The Journey To The Edge Of Power

The Journey To The Edge Of Power
[ 24 ] [ Pesan Sang Absolute ]



[ 24 ] < Pesan Sang Absolute >


Sylp sudah tahu apa penyebab yang membuat orang sekitarnya seperti ini , Sylp sendiri hanya berdiam diri di kediaman nya tanpa memberikan penjelasan apapun kepada semua orang sehingga membenarkan bahwa tindakannya seperti terlalu berlebihan.


Sylp tidak memakan apapun saat itu , ia hanya menatap kosong ke depan.


Roh tidak membutuhkan makan maupun minum selama ada kekuatan jiwa dan energi yang ada di seluruh alam maka roh pasti akan tetap hidup , apalagi Sylp yang seorang Ratu roh ia dapat memasuki dan memakan jiwa siapapun selama tidak berada di atas kekuatan nya.


Walau seorang Roh tidak membutuhkan makan tetapi mereka tetap makan untuk menghilangkan rasa bosan dan tidak melupakan kenikmatan duniawi.


Kekuatan yang di kumpulan oleh Sylp tidak sedikit ia telah hidup selama ratusan juta tahun bagaimana ia mudah di bunuh.


Kembali ke Sylp


“ Apakah aku salah ketika aku membalas kan kemarahan anak-anak ku , apakah kita yang selalu menjaga keseimbangan dunia agar para penjajah maupun para dewa sialan itu , dan kami harus menerima perlakuan seperti ini ! ” walau Sylp marah dan mengumpat dalam diam ia tidak dapat berbuat apapun ia hanya harus menerima takdir setelah yang ia lakukan.


Di katakan terdapat dewa juga di alam semesta tetapi karena kelebihan mereka dalam sihir yang kuat , membuat mereka merasa bahwa mereka adalah makhluk yang paling kuat dan memandang siapapun dengan rendah , walau tidak semuanya.


Karena Sylp merasa tidak nyaman di kediamannya ia pergi ke salah satu bintang yang berada di antariksa dan duduk termenung disana.


seminggu , sebulan bahkan setahun ia tidak merasakan waktu ia di sana , pikirannya kosong ia hanya duduk disana tanpa melakukan apapun.


Beberapa saat kemudian sebuah lubang dimensi muncul dan keluarlah sesosok bercahaya humanoid.


[[ Note : Penampilan para Roh tidak jauh berbeda dari para manusia sehingga tidak dapat di bedakan yang menjadi pembeda hanyalah energi mereka yang selalu berwarna emas jika seseorang dapat melihatnya ]]


Sosok humanoid itu menatap ke arah Sylp dengan tersenyum seolah ia mengetahui apa yang terjadi pada Sylp.


“ Apakah kau utusan dari Sang Absolute ! ” ucap Sylp datar seolah ia melihat sebuah benda tidak bernyawa.


Walau Sylp tidak tahu siapa yang berada di depannya tetapi Sylp sendiri telah melihat berbagai aura di beberapa dunia , dan aura dari sosok yang berada di depannya memiliki aura yang sangat menghangatkan dan membuat siapapun merasa tenang.


Dan juga aura suci sangat luar biasa merembes dari sosok yang berada di depannya ini.


“ Benar aku adalah utusan dari Sang Absolute , kedatangan ku kesini untuk menyampaikan bahwa tindakanmu terlalu berlebihan bahkan membuat dunia yang kau jaga hancur ! , Ini membuat Sang Absolute sedikit tidak senang ” ucap sosok humanoid itu dengan nada yang dalam.


“ Jadi apakah yang akan aku lakukan untuk menebus tindakan ku ! , Apakah aku akan di hancurkan ! ” ucap Sylp dengan nada datar.


Roh adalah salah satu entitas yang di ciptakan untuk mengatur keseimbangan berbagai dunia bahkan dunia para dewa sekalipun.


Tetapi walau begitu para Dewa tetap meremehkan keberadaan para roh , mereka mengganggap bahwa para roh adalah keberadaan yang hina dan lemah.


“ Haha... benar-benar lucu , tetapi memang Sang Absolute memberikan sesuatu kepada mu ! ”


“ Sang Absolute memberikan kamu sebuah keberuntungan dan kesialan ! ” ucap Sang utusan.


“ Keberuntungan dan kesialan ? ” walau wajah dari Sylp datar tetapi kata-katanya mengandung ekspresi bingung.


“ Sang Absolute memberikan kamu peningkatan energi roh 5 kali lebih kuat tetapi efek sampingnya adalah tubuhmu mengecil bersamaan temperamen mu yang tidak stabil , sehingga kekuatan mu mungkin hanya dapat di gunakan 10% dari kekuatan mu yang sekarang , itu sama saja dengan sia-sia ”


“ Temukan sendiri bagaimana cara agar tubuhmu kembali ! , itulah yang di katakan oleh Sang Absolute ” utusan itu langsung menembakkan cahaya berwarna hitam dan putih ke arah kepala Sylp.


