The Journey To The Edge Of Power

The Journey To The Edge Of Power
[ 39 ] [ Hinata ]



[ 39 ]


“ Bisakah kalian tidak perlu berkomentar dengan pertemuan ku ” ucap Ling dengan cemberut karena malu.


“ Tidak perlu malu Saudari , kita sekarang adalah istri dari Sayang jadi tidak perlu malu , kita dapat saling mempercayai ” ucap Sylp tenang sambil tersenyum.


Deg...


“ Ada apa Saudari , kenapa wajahmu pucat ” ucap Ling khawatir karena perubahan wajah Sylp yang sangat cepat berubah.


Sylp tidak menjawab tetapi hembusan angin kuat mengelilinginya.


“ SYLP !! tenanglah ” ucap ku menenangkan emosi dari Sylp.


Wajah nya tidak berubah tetapi menggambar tentang amarah dan kegembiraan di waktu bersamaan.


“ Kau dapat merasakan nya sayang ! ” suara Sylp sangat dalam mengartikan perasaan.


“ Yah aku merasakan ” ucap ku.


Jika aku tidak menahan nya maka bukan tidak mungkin kerajaan ini akan di terpa badai angin yang kuat.


Benar - benar merepotkan jika Sylp marah !


“ Sayang ada apa ? ” ucap Ling dengan ikut khawatir karena melihat wajah amarah dari Sylp dan wajah bingung dari kekasihnya.


“ Clone ”


2 klon ku bentuk dan langsung menghilang setelah menganggukkan kepala.


Dari persepsi ku terdengar sebuah suara anak kecil yang meminta tolong , umum nya aku tidak akan peduli tetapi suara ini terasa di aliri energi Alam dan Roh.


Mengetahui hal ini hanya satu yang ku pahami yaitu anak ini telah berkontrak dengan Roh Angin.


“ Wind Style Magic : Breathing Eyes ”


( Sihir Gaya Angin : Mata Yang Bernafas )


Gelombang angin yang lembut bergerak dalam radius 10 Km , Shin dapat melihat apapun yang berada di dalam jarak itu dengan santai.


Sihir ini sebenarnya adalah peningkatan dari teknik persepsi angin yang dapat langsung bertanya ke angin dan melihat dalam radius 1 km , tetapi sebatas 1 km tidak bisa lebih jauh dari itu.


Ketemu !


“ Teleport ”


Tubuh ku berkedip dan menghilang dari sana.


Di tempat lain


“ Ada apa gadis kecil , turuti perintah ku atau kau akan merasakan kesakitan ” ucap serak dari pria gemuk yang membawa cambuk api.


Gadis kecil itu merasakan kesakitan yang membuat nya meneteskan air mata.


“ Sakit... Kenapa babi seperti mu ingin menyakiti temanku ini ” ucap gadis itu sambil memeluk gadis kecil dengan sayap peri yang berada di dada nya.


“ Hinata , sudahlah serahkan aku saja mungkin hidup mu akan lebih baik , jangan biarkan diri mu kesakitan ” ucap gadis kecil yang berada di pelukan nya yang merupakan seorang Roh Angin.


“ Apakah kau bodoh ! Aku adalah teman mu tidak akan ada yang dapat menyakiti mu selama kau bersamaku ” ucap gadis itu yang menahan rasa sakit dari cambukan yang terus mengenai tubuh nya.


“ Haha... Gadis kecil sudah bilang serahkan itu dan jadilah budakku maka kau tidak akan kesakitan melainkan merasa bahagia ” ucap pria gemuk itu dengan senyum menjijikkan mengabaikan hinaan dari gadis Hinata itu.


Setelah mencambuk gadis yang di panggil Hinata setelah sekian lama ia mulai bosan dan langsung marah.


“ Cih aku bosan sialan ! ” dengan kesal ia mengaliri elemen api di cambuknya.


Crast... Crast...


Luka bakar lebih mengerikan dari sebelumnya membuat Hinata mencengkram tangannya kuat - kuat , untuk menahan suaranya dari berteriak karena rasa sakit yang berlebihan.


“ Sampah sialan kenapa tidak menuruti ku saja ! ” ucap babi gemuk itu dengan marah.


Srat... Crash...


Tetapi secara tiba-tiba cambuk itu tertahan oleh seseorang yang secara mengejutkan muncul secara tiba - tiba.


“ Apakah kamu tidak malu menyerang seorang gadis kecil dengan kekuatan kecilmu ini ” ucapku yang menahan cambuk yang mulai membakar telapak tangan ku.


“