakkan tubuh ku untuk berdiri karena nafasku telah stabil.
Yah kurasa ini bisa menjadi pelatihan ekstra dari pelatihan mengayunkan pedang , lagi pula tidak ada salahnya.
“ Hehehe... tentu saja kamu harus mengerahkan seluruh kemampuanmu jika tidak kamu akan ku pukuli hingga siapapun tidak akan mengenali ! ” ucap Kurenai penuh dengan semangat juang.
Wanita ini sepertinya belum di pukuli dengan puas sebelum nya,yah itu juga karena kami hanya bentrok dengan waktu sangat singkat.
“ Apakah kamu tidak takut untuk kalah seperti sebelumnya ” ucap ku mengejek.
“ Hm kau pikir aku akan selalu kalah ,tentu saja tidak mungkin ! ” dengus kesal dari Kurenai
“ Ok tidak perlu terlalu lama ayo kita lakukan ” aku langsung melemparkan pedang kayu kepada Kurenai.
Setelah menangkap pedang kayu yang di lemparkan Shin , Kurenai langsung menghilang dari tempat nya.
Aku juga secara reflek langsung menghilang dan muncul berhadapan dengan Kurenai yang memasang kuda - kuda gaya 1 pedang.
“ Ok apakah kamu sudah siap ! kalau begitu jatuhlah ” ucap ku penuh dengan provokasi yang kembali hilang dan muncul di depan Kurenai yang belum dapat bereaksi.
Trang..
Dengan refleks dari banyak pengalaman pertempuran Kurenai secara insting langsung refleks menahan pedang kayu ku.
“ Cih apakah kamu tidak malu menyerang ketika musuhmu masih belum siap ” Kurenai mencibir sambil menahan pedang kayu dari ku
“ Tapi kamu masih dapat menahannya ” ucap ku hanya tersenyum tanpa merasa bersalah.
“ Cih.. matilah ! ”
“ Enchantment Style Sword : Claw of 1000 Flowers”
( Pedang Gaya Pesona : Cakar 1000 bunga )
“ Yah kalau begitu lakukan saja ” ucapku mulai memasang kuda-kuda setelah melihat bahwa Kurenai telah melepaskan momentum merah muda di sekujur tubuhnya.
“ Wind Style Sword: Dragon ”
( Pedang Gaya Angin : Naga )
Siluet ribuan kelopak bunga dengan siluet naga angin yang hanya kepalanya saling berbenturan menyebabkan ledakan keras.
Kedua nya hanya menggunakan kekuatan mementum bukan sihir jika itu sihir pasti daerah sekitar nya menyebabkan kehancuran yang tidak di perkirakan.
Momentum yang di gunakan oleh Kurenai dan aku sendiri adalah sebuah kekuatan yang di namakan dengan kekuatan aura.
Aura terbentuk ketika seseorang mengambil jalan ilmu mereka masing - masing seperti Kurenai sekarang.
Jika biasanya ini di sebut domain di dunia kultivasi.
Boom...
Udara berfluktuasi dengan hebat tekanan yang luar biasa sangat mengerikan dapat di rasakan oleh siapapun ketika mereka berada di jarak 100 meter dari lokasi pertempuran.
Setelah beberapa saat berbenturan keduanya mundur 3 langkah masing-masing.
“ Apakah ini momentum angin,luar biasa tetapi itu tidak cukup untuk hanya mengalahkan aku ” ucap Kurenai dengan penuh kesombongan dan nafsu pertempuran.
“ Kita akhiri ini ! ” ucapku yang kemudian memulai kuda - kuda pedang kembali.
“ Yah Jika kamu bisa ! ” dengan tersenyum Kurenai terus menyerang kearah ku.
Dang... Dang...
Benturan demi benturan terdengar di sana padahal keduanya menggunakan pedang kayu.
“ Cih ! ” aku mendecak lidah kesal,stamina ku semakin terkuras akibat serangan sebelum nya belum lagi aku baru selesa dari latihan dan belum pada kondisi maksimal.
