
[ 61 ]
Setelah melihat bahwa Albert yang merupakan salah satu Demon Lord terkuat di masanya terbunuh karena kecerobohan dan terlalu meremehkan , seketika membuat ku lega lalu aku langsung menstabilkan kekuatan ku karena teknik seperti sebelumnya harus menggerakkan seluruh otot di bagian tubuh.
Tetap saja sekuat apapun seseorang mereka pada akhirnya mati entah bagaimana penyebabnya.
Walau aku memiliki teknik seperti roh angin tetap saja kekuatan tubuh adalah sebuah pondasi untuk segala teknik.
Darah segar mengalir di sudut - sudut mulut ku , karena teknik yang sebelumnya merupakan teknik untuk mempercepat pernafasan ke tingkat lebih tinggi , berbeda dengan teknik pedang Angin , Es dan Magma yang biasa ku gunakan.
Walau hanya satu teknik dalam teknik pedang Petir tetapi tekanan dan kekuatan yang di miliki oleh teknik ini sangatlah kuat.
Setelah melihat kematian Albert 1 peti emas dan pintu menuju ke luar yang berwarna hitam muncul.
Tidak menunggu lama aku langsung masuk ke dalam pintu setelah mengambil peti emas .
Gua Dungeon seketika runtuh menjadi sebuah reruntuhan yang berada di tengah hutan.
Shin tersenyum bahagia seolah ia telah terpenjara di penjara selama bertahun - tahun.
Melelahkan sekali sialan !
aku kemudian bermeditasi untuk sementara mengembalikan kondisiku ke kondisi maksimal.
10 hari kemudian
Shin masih dalam kondisi bermeditasi , mungkin ia tidak memperkirakan berapa lama untuk mengembalikan kondisi sehingga butuh 10 hari penuh.
Sebenarnya aku tidak kehabisan energi tetapi untuk berjaga-jaga apabila terdapat kondisi yang di perlukan untuk mengeluarkan seluruh kekuatan ku , aku harus mengerahkan segalanya.
Setelah merasa aku kembali ke kondisi puncak , aku langsung menghilang dari sana.
Di depan gerbang kota
“ Selamat datang kembali Pemimpin Kota ! ” ucap prajurit yang berada di depan gerbang.
Aku muncul di sana karena ingin melihat perkembangan yang berada di kota , sekalian berjalan jalan melihat kota.
Kota sudah mengalami peningkatan berkali - kali yang mungkin sudah tidak lama untuk menjadi kota besar yang di huni berbagai makhluk hidup.
Entah itu Manusia , Elf , Dwarf , Demi Human , Penyihir , Peneliti , Fairy dll.
Pondasi kota Shin semakin berkembang tetapi tidak ada yang tahu apakah masa depan tidak ada yang memulai konflik antar negara maupun konflik seluruh dunia , semuanya berada pada tangan sang pencipta.
Jauh sangat jauh di atas langit terdapat sebuah pulau melayang yang menyatu dengan awan seperti pulau yang berada di tengah lautan.
Puluhan manusia bersayap dengan mata tertutup kain berlutut ke arah sebuah singgasana yang di sana terdapat seorang gadis cantik yang menatap para manusia bersayap dengan tenang , tanpa adanya aura dingin maupun kebijaksanaan yang selalu di miliki oleh seorang pemimpin.
Tetapi sebenarnya wanita itu adalah pemimpin dari pulau melayang yang berada di langit , ia memang memiliki karakteristik yang seperti seorang remaja yang suka bermain - main tetapi bagi yang mengenalnya maka mereka tahu bahwa wanita itu adalah sosok yang tidak dapat di anggap remeh oleh siapapun.
Sudah banyak makhluk yang telah terbunuh di tangannya , entah itu yang lemah maupun yang kuat.
Di pupil wanita itu terdapat tanda huruf ' V ' yang berwarna kuning.
Tidak seperti semua manusia bersayap lainnya yang matanya tertutup dengan kain , wanita itu membuka matanya menyebarkan rasa ketenangan yang mutlak seolah menghadap pada sang Maha Kuasa.
Kemudian wanita yang duduk di singgasana itu berbicara dengan suara yang lembut seperti arus air yang tenang.
“ Jadi apakah kalian telah menemukan asal kekacauan yang berasal dari kabut hitam yang tiba - tiba muncul ” ucap gadis itu dengan tenang.