Kembali ke masa sekarang


Jadi begitu lalu kenapa ia memberikan setengah kekuatan nya kepadaku apakah kesadarannya telah kembali , walau ini ia mengirim ingatan nya tetapi rasanya tidak semuanya.


Sylp sendiri menstabilkan kekuatan dan kesadaran nya di tanda segel , karena setelah ia mendapat kan ingatan dan kesadaran aslinya ia langsung memberikan kepada Shin setengah bagian kekuatannya.


Sudahlah aku lelah memikirkan nya lebih baik aku langsung mencoba persepsi angin ini.


Aku kemudian menutup mataku dan merasakan berbagai hal yang ada di sekitar ku.


Secara perlahan berbagai suara terdengar di telinga , suara angin seolah suara manusia yang dapat ku dengar apalagi aku dalam mendengarnya dalam radius puluhan kilometer.


Hm... begitu kah , kita telah di kepung oleh pasukan raja iblis Leon dan lagi seperti nya itu tidak dengan pasukan yang sedikit.


Arah utara ! disana terdapat ribuan iblis aku akan mulai menguji kekuatanku disana , walau itu tidak sepenuhnya kekuatan ku saat ini yang telah di perkuat oleh kekuatan alam.


Tetapi sebelum itu...


Setelah itu aku membuat sayap angin di punggung ku dengan 4 sayap , 2 dimasing-masing sisi.


Tubuhku kemudian terbang dengan kecepatan yang luar biasa menuju utara.


Beberapa saat kemudian


Boom...


Ledakan keras terjadi ketika aku turun di antara para iblis yang sedang istirahat dan memakan makanan untuk menambah energi mereka.


“ Keke... apa yang di lakukan iblis-iblis seperti kalian di tempat Blood Demon Empire , oh apakah ini penyergapan ! ” ucap ku dengan nada bermain-main.


“ Siapa kau manusia , bagaimana bisa kamu berada di sini di wilayah Blood Demon Empire ! ” ucap salah satu iblis yang menatapku dengan tenang.


“ Aku ! hm... manusia yang sedang berlibur dari pekerjaannya ? ” ucapan ku seolah mengejek semua iblis yang ada di sana membuat mereka jengkel dan langsung melesatkan sihir ke arah ku.


“ Omong kosong ! ” ucap salah satu iblis dengan marah.


“ Demonic Style Magic : Dark Blade ”


( Sihir Gaya Iblis : Bilah gelap ! )


Sebuah serangan yang berbentuk bilah angin tetapi berwarna hitam melesat kearah ku.


Benar-benar tidak sabaran bukan , jika hanya ini aku tidak akan membuat ku puas !


Bilah gelap itu meleset ke samping ku karena aku hanya memutar tubuh sehingga serangannya tidak mengenaiku.


“ Cih ! ”


Melihat serangannya gagal iblis itu langsung melesat ke arahku dengan nafsu membunuh yang tinggi.


“ Kau membuat ku bernostalgia ! ” ucapku dengan tersenyum.


Melihat iblis ini membuat ku mengingat seseorang yang iri padaku karena perbedaan bakat sehingga ingin membunuh ku ! Sungguh lucu ! .


Iblis itu menghilangkan dari tempat nya hanya dalam beberapa langkah ia sampai di depan ku , ia mengayunkan pedangnya seolah aku adalah ayam yang mudah di sembelih.


Klang...


Mata saringan ku berputar hingga membentuk belah ketupat.


Sebuah pedang besar dengan tampilan melengkung , panjang 3 m , lebar bilah 30 cm


Hanya dalam beberapa detik untuk menciptakan pedang besar itu untuk menangkis serangan pedang.


Aku tidak pernah meremehkan musuhku walau mereka hanya seorang prajurit karena di banyak cerita bahwa seseorang kuat bukan dari orang dengan bakat tinggi melainkan dari orang yang memiliki tekat tinggi walau untuk mencapai itu mereka harus mendekati ke dewa kematian.


Klang... klang.. buk..


Tangan ku dan tangan iblis itu bergerak cepat sehingga hanya terlihat siluet tangan yang memegang pedang yang saling berbenturan.


Walau pedang ku adalah pedang besar tetapi aku memiliki pengalaman menggunakan pedang besar sehingga untuk menggunakan untuk menyerang dan bertahan bukanlah hal sulit untuk ku.


“ Mati kau manusia ! ” iblis itu mengayunkan pedangnya seolah ia memiliki dendam kepada ku.


“ Kau saja yang menemani sang dewa kematian ! ” ucapku yang mundur dan membuat posisi kuda-kuda untuk melesatkan sebuah teknik.


“ Haha... kurasa aku akan mengakhirinya ! ” ucap iblis itu dengan aura yang melonjak ke atas dengan ganas.


“ Earth Style Sword : Splitting the Stars”


( Pedang Gaya Bumi : Membelah Bintang )


Tebasan dengan tekanan yang luar biasa di ayunkan ke depanku.


[ To Be Continue ]