Trang...trang...
Aku terus menangkis setiap serangan dari Kurenai yang sepertinya berusaha menguras kekuatan ku.
Walau terlihat sangat mendominasi tetapi kekuatan mereka hanya berbeda tipis seperti sehelai benang dengan 2 benang yang di satukan.
“ Benar benar menjengkelkan ! ” Kurenai kesal setelah melihat serangan hanya sedikit lebih kuat dari Shin.
” Jatuh ! ” Kurenai menusukkan pedang nya kearahku yang ku hindari dengan tipis kemudian aku jatuh kelelahan.
“ Hah.. hah.... cukup itu mungkin sudah dari seluruh kekuatan ku jadi bangga lah ” ucapku tersenyum untuk mengakhiri pertandingan ini.
“ Kalau begitu ayo ” ucap Kurenai dengan semangat pertempuran.
“ Sebaiknya kamu segera pergi ke istana entah bagaimana aku memiliki firasat bahwa di sana akan terjadi sesuatu ” ucap ku dengan senyum misterius untuk menghilangkan niatnya dalam melanjutkan pertempuran.
“ Hm... apakah itu ? ” ucap penasaran dari Kurenai menatap ke arah senyumku yang terlihat menjengkelkan baginya
“ Cih sudahlah aku pasti mengetahuinya nanti ! ” Kurenai berkata dengan ragu tetapi ia merasakan firasat buruk , ia juga sudah terlalu malas untuk melawan seseorang yang kelelahan.
“ Apakah manusia ini merencanakan sesuatu ” dengan pikiran ragu ia menatap ke arah Shin dengan tatapan rumit.
Aku yang mendapatkan pandangan aneh dari Kurenai mengerutkan kening, dengan nada tidak puas aku menatap ke arah Kurenai.
“ Apa ! apakah anda memiliki masalah dengan saya ? ” ucap ku dengan nada sedikit menjengkelkan.
“ Cih lebih baik aku pergi melihat yang mulia Ratu dari pada melihatmu membuat ku kesal saja ” ucap Kurenai dengan mendengus lalu ia pergi dari sana.
Aku yang di tinggal juga pergi, aku ingin mencoba makanan jalanan di jalanan ibukota kerajaan Iblis, sekalian aku jalan jalan.
Di jalanan kota
Aku melihat berbagai kedai makanan tetapi aku tidak menemukan makanan yang menarik minat ku.
Lalu aku berhenti di kedai salah satu pedagang,aku pun berhenti dan langsung duduk di tempat yang tersedia disana.
“ Paman apa yang apa yang kamu jual di sini ? ” ucapku penasaran.
“ Oh anak muda, apakah kamu orang baru disini ! ” tidak menjawab pertanyaan dari ku tetapi menjawab dengan sebuah pertanyaan lain.
“ Aku dari luar jadi baru - baru ini aku di sini ” ucapku dengan santai tanpa rasa khawatir jika aku akan ketahuan bila aku ini manusia.
“ Begitukah ! ini adalah gurita neraka ” ucap pedagang itu dengan penuh semangat sambil membolak-balikkan sate gurita.
“ Jadi apakah kamu ingin membelinya ” tanya dari pedagang itu.
“ yah 2 piring untuk ku paman ” ucapku yang menjawab pertanyaan dari pedagang itu.
Pedagang itu langsung membuat kan apa yang di olehku , dengan kecepatan yang cepat karena dagangannya sangat sepi.
Kurasa aku harus segera mempelajari pendengaran angin dan persepsi nya , entah kenapa aku merasakan sesuatu akan terjadi.
Sylp yang mengetahui tentang pikiran ku melalui ikatan kontrak antar jiwa ku dengan ratu roh ,langsung keluar dengan bersemangat.
“ Akhirnya kamu ingin mempelajarinya hah.. kenapa begitu sulitnya kamu ingin memperhatikan teknik ini ” desah lelah dari Sylp.
[ To Be Continue ]