The Journey To The Edge Of Power

The Journey To The Edge Of Power
[ 41 ] [ Hero Rose In Demon Kingdom ]



[ 41 ]


Ling kemudian tersenyum ke arah Hinata yang membuat Hinata semakin ketakutan.


Hancur sudah mansion ini , teknik Hinata sebelumnya dan sambaran petir dari Ling sudah membuat 2 lubang besar di kanan dan atas Mansion.


“ Aih kamu terlalu berlebihan ” ucapku yang keluar dari kumpulan asap , tangan ku mengusap pakaian ku yang banyak debu menempel.


“ Bukankah Sayang sangat kuat , petir kecil seperti ini tidak mungkin menahan dirimu ” ucap Ling dengan percaya diri.


“ Memang , tetapi kasihan juga Mansion ini hah.. ” ucapku hanya tersenyum tipis.


Ling kemudian melihat arah serangannya dan terkejut karena kerusakan yang ia timbulkan.


Ling hanya tersenyum tanpa daya , lalu ia menatap ke arah ku dan Hinata.


“ Jadi Hinata apakah latihan mu telah menunjukkan peningkatan ” ucapku penasaran karena ia tidak pernah menyerah dalam melawanku selama ia tinggal di sini.


“ Tidak , tapi aku pasti akan mengalahkan mu untuk mendapatkan pujian dari kakak cantik di Mansion ini ” ucap Hinata dengan senyum lucu.


Heh... Dasar kucing yang penuh dengan keanehan.


“ Bagaimana jika aku yang memuji mu lagi pula aku adalah suami mereka ” ucap ku dengan percaya diri , berharap Hinata akan berhenti menyerang ku agar tidak menciptakan kehancuran lebih.


“ Narsis , kamu hanya laki - laki bajingan , pujian mu tidak di butuhkan ! ” ucap Hinata tersenyum sinis.


Begitukah diriku menurut nya , walau imut tetapi kata - katanya sangat tajam.


“ Tetapi aku pernah memelukmu untuk terbang , jika begitu kamu gadis kecil telah di pegang oleh tangan bajingan ini yang lembut apa yang akan kamu pikirkan ” ucap ku menggoda.


Tubuh Hinata seakan telah terkena siraman air , ia melotot ke arah ku dengan tajam.


“ Bajingan ! ” ucap marah dari Hinata yang ingin melesatkan sihir tetapi tertahan oleh tangan Ling yang masih memegangnya.


“ Jangan lakukan di sini , di luar ” peringatan dari Ling yang langsung mendapat anggukan dari Hinata.


Setelah itu Hinata menendang ku untuk pergi ke luar.


Hei hei apakah kamu benar - benar gadis kecil !


Hinata kemudian meloncat ke atap dan berputar di udara.


“ Wind Style Magic : Nature Dragon's Roar ”


Sambil berputar di udara Hinata melakukan sihirnya ke arah Shin dengan semangat.


Gadis ini aku tidak akan menahan !


Sebuah senyuman kecil muncul di sudut mulut ku.


Dengan menggerakkan jari - jari ku belasan benang angin mulai ingin mengikat Hinata.


“ Tidak lagi ” ucap Hinata.


Dengan menggerakkan laser besar yang keluar dari mulutnya , langsung menghancurkan benang - benang angin yang ingin mengikatnya.


“ Lompat ! ”


Hinata menggunakan angin untuk menciptakan pijakan di udara sehingga ia melompat ke atas dan mengayun kan tangannya.


“ Wind Style Magic : Wind Blade ”


( Sihir Gaya Angin : Bilah Angin )


Hinata menggerakkan kedua tangannya menciptakan beberapa bilah angin untuk mengacaukan konsentrasi dari ku.


Tetapi dapat ku potong hanya dengan benang angin.


Saat aku menghilangkan bilah - bilah angin , gerakan Hinata mengejutkan karena dalam waktu singkat ia telah berada di dalam jarak 4 meter dari tubuh ku.


“ Hehe dapat ” ucap Hinata dengan senang yang kemudian bergerak lebih cepat.


“ Wind Style Magic : Hand of Golem Monster ”


( Sihir Gaya Angin : Tangan Golem Monster )


Dua tangan angin mulai bergerak-gerak memukul ke arahku dengan niat membunuh.


“ Pukul pukul pukul hahaha... Pukul dan lemparkan ” Hinata tertawa dengan keras seolah yang di lawan adalah musuh bebuyutannya.


Hinata sendiri tidak sadar bahwa ia melakukan pertarungan yang berlebihan karena ia memiliki kesenangan dalam pertarungan ketika ia mulai di latih sihir angin oleh Shin , dari saat itu darahnya mendidih seolah air yang memanas terkena panas sehingga uapnya terlihat.