Aurora adalah sosok utusan dari sang Angel God , ia telah berdiam di istananya yang merupakan di pulau langit.
Pulau langit merupakan pulau yang melayang 10.000 meter di atas tanah.
Perlu di jelaskan bahwa dewa dan dewi itu sangat banyak , seperti God of Angels, God of Demons, God of the Sun atau yang lain.
“ Maaf Sang Utusan , kami masih belum menemukan nya , tetapi terdapat keanehan yang muncul dari bawah ! Entah itu apa kami masih bingung ” ucap sosok tua salah satu orang yang berlutut di sana.
“ Keanehan ?! ” ucap dari Aurora dengan bingung.
“ Beberapa Demon Beast dan Heaven Beast telah muncul di beberapa tempat , mereka menghancurkan apapun yang mengganggu jalan mereka ” ucap sosok tua itu.
“ Apakah ada informasi tentang para Demon Beast dan Heaven Beast ? Apakah mereka memiliki tujuan tertentu ” ucap Aurora bertanya dengan tenang.
“ Dari para informan , kita hanya menemukan siapa saja yang mengacau sedangkan yang lainnya masih belum di temukan karena mereka masih belum bergerak , dan yang sudah mengacau di antaranya seperti Rainbow Scales Snake , Earth Dragon , Eclipse Bird , Nine Tailed Fox ” ucap salah satu yang lainnya dengan penampilan muda.
“ Cukup banyak , apa yang membuat mereka keluar dari sarangnya ! Apakah para dewa lain mulai menyatakan perang kembali ” ucap Aurora dengan tenang.
Kemudian Aurora memejamkan mata , ketika ia kembali membukakan matanya sebuah keputusan telah ia ambil.
“ Sang Dewa telah menyatakan bahwa kita akan membantu untuk menyelamatkan dari kekacauan yang terjadi , jadi aku akan turun ke bawah ” ucap Aurora membuat semua orang yang berlutut itu terkejut.
“ Sang Utusan keputusan mu tidak akan ada yang menolak nya , tetapi kekuatan mu belum pulih sepenuhnya dari melawan Heaven Beast beberapa ratus tahun yang lalu ” ucap Maki yang merupakan wanita yang bekerja sebagai pengawal setia dari Aurora.
“ Hehe... Jangan remehkan aku , dengan kekuatan ku sekarang aku dapat merobek ruang dan kabur ketikan kondisi memang terdesak jadi tidak perlu khawatir ” ucap Aurora dengan percaya diri.
“ Tapi Tu - ” perkataan dari pria tua yang bernama David berhenti ketika ia mendapat kan tatapan tajam dari Aurora.
“ Panggil aku nona sekarang karena aku akan segera pergi dan urusan kerajaan aku serahkan kepada Xavier ” ucap Aurora dengan santai.
Para orang bersayap hanya dapat menghela nafas lelah , Aurora selalu bersikap santai tetapi itulah yang membuat semua orang di kerajaan langit menghormatinya.
Dengan keputusan Aurora ia dapat menciptakan kedamaian yang tenang tanpa ada perselisihan dan keserakahan di Kerajaan Langit.
“ Lalu kapan anda akan pergi ? ” tanya dari Xavier.
“ Besok , karena itu segera siapkan kebutuhan kita Maki ” ucap Aurora dengan tersenyum lalu memejamkan mata.
Para penduduk di Kerajaan Langit semuanya memakai penutup mata tetapi hanya beberapa yang membuka mata , seperti Aurora dan Xavier.
Aurora adalah utusan Dewa Malaikat sedangkan Xavier adalah Raja dari Kerajaan Langit jadi kekuatan mereka tidak dapat di anggap remeh.
Di perkirakan kekuatan dari Aurora adalah di tingkat King tahap Menengah sedangkan Xavier berada di tingkat King tahap Awal.
Tetapi saat ini kekuatan dari Aurora hanya setengah karena lukanya masih belum pulih dari pertarungan beberapa ratus tahun yang lalu.
Tanpa terasa 1 hari berlalu ketika Aurora bersantai dengan berkeliling Kerajaan Langit.
Sekarang Aurora bersama dua bawahan setianya yaitu Maki dan David berdiri di sisi ujung pulau langit menatap ke bawah yang hanya terlihat sekumpulan awan berwarna putih.
“ Nona segera kembali kami akan selalu menyambut anda ” ucap Xavier menatap ke arah Aurora.
