
[ 88 ]
Sang Saint kemudian melepaskan udara panas ke seluruh area dalam radius 10 meter.
Shin masih sangat santai walau pedang Death telah bergetar.
Tetapi kemudian udara bertekanan tinggi di lepaskan dari setiap bagian tubuh Shin , sehingga mengharuskan Saint untuk meloncat mundur.
“ Apa - apaan itu ! Kenapa akurasi dalam menggunakan energi sihir begitu akurat sehingga orang ini dapat melepaskan energi sihir dalam bentuk elemen yang walau tipis tetapi sangat ganas ” batin Saint sambil alisnya mengkerut tidak percaya.
“ Ada apa ? Kenapa kamu mundur ! Bukankah kamu ingin mengajari ku karena aku telah menghina dewa mu ” ucap Shin dengan nada penuh provokasi.
Saint itu hanya menggertakkan gigi dengan amarah yang meluap-luap , ia sangat ingin menggores leher Shin dengan sangat ganas tetapi ia juga mengetahui bahwa kemampuannya masih belum cukup untuk melakukan itu kepada Shin
“ Heh... Kau melakukan semua tindakan jebakan dan mengatakan bahwa aku mundur , jangan membuat ku memandang mu lemah Sang Pahlawan Shin ! ” ucap Saint itu dengan senyuman menghina.
Shin tersenyum dengan senyuman lebar.
“ Memangnya sejak awal aku di sini hanya untuk berkunjung bukan bertarung dan untuk apa aku mengeluarkan semua kekuatan ku yang pada akhirnya itu hanya akan di manfaatkan oleh seseorang seperti mu yang merupakan utusan seorang dewa ” ucap Shin dengan nada santai.
Sang Saint mengkerutkan kening , karena memang dari awal Shin hanya diam tanpa menyerang dan hanya menangkis.
Serangan yang di lakukan oleh Shin sebelumnya berasal dari emosinya yang di ganggu wajar jika ia ingin mengeluarkan serangan yang langsung sangat besar dan mungkin wilayah elf atau lebih tepatnya adalah ibukota kerajaan Elf akan menjadi kawah tak terbentuk.
“ Jika hanya berkunjung seharusnya kamu dapat menahan emosi mu yang mungkin dapat menghancurkan kerajaan elf ” ucap Saint itu dengan nada serius.
“ Heh... Apakah kau mengkhawatirkan mereka yang memandangmu seperti seorang sampah ! ” ucap Shin yang melihat sekitarnya bahwa semua yang ada di sana memang memandang Saint dewa itu dengan tatapan sinis dan jijik.
Sang Saint kemudian melihat ke belakangnya dan memang benar apa yang di ucapkan oleh Shin , semua pandangan sangat berbeda jauh dengan harapan seorang Saint.
Mata dari Saint kemudian menjadi sedih akan hal yang di katakan oleh Shin , ia kemudian melepaskan udara panas di sekitarnya kembali dan menatap ke arah Shin dengan sangat ganas.
“ Pergilah ! Kami sangat tidak menerima manusia ataupun ras lainnya di sini ” ucap Saint itu dengan energi sihir yang terus membentuk gelombang.
“ Kau yakin ! Apakah kau akan tinggal di tempat seperti ini ” ucap Shin.
“ Heh... Tidak perlu kau khawatir kan , aku masih bisa untuk tinggal di sini ” ucap Saint itu dengan mata membara.
Saat Saint itu melihat ke arah Shin dengan senyuman yang mengeluarkan Shin secara tiba-tiba.
Saint yang awalnya senang karena terdapat seseorang yang mengkhawatirkannya tiba - tiba mendengar sebuah suara yang seketika merusak suasana hatinya dalam sekejap mata.
“ Apa yang kamu lakukan Saint , kenapa tidak membunuhnya , ia adalah orang yang ingin menghancurkan kerajaan ku ” ucap seorang pria bertelinga panjang dengan wajah tampan tetapi dengan senyum menjijikan ketika melihat ke arah Beatrix.
Sepertinya orang ini agak bermasalah !
