The Journey To The Edge Of Power

The Journey To The Edge Of Power
[ 74 ] Bertemu Hydra



[ 74 ]


“ Serius ! ” ucap Shin dengan serius menatap ke arah Sylp.


Sylp menganggukkan kepala karena memang benar itu yang ia dapatkan dari bertanya dari angin yang berhembus dalam radius 10 km.


“ Kurasa ini akan menjadi sangat serius ! ” ucap Shin kepada ketiga wanita itu.


“ Benar sekali sayang , lalu apa yang akan kamu lakukan ” ucap Yue bertanya.


Shin diam sejenak berpikir , lalu ia memakan makanan yang telah di sediakan pelayan.


Melihat Shin yang telah memakan makanan , ketiga wanita itu juga ikut makan makanan yang telah di siapkan.


Skip...


Setelah makan , Shin mengatakan bahwa ia akan pergi ke tempat Hydra untuk menanyakan hal ini.


“ Kurasa aku akan bertanya kepada Hydra dulu , karena ia telah berada di dunia ini lebih lama dari siapapun dari kita ” ucap Shin menjelaskan.


“ Keputusan akan ku serahkan kepadamu sayang ” ucap Yue dengan tanda persetujuan yang diikuti oleh 2 wanita lainnya.


Shin menganggukkan kepala dengan penuh senyuman yang membuat semua wanita itu menjadi memerah.


Besoknya.


Shin pergi ke tempat Hydra.


Ketika Shin sampai di sana , ia dapat melihat bahwa semua area hutan tersebut telah menjadi wilayah yang di penuhi dengan kabut racun yang mematikan.


Sedangkan Hydra sendiri tidur tiduran di sana seolah itu adalah hari paling santai yang ia miliki.


“ Hydra kamu benar-benar sangat santai di sini ” ucap Shin dengan senyuman lebar.


Hydra kemudian membuka mata 1 kepala , lalu ia hanya menatap ke arah Shin dengan sangat malas.


“ Kau lagi ! Sialan ! Pekerjaan apa lagi yang akan kamu berikan , Hah... Apakah kau benar-benar tidak memberi ku waktu tenang selama setahun ! ” Hydra berkata dengan nada yang benar-benar menjengkelkan.


Shin yang mendengar itu , telinganya segera berkedut dengan senyuman yang secara perlahan bergetar.


“ Dasar ular pemalas ! Apakah kau benar-benar makhluk kuno ! Sungguh mungkin kau adalah sosok kuno yang sangat palsu ” ucap Shin dengan mengejek karena kesal.


“ Hah ! Apa yang kau katakan ! Aku palsu ! Kamu saja yang menjadi palsu sialan ! ” ucap marah dari Hydra yang seketika membuka mata ketujuh kepalanya.


“ Apakah Hydra yang merupakan makhluk kuno adalah makhluk pemalas seperti mu , sungguh sulit untuk aku mempercayai ini ” ucap Shin dengan ejekan .


Hydra yang mendengar ini segera mengerutkan kening , ia yang adalah makhluk paling sombong dan merasa paling kuat diremehkan begitu saja.


Bagaimana bisa kesombongannya yang merajalela yang melebihi kesombongan seorang singa hanya diam jika di remehkan.


“ Ok Shin , katakan padaku apa yang menurut mu membuat ku menjadi makhluk kuat yang dapat kau percayai ” ucap Hydra dengan keras.


Senyum Shin tercipta seolah ia telah merencanakan semua hal ini.


“ Ku dengar di dekat sini terdapat makhluk Heaven Beast apakah kau tahu ” ucap Shin bertanya.


“ Heaven Beast ! ? Ah maksudmu adalah ular selokan itu yah ” ucap Hydra dengan acuh.


Hah... Ular selokan ! Apa yang ia maksud


“ Hah... Apa yang kamu maksud ? Ular selokan , hei aku berbicara serius ” ucap Shin dengan alis berkedut.


“ Hahah... Kau yang di sebut pahlawan tetapi tidak mengetahui dunia ini , hah... Kau benar-benar pahlawan yang gagal ” ucap Hydra menghina.


