The Journey To The Edge Of Power

The Journey To The Edge Of Power
[ 79 ] [ Melarikan Diri ]



[ 79 ]


Nafsu membunuh dari Shin bergetar dengan hebat , ia yang memiliki keadilan yang kuat segera menjadi seperti seorang hewan kepanasan.


Kaki dan tangannya sangat ingin sekali membunuh seluruh iblis yang ada di sana.


Tenang ! Tenang ! Tenanglah diriku , di sinilah aku harus dapat melatih hatiku untuk melihat keburukan dunia yang tidak adil.


Shin terus mengucapkan hal tersebut untuk menenangkan jiwa dan pikirannya yang seakan tercabik-cabik untuk ingin membunuh para iblis.


“ Hei ! Kau ! Bagaimana bisa masuk ke sini ! ” ucap sebuah suara yang berat yang tiba - tiba muncul di belakang Shin dengan sangat ganas.


“ Haha... Aku masuk tentu saja lewat gerbang ! ” ucap Shin dengan singkat.


“ Hah ! Jawab dengan benar , dan jika kau di sini seharusnya menjadi budak para iblis karena kau bukanlah dari Ras Iblis ” ucap iblis bertanduk satu dengan sangat kejam.


Shin menampilkan wajah yang terkejut dan ketakutan.


“ Benar kah ! saya hanyalah seorang petualang yang ingin berkeliling dunia bagaimana mungkin menjadi budak kalian ” ucap Shin dengan nada ketakutan.


Iblis itu menampilkan senyum yang begitu khas bagi para iblis.


“ Haha... Takut haha.... Kau yang benar lemah seperti ini beraninya masuk kota yang di penuhi oleh iblis , sungguh konyol ” ucap Iblis itu dengan tawa gembira


Iblis itu langsung mengeluarkan sebuah tongkat berwarna hitam yang langsung di arahkan ke Shin.


“ Cih... ” decak kesal dari Shin melihat ke arah iblis itu dengan sangat tidak senang.


Shin menghilang menjadi hembusan angin yang langsung muncul 2 meter dari posisinya sebelum nya.


Iblis itu terkejut karena serangan nya di hindari.


“ Baru kali ini aku di kota ini ada yang berani melawan keinginan ku , aku Gale sangat gembira dan bersemangat ” ucap iblis itu yang bernama Gale menatap ke arah Shin yang telah berjarak 3 meter.


“ Demonic Style Magic : Melting Blood ”


Di depan Gale kemudian muncul butiran - butiran berwarna merah yang dengan sangat cepat bergerak ke arah Shin.


Bagai sebuah rentetan peluru , semua penduduk di sana segera menghindar dan lari dari lokasi tersebut.


Sedangkan Shin menghilang dengan sangat cepat bagai sebuah angin.


Shin muncul di belakang Gale dan bergerak ingin mencakar punggung Gale yang di penuhi angin yang sangat tajam.


Slash...


Tetapi sebelum tangan Shin mencapai jarak beberapa cm , tubuh Gale luntur seperti sebuah darah dan bergerak ke tempat lain.


“ Kecepatan yang sangat cepat ! ” batin Gale dengan serius.


Gale seketika menjadi lebih serius ketika menghadapi Shin , ia melihat ke arah Shin seperti melihat seorang yang sanggup melawan nya dengan seimbang.


Gale kemudian bergerak sangat cepat seperti sebuah proyektil yang hanya memperlihatkan sebuah lintasan berwarna hitam.


Bersamaan dengan itu , Shin juga bergerak sangat cepat yang juga hanya memperlihatkan lintasan berwarna putih.


“ Tiger Art: Claws ”


“ Demonic Style Magic : Blood Blade ”


Shin dan Gale seketika berbenturan yang di mana Gale menggunakan sebuah pedang yang berwarna merah seperti darah dan Shin menggunakan cakar yang ada di tangannya.


Setiap serangan mereka mengandung energi sihir yang kuat.


“ Devil's Technique: Crush the End ”


Gale mengayunkan pedangnya yang di arah kan ke tanah dengan sangat kuat.


Saat pedang darah tersebut menyentuh tanah , bagai sebuah getaran yang amat dahsyat.