Shin menatap ke arah sebuah suara itu berasal dengan hanya sekilas ia dapat melihat aura negatif yang sangat besar di sekeliling pria tersebut.
“ Raja Elf ! Tetapi ia tidak melakukan nya kan !? ” Saint itu menolak dengan nada tersenyum ke arah pria tersebut yang di panggil dengan Raja Elf.
“ Hah... Kau mau menentang perintahku ! ” ucap Raja Elf itu dengan mata melotot ke arah Saint.
“ Ti- ” sebelum kata - kata dari Saint , ia segera di tendang oleh Raja Elf yang tiba-tiba muncul di samping Saint.
Shin hanya melihat tanpa membantu Saint itu , ia ingin melihat siapa sebenarnya identitas sebenarnya dari pria yang baru datang tersebut , kenapa ia datang dengan sangat arogan ! Apakah ia juga memiliki kekuatan hampir sama dengan Saint.
Raja Elf terus memukul tubuh Wanita Saint itu dengan sangat keras , tetapi yang membuat aneh adalah Saint itu tidak membalas sama sekali , ia hanya meringis tetapi tidak berteriak.
Tetapi kemudian Fania berlari ke arah Shin dengan mata memandang kasihan.
“ Tuan ! Kenapa orang itu memukul kakak itu , dan juga ia memandang kakak Beatrix dengan sangat aneh !? ” suara penasaran dari Fania segera menghentikan gerakan dari Raja Elf itu.
Raja Elf menatap ke arah Fania dengan tatapan penuh dengan amarah.
“ Dasar ! Siapa yang mengijinkan anak kecil menghina ku ! ” suara dari Raja Elf yang di ikuti dengan momentum angin.
Tekanan momentum yang di lepaskan dari Raja Elf memang bukanlah masalah untuk Shin tetapi berbeda dengan dua pelayannya.
Apalagi Fania yang baru mempelajari teknik bertarung , ia tidak akan mampu menahan momentum ini.
Sakalipun ia mampu paling - paling Fania harus mengerahkan seluruh tenaga dan kekuatannya hingga batas terakhir.
Shin kemudian menggerakkan tangannya yang kemudian terbentuk pelindung tipis yang terbuat dari angin.
Pelindung tipis tersebut segera menahan semua momentum yang di ayunkan oleh Raja Elf yang ia lepaskan dengan fokus ke arah Fania.
Drt...
Pelindung tipis itu segera bergetar dengan sangat kuat , tetapi senyum Shin melebar akan serangan yang di lakukan oleh Raja Elf.
“ Heh... Kekuatan hanya segini begitu berani menggunakan elemen angin di hadapanku ” ucap Shin dengan senyum sinis.
Wajah dari Raja Elf terkejut , ia pikir bahwa dari awal Saint hanya bermain-main dengan Shin karen ia seperti tidak mampu ketika melawan Shin.
“ Dasar hewan menjijikkan , beraninya kamu berbicara kepadaku seperti itu !! ” ucap Raja Elf dengan mata jijik ke arah Shin.
Shin kemudian mengangkat tangannya seperti menyerah tetapi senyuman di mulutnya terus melebar seolah ia ingin melakukan sesuatu.
Raja Elf yang memiliki kesombongan luar biasa segera tersenyum melihat tindakan dari Shin yang seakan ingin menyerah.
“ Hahah... Apakah kamu ingin menyerah ! Kau sungguh konyol ! Tiba - tiba menyerah ketika kamu berkata sombong ” ucap Raja Elf dengan nada yang sombong.
Shin masih tersenyum tetapi kemudian ia menunjuk ke arah langit dan tiba - tiba langit terasa gelap.
Semua orang melihat ke arah langit dan betapa terkejutnya karena di sana pemandangan yang tidak pernah mereka bayangkan dapat mereka lihat.
Ribuan hingga ratusan ribu pedang angin terbentuk hingga awan sekalipun harus menjauh karena tekanan yang di miliki setiap pedang sudah seperti ledakan gelombang kejut.
Semuanya yang tidak pernah melihat kekuatan sihir sebanyak dan seakurat yang di lakukan segera menjadi berkeringat dingin.
