The Journey To The Edge Of Power

The Journey To The Edge Of Power
[ 48 ][ Giant Spider ]



[ 48 ] [ Giant Spider ]


Setelah merasakan udara di dungeon , Shin menatap ke arah pintu besar yang berada di sana.


Dua Orc sedang menatap dengan intens seolah menatap sebuah mangsa yang menggiurkan.


Kedua Orc itu kembali hidup yang berarti , mereka tidak sepenuhnya mati di sini , selama beberapa waktu mereka akan kembali hidup.


“ Hei Babi Humanoid kau kembali hidup ” ucapku dengan nada mengejek.


“ Sialan kau manusia , dari mana saja kamu ” ucap Orc yang menggunakan pedang , karena penasaran ia bertanya.


“ Kenapa kau bertanya ? ” ucapku dengan heran.


“ Cih kamu tidak perlu tahu ,karena kali ini kau yang akan mati ” ucap Orc itu dengan senyum kejam yang langsung menggunakan kekuatan penuh nya untuk mengayunkan senjata.


Duar...


Ledakan keras tercipta ketika pedang besar Orc yang membawa pedang berbenturan dengan tanah.


“ Sayang sekali kali ini aku lebih kuat dari sebelumnya , yah sama seperti sebelumnya walau kamu langsung menggunakan kekuatan penuh mu tetapi masih tidak berarti untuk ku ” ucap Shin yang telah menancapkan pedang dengan elemen es di leher Orc pengguna pedang.


Orc itu membeku dari dalam dan jatuh tak bernyawa.


“ Sialan kau manusia !! ” Orc yang menggunakan Warhammer menggunakan energi merahnya lagi yang melonjak.


“ Vapor Style Magic : Moisture Dissolving”


( Sihir Gaya Uap : Pelarutan Kadar Air )


Tubuh Orc dengan kecepatan yang dapat di lihat oleh mata , larut menjadi kering seolah tidak memiliki daging.


Melihat efek dari sihir yang ku ciptakan membuat senyum ku berkembang.


Kurasa walaupun seperti pergabungan antara Babi dengan manusia dan di sebut sebagai Monster mereka tetap memiliki kandungan air di dalam tubuh mereka.


Setelah membuat kedua Orc menjadi seperti tengkorak tanpa daging , aku langsung membunuhnya dengan membelah menjadi dua.


Setelah merasa selesai aku melanjutkan membuka pintu besar.


Kriet...


Pintu besar tersebut tidak berat maupun ringan , ketika aku mendorongnya aku seperti mendorong sebuah udara kosong


Saat kaki menginjak lantai , secara perlahan kristal - kristal yang berada di ruangan menyala sebagai penerang.


Aku pun mengikuti arah jalan yang di tunjukkan oleh kristal bercahaya.


Hingga mencapai arah tujuan , formasi kristal bercahaya terlihat.


Kristal - kristal itu tersusun membentuk lingkaran seperti sebuah arena dan di tengah arena tersebut tidak ada apapun , hanya kosong dengan beberapa keretakan tanah.


Kosong ! , apa yang terjadi ! Apakah tidak ada boss Monster di sini.


Aku kemudian melepaskan gelombang persepsi angin untuk melihat sekitar dalam pandangan 360° derajat , tetapi masih belum dapat melihat di mana Boss berada tetapi secara tiba - tiba...


Tes..


Cairan berwarna hijau turun dan hampir menyentuhku , setelah masuk dalam persepsi ku yang terasa dalam jarak 1 meter.


Hanya dalam seperkian detik reaksi, aku langsung membuat lompatan untuk melangkah mundur.


Crash...


Seperti terkena korosif yang ganas , tanah membentuk kawah kecil setelah terkena tetesan cairan berwarna hijau.


Korosif ? Dari mana ?


Aku kemudian melihat ke arah langit - langit dan betapa terkejutnya , karena 8 mata merah menatap ku dengan dingin.


Bentuk yang kulihat adalah seekor laba - laba besar dengan ukuran sekitar 50 meter , melihat bentuknya saja aku merasa seperti semut di depan nya tetapi itu tidak membuat ku gemetar takut.


Ku harap pertarungan kali ini menjadi pertarungan yang membawa peningkatan dalam kemampuanku.


Merasa seperti menyadari sesuatu Laba - laba Raksasa itu langsung turun sambil melemparkan beberapa jaring - jaring beracun.


Slash... Slash...


Aku melapisi pedangku dengan elemen magma untuk membakar dan melelehkan jaring yang bergerak cepat ke arah ku.