Getaran tersebut menciptakan sebuah gempa bumi yang mengguncang secara penuh area radius 1 km dengan sangat kuat.


Shin tidak akan menerima serangan seperti itu dengan mudahnya , ia segera melompat ke atas dengan kecepatan yang seperti angin.


Bersamaan dengan itu , Shin menciptakan lantai udara di langit untuk ia dapat meloncat ke bawah dengan kecepatan ekstrim.


“ Tiger Art : Fury Bubbling ”


Shin membentuk kepala harimau di tangannya dengan elemen angin lalu ia menargetkan pukulannya ke arah Gale dengan sangat kejam.


Gale yang melihat hanya diam , senyumnya benar - benar tidak di sembunyikan.


Gale melepaskan aura berwarna hitam atau lebih tepatnya energi sihir hitam yang di memiliki oleh setiap iblis dengan sangat gila.


Saat keduanya berada di jarak 1 meter , Gale mencipta sebuah domain ya berwarna hitam putih.


“ Energy Changes: The Domain of Equilibrium ”


Seketika Shin dan Gale berada di sebuah kotak berwarna putih sedangkan lantai berwarna hitam.


Di dalam kotak tersebut adalah domain yang di miliki oleh Gale untuk menggunakan kekuatan penuh dari energi yang tersimpan di tubuhnya.


Shin yang melihat lokasi sekarang telah di pindahkan dengan paksa hanya tersenyum karena ia entah kenapa merasa tenang walau berada di area sihir musuh.


“ Matilah hewan tidak utuh ” ucap Gale dengan nada menghina.


Gale kemudian menciptakan sebuah distorsi yang membuat Shin seketika tertarik oleh tarikan distorsi seolah itu adalah sebuah lubang hitam yang menyerap segalanya.


Melihat kekuatannya yang sedikit demi sedikit di tarik oleh distorsi itu , Shin segera menebalkan aliran energi di kedua tangannya dan memukul lantai domain itu dengan sangat keras.


Duar...


Ledakan angin segera menciptakan benturan antara tarikan distorsi dan dorongan dari ledakan angin.


Gale tentunya tidak akan tinggal diam walau ia tidak melihat bagaimana efek dari benturan serangan.


Gale melesat ke arah Shin dan menggerakkan pedang darahnya dengan sangat ganas.


Shin juga ikut bergerak ketika melihat Gale bergerak ke arahnya dengan sangat cepat.


Keduanya kembali membenturkan senjata masing-masing tanpa menahan diri.


Duar...


ledakan dahsyat kembali terjadi di dalam domain tersebut yang membuat semua energi sihir menjadi kacau.


Gale menjadi pusing karena domain itu terbentuk karena energi sihirnya yang ia sebar dengan pekat sehingga menciptakan sebuah domain yang dapat ia gunakan dengan sangat leluasa.


Shin melihat kondisi dari Gale segera melesat dengan sangat cepat ke arah Gale.


Gale segera sadar ketika melihat Shin bergegas ke arahnya , seketika membuat Gale harus memaksakan diri untuk melakukan serangan.


Tangannya bergerak mengirim distorsi ruang ke arah Shin dengan sangat cepat dan berkali-kali.


Shin meloncat ke samping dan kembali melesat kembali ke arah Gale dengan lebih cepat dari sebelumnya.


Setelah ia berjarak sangat dekat dengan Gale , Shin melepaskan aura momentum angin yang sangat menekan.


Nging....


“ Ugh... ” Gale seketika jatuh ke tanah seperti di tekan oleh sebuah gravitasi yang sangat kuat.


“ Apa ! Ini... Ini ! Bukankah ini aura momentum yang hanya di miliki oleh ras manusia ” batin terkejut dari Gale dengan menampakkan mata yang terbelalak.


“ Orang ini telah membangkitkan kekuatan garis darah yang merupakan harimau putih dan manusia ” batin Gale dengan merinding.


Harimau Putih adalah salah satu monster yang menguasai angin dengan sangat bagus , monster ini biasanya dapat bergerak secepat angin bagai ikan yang bergerak di dalam air.


Jika Aura Momentum merupakan pelepasan jiwa yang berkobar sehingga kekuatan alam mengikuti elemen dari Aura Momentum maka Domain berbeda , Domain di kontrol secara penuh oleh sang pemilik karena terbuat dari energi sihir mereka sehingga Domain dapat di atur oleh si pengguna.