“ Ap... Apa - apaan kekuatan sihir itu , ia pasti sekarang sudah sangat serius karena seseorang yang bersamanya telah di serang dengan serangan yang mungkin dapat menghancurkannya ” batin Saint dengan mendesah.
“ Hei ! Saint cepat hentikan orang itu jika tidak seluruh ibukota dan kita akan mati terkena hujan pedang ” ucap panik dari Raja Elf.
Saint tidak bisa berkata - kata dengan perintah dari Raja Elf , sebelumnya ia menyiksanya tanpa ada yang membela dan sekarang Raja Elf ingin Saint untuk menyelamatkan semua orang yang mengabaikan tentangnya.
“ Aku merasa seperti manjadi seorang budak di sini ! ” ucap Saint itu menatap ke arah Raja Elf.
Semua prajurit dan Raja Elf tertegun mendengar kalimat yang di katakan oleh Saint itu seolah mengeluh.
“ Apa maksudmu wanita sialan ! Kau harusnya menuruti apa yang aku katakan !! ” ucap Raja Elf dengan wajah yang buruk.
Saint itu hanya diam mendengar kata - kata cacian dari Raja Elf , ia terus menatap ke arah Raja Elf dengan sangat intens.
“ Hah ! Apa yang kamu lakukan Saint ! Beraninya kamu menatap Raja seperti itu ! ” suara teriakan seorang prajurit wanita yang sebelumnya sombong ke arah Shin.
“ Sepertinya kalian memang melupakan diriku yang mungkin dapat menghancurkan ibukota ini kapan saja ! ” ucap Shin tiba - tiba yang menyadarkan semua orang yang fokus ke arah Saint dan Raja Elf.
Raja Elf kembali panik , ia kembali melihat ke arah langit yang seakan mendung karena cahaya matahari di tutupi oleh ribuan pedang angin.
“ Lakukan saja Monster , aku yakin kamu akan mendapatkan sebuah akibat dari menghancurkan salah satu cabang ras Elf yang ada di benua ini ” ucap Raja Elf yang tiba-tiba teringat akan hal ini.
Shin tersenyum kemudian tangan kanannya ia angkat ke atas sedangkan jari - jari tangan kirinya terus menerus bergerak seolah mengendalikan sebuah boneka.
Dan benar saja terdapat ratusan benang angin tercipta seperti sebuah penjara yang membuat siapapun yang ada di sana tidak dapat bergerak.
Saint , Raja Elf dan para prajurit yang ada di sana hanya dapat terkejut dengan tertegun karena hanya bergerak sedikit benang - benang angin yang di ciptakan oleh Shin akan menggores kulit mereka.
Hal ini membuat siapapun menjadi tidak berkeinginan bergerak karena mereka tidak ingin bagian tubuh mereka terbelah seperti layaknya potongan buah semangka.
“ Ternyata benar kekuatan dalam memperhitungkan semua energi dengan minimal adalah kemampuan dari pahlawan Shin , ia walau memiliki kekuatan kecil pasti ia dapat membuatnya menjadi kekuatan yang hampir tidak terbatas ” batin dari Saint itu.
Saint itu kemudian melihat ke arah telapak tangan nya yang terlihat sangat bersih karena kulit putihnya.
“ Apakah aku memang serendah ini , aku adalah seorang utusan , aku juga merupakan seseorang yang menuruti perintah sang dewa dan aku di sini sudah seperti seorang pelayan lalu apakah aku benar-benar memang serendah ini ” batin dari Saint itu dengan perasaan yang sangat sedih.
Ia kemudian menatap ke arah Shin untuk waktu yang sangat lama.
Ucapan dari Saint itu kemudian mengejutkan semua orang yang ada di sana bahkan orang - orang yang ada di gereja yang terletak di ibukota kerajaan Elf.
“ Kurasa aku akan berhenti menjadi seorang Saint jika aku hanya akan menjadi seorang pelayan dari seorang Raja yang tidak mengetahui penderitaan setiap rakyatnya ”ucap Saint itu.