“ Hm... Tentu , selamat tinggal ” setelah mengucapkan itu , Aurora menjatuhkan tubuhnya ke bawah.
Di ikuti oleh kedua bawahan nya yang dengan tenang juga jatuh dari pulau langit.
Di tempat lain yang merupakan kuil masing-masing dewa juga hampir sama dengan kondisi Aurora tetapi memiliki macam - macam keputusan terhadap kekacauan akibat dari Demon Beast dan Heaven Beast.
Seperti di tempat - tempat yang lainnya di wilayah para iblis juga tidak jauh berbeda.
Tepatnya di kuil Demon God yang berada di tengah kerajaan antara Gold Demon Empire , Dark Demon Empire dan Rock Demon Empire.
Disana sudah berkumpul 3 pemimpin kerajaan Iblis berbeda dan 1 utusan dari Demon God.
“ Akhirnya sang Demon God memberikan keputusan, lakukan kekacauan di manapun itu, dunia akan kembali berada pada kekacauan dengan kedatangan para perusuh ” dengan tertawa , sosok utusan dari Dewa Iblis yang bernama Orochi gembira seolah ia mendapatkan sesuatu yang sangat membahagiakan.
“ Benar kah , luar biasa kita dapat bersenang-senang kembali ini akan menjadi momen yang luar biasa kembali ” ucap salah satu iblis dengan tawa jahat.
“Tetapi yah , Ratu Kerajaan Iblis Darah selalu menentang kita untuk melawan para manusia jadi apa yang akan kita lakukan dengan mereka kawan ” ucap Iblis bertanduk 1 dengan senyum seringai sambil menatap ke arah iblis yang sebelumnya tertawa dengan jahat.
“ Apakah kau perlu bertanya , tentu saja singkirkan mereka ! apapun itu yang mengganggu kesenangan dari Demon God adalah pengganggu jadi tentunya tugas kita adalah menyingkirkan nya ! ” dengan tawa jahat Orochi mengeluarkan aura berwarna hitam di tubuhnya seperti sebuah kabut.
“ Sesuai keinginan mu tuan Orochi ” ucap iblis bertanduk 1 sebelum menghilang melakukan perintah dari Orochi.
Para pemimpin iblis yang lainnya juga menghilang meninggalkan senyuman yang sangat lebar.
Di Kerajaan Elf
Sedangkan di Kerajaan Elf yang berada di hutan suci , mereka menutup semua basis keluar masuk.
Entah itu jalan masuk maupun perdagangan mereka tutup karena kekacauan akan terjadi menurut ramalan dari utusan God Of Life
[ To Be Continue ]
Berbagai kekacauan terjadi di dunia tetapi kondisi di kota Water Seven sangat tenang seolah tidak ada yang terjadi.
Saat ini Shin Berada di sebuah restoran tetapi bukannya menikmati makanan ia mendapatkan seseorang menempelkan sebuah pisau dingin dengan aura membunuh yang pekat di lehernya
“ Ada apa ini , apakah kalian tidak mengetahui dimana kalian sekarang ” ucap ku dengan tenang seolah pisau yang menyentuh leher ku hanya sebuah mainan.
“ Tentu saja kami tahu tetapi apakah kamu tahu bahwa kami melakukan ini sudah memiliki banyak rencana jadi kami tidak mungkin gagal ” ucap sosok muda itu dengan seringai jahat seolah semua rencana yang ia susun secara mutlak akan berhasil.
Heh... Menarik !
“ Lalu bagaimana jika aku tetap melawan ” ucap ku tetap tenang tanpa menatap ke arah sosok pria muda yang menempelkan pisaunya di leherku.
“ Tentunya MATI !! Dengan ini kelompok kami , kelompok Red Dragon akan menjadi penguasa kota ini hehe... ” ucap pria muda membayangkan bahwa ia menguasai seluruh kota.
Setelah menghilangkan lamunannya sosok pria muda itu segera mengayunkan pisaunya.
Sring..
Seperti memotong sebuah dahan pohon yang rapuh dan kering , pria muda itu sangat mudah untuk memotong leher target nya.
“ Heh... Semudah ini ” ucap nya dengan tawa senang.
“ Apa benar seperti itu ” ucap ku ketika berada di belakang nya menempelkan pedangku dengan bagian samping.
“ Bagaimana bisa ?! ” dengan terkejut pria muda itu kemudian melihat ke arah sosok yang ia potong sebelum.