“ Haha... Jangan mengejekku dengan sebutan pahlawan , dari awal aku adalah sosok pahlawan gagal dan juga aku bukan berasal dari dunia ini jadi wajar aku tidak mengetahui ”


“ Bahkan jika seseorang yang berasal di dunia ini , mereka tidak akan tahu seperti dirimu yang merupakan ular tua ” ucap Shin dengan sangat menyakitkan.


Jika orang lain melihat interaksi antara Shin dan Hydra mereka akan ketakutan dengan tubuh gemetaran.


“ Ah benar juga , baiklah aku jelaskan baik - baik , aku tidak akan mengulang kembali karena itu akan sangat menjengkelkan dan membosankan ” ucap Hydra dengan 14 mata menatap ke arah mata Shin.


“ Baik , baik jangan melihat ku seperti itu ” ucap Shin dengan jengkel.


“ Ular selokan yang ku maksud adalah Rainbow Snake yang sering di bicarakan oleh manusia tetapi sesungguhnya bukan dia yang harus kamu takutkan jika menyangkut tentang Heaven Beast ” ucap Hydra.


“ Ada beberapa Heaven Beast yang harus kamu perhitungan terkait dengan kemampuan dan keterampilan mereka dalam penguasaan tentang kemampuan masing - masing ” ucap Hydra melanjutkan.


“ Begitu , lalu apakah kamu tahu apa saja beast yang harus di perhitungkan menurut mu ” ucap Shin bertanya tentang informasi yang lebih jelas.


“ Aku juga tidak tahu tetapi yang pasti kamu harus memperhitungkan seperti Disaster Leech , Nine Tailed Fox , Emperor Ant dan Cerberus ” ucap Hydra dengan wajah serius.


Shin termenung mendengar nama - nama Heaven Beast yang di ucapkan oleh Hydra.


“ Lalu apakah kamu ingin aku mengatakan kekuatan dan kemampuan mereka lebih detail Shin ” ucap Hydra dengan nada menggoda.


Mulut Shin berkedut mendengar itu


“ Tidak ! , tidak ada serunya nanti pertarungan jika telah mengetahui kemampuan dan kekuatan mereka kecuali benar - benar gawat ” ucap Shin dengan tegas.


“ Haha... Seperti yang di harapkan dari seseorang yang berani berkontrak dengan ku ” ucap Hydra dengan tersenyum.


“ Lalu ada satu pertanyaan yang mungkin membuat mu bersemangat apakah kamu mau dengar ” ucap Shin bertanya.


“ Heh apakah itu ? ” ucap Hydra penasaran.


“ Menurut mu siapa yang kuat antara dirimu dengan Rainbow Snake ” ucap Shin yang seketika membuat tubuh besar Hydra bergetar.


“ Sialan ! Tentu saja aku SIAL ! ” Hydra berteriak karena marah dengan sangat kencang membuat Shin tersenyum lebar.


“ Baiklah karena kamu merasa kuat , maka semuanya ku serahkan kepadamu , ular tua ” ucap Shin yang kemudian pergi dengan terbang menggunakan sayap angin.


“ Hm!! ” Hydra mendengus dengan dingin pada Shin yang telah pergi.


“ Manusia sialan ! Jika saja kamu bukan seseorang yang berkontrak dengan ku dan seseorang ku sukai maka pasti sudah ku makan dirimu ! ” Hydra hanya dapat mengupat dengan marah , lalu ia melanjutkan tidur kembali.


Shin yang telah pergi kembali ke istananya dan pergi ke ruang kerja.


“ Four ! ” ucap Shin pelan.


“ Hamba disini tuan ! ” ucap Four muncul dan membungkuk hormat di belakang Shin.


“ Apakah kau telah mencatat kekacauan akhir - akhir ini ” ucap Shin dengan tenang.


“ Tentu tuan ! Semuanya telah tersedia , apakah anda ingin melihatnya ” ucap Four bertanya.


“ Hm... perlihatkan ” perintah Shin yang kemudian membuat Four mengeluarkan gulungan yang berupa banyak informasi.


Shin masih canggung dengan media informasi di dunia ini , terkadang berupa kertas dan terkadang berupa kulit binatang.


Shin membaca dengan sangat seksama dan penuh dengan ketelitian.


Four yang mendengar ******* lembut dari Shin hanya dapat tersenyum canggung.