“ Hah !? ” Raja Elf terkejut , ia kemudian melihat ke arah Saint itu dengan sangat seksama.
“ Benar ! Aku berhenti menjadi Saint dan sekarang aku Gabriel hanyalah seorang penyihir biasa yang ada di dunia ” ucap Saint itu yang bernama Gabriel.
Seluruh pendeta yang ada di gereja seketika menjadi sangat panik.
“ Dasar Raja Sialan itu ! Jika begini lalu siapa yang akan menjadi Saint selanjutnya , kita tahu bahwa Dewa Elf sangat memilih dalam urusan pemilihan utusan.” ucap seorang pria tua yang merupakan bawahan langsung dari seorang Saint.
Para Priest dan Pendeta yang ada di gereja seketika semuanya menjadi murung.
Saint Gabriel adalah seseorang yang sangat baik , pengertian dan penuh kasih sayang , bahkan ia adalah orang yang paling sangat menunjukkan kesucian dan kasih sayang dari seorang utusan dewa di kerajaan Elf.
Tetapi saat ini mendengar perkataan dari suara Saint Gabriel seketika membuat semua orang yang ada di gereja harus membangkitkan amarah.
Semua orang yang ada di gereja sangat mengetahui bahwa penyebab hal ini adalah Raja atau anggota kerajaan yang sangat menghina Saint Gabriel.
Mereka tidak menganggap penting seorang dewa bahkan adanya Gereja saat ini adalah karena belas kasihan atau karena kekuatan dari Saint Gabriel.
“ Seperti hari ini akan telah berlebihan untuk Saint Gabriel , jika ia sudah mengatakan hal itu ” ucap salah satu Pendeta.
“ Yah kurasa , kita tidak akan tinggal di sini lagi karena tanpa adanya Saint kita hanyalah seorang pengemis di kerajaan ini , kita telah dirawat dengan sangat baik oleh Saint seperti layaknya kasih sayang seorang ibu ” ucap seorang wanita dengan nada sedih ketika mendengar perkataan dari Saint Gabriel sebelumnya.
Semua orang menganggukkan kepala tetapi beberapa harus mengepalkan tangan karena menahan amarah yang meluap - luap.
Kembali ke tempat Shin.
Kata - kata yang di ucapkan oleh Saint Gabriel segera membuat semua orang harus terkejut , tercengang dan meremehkan.
Padahal para penyihir Penyembuh , Enhancement dan hal lain yang bersifat mensupport adalah berasal dari Gereja apalagi Saint Gabriel adalah salah satu inti dari itu dan merupakan orang paling bisa dalam berbagai sihir pendukung.
“ Ha... Ha... Hahahaha... , Kau ingin lepas dari Gelar haha... Lakukan aku tidak peduli tetapi kau harus tahu bahwa ketika kamu pergi dari sini maka kamu tidak akan dapat tinggal di sini lagi ” ucap dari Raja Elf dengan nada bangga seolah kata - katanya hanyalah sebuah peringatan agar Saint Gabriel tidak pergi dari kerajaannya.
Terdapat senyuman sedih di wajah cantik Saint Gabriel tetapi ia karena telah membulatkan tekad ia hanya harus melihat ke depan.
Saint Gabriel kemudian menyatukan tangannya seolah berdoa , bersamaan dengan itu matanya menutup yang menunjukkan sebuah aura taat.
“ Wahai sang dewa , makhluk yang paling aku cintai dan banggakan , aku yang hanyalah makhluk fana ini telah membuat keputusan karena aku sudah sangat tidak tahan akan perlakuan dan kemampuan ku yang di salah gunakan !! ” suara dari Saint Gabriel sangat lembut dan pelan yang hanya dapat di dengar oleh orang sekitarnya saja.
Shin tersenyum melihat ini , walau sebenarnya ia tidak mengerti apa penyebabnya tetapi terdapat rasa kasihan yang ada di hatinya walau wajahnya tidak berubah sama sekali seolah seseorang yang tidak memiliki perasaan apapun.
( Maaf jika kurang menarik , ini hanya untuk bersenang-senang )
( Enjoy and always be happy )