Leher yang sebelumnya di potong ternyata adalah sebuah klon yang kini menjadi potongan kayu.
“ Fire Style Magic : Fire Spear ”
Temannya yang dari awal mengepung di sekitar ketika melihat temannya sedang dalam posisi tidak menguntungkan langsung melesatkan serangan.
Dam...
“ Berhasilkah ! ” ucap temannya dengan menatap ke arah posisi Shin dengan keraguan.
Tetapi kemudian ia melihat sesuatu yang mengejutkannya sehingga perasaan paniknya kembali muncul.
Sebuah dinding udara yang transparan menghentikan tombak api yang meluncur seperti sebuah anak panah yang cepat dan mematikan.
Seluruh anggota kelompok yang melihat situasi rekan mereka , mereka langsung mengaktifkan mekanisme kertas mantra yang merupakan kertas tipe ledakan di tempat dengan beberapa penduduk yang berlalu lalang.
Shin hanya tersenyum melihat betapa bertekat dan percaya dirinya pada anak muda yang menyerangnya.
Dengan hanya kibasan tangan kiri , lingkaran sihir membentuk kotak kubus berwarna hitam mengurung ledakan ke dalam.
Boom... Boom..
Ledakan teredam terdengar di wilayah sekitar restoran tersebut.
“ Hebat sekali bukan , menyerang ku dengan item yang merupakan item penelitian ku ” ucap ku dengan senyum ringan , seolah semuanya tidak pernah terjadi.
30 orang yang mengepung ku kini menjadi berkeringat dingin karena dengan begitu mudah nya menghilangkan kertas mantra yang berjumlah sekitar 50 dengan 15 lokasi berbeda , hanya dengan menggerakkan satu tangan seolah menyapu debu di pakaian.
Jika tidak takut apa lagi yang akan mereka rasakan setelah melihat bahwa target mereka dapat melawan balik seolah melawan serangga.
“ Bagaimana mungkin ! , Orang ini sangat kuat padahal ia hanya seorang yang gagal ”
Ucap pria tua dengan wajah melotot karena ketakutan.
Suara dari pria tua itu segera membuat semua yang ada di sana menjadi terkejut dan penasaran.
Semua orang yang di sana apalagi seseorang yang telah lama tinggal di kota sebelum adanya Shin , telah melihat bagaimana kuatnya Shin bagaimana mungkin dia disebut gagal.
Semua orang yang ada di sana hanya dapat bertanya-tanya tetapi tidak ada yang memiliki pemikiran untuk mencari tahu.
“ Jadi apakah ada yang lain , cepat lah waktu bersantai ku hampir habis ” ucap ku dengan senyum menyeringai menatap kelompok yang saat ini sedang ketakutan.
Beberapa orang langsung mengalirkan energi sihirnya di kertas mantra yang di keluarkan dari cincin dimensi masing - masing .
Hanya dalam sekejap mata belasan bola api menuju ke arah Shin.
“ Hanya ini , sungguh mengecewakan ” ucap ku dengan kecewa dan nada yang malas.
“ Ice Style Magic : Grade Zero Freezing ”
Dengan nada yang pelan ucapan ku menciptakan gelombang pembekuan yang membekukan apapun itu.
Kelompok yang ada di Restoran itu hanya dapat menjadi patung es karena mereka tidak memiliki kesempatan untuk menghindar dari gelombang es.
Kemudian sosok gadis kecil menghampiri ku dengan takut , terlihat di tubuhnya yang kini gemetaran.
“ Tu... Tuan Pemimpin maaf atas kejadian di toko kami , kami benar benar sangat meminta maaf ” ucap nya penuh permintaan maaf dengan tubuh membungkuk.
“ Aku yang seharusnya meminta maaf kepada mu Melissa , dengan sihir ku tokomu telah menjadi area es seperti ini ” ucap ku tersenyum setelah melihat sekitar.
Gadis kecil yang bernama Melissa itu hanya tersenyum canggung.
“ Baiklah terima ini , kurasa sebagai permintaan maaf ku ” ucap ku sambil memberikan 1 kantung yang berisi ratusan koin emas.
“ Ini... ” Melissa seakan tidak ingin menerima kantung emas yang di letakkan di meja tetapi kemudian ketika melihat kembali ke arah Shin ia hanya dapat melihat udara kosong.
“ Terima kasih tuan ! ” ucap Melissa walau Shin telah menghilang dari sana.
