The Journey To The Edge Of Power

The Journey To The Edge Of Power
89 [ Saint Gabriel 2 ]



[ 89 ]


Shin sangat mengetahui bagaimana rasanya di abaikan walau memiliki kekuatan yang sangat kuat , sebelum ia memiliki kekuatan seperti ini.


Saint Gabriel kemudian berjalan ke arah Shin dengan cahaya kuning menyelimutinya layaknya sebuah selimut.


“ Pahlawan Shin , karena aku bukan lah seorang Saint lagi maka aku tidak memiliki kualifikasi untuk bertarung denganmu lagi jadi terserah anda apa yang akan anda lakukan terhadap kerajaan yang telah mengabaikan ku ini ” ucap Gabriel yang berjalan pergi menjauh dari gerbang kerajaan.


Semua orang melihat ke arah Gabriel bingung , tetapi tidak ada yang menghentikannya.


Setelah Gabriel menghilang dari sana , Shin melihat ke arah para Elf yang menampilkan wajah yang sangat sombong.


“ Sepertinya kalian sungguh sudah bersiap ! Karena bahkan kekuatan sekuat itu dapat kalian lepaskan ” ucap Shin dengan tersenyum.


Raja Elf dan para Elf tersenyum mereka kemudian melepaskan sihir ke arah Shin.


“ Nature Style Magic : Earth Root Awakening ”


Beberapa akar pohon kemudian keluar dari tanah dan bergerak ke arah Shin dengan sangat ganas.


Shin tetap santai tetapi tidak untuk Beatrix karena ia sudah kebingungan dengan akar - akar pohon yang keluar dari tanah dan langsung melesat ke arah Shin.


Beatrix sudah mengeluarkan War Axenya untuk bersiap akan serangan yang akan datang.


( Note : Batte Axe di ubah menjadi War Axe karena kata - katanya lebih keren War Axe )


Energi berwarna merah menyelimuti War Axe Beatrix yang kemudian ia ayunkan secara berputar memotong semua akar pohon yang bergerak ke arahnya layaknya sebuah tetesan hujan.


Sedangkan Fania yang berada di dekat Shin hanya dapat terdiam karena ia hanya dapat melihat tanpa dapat bergerak karena refleksnya masih terlalu lambat.


Tetapi Fania tidak perlu mengkhawatirkan hal itu karena semua akar pohon segera terpotong - potong layaknya terkena mesin pemotongan.


 Di sekitar Fania dan Shin terdapat puluhan benang angin yang sangat tipis dan super tajam yang akan seketika memotong akar-akar itu menjadi potongan kayu.


Benang - benang angin tersebut memang tidak terlihat tetapi bagi Shin ia dapat melihatnya bahkan tanpa mengaktifkan mata Sharingan.


“ Haha... Karena kalian sudah bersiap jadi , segeralah terima berkah yang di berikan oleh dewa kalian ! ” ucap Shin yang kemudian momentum angin segera menyebar hingga jarak radius 100 meter.


Momentum angin yang di ciptakan oleh Shin sudah seperti sebuah tekanan gravitasi yang amat berat.


Tekanan yang di keluarkan Shin adalah sebuah tekanan yang bahkan tembok ibukota kerajaan Elf harus bergetar dengan sangat kuat seolah kapan pun bisa runtuh kapan saja.


Raja Elf dan para bawahannya hanya dapat terdiam dengan tubuh gemetaran , mereka sangat tidak mengira bahwa kekuatan dari Half Human yang di pandang rendah oleh mereka saat ini karena penampilannya saat ini adalah sosok yang benar-benar mengerikan.


Pandangan mereka segera berubah , di mata mereka hanya ada sebuah kengerian yang nyata.


Raja Elf teringat dengan pertarungan antara Gabriel dan Shin.


Ia sekarang mengerti mengapa Gabriel hanya dapat menghentikan semua serangan Shin yang terlihat konyol dan tidak masuk akal.


“ Apakah penglihatan masa depan itu benar - benar nyata ! ” batin Raja Elf yang berkeringat dingin.


