
[ 70 ]
Di tempat yang memiliki sebuah pemandangan indah , terdapat 2 orang yang sedang berlatih tanding tanpa menggunakan kekuatan sihir sedikit pun.
Salah satunya memiliki tubuh yang kecil yang tidak lain adalah Hinata , sedangkan yang satunya memiliki tampilan pria paruh baya yang merupakan seseorang yang tidak boleh di lupakan yaitu bawahan dari Shin , Babel.
Dan di tempat yang teduh dengan sebuah pohon beringin yang sangat besar , terdapat wanita cantik yang memiliki pesona tiada tara sayang wajahnya di tutupi oleh sebuah cadar berwarna ungu di bagian mulut nya.
Wanita itu tidak lain adalah Sylp salah satu istri dari Shin.
“ Aku merasakan aura yang familiar di persepsi ku ” ucap Sylp sambil melihat ke suatu tempat.
Sylp kemudian berpikir untuk mengingat milik siapa aura yang ia rasakan saat ini.
“ Auranya semakin dan semakin tipis ” ucap Sylp bergumam.
“ Sepertinya ia sedang terluka , melihat kondisi nya melalui persepsi ku ia membawa seseorang yang berkontrak dengannya , kurasa aku akan membantunya tetapi aku akan melihatnya dahulu ” ucap Sylp masih bergumam sendiri.
Sylp kemudian berdiri dan menghampiri Hinata.
“ Hinata apakah kamu dapat membantu kakak ? ” ucap Sylp dengan lembut.
Sylp sudah menganggap bahwa Hinata adalah adik kandungnya jadi ia sangatlah menyayanginya.
Hinata kemudian berhenti dari latih tandingnya yang bersama dengan Babel setelah mendengar suara dari Sylp.
“ Apakah ada yang kakak butuh kan , akan Hinata lakukan ” ucap Hinata walau ia terlihat sangat berkeringat.
Sylp tersenyum , ia kemudian mengelus rambut Hinata dengan lembut dan menghilangkan seluruh keringat Hinata hanya dengan angin hangat yang ia ciptakan.
“ Tolong pergilah ke hutan Barat , dan bawa kemari seseorang yang dalam keadaan terluka meskipun ia bukan manusia ” ucap Sylp dengan lembut.
“ Bukan manusia !? ” Hinata bingung tetapi ia menganggukkan kepala.
Sylp masih tersenyum dengan tanggapan dari Hinata , Sylp kemudian menoleh ke arah Babel.
“ Tolong panggil kan Shin untuk ku ” ucap Sylp kepada Babel.
Babel membungkuk dengan hormat , ia kemudian segera pergi dari sana.
Bersamaan dengan kepergian dari Babel , Hinata juga pergi dengan Roh kecil yang berkontrak dengannya.
Hinata pergi dengan menciptakan sayap angin di punggungan yang sering di lakukan oleh Shin.
“ Dasar ! anak itu benar-benar meniru Shin ” ucap Sylp dengan geli.
Tidak membutuhkan waktu yang lama Hinata untuk melihat seekor kadal besar dengan menggigit baju seorang wanita yang dalam keadaan tidak sadarkan diri.
“ Menurut mu apakah itu Ning ? ” ucap Hinata bertanya.
“ Entahlah tetapi sepertinya benar mereka , karena aku merasakan energi roh api yang benar-benar murni pada binatang itu ” ucap Ning dengan mengamati Salamander yang berusaha sekuat tenaga untuk sadar.
Hinata menghampiri ke Salamander dengan penasaran.
Hinata sendiri tidak memiliki rasa ketakutan ketika melihat ukuran dan rupa dari Salamander , karena ia pernah melihat wujud dan rupa yang lebih mengerikan dari ukuran dan rupa Salamander.
“ Siapa kah kamu , apakah kamu juga seorang Spirit Witch ” ucap Hinata dengan penasaran langsung ke pada Salamander.
Salamander melihat ke arah Hinata dengan cukup terkejut , karena Hinata tidak memiliki rasa takut akan dirinya yang selalu di pandang mengerikan oleh siapapun bahkan rasnya sendiri yaitu ras spirit.
“ Gadis kecil ! Apakah kamu tahu berapa jarak ke arah kota Water Seven ” ucap Salamander berbicara dengan suara berat mengabaikan rasa terkejutnya.