“ Hei hei jangan kecewakan aku gadis kecil ” ucap ku yang kemudian mulai sedikit serius.


“ Wind Style Magic : Monster Body ”


( Sihir Gaya Angin : Tubuh Monster )


Tubuh ku di selimuti oleh angin yang tipis dan kuat , dengan sihir ini gerakan dan kekuatan ku sedikit meningkat dari tubuh manusia ku.


Bam... Bam... Bam...


Ledakan demi ledakan karena pukulan keduanya membuat semua orang yang berada di mansion menjadi terkejut dan melihat pertarungan.


“ Gadis itu seperti nya menyukai Shin ” ucap Sylp dengan senyum tipis.


“ Yah benar , walau kata - katanya sangat tajam tetapi wajahnya tidak menutupi apapun , kecuali orang bodoh seperti Shin ” ucap Yue dengan tersenyum.


Kedua gadis itu menganggukkan kepala setuju.


“ Memang Shin dalam hubungan akan sangat bodoh berbeda jika itu pertarungan maka ia seakan seorang Pejuang yang cerdas dan keras kepala sehingga musuhnya akan kesusahan untuk menjatuhkannya ” ucap Sylp yang memahami karakter dari Shin karena hubungan mereka telah bertahun-tahun.


Di tempat lain , lebih tepatnya di Gold Demon Kingdom.


“ Sialan memang Pahlawan rambut merah itu , jika ia tidak ada maka kita akan mudah untuk membunuh Pahlawan Pedang dan menghasut Pahlawan Perisai untuk menjadi iblis sekaligus menjadi budak ku ” ucap marah dari Raja Iblis Gold dengan penuh kemarahan karena kerajaannya telah hancur setengah oleh serangan dari Rose.


“ Benar , dan juga sihirnya sangat sulit untuk di patahkan ” ucap Jendral iblis dengan takut melihat wajah kemarahan dari Raja Iblis Gold.


“ Bagaimana dengan sampah itu , apakah kau telah mendapatkan kabar darinya ” ucap Raja Iblis Gold dengan mata merahnya menatap ke arah bawahannya.


“ Belum yang mulia , entah kenapa kita tidak mendapatkan kabar dari nya beberapa hari ini ” dengan berpikir Jendral Iblis menatap ke arah tempat Kingdom of the Sun.


Kerajaan Iblis Gold benar - benar hampir hancur dengan serangan sihir pelepasan yang di lakukan oleh Rose saat para Pahlawan telah sampai di kerajaan Iblis.


Entah kenapa Jendral Iblis menatap ke arah Kingdom Of The Sun , yang memungkinkan ada mata - mata di kerajaan , jika Shin tahu maka akan sangat menyenangkan yang akan ia pikirkan untuk menghancurkan mata - mata itu.


Beberapa hari lalu


“ Gah... Sialan kalian para iblis ” ucap salah satu prajurit dengan kesakitan ketika tubuh tertusuk oleh cakar iblis.


“ Hahah... Kalian manusia , disini bukan tempat kalian ” ucap iblis itu dengan seringai kejam.


“ Kalian lah yang tidak pantas berada di dunia ini ” ucap Yuzume sambil memejamkan mata , dengan kuda - kuda pedang.


“ My end is one, my eyes are cruel, my blood is my sharpness and my heart is my strength ”


( Ujung ku adalah satu , mataku sangat kejam , darah ku adalah ketajaman ku dan hatiku adalah kekuatanku )


“ Assassination Sword Style: All Becomes Silent ”


( Gaya Pedang Pembunuhan : Semuanya Menjadi Sunyi )


Tubuh Yuzume tiba - tiba menghilang dan muncul di jarak 300 meter dari tempatnya sebelumnya.


Crash...


Hanya dalam satu kedipan mata , para iblis telah menjadi potongan daging cincang yang ketika jatuh pun tidak mengeluarkan suara .


Para iblis langsung membelalakkan mata , kini mereka tidak ada yang meremehkan.


“ Demonic Style Magic : Black Orb ”


( Sihir Gaya Iblis : Bola Hitam )


Sosok dengan topeng yang hanya menampilkan mulutnya tiba - tiba muncul dan melemparkannya puluhan bola hitam , yang ketika menyentuh apapun di sekitar nya akan menjadi lelehan.


“ Teknik apa ini ” ucap Leo dengan gemetar ketika di tatap oleh sosok iblis bertopeng yang hanya menutupi mata dan hidung nya.


Leo yang sebelumnya adalah anak orang kaya yang isi otaknya hanya ***********, tentu saja melihat hal yang berdarah akan membuat nya tidak nyaman dan ingin muntah.


[ To Be Continue ]