Kembali ke pertarungan


Gale yang tertekan menciptakan distorsi di atasnya yang seketika tekanan yang menimpanya segera menghilang.


“ Demonic Style Magic : Dark Streak ”


Gale menepuk lantai yang berwarna hitam itu dengan kedua tangannya .


Sebuah kegelapan memanjang hingga sepenuhnya menempel di lantai kegelapan.


Bahaya !


Persepsi Shin terus aktif walau ia telah di lemahkan karena ia menyegel seluruh kekuatannya hingga hanya 1%.


Shin kemudian menciptakan sebuah kubus hitam yang langsung melindunginya dari seluruh duri kegelapan yang memenuhi area domain tersebut.


“ Basic Magic Release : Sealing Type : Dungeon ”


Krak... Krak...


Ribuan duri keluar dari lantai hitam domain yang bagai sebuah pengepungan , untungnya Shin segera menciptakan sebuah pelindung yang paling kuat yang ia miliki.


Walau Shin telah menyegel kekuatannya hingga 1% ia tetap dapat menggunakan kekuatan roh dengan mudah.


“ Tiger Art: Anger Roar ”


Shin mengaum dengan sangat keras seperti sebuah suara bom udara , area dalam jarak 300 meter bergetar bahkan energi di domain juga bergetar.


Gale menggerakkan tangannya kembali menciptakan rentetan distorsi ruang yang menyerap kerusakan dari auman Shin yang sangat merusak.


“ Orang ini adalah Monster ! ” batin kesal dari Gale dengan alis serius.


Tetapi kemudian Shin mengatakan kata - kata yang membuat Gale menjadi terkejut.


“ Waktuku telah habis ! ” ucap Shin yang kemudian mengeluarkan sebuah kertas mantra yang ia sematkan di dua jari.


“ Apa maksudmu ? ” Gale tentunya bingung dengan maksud dari Shin.


Shin tidak menjawab tetapi ia merobek kertas mantra itu dengan elemen angin yang seketika ia menghilang dengan sangat cepat.


Mata dari Gale melotot karena terkejut , ia benar-benar tidak memperkirakan.


“ Ini… Ini… Ini adalah jejak energi ruang , orang itu benar-benar menyembunyikan sesuatu yang luar biasa ” ucap Gale dengan terkejut.


Gale melihat ke domainnya yang hanya ada dirinya yang berdiri disana , tetapi kemudian…


“ Ugh... ”


Gale memuntahkan darah segar dari mulutnya yang membuat tubuh nya lemas.


Rasa pusing luar biasa di rasakan olehnya yang membuatnya menjadi seakan bisa pingsan di waktu kapan saja.


“ Untungnya monster itu telah pergi , aku tidak memperkirakan bahwa melepaskan kekuatan sekuat Domain masih belum dapat ku atasi ” ucap Gale dengan wajah lemas.


Kemudian seseorang dengan 1 tanduk di keningnya yang memiliki rambut berwarna merah berdiri di sampingnya dan menatap ke arah Gale dengan sangat tenang.


“ Gale ! ” ucap sosok itu dengan suara lembut yang merupakan seorang wanita.


Gale yang mendapatkan pandangan seperti menghina segera urat kemarahannya muncul.


“ Apa yang kau lihat ! Malty ! ” ucap marah dari Gale dengan urat otot terlihat di wajahnya.


“ Apa sebegitu bencinya dirimu kepadaku , Gale ! ” ucap wanita yang bernama Malty itu dengan nada yang masih sangat tenang.


“ Hm… ” Gale mendengus mendengar pertanyaan yang di ucapkan oleh Malty.


“ Kau benar - benar menyusahkan saudaraku ” ucap Malty yang kemudian membawa Gale pergi dari sana.


Malty sangat tahu dengan kondisi dari Gale karena ia merupakan saudari kandung dari Gale , walau mereka memiliki karakteristik berbeda.


Shin yang telah berada di hutan yang sebelumnya ia segera mengambil nafas dalam - dalam untuk mengisi seluruh energi sihir nya yang hanya sebagian kecil yang tersisa.