“ Kota Water Seven ? Apakah itu kota milik kakak Shin ? ” gumam dari Hinata.
Gumaman dari Hinata pelan tetapi masih dapat di dengar oleh Salamander karena Salamander tipe binatang , sehingga pendengaran nya sangat sensitif.
“ Shin ? Apakah kamu mengenal nya gadis kecil ” ucap Salamander menatap ke arah Hinata dengan senyum yang di paksakan.
“ Kakak Shin !? Tentu saja aku mengenalnya ” ucap Hinata dengan jelas.
Salamander tersenyum mendengar itu , ia kemudian menunjuk ke arah Rose yang telah ia turunkan dari gigitan nya.
“ Gadis pintar !? Bisakan kamu membawa gadis ini untuk di bawa ke kakakmu karena aku telah menca... pai batas...” ucapan Salamander berhenti ketika ia telah jatuh pingsan dan menjadi butiran cahaya berwarna merah dan masuk ke dalam tubuh Rose.
Hinata segera memahami sesuatu ketika ia melihat Salamander berubah menjadi butiran cahaya dan masuk ke dalam tubuh Rose.
“ Sepertinya kakak ini adalah seorang Spirit Witch juga ” ucap Hinata yang kemudian mengangkat tubuh Rose dengan tangan angin yang ia ciptakan.
Di tempat lain
Babel telah tiba di ruangan kerja milik Shin yang tidak terlalu besar.
Di sana terdapat Shin , One dan Sekretaris Shin.
One adalah seseorang yang merupakan pelayan paling setia milik Shin untuk menjaga Shin dari segala bahaya walau selama ini ia tidak pernah menunjukkan diri
Sedangkan Sekretaris Shin adalah seseorang yang dari awal sudah di kenal yang tidak lain adalah Ling sendiri.
“ Babel yah , ada apa ? Apakah Hinata menginginkan sesuatu ” ucap Shin menebak.
“ Bukan Hinata tuan melainkan Nyonya Sylp ” ucap Babel dengan serius karena sangat jarang untuk Sylp meminta sesuatu kepada Shin.
“ Sangat jarang sekali Kakak Sylp meminta suatu kepadamu Suami ” ucap Ling dengan nada terkejut.
“ Apa yang ia minta ? ” ucap Shin dengan jelas karena melihat raut wajah Babel tidak lah sederhana.
“ Nyonya hanya meminta untuk anda segera menemui nya ” ucap Babel.
“ Bertemu ! Seperti akan ada masalah lagi ” ucap Shin dengan mendesah.
“ Hah , bisakah ia tidak memanggil ku di saat akan ada masalah ” ucap Shin dengan mengeluh.
“ Baiklah , One lakukan yang ku perintahkan sesegera mungkin dan perlu kamu ingat siapa saja yang menolak nya keluarkan saja mereka dari kota ini ” ucap Shin dengan sangat tegas.
“ Tentu saja tuan , saat ini memang tidak seperti dulu yang setiap orang akan menuruti anda , oleh karena itu anda harus terpaksa memerintahkan ku untuk mengurusi para sampah ini ” ucap One dengan senyum yang dingin.
“ Aku sangat berharap kepadamu ” ucap Shin yang kemudian keluar bersama dengan Ling untuk bertemu dengan Sylp.
Tidak membutuhkan waktu lama untuk mereka berdua sampai di tempat Sylp.
Bersamaan kedatangan mereka , Hinata datang bersama Rose yang masih berada di tangan angin.
Shin terkejut tetapi ia tidak terlalu antusias untuk langsung melihatnya.
“ Hinata ! Apa yang terjadi ” ucap Shin bertanya.
“ Entahlah kak tetapi roh yang terkontrak dengannya berkata ingin membawanya kepadamu ” ucap Hinata dengan polos.
“ Roh ! apakah ia memiliki elemen api ” ucap Sylp.
“ Um kalau gak salah sih iya ” ucap Ning muncul di sela-sela baju Hinata.
“ Hah Ada apa lagi dengan kerajaan Matahari ini , kenapa mereka dapat membuat seorang roh menjadi seperti ini ” ucap Shin dengan merenung di ikuti dengan ******* lelah.
