
[ 22 ] < Spirit Queen's Blessing >
“ Hah kau tahu Sylp di dunia sebelumnya sangat sulit untuk mempelajari nya ,dari pada aku terus melakukan hal yang tidak kunjung berhasil lebih baik aku melatih hal lain ” ucap ku dengan menghela nafas.
“ Hehe kau tahu Shin aku sebenarnya mengetahui sesuatu yang mungkin dapat kamu lakukan untuk mempelajari teknik ini , tetapi kau harus menanggung sebuah konsekuensi apakah kau sanggup ” ucap Sylp yang muncul di depan ku dan menatap ku dengan tatapan serius.
“ Apakah itu ? ” aku penasaran langsung bertanya.
“ Setelah ini kau pergi ke hutan kau akan tahu jika kau memang ingin mempelajari nya ! ” ucap Sylp yang kembali ke tanda segel yang ada di punggung telapak tanganku.
Sebenarnya apa yang akan di lakukan oleh Sylp , sudahlah aku pasti akan tahu ketika aku pergi ke hutan sekalian aku ingin mengirimkan klon ku ke kota.
Saat aku melamun aku di sadarkan oleh pedagang sebelumnya.
“ Makanlah anak muda ” ucapnya sambil meletakkan sate gurita di meja depan ku.
“ Terima kasih paman ” ucapku yang kemudian memakan makanan yang di berikan kepadaku.
Sambil memakan makanan yang ku pesan , aku penasaran akan sesuatu sehingga aku bertanya pada pedagang sate ini.
“ Hm... bagaimana menurut mu paman tentang peperangan antar manusia dengan iblis ini ,jika anda tidak keberatan untuk menjawab nya ! ” aku penasaran tentang reaksi penduduk asli Blood Demon Empire ini.
“ Pendapat ku yah... hmm.. aku sendiri berpikir bahwa peperangan ini hanya sebuah omong kosong , seberapa lama pun perang akan selalu menghasilkan kedamaian singkat lalu akan terjadi perang kembali lalu apa gunanya kita orang lemah memikirkan nya kita hanya menikmati waktu yang ada saja ”
“ Menurut kalian anak muda memang perang ini memiliki manfaat , dan terasa keren tetapi tentu saja tidak , tidak sedikit yang menjadi korban dari peperangan antara manusia dan iblis apalagi ras manusia yang memiliki kesombongan dan keegoisan lebih dari ras Iblis sendiri , entah kadang aku sendiri bingung kami yang Iblis ataukah mereka ” kata - katanya sedikit mengandung amarah.
“ Lanjutkan paman ” ucapku semakin penasaran , karena merasa bahwa paman ini menjeda kalimatnya.
“ Contohnya sudah banyak anak manusia yang di buang oleh orang tua mereka atau kerabatnya ” ucapnya dengan melihat arah akademi di lanjutkan melihat ke arah langit.
Hmm... jika di pikirkan memang itu sangat kejam ,di kerajaan ini memang suram tetapi disini lebih manusiawi dari pada di kerajaan manusia.
“ Begitukah ! ” ucapku dengan tersenyum.
“ Hahah... kau anak muda jangan terlalu di pikir kan nikmati saja masa muda mu haha...” ucap pedagang itu dengan tertawa.
“ Paman masih muda jangan terlalu banyak sok keren ” ucapku yang membuat pedagang itu mengerutkan kening karena kata - kata ku mengandung nada sinis dan ejekan.
“ Manis sekali mulutmu sialan ! ” ucap pedagang itu yang kemudian menepuk pundak ku dengan keras.
Orang ini bukankah terlalu bersemangat , dasar pria tua !
Senyum kecil terbentuk di mulut ku melihat nya membuatku teringat beberapa kenalan ku di bumi.
Kemudian aku pun melanjutkan menikmati makananku.
Saat aku menikmati makanan ku , tiba-tiba aku merasakan ledakan energi yang kuat.
Aku pun dengan cepat memasukkan sate gurita ini ke dalam cincin penyimpanan yang ku dapatkan beberapa minggu yang lalu.
Boom...
Ledakan energi ini terjadi di dalam istana jadi aku tidak dapat melihatnya jika dari sini mengharuskan aku pergi ke sana.
Walau aku tidak memiliki persepsi angin saat ini aku masih memiliki indra yang tajam untuk merasakan ledakan energi.
Menoleh ke arah pedagang yang masih sibuk dengan daganganya dan berkata
“ Terimakasih paman ” ucapku sambil meletakkan 1 kantung emas di meja.
Pedagang itu kemudian mengambil kantong emas yang ku letakkan tetapi ia terkejut karena isinya.
“ Hei anak mu- ” ia merasa terlalu banyak untuk makanan ini karena harganya hanya jika di total hanya belasan koin emas.
Tetapi ketika ingin mengembalikan emas tersebut ia melihat bahwa anak muda sebelum nya telah menghilang.