Bagaimana mungkin dunia memiliki kehendak , karena menurut Four sendiri dunia adalah sebuah domain seseorang yang telah ditinggalkan.


Berbeda dengan Shin , setiap hal memiliki perasaan tersendiri entah itu makhluk hidup maupun benda mati.


Walau benda mati hanya sebuah benda tetapi Shin sangat yakin bahwa di kesadaran paling dalam mereka memiliki kesadaran tersendiri hanya saja memiliki alam yang berbeda.


Saat Shin terus membaca setiap daftar yang ada di gulungan tersebut ia berhenti ke arah sebuah informasi yang mengejutkan.


“ Eternity Tree ? Pohon Keabadian ! ” ucap Shin dengan terkejut sekaligus kaget.


“ Pohon ini harus di ketahui oleh Sylp jika tidak maka aku tidak akan tahu bagaimana mengatasi nya ” ucap Shin yang kemudian menandai beberapa kekacauan untuk di lakukan beberapa hal.


Four hanya melihat dari jauh tanpa menghentikan gerakan yang di lakukan oleh Shin.


Setelah itu Shin menyimpan kertas catatan yang akan ia gunakan untuk rencana masa depan.


Shin Kemudian melihat ke arah Four dan melihat ke arah jendela.


“ Four bagaimana menurutmu untuk mengatasi segala kekacauan yang akan terjadi di seluruh dunia ” ucap Shin bertanya ke arah Four.


Four kemudian melihat ke arah Shin sejenak kemudian ia berpikir.


“ Menurut saya tuan , jika anda ingin menjadi pahlawan maka anda dapat datang menyelamatkan semua orang hanya dengan kekuatan anda ”


“ Saya tahu kekuatan anda benar - benar tidak dapat saya ukur , tetapi untuk mengatasi Heaven Beast saya anggap kekuatan anda setara , tetapi mohon jangan tersinggung karena saya membicarakan perbandingan kekuatan anda ” ucap Four yang berhenti karena menunggu tanggapan dari Shin.


Shin yang menyadari segera menganggukkan kepala agar Four melanjutkan penjelasannya.


“ Tetapi jika anda memang ingin menyelamatkan tanpa menciptakan anda terkenal maka biarkan kami yang merupakan bawahan anda untuk melakukan nya ” ucap Four dengan tegas.


“ Hamba tidak mengerti apa yang anda maksud dengan bertanya kepada saya tetapi jika itu adalah untuk menyelesaikan tugas yang tuan berikan , Saya pastikan akan menyelesaikan semuanya hingga tuntas ” ucap Four tegas.


Shin yang tidak memperkirakan penjelasan yang sangat panjang dari Four , ia kemudian mulai memikirkan apa yang akan ia lakukan pertama untuk semua keributan yang terjadi di dunia.


“ Baiklah Four lakukan seperti yang kamu katakan , aku akan mempercayai mu tetapi jika kalian menemukan salah satu Heaven Beast aku ingin melawannya jadi beritahu aku jika kalian menemukan nya ” ucap Shin dengan serius ke arah Four.


Four tersenyum dengan pernyataan dari Shin ia kemudian menghilang kembali.


Kurasa aku akan pergi ke tempat Rainbow Snake , lumayan untuk melakukan latihan serta menggerakkan tubuh ku.


Setelah mengatakan itu , Shin menghilang dari tempatnya dan pergi ke suatu tempat.


Di hutan berdekatan dengan tempat Hydra


Seorang ular besar yang ukurannya ratusan meter , berjalan meliuk-liuk dengan wajah bosan.


“ Apakah manusia dan ras lain di zaman ini benar - benar membosankan , mereka begitu ketakutan ketika kami para Heaven Beast mulai mengacau kembali ” ucap ular besar itu yang tidak lain adalah Rainbow Snake.


“ Sungguh ! Pada dewa itu benar-benar membuat semuanya repot , jika saja dulu mereka tidak ikut campur dalam perlawanan kami kepada ras bumi maka pasti kami akan menjadi penguasa dunia ini ” ucap Rainbow Snake dengan nada yang lebih sarkasme.