“ Kerajaan Matahari telah benar-benar akan membuat peperangan yang selalu di sembunyikan oleh dunia kembali terjadi ” ucap Shin dengan menghela nafas.
Sylp langsung tahu apa yang terjadi dalam sekali lihat , ia hanya dapat menghela nafas lelah juga.
Ling dan One yang melihat sangat penasaran apa yang membuat dua tuannya harus menghela nafas.
“ Memang apa yang terjadi dengan nya , Suami ” ucap Ling penasaran.
Shin kemudian menatap ke arah Ling dan berjalan ke arah Rose.
“ Apakah kamu melihat tanda segel ini Ling ” ucap Shin sambil menunjukkan tanda segel di punggung tangan kanan yang berbentuk kerbau dengan beberapa garis berwarna kuning di tanduknya.
Ling menganggukkan kepala mengerti.
“ Tanda ini adalah tanda bahwa ia akan diikat dengan ikatan kontrak mutlak melalui ikatan jiwa dan tubuh , kontrak ini akan membuat siapapun yang terkena tanda segel ini akan selamanya memiliki kesetian mutlak tanpa di sadari olehnya seolah bahkan untuk bunuh diri dengan imbalan keabadian adalah hal yang benar ” ucap Shin sambil menatap ke arah mata Ling.
Ling mendengar itu seketika menggertakkan gigi karena marah , perbudakan saja ia sangat membencinya apalagi dengan kontrak yang omong kosong ini.
“ Kalau tidak salah aku pernah membaca informasi ini , yang bahwa teknik ini akan sangat membuat dunia menjadi kacau karena teknik ini adalah sebuah teknik yang sangat di larang di semua ras bahkan ras Dewa dan Angel sekalipun ” ucap Shin.
“ Apakah benar ras Angel dan Dewa itu benar-benar ada ” ucap One dengan tanpa sadar.
Ucapan dari One membuat semua orang di sana menoleh ke arahnya.
“ Ah mohon maaf atas ucapanku tadi ” ucap cepat dari One karena sadar akan ucapannya.
Shin tersenyum kemudian ia menjelaskan nya.
“ Sebenarnya aku juga tidak tahu apakah memang benar ada ras itu , tetapi yang pasti kekuatan setingkat itu pasti ada setelah aku melawan beberapa iblis yang tidak masuk akal menurut ku ” ucap Shin dengan tersenyum.
“ Lalu apa rencanamu sayang ? ” ucap Sylp penasaran.
Shin menatap ke arah Sylp dengan nada lelah.
“ Hah Sylp kenapa kamu selalu memanggil ku di saat akan membawa pekerjaan berat untuk ku , tidak di dunia ini maupun dunia sebelum nya ” ucap Shin dengan cemberut.
Sylp , Ling dan One hanya tertawa kecil melihat kemalasan dari Shin.
Kemudian Ling dan One pergi untuk melakukan pekerjaan masing-masing sedangkan Shin dan Sylp harus berpikir keras cara membantu Rose agar terbangun tanpa tersegel dengan segel kutukan yang bicarakan sebelumnya.
“ Hah… benar-benar membuat ku repot kerajaan sialan itu ” ucap kesal dari Shin.
Sudah lama aku tidak benar-benar marah saat ini , apakah aku harus memberikan bencana alam di Kerajaan Matahari.
Shin berpikir dengan sangat ekstrim tetapi ia kemudian mengingat bahwa ibu mertuanya masih ada di sana.
“ Hehe... Seperti biasa ketika kamu bermasalah kamu akan berpikir terlalu ekstrim sayang ” ucap Sylp dengan nada lembut.
Shin tersenyum mendengar itu , ia memang selalu berpikir seperti itu ketika ia memiliki beban pikiran yang sangat berat.
Shin berusaha menenangkan diri , yang kemudian menatap ke arah segel kerbau tersebut.
“ Oklah , kurasa aku akan menekan dengan segel yang kumiliki dahulu , masalah selanjutnya akan ku selesaikan ketika aku memiliki kesempatan ” ucap Shin yang kemudian mengeluarkan energi rohnya .
Shin membentuk beberapa segel rumit di dada Rose tanpa membuka baju.
