The Journey To The Edge Of Power

The Journey To The Edge Of Power
[ 40 ] [ Threatening Smile ]



[ 40 ]


“ Kakak ! ” ucap Hinata cemberut ketika melihat bahwa ia ditipu.


Gadis ini sangat imut , membuatku ingin terus menggodanya.


“ Baiklah baiklah kakak minta maaf oke , sekarang salah satu istri kakak ingin bertemu apakah adik yang manis ini mau ikut ” ucap ku tersenyum.


“ Hmm... Ok baiklah , aku akan mengadu ke istri kakak agar kakak mendapatkan hukuman ” ucap Hinata dengan yakin.


“ Begitu kah , baiklah biarkan kakak tunggu ” ucap ku dengan tersenyum.


Aku kemudian menggendong gadis kecil itu yang hanya setinggi 90 cm.


“ Ap..- ” ucapnya berhenti ketika melihat ku terbang.


“ Wind Style Magic : Angel Wings ”


( Sihir Gaya Angin : Sayap Malaikat )


Seperti pertama aku mendapatkan sebagian kekuatan dari Sylp , aku membentuk sayap di punggung ku dan terbang dengan tinggi.


Untung saja aku menggunakan masker wajah jika tidak aku akan ketahuan bahwa aku yang di sebut dengan pahlawan tidak berguna merupakan seseorang yang kuat.


“ Wah... Tinggi sekali ” ucap gembira dari Hinata.


“ apakah kamu senang adik manis ” ucapku dengan tersenyum .


“ Em... ” gadis kecil itu hanya menganggukkan kepala setuju.


“ Baiklah ayo segera turun , kakak takut banyak yang akan menuju ke sini ” ucap ku yang kemudian melesat dengan tajam dan cepat.


Aku menutupi mulut dari Hinata agar tidak berteriak , karena itulah tangan ku di gigit dengan kuat.


Beberapa saat kemudian


“ Aku kembali ” ucap ku yang kemudian di sambut oleh ke tiga wanita.


“ Selamat datang Sayang ” ucap Ling.


“ Um selamat datang kembali ” ucap Yue.


“ Akhirnya aku dapat keluar hah... ” setelah beberapa saat aku menyentuh tanah , Sylp keluar dari tanda segel.


“ Siapa kalian ?! ” dengan nada ketakutan karena di tatap oleh tiga wanita cantik.


“ Apakah anak ini yang di maksud oleh saudari Sylp , seperti nya tidak ada yang aneh dengan nya ” ucap Ling terus terang.


“ Gadis kecil dimana Roh yang bersamamu ” ucap Sylp langsung ke intinya.


“ Mau apa ? Aku tidak akan memberikan nya ! ” dengan nada ketakutan , Hinata berjalan mundur yang hanya berhenti karena terdapat Shin di belakang nya.


Hah.. apakah kalian meniru seorang perampok yang membuly anak kecil


“ Sylp kau ini , anak ini tentu saja ketakutan jika baru bertemu langsung menanyakan nya , lagi pula Sylp kau kan sudah tahu kondisi gadis ini ” ucap ku dengan nada yang agak tidak senang.


“ Ma... Maaf Sayang , maaf juga gadis kecil , lupakan yang ku katakan sebelumnya dan tinggal lah di sini ” ucap Sylp tersenyum sambil memberikan beberapa permen yang berada di penyimpanan Shin.


Awalnya Hinata masih ketakutan tetapi ketika ia di berikan sebuah permen wajahnya menjadi berubah senang.


Hei kau mengambil sesuatu di penyimpanan ku ! , apakah kamu tidak merasa bersalah mengambil tanpa bertanya kepada ku !


Alis ku berkedut yang hanya di abaikan oleh Sylp , sedangkan yang lainnya yang mengetahui tentang situasi ku dan Sylp hanya tersenyum.


Setelah itu kami hanya menikmati waktu dengan santai , dengan tambahan oleh Hinata yang menambah keceriaan dari para wanita.


Beberapa Minggu kemudian para Pahlawan yang berperang telah kembali , dalam kondisi yang tidak baik - baik saja.


Luka yang tidak sedikit , hampir memenuhi setiap bagian armor mereka.