“ Um apa ini ” pedagang itu kemudian melihat sebuah kertas yang menyangkut di kantong emas tersebut.
Di kertas tersebut terdapat beberapa kata yang membuat pedagang itu terdiam.
{ Simpan saja sisanya paman aku melihatnya bahwa dagangan mu sepi jadi jika aku mampir kembali mungkin aku akan makan lebih banyak , dan karena itu tetap lah hidup pak tua hahah... }
“ Dasar anak muda yang menjengkelkan ” walaupun kata - katanya kasar tetapi mulutnya tersenyum.
Aku menggunakan transformasi untuk berubah menjadi serangga untuk melihat apa yang terjadi.
“ Sialan kau Leon ! apakah kau ingin berperang dengan kami ”
“ Hehe... sudah kubilang jadilah istriku tetapi kau menolak dan malah ingin berurusan dengan pahlawan bodoh itu ” ucap Leon yang merupakan salah satu raja iblis yang berdekatan dengan kerajaan iblis Sakura.
Boom...
Ledakan energi kembali membuat apapun terhempas , kemarahan yang meluap dari Sakura terlihat dari ledakan energi yang hanya dari tubuhnya.
“ Hehe kenapa marah ! tentu saja sudah terlambat aku akan menghancurkan kerajaan ini untuk mendapatkan dirimu dan seluruh tanah iblis ini hahaha.... ” tawa kejam dan menjijikkan yang berasal dari raja iblis Leon.
Sakura tidak dapat menahan amarahnya ia langsung menyelimuti tangannya dengan energi gelap yang memancar kan rasa panas sebanding dengan panas lahar dari gunung berapi.
“ Omong kosong ! ” ucap marah dari Sakura.
“ Demonic Style Hand : Hell-Crushing Fist ”
( Tangan Gaya Iblis : Pukulan Kehancuran Neraka )
Boom... duar...
Lantai langsung meleleh menjadi kawah magma yang panas.
Tetapi entah itu beruntung atau karena kemampuan yang tinggi menyebabkan Raja Iblis Leon dapat melompat menghindar.
“ Cih sialan ! kamu akan ku jadikan budak jadi persiapan kan dirimu haha... ”dengan tawa gila Raja Iblis Leon terbang bersama pengikutnya keluar dari wilayah Blood Demon Empire melalui langit.
Kurenai dan jendral yang lain hanya dapat menggerakkan gigi karena mereka tidak dapat menahan kedua aura dari Raja Iblis yang membuat mereka tertekan dan gemetar.
Walau Raja Iblis Leon merupakan Raja Iblis terlemah tetap saja aura seorang Raja Iblis bukan di anggap sebuah omongan semata.
“ Kenapa aku begitu lemah ” Kurenai kesal pada dirinya sendiri ia hanya dapat mengepalkan tangannya hingga berdarah.
Di atap
“ Hm... jadi begitu masalahnya , ini sedikit merepotkan hah masalah antar kerajaan itu melelahkan ” ucapku yang mendesah lelah.
Aku kemudian pergi keluar dari kerajaan menuju ke arah hutan untuk melakukan apa yang di katakan oleh Sylp sebelumnya.
“ Baiklah Sylp bagaimana aku akan mempelajari teknik persepsi angin ini ” ucapku menatap ke arah punggung tangan ku yang terdapat simbol segel.
Sosok kecil kemudian keluar dari sana dan memperlihatkan sosok Sylp yang memancar cahaya hijau.
“ Sebelum itu aku ingin kau tetap bertahan walau resikonya tinggi apakah kau mampu ” ucap Sylp menatap ke arah mataku.
“ Resiko nya tinggi ! , akan ku lakukan , aku ingin segera kembali ” ucap ku dengan tatapan penuh dengan tekat.
“ Jangan mati ! ” ucap Sylp yang kemudian terbang menjauh hingga 1 meter dari ku.
“ Tentu ! Lakukan ! ” dengan teriakan penuh tekat aku menatap dengan tajam ke arah Sylp.
“ Tembus !! ” Sylp secara tiba-tiba melesatkan sebuah angin bertekanan tinggi ke arah jantungku .
"Ap... apa yang ka.. mu la.. ku kan " ucapku terbata bata karena nafasku yang telah berhenti karena jantung ku hancur.
Aku tidak mengerti maksud dari resikonya tetapi menembus jantung ku sama artinya dengan membunuh ku , apa yang kamu lakukan Sylp !
Sylp mengabaikan kata-kata ku dan kembali melesatkan sihir ke arah jantung ku.
“ Spirit Style Magic : Spirit Queen's Blessing ”
( Sihir Gaya Roh : Berkah Ratu Roh )
Tiba-tiba secara mengejutkan jantung ku di gantikan oleh kristal hijau dengan beberapa serat berwarna hitam.
Nafasku memang telah berhenti tetapi ketika jantung ku di gantikan oleh kristal hijau tersebut tubuh ku menyerap energi alam untuk mengantikan nafas ku.
[ To Be Continue ]