Sylp hanya melihat dan kemudian ia memberikan bantuan energi ke Shin untuk mempercepat proses nya.
Shin memang manusia yang baru saja memahami tentang energi roh , tetapi ia sangat mudah untuk mengetahui seluruh potensi energi roh dari pada ras roh sendiri seperti Sylp.
Shin menciptakan tanda segel di 6 titik di tubuh Rose.
1 di kening , 2 di lengan , 1 di perut dan 2 di lutut yang ke enam enamnya menyatu dengan titik energi yang berada di jantung.
“ Virgo Type Zodiac Seal : Witch's Musings ”
Shin menghela nafas ketika ia telah menyelesaikan segel yang ia buat.
“ Dari mana kamu mendapatkan teknik segel seperti ini sayang ” ucap Sylp penasaran.
Shin mengeluarkan sebuah buku yang di covernya tertulis dengan kata-kata " Teknik Segel dasar ".
Sylp mengkerut kan kening ketika membaca apa yang ada di covernya.
“ Tetapi sayang , bukankah ini teknik dasar ” ucap Sylp cemberut.
Shin tersenyum , ia lalu membuka buku teknik itu dan menjelaskan apa yang ia temukan.
“ Memang ini adalah buku teknik dasar , tetapi dasar adalah sebuah pondasi setiap hal , dan setiap dasar akan memiliki unsur untuk menciptakan hal baru , dari hal baru menciptakan sebuah teknik yang lebih kuat dan seterusnya menjadikan teknik dasar itu adalah sebuah teknik yang sangat penting ” ucap Shin menjelaskan dengan panjang lebar.
Sylp langsung sakit kepala mendengar penjelasan dari Shin yang terdengar sangat rumit.
Shin tersenyum melihat raut wajah yang di miliki oleh Sylp yang benar-benar jelas bahwa ia masih tidak faham.
“ Hehe .. dasar gadis nakal , istriku ternyata sangat manis ketika ia sedang bingung ” ucap Shin menggoda.
Sylp memerah mendengar itu , ia segera memukul Shin dengan tawa malu-malu.
“ Dasar , pria yang penuh dengan kata-kata manis ” ucap Sylp dengan tawa lucu.
Beberapa hari kemudian di tempat Shura berada.
Shura telah menemukan pemukiman manusia yang merupakan kota yang di miliki salah satu kerajaan tingkat menengah yaitu kota Tanah Biru.
Shura yang berdiri dengan tenang tiba-tiba merasakan sebuah serangan segera melesat ke arahnya dengan sangat ganas.
“ Iblis ! Dasar iblis sialan , matilah ! ” suara cemoohan yang benar-benar sangat jelas di telinga Shura segera membangkitkan kemarahannya.
“ Manusia sialan ! Kalian yang hanya makhluk hina yang hanya berani melawan dengan kelompok begitu beraninya mengusikku ” ucap berat dari Shura begitu mencengkam membuat semua yang ada disana menjadi merinding.
Manusia-manusia itu adalah prajurit penjaga gerbang untuk mencegah kedatangan binatang buas dan iblis yang akan menghancurkan kota mereka.
“ Ice Magic Style : Sad Ice Crow ”
Lalu muncul puluhan gagak yang terbuat dari es dengan ukuran paling kecil adalah 10 cm.
Gagak-gagak es tersebut segera melesat ke arah Shura dengan kecepatan yang tidak dapat manusia biasa lihat , tetapi berbeda dengan Shura ia dapat melihat gagak-gagak es tersebut seperti melihat burung yang terbang dengan lambat .
Shura menyiapkan tangannya yang kemudian ia ayunkan ke depan dengan sangat kuat .
Dari ayunan tangan nya tercipta sebuah gelombang yang menghempaskan semua gagak es.
Tetapi ada beberapa yang lolos dari hempasan Shura , walau begitu gagak es yang menabrak ke tubuh Shura hanya akan menjadi kepingan es yang hancur bagai di hantam dengan benda yang sangat keras.
Manusia yang ada di sana hanya dapat tercengang tidak percaya , karena yang menciptakan serangan tersebut adalah seseorang yang cukup di pandang di kota itu.
( Maaf jika kurang menarik , ini hanya untuk bersenang-senang )
( Enjoy and always be happy )