“ Five apakah kamu di sana ! ” ucap Shin datar yang tiba - tiba muncul di jalanan kota.
“ Five di sini tuan ” ucap sebuah suara yang berada di bayangan Shin.
“ Bagaimana menurutmu tentang kota ini !? ” ucap Shin bertanya tanpa mencari asal suara.
“ Saya merasa kota yang anda bangun sungguh luar biasa , tidak mudah untuk menciptakan sebuah kota yang di huni oleh berbagai ras tanpa adanya perselisihan antar ras ” ucap Five dengan penuh kekaguman.
“ Tidak kota ini masih belum cukup untuk menciptakan sesuatu yang luar biasa , kota ini masih membutuhkan sesuatu untuk menciptakan ketentraman yang panjang walau itu tidak abadi ” ucap Shin terus berjalan sambil tersenyum ke arah penduduk kota yang melambai ke arahnya.
“ Sesuatu ? Ketentraman yang berkepanjangan ! ” Five bingung apa yang di maksud oleh Shin.
Five menatap ke arah Shin dengan mata yang di penuhi dengan rasa penasaran.
“ Pikirkan tentang itu lain waktu , untuk sekarang aku ingin kamu melakukan beberapa hal ” ucap Shin.
“ Apa perintah mu tuan ! Pelayan tidak berguna ini pasti akan melakukan apapun perintah mu walau itu mengorbankan jiwa dan tubuh ku ” ucap Five dengan nada di penuhi tekat sedalam jurang.
“ Haha... Aku tidak membutuhkan pengorbanan mu , tetapi sekarang segera cari semua tikus dan kecoa yang membuat kota yang kuciptakan ini menjadi sesuatu yang tidak sedap ” ucap Shin dengan nada dingin.
“ Sesuai perintah mu tuan , saya tidak akan mengecewakan anda ” ucap Five dengan yakin.
Setelah merasa bahwa Five telah menghilang , Shin melanjutkan perjalanan dengan santai.
Setelah bosan ia menghilang seperti hembusan angin dengan seketika , Shin muncul di ruang kerjanya dan langsung duduk di tempat duduknya.
“ Four ! ” ucapku tenang sambil membaca beberapa dokumen yang berada di meja tempat duduk ku.
“ Four menghadap tuan ” sosok dengan pakaian serba hitam muncul dengan beberapa derak petir di lantai dan langsung berlutut di belakang Shin.
“ Berikan segala informasi yang telah kamu kumpulkan bersamaan bawahan mu , di semua tempat bahkan dunia gelap sekalipun ” ucapku dengan santai.
“ Di mengerti tuan ” ucap Four yang kemudian memberikan berbagai dokumen yang ia keluarkan di cincin dimensi nya.
Cukup Banyak sekali ternyata informasi yang terjadi di dunia ini , kekacauan yang di akibatkan oleh beberapa Beast misterius , Sun Kingdom yang terbagi menjadi dua kubu , dan lain sebagainya.
“ Apa perintahmu selanjutnya tuan ” ucap Four dengan antusias.
“ Berikan informasi dua wanita yang ku perintah kan cari sebelum nya ” ucap ku.
“ Ah maksud anda adalah seorang Ratu Iblis dan jenderalnya itu yah tuan ” ucap Four sambil menjelajahi Cincin Dimensi nya.
“ Ah ketemu ” setelah menemukan yang di cari , Four segera memberikan kepada Shin.
Shin kemudian membaca dokumen yang berisi informasi yang di berikan oleh Four.
Hm...
Beberapa hal menarik segera membuat mulutku membentuk senyum tipis , kurasa sebentar lagi akan ada hal yang menyenangkan.
Shin tersenyum misterius dengan mata yang di penuhi hawa membunuh yang pekat.
“ Four segera kirimkan beberapa Shadow kita untuk mengacau di The Black Demon Lord's Empire ” ucap ku menyeringai.
“ Untuk apa tuan ? ” Four bertanya dengan penasaran.
“ Hehe... Mungkin beberapa minggu lagi kita akan mengacau di The Black Demon Lord's Empire ” ucap ku.
“ Sepertinya anda menciptakan beberapa hal yang menyenangkan lagi tuan ” ucap Four dengan senyum lebar.
“ Mungkin! ” ucap ku kembali melihat ke dokumen yang berisi berbagai informasi tentang kekacauan yang terjadi di Kingdom Of The Sun.
\[ To Be Continue \]