Raja dengan khawatir tiba - tiba muncul dengan menunjukkan wajah yang seolah-olah sangat prihatin berbeda dengan Ratu , entah bagaimana ia menjadi dingin menatap ke arah Raja seolah ia melihat orang paling ia benci seumur hidup nya.


Mulut ku tersenyum melihat ini , entah apa yang terjadi ketika aku meninggalkan nya sebelumnya.


Seperti nya ada sesuatu yang terjadi ketika aku tidak mematai seluruh ibukota untuk sementara , hehe... Menarik.


“ Apa yang terjadi , apakah kalian masuk ke rencana licik mereka sehingga kalian terluka parah seperti ini ” ucap Raja dengan panik.


Raja hanya diam , ia tidak berkomentar tentang permintaan dari Pahlawan Rose.


“ Tentu saja bisa , prajurit segera rawat yang terluka ” Raja langsung berucap dengan cepat.


Setelah itu para Pahlawan dan yang mengikuti perang pergi ke tempat tinggal masing-masing , sedangkan aku yang mulai dari awal mengamati dari menara paling tinggi di kerajaan hanya tersenyum.


Tubuh ku kemudian pudar , dan kembali ke Mansion ku.


“ Sayang apa yang terjadi , bukankah para Pahlawan telah datang ” ucap Ling dengan heran ketika melihat ku berjalan santai di ruang tamu.


“ Yah memang mereka telah kembali , tetapi kondisi mereka tidak dapat di bilang baik ” ucapku dengan tenang.


“ Benar kah ! ” dengan penasaran Ling menatap ke arahku dengan mata menyipit.


“ Tanyakan kepada Sylp jika ingin lebih lengkap ” ucapku dengan malas.


“ Hm... ! ” Ling cemberut menatap kearah Shin.


Lalu secara tiba - tiba


“ Wind Style Magic : Hand of Golem Monster ”


( Sihir Gaya Angin : Tangan Golem Monster )


Tangan yang terbuat dari angin tiba - tiba menyerang ke arah ku , hanya dengan sekilas penglihatan aku dapat mengetahui siapa yang menyerang.


Dang...


Secara otomatis tangan angin itu tertahan oleh dinding tembus pandang dari ku.


“ Sayang sekali , lagi lagi kau sangat lamban , Hinata ” setelah mengucapkan dengan nada mengejek , Hinata yang berada di atas atap mansion tidak dapat bergerak , terjerat oleh benang angin yang ku ciptakan.


“ Kenapa bisa ? ” ucap Hinata yang kemudian mengambil nafas dalam-dalam.


“ Wind Style Magic : Nature Dragon's Roar ”


( Sihir Gaya Angin : Raungan Naga Alam )


Dari mulut Hinata mengeluarkan angin yang kuat , sehingga tanah dan debu terhempas terkena angin kuat yang berbentuk laser besar.


“ Lightning Style Magic : Triangle Point ”


( Sihir Gaya Petir : Titik Segitiga )


Di depan Ling muncul 3 titik berwarna ungu yang kemudian membentuk perisai segitiga , melindungi dari hempasan angin yang di ciptakan oleh Hinata.


“ Kalian ini ! Huft ” ucap Ling yang kemudian muncul di samping Hinata.


Ling hanya menggerakkan jari - jarinya maka benang angin langsung hancur , dan kemudian ia mulai menarik telinga Hinata.


“ Och... Och... Sakit... ” ucap Hinata kesakitan.


“ Jika ada orang dewasa berbicara jangan mengganggu ” ucap Ling dengan tersenyum manis.


Walau terlihat sangat indah senyum dari Ling , bagi Hinata dan Aku sendiri akan merasakan punggung yang bergetar.


“ Maaf kakak... ” ucap Hinata yang masih menahan rasa sakit.


“ Baiklah aku akan pergi berlatih jadi lanjutkan aktivitas kalian ” ucap ku menghindari tatapan predator dari Ling yang menatap ku dengan tajam.


“ Heh kabur , tentu tidak mudah ” ucap Ling tersenyum.


“ Lightning Style Magic : Love Strike ”


( Sihir Gaya Petir : Sambaran Penuh Cinta )


Petir besar langsung turun dari langit menyambar ke arah Shin , menghancurkan atap mansion dari lantai 2.


Duar...


“ Gulp... ” Hinata hanya dapat menelan ludah ketakutan.


[ To Be Continue ]