Tidak hanya memotong aku juga menghindari jaring - jaring beracun itu.


Bilah berwarna ungu melesat ke arahku , tetapi dapat ku potong dengan rapi.


Dang.... Dang.... Ding....


Tebasan demi tebasan beradu antara kaki Laba - Laba Raksasa itu dengan pedangku yang ku ayunkan dengan sangat cepat seperti aliran air yang terus mengikuti arus keras air.


Hanya dalam seperkian detik kami telah saling beradu serangan ratusan kali , tetapi di detik ke 30 Laba - Laba Raksasa sepertinya lengah sehingga aku dapat membekukan kedua kakinya yang beradu dengan pedang ku.


“ Ice Style Sword : Cold Crystal ”


( Pedang Gaya Es : Kristal Yang Dingin )


Krak...


Dua kaki Giant Spiders itu membeku dan ketika ia menggerakkannya seketika kedua kakinya yang membeku pecah berkeping-keping , menjadi serpihan kristal es.


“ Keek.... ” dari mulut Giant Spiders itu mengeluarkan suara yang aneh , tetapi itu seolah menunjukkan ia marah dan kesakitan.


Giant Spiders itu melangkah mundur dan menghembuskan kabut beracun dari mulut nya , yang kemudian menyebar ke seluruh ruangan.


“ Basic Magic Release : Sealing Type : Dungeon ”


( Pelepasan Sihir Dasar : Tipe Penyegelan : Penjara Bawah Tanah )


Kubus kotak berwarna hitam menutupi area seluas 5 meter dari ku , mengisolasi dari kabut beracun.


Pikiran ku seketika bergerak dengan kecepatan ekstrim untuk mengatasi kabut beracun yang akan menenggelamkan seluruh ruangan , di dalam lautan kabut beracun.


Jika seperti ini akan sulit untuk mengalahkannya , bagaimana apa yang harus ku lakukan.


Aku termenung cukup lama memikirkan situasi, hal yang membuat ku kesulitan adalah kabut yang menutupi seluruh area.


Tunggu bukankah aku memiliki mata Saringan kenapa aku tidak menggunakan nya.


Untung aku membuat nya dapat menembus berbagai halangan dan sudah seperti mata yang dapat menembus semua dinding.


Mataku berputar dengan cepat dan membentuk belah ketupat.


“ Basic Magic Release : Sealing Type : Golden Snake Chain ”


( Pelepasan Sihir Dasar : Tipe Penyegelan : Rantai Ular Emas )


Hanya dengan mengandalkan mata Saringan ku , aku menciptakan rantai yang kemudian melilit Giant Spiders agar tidak bergerak , sedangkan diriku sendiri masih di dalam kubus hitam.


Setelah Giant Spiders itu tidak bergerak aku membuka kubus hitam yang melindungi ku dari kabut beracun.


“ Wind Style Magic : Explosion Ball ”


Bola angin yang berputar dengan ganas terbentuk di tangan kananku , awalnya sangat besar hingga 10 meter tetapi kemudian aku memperkecilkan menjadi hanya 10 cm.


Ketika bola angin di meledakkan sebuah ledakan sangat besar menghempaskan kabut beracun yang ingin mengepung ku.


Dalam jarak 100 meter kawah besar tercipta dari ledakan bola angin sebelumnya.


Mengambil kesempatan , Shin langsung melesat dengan sangat cepat , hingga tiba di depan Giant Spiders yang berusaha melepaskan diri dari rantai emas.


Shin menendang dagu dari Giant Spiders ketika melihat bahwa Giant Spider ingin menghembuskan kabut racun kembali.


Walaupun aku tidak tahu apa yang terjadi ketika terkena kabut racun sebaiknya aku mencegahnya.


Melakukan pencegahan tidak akan pernah menjadi masalah entah itu baik maupun buruk.


Bagaimana pun mencegah lebih baik dari pada mengobati.


“ Ice Style Sword : Snowfall Crystal Shards”


( Pedang Gaya Es : Serpihan Kristal Hujan Salju )


Dengan menggunakan referensi dari teknik pedang Serpihan Daun Musim Gugur , aku menciptakan teknik pedang yang memberikan gambaran rasa dari hujan salju.


Terlihat entah nyata ataupun tidak nyata bahwa kristal - kristal es turun dari langit melesat ke arah Giant Spiders , yang langsung menusuk seolah Kristal - Kristal itu adalah Hujan Pisau.


Krash.... Krash..


Darah hijau berceceran dari tubuh Giant Spiders bersamaan ia mengeluarkan suara teriakan yang aneh.


Bruk...


[ To Be Continue ]