“ Iblis itu benar-benar kuat , kemungkinan iblis itu berada di tingkat komandan , tidak mungkin jendral karena jika itu setingkat Jendral maka aku tidak akan berkutik sebelumnya dan harus melepas segel yang ku pasang di tubuhku. ” ucap Shin dengan mendesah.


Teknik Harimau adalah teknik yang di miliki oleh iblis di dunia Shin yang bernama Tiger Darkness.


Harimau ini memiliki tampilan seperti seekor Harimau Putih tetapi teknik serangannya memiliki dua warna berbeda yaitu angin hitam dan angin putih.


Karena keganasan dan kecepatan dari Tiger Darkness ini Shin menirunya , Shin sendiri harus melawan iblis ini 3 hari 2 malam untuk membunuh dan menyegelnya.


Di waktu bersamaan saat Shin tiba di kota iblis di tempat Estiana


Estiana telah tiba di kediamannya.


“ Nona ke 3 selamat datang kembali di rumah ” ucap seorang pelayan dengan membungkuk.


“ Sebastian , bagaimana kabar dari kedua kakakku ” ucap Estiana dengan gugup.


“ Nona ke 3 jangan khawatir , mereka saat ini melakukan pelatihan pertarungan untuk merebut posisi kursi Duke selanjutnya” ucap Sebastian dengan tersenyum.


Estiana terkejut karena ia belum pernah mendengar tentang ini


“ Pertarungan ! Perebutan ! Kenapa aku belum mendengarnya sama sekali ! ” ucap Estiana menahan kemarahan.


Melihat Estiana yang suaranya telah bergetar karena menahan amarahnya Sebastian masih memasang senyuman yang lebar.


“ Anda tidak perlu khawatir akan pertarungan mereka yang akan di lakukan mereka esok hari karena ini hanya pertarungan antar persahabatan bukan pertarungan hidup dan mati ” ucap Sebastian dengan senyuman lebar.


“ Sial ! ” gumam kesal dari Estiana dengan sangat kesal.


“ Kak Andriani , Kak Ambasari semoga kalian segera akur kembali seperti dulu” batin berharap dari Estiana dengan sangat berharap.


Estiana segera kembali ke kamarnya dan mempelajari ilmu yang di berikan oleh Shin walau ia hanya butuh setengah jam untuk menguasai.


Estiana keluar dari kamarnya dan pergi ruang pelatihan keluarga Duke.


Andriani yang merupakan kakak pertama menjadi heran melihat adiknya yang biasanya berdiam diri di kamar tiba - tiba berada di ruang pelatihan bahkan ia telah membawa pedang kayu.


“ Ada apa dengan anak ini ? ” batin Andriani dengan alis terangkat.


“ pesan dari guru adalah kesederhanaan terkadang sulit ” Estiana terus bergumam sambil berusaha mengontrol elemen yang ia memiliki untuk menyelimuti pedangnya dengan sangat baik.


Tetapi harapannya tidak sama seperti mempelajari sebuah buku .


“ Ketika praktek memang sulit , tetapi di penjelasan guru adalah di balik kata - kata sebelumnya terdapat sebuah rahasia yaitu kerja keras , yang berarti bahwa aku harus terus dan terus berusaha untuk mencapai sebuah tingkatan baru ” ucap Estiana terus bergumam sendiri tanpa memperhatikan banyak orang yang ada di sekitarnya.


Slash... Slash…


“ Gagal , lagi , gagal , lagi ”


Setiap terus mengayunkan pedang , Estiana terus berusaha melakukan teknik yang di berikan oleh Shin.


Ambasari yang melihat Estiana bergumam dan terus mengayunkan pedangnya hanya menatap bingung.


Ambasari yang awalnya fokus dalam mempelajari sihirnya menjadi tidak fokus dengan apa yang di targetkan.


“ Benar - benar deh , apasih yang membuat anak ini seperti itu , kerasukan apa dia dari perjalanan ke kediaman nenek ” ucap Ambasari dengan kebingungan.


Karena merasakan heran , Ambasari segera berjalan ke arah Estiana dan duduk diam di sana karena ketika ia memanggilnya Estiana ia sangat tidak merespon.


( Maaf jika kurang menarik , ini hanya untuk bersenang-senang )


( Enjoy and always be happy )