Rainbow Snake yang berucap dengan terus menerus menggunakan nada menghina tiba-tiba sebuah suara mengagetkannya sehingga ia segera menoleh ke arah suara tersebut.


“ Apa begitu , apakah kalian yang termasuk Heaven Beast adalah sosok yang benar-benar kuat ” ucap seorang pemuda yang melayang di lantai angin tepat di mata Rainbow Snake.


Rainbow Snake tetap santai dengan mata malas ke arah manusia yang ada di depannya.


Shin cukup terkejut melihat Rainbow Snake yang memandangnya dengan sangat malas.


Sungguh ular besar yang sombong


“ Apakah kamu benar - benar seorang Heaven Beast ” ucap Shin yang memandang seperti tidak percaya.


“ Makhluk kecil ! Apa maksudmu ! Apakah kamu meremehkan ku ” Rainbow Snake yang merasa tersinggung.


Shin tersenyum lalu tersenyum dengan senyuman menghina.


“ Lalu apa apaan dengan senyum malas mu itu , kau benar-benar seperti ular selokan ” ucap Shin yang meningkatkan kemarahan dari Rainbow Snake.


“ Apa yang kau bilang ! ” suara kemarahan dari Rainbow Snake segera membuat hutan menjadi sangat gaduh.


Para hewan segera berhamburan karena suara dari Rainbow Snake bagai suara ledakan gelombang kejut yang membuat semua di sekitarnya menjadi rata.


“ Hello ! Apakah kamu hanya dapat berteriak untuk menakuti para penghuni hutan ini ” ucap Shin yang kemudian mendekat kembali setelah terdorong gelombang kejut.


“ Rainbow Art : Three Hundred Death Laser Spears ”


Rainbow Snake mengeluarkan ratusan tombak laser yang bergerak dengan sangat cepat ke arah Shin.


“ Wind Style Sword : Death Wave Enhancement ”


Tangan Shin bergerak sangat cepat menyerang dan menangkis semua tombak laser yang di ciptakan oleh Rainbow Snake.


Tidak berhenti hanya di sana , Rainbow Snake menggerakkan ekornya menyerang ke arah Shin yang terlihat sangat kecil di mata Rainbow Snake.


Dash...


Ekor dari Rainbow Snake menabrak udara yang di ciptakan oleh Shin yang membentuk seperti wujud manusia.


Sehingga ketika ekor dari Rainbow Snake membentuk ledakan kecil yang seketika mencipta sebuah kabut asap yang juga di tambahkan oleh Shin untuk mengecoh mata dari Rainbow Snake.


Seperti yang di harapkan dari Shin , Rainbow Snake tertipu karena dari matanya dapat di lihat oleh Shin bahwa ia telah memandang kabut seperti memandang mayat yang telah kehilangan nyawa.


“ Begitu kejamnya menyerang dengan tiba - tiba itu ular selokan ” ucap Shin dengan nada mengolok-olok.


Rainbow Snake yang melihat Shin masih hidup menjadi cukup terkejut , karena biasanya seseorang yang terkena benturan ekornya bersamaan dengan tombak laser mereka akan mati dengan tubuh yang tidak terbentuk.


“ Manusia yang menjengkelkan ” Rainbow Snake mengeluarkan cahaya kuning di tubuh nya.


Oh... ada apa dengan tubuhnya itu , kenapa itu bercahaya dengan sangat terang membuat mataku silau.


Shin berusaha menutup mata karena sangking terangnya mata Shin seolah terbakar.


Tetapi saat Shin sedang menutup mata , ia tidak tahu bahwa teknik yang di gunakan oleh Rainbow Snake adalah untuk merusak mata targetnya dan menyerang secara diam - diam.


Rainbow Snake menyelimuti ujung ekornya dengan api yang sangat panas dengan ujung yang semakin tajam layaknya ujung tombak.


Aku merasakan firasat buruk , apa yang terjadi kenapa mataku menjadi sangat berat.


Sangat berbahaya jika mataku terus seperti ini.


Shin kemudian mengaktifkan kembali mata sharingan yang telah lama tidak ia aktifkan.


Bersamaan dengan itu sebuah kubus berwarna hitam menutup seluruh tubuhnya.


( Maaf jika kurang menarik , ini hanya untuk bersenang-senang )


( Enjoy and always be happy )