“ Kurasa aku telah membuang senjata yang amat kuat dari kerajaan ku ” batin Raja Elf dengan sedih.


Sampai saat ini pun Raja Elf masih tidak menghargai keberadaan seorang Saint ataupun seseorang yang berjasa di kerajaannya , ia hanya memandang semua orang sebagai alat untuk bertahan hidup.


Shin mengabaikan rasa takut dari semua orang yang ada di sana , ia hanya memandang semua orang dengan rasa kesombongan.


Pertama kali Shin menginjakkan kaki di depan gerbang Kerajaan Elf ia telah di hina , bahkan di serang seolah ras Elf yang adalah ras yang paling mulia dan suci.


Shin mengangkat tangan kanannya dengan telapak tangan menghadap ke arah langit.


“ Advanced Magic Release : Attack Type : Rain of Eternity Blades ”


Kemudian ribuan pedang angin terbentuk di langit sehingga terlihat menggelap seperti dunia secara perlahan kehilangan cahaya matahari.


Tidak seperti sebelumnya Shin diam sejenak tetapi sekarang karena ia sudah kehilangan moodnya terhadap Kerajaan Elf yang bahkan dapat mengusir seseorang yang mungkin berjasa karena sebelumnya menghentikannya.


Crash... Duar... Duar...


Seperti hujan yang menghancurkan segalanya , pedang - pedang angin yang ia ciptakan membuat semua hal yang ada di Ibukota kerajaan itu menjadi reruntuhan.


Keanehan sama seperti ketika Shin merebut Kota Water Seven.


Memang Pedang Angin yang di turunkan oleh Shin sudah seperti hujan meteorit , tetapi tidak ada yang mengenai elf manapun yang ada di sana dan hanya menghancurkan bangunan-bangunan yang ada di sana.


Semuanya hanya turun dengan sangat cepat dan ganas yang hampir menghancurkan semua bangunan yang ada di sana.


Shin melayang di udara menatap ke arah ibukota Kerajaan Elf dengan mata dingin.


Di belakang Shin terdapat Fania dan Beatrix yang seolah duduk di lantai yang tidak terlihat .


Terjadi kepanikan yang luar biasa di dalam kota , tetapi di mata Shin itu hanyalah sekumpulan semut yang menyebar ke mana-mana.


melihat itu , Beatrix berusaha menghentikan amarah Shin.


“ Tuan ! Lebih baik kita pergi dan melanjutkan perjalanan kita ” ucap Beatrix agar Shin menghentikan serangannya yang terasa di luar pemikirannya.


Beatrix walau ia adalah seorang iblis ia sangat memiliki rasa kasihan yang berlebihan sehingga ia berusaha untuk menghentikan Shin yang terus-menerus menghancurkan ibukota Kerajaan Elf seperti menghancurkan sebuah adonan tepung.


“ Baiklah ayo kita pergi ” ucap Shin yang menatap dingin ke arah Ibukota Kerajaan Elf.


Saat Shin akan pergi dari sana ia tiba - tiba merasakan sesuatu yang seketika membuat wajahnya berubah.


Aura ini dan juga energi ini ! bukankah ini adalah energi alam dan benturan aura yang mungkin merupakan benturan aura momentum.


Apakah terdapat dua orang bertarung ! Sepertinya akan ada sesuatu yang menarik !


Shin kemudian mengikat kedua pelayannya dengan benang - benang angin.


Setelah itu ketiganya berteleportasi ke suatu tempat yang di penuhi dengan rerumputan yang cukup besar.


“ Tuan ! Ke- ” Fania ingin mengatakan sesuatu tetapi di hentikan oleh Shin dengan menutup mulutnya.


Shin kemudian menciptakan ilusi di pikiran Fania agar ia tertidur.


Beatrix terkejut tetapi kemudian ia mengetahui kenapa Shin melakukan itu.


Tidak jauh dari sana terdapat sebuah pertarungan yang sangat dahsyat yang terlihat di mata Beatrix .


Tetapi berbeda bagi Shin , di matanya pertarungan seperti itu hanya dapat di sebut dengan pertarungan yang di penuhi dengan keseimbangan.


Shin dapat melihat seluruh gerakan bahkan aliran energi yang di lepaskan pada setiap serangan yang di luncurkan oleh kedua manusia kuat yang di lihat oleh Shin.


Satu berpakaian serba merah bagai sebuah api sedangkan yang satunya lagi memakai pakaian serba putih seperti sebuah es yang melambangkan suhu yang amat dingin.


ketika sedang melihat Beatrix tanpa sengaja melepaskan energi sihir yang seketika membuat keberadaan mereka di ketahui oleh dua orang tersebut.


“ Body Technique: Meteor Projectile Kick ”


Salah satu dari mereka segera melesatkan serangan ke arah keberadaan Shin dan dua pelayannya , yang seketika membakar habis rumput yang di gunakan Shin untuk menutupi keberadaan mereka menjadi butiran abu.


“ Siapa ! ” suara pria yang berpakaian serba merah layaknya sebuah api dengan marah.


Bukan sebuah jawaban tetapi wanita yang berpakaian serba putih biru segera melesatkan serangan ke arah pria berbaju merah.


Persepsi dari pria berbaju merah aktif dengan spontan yang dengan sekejap dapat melihat arah serangan yang akan datang.


Pria berbaju merah yang memiliki nama Roy segera memutar tubuhnya dengan gerakan ke belakang dan ia kemudian menempelkan dua jari ke mulutnya.


“ Body Technique : Salamander Burst ”


Roy dari mulutnya segera memuntahkah sebuah bola api yang sangat panas.


Tanah yang terkena bola api yang di muntahkan dari Roy sudah seperti pembentukan cairan magma karena panas yang sangat gila.


Walau tanah sudah mengering dari awal karena pertarungan dari Roy dan wanita berbaju putih biru tersebut yang memiliki nama Azkia.


Shin bergerak dengan mengikat Fania dan Beatrix dengan benang angin untuk menarik tubuh keduanya.


Serangan dari Roy memang mengerikan tetapi itu jauh dari reflek cepat yang di miliki oleh Shin.


Mata Shin dapat melihat serangan yang akan datang ke arahnya walau itu hanya kurang dari satu detik.


Duar...


Shin memang memiliki reflek cepat tetapi ia tidak bergerak , ia hanya menggerakkan tubuh Fania dan Beatrix untuk menjauh dari serangan yang akan datang.


Shin kemudian mengangkat tangan kanannya yang kemudian membentuk sebuah perisai hitam dengan bentuk persegi.


Matanya berputar dan menjadi mata merah yang memancarkan kengerian karena warnanya yang bagai sebuah darah.


Dua orang tersebut dengan sekejap dapat melihat sosok Shin yang bagai seorang ksatria tanpa rasa takut sama sekali.


“ Ice Style Magic : Starline Explosion ”


Kemudian garis biru melesat ke arah Shin , yang setiap titik nya melepaskan ledakan dingin yang dapat membekukan apapun.


Perisai dari Shin kemudian berputar dengan sangat tajam dan membentuk sebuah kubus segi enam.


“ Teknik apa itu ! ” Wanita yang memakaj baju biru yang memiliki nama Azkia hanya dapat terkejut dengan hal yang di lakukan oleh Shin.


azkia hanya melihat sambil terus meledakkan garis lurus yang menuju ke arah Shin.


Tetapi Shin masih tetap melakukan hal yang sama , ia hanya membuat perisai hitamnya terus berputar dengan sangat ganas sehingga angin dan udara harus menjadi kacau dengan sangat dahsyat.


Krash ... Drt...


Udara dingin yang mengepung Shin hanya akan terus menerus hancur menjadi uap panas karena gesekan udara yang di akibatkan oleh perisai hitam milik Shin.


“ Apakah kamu akan seperti itu terus kawan ! ” ucap Roy yang tiba-tiba muncul di belakang shin sambil memposisikan sebuah tendangan.


“ Body Technique: Meteor Projectile Kick ”


Di kaki Roy terdapat sebuah api yang berwarna merah seperti darah dengan suhu yang sangat panas.


Tendangan yang di lepaskan oleh Roy segera membentuk sebuah benturan meteor saat menyentuh tubuh Shin.


Shin hanya dengan santai melihat ke arah Roy dengan tatapan yang sangat malas.


Walau terlihat tubuh nya hancur setengah ia seperti melihat sesuatu yang lucu sehingga senyuman Shin membuat bingung kedua orang yang ada di sana.


“ Apa apaan orang ini ! Apakah ia masih seorang manusia ” ucap Roy dengan bingung.


Azkia sebenarnya juga bingung dengan reaksi Shin , tetapi wajahnya yang dingin menutupi segalanya sehingga bahkan wajah kebingungan yang ia miliki tidak membuat perubahan apapun pada mimik wajahnya hanya terlihat datar.


Tetapi kemudian tubuh Shin memudar menjadi beberapa batang pohon yang langsung menyatu dengan tanah.


“ Kalian sungguh amatir ! Jika aku benar - benar ingin membunuh kalian , saat ini kalian pasti telah menjadi bubur daging ” ucap Shin yang muncul di belakang Azkia dengan duduk santai di lantai udara.


Azkia sangat terkejut , ia sudah bersiap kembali untuk menyerang tetapi sebuah jarum angin muncul di lehernya yang seketika membuatnya diam.


jika ia bergerak sedikit saja kulit di lehernya akan seketika tergores oleh jarum angin Shin.


Sedangkan Roy tangan dan kakinya diikat oleh sebuah rantai angin yang sepertinya tidak akan dapat pecah apapun yang terjadi.


“ Rantai ini benar - benar sangat kuat ! Aku sangat kesulitan untuk melepaskannya ” ucap Roy dengan rasa panik dan insting bahaya terus menerus bergetar ketika melihat ke arah Shin.


Di pandangan Roy sebuah aura yang benar - benar sangat besar menyelimuti tubuh Shin seperti sebuah jubah yang tidak akan lepas apapun yang terjadi kecuali sang pemiliknya yang melepaskannya.


“ Siapa sebenarnya kamu ! Kenapa kamu tiba-tiba datang di sini , apalagi persepsi ku tidak dapat merasakan kehadiran mu sebelum adanya gerakan yang kamu lakukan ” ucap Roy dengan rasa panik.


Shin hanya tersenyum mendengar hal itu


Ia kemudian menepuk bahu Roy setelah ia tiba - tiba muncul di sampingnya sambil tersenyum.


“ Memang baik bangga akan kekuatan diri sendiri tetapi jika kau terlalu bangga dan menjadi sombong maka persepsi dan peningkatan kekuatan mu akan secara perlahan menurun ” ucap Shin yang kemudian melepaskan tekanan angin yang sangat kuat di sekeliling Roy.


Roy seketika seperti di tekan oleh sesuatu yang benar-benar sangat berat.


Bahkan setelah ia menggunakan kekuatan penuh nya ia masih tidak dapat menahan tekanan yang datang seolah tekanan tersebut adalah sebuah tekanan yang sangat mutlak.


Shin kemudian menarik kembali Fania dan Beatrix ke arahnya dan membawanya pergi berteleportasi ke suatu tempat , meninggalkan Roy dan Azkia yang kebingungan dan ketakutan.


Kota Water Seven


Keadaan yang benar-benar damai terasa di kota Water Seven , apalagi di kota tersebut terdapat beberapa desa yang bergabung sehingga terasa bahwa kota tersebut bukanlah sebuah kota kecil lagi melainkan sebuah kota besar yang hampir menyamai sebuah ibukota sebuah kerajaan.


Seorang wanita dengan rambut Hijau memandang ke arah langit dengan tatapan yang menyala dengan perasaan yang mungkin tidak ada siapapun yang paham apa yang ia pikirkan.


“ Nafas peperangan akan muncul kembali , kurasa ras roh akan kembali muncul di dunia ini seperti yang di katakan salah satu pilar dunia itu ” ucap wanita itu yang tidak lain adalah Sylp yang duduk di atas angin.


Sylp kemudian menutup mata dan tubuhnya memudar menjadi sebuah hembusan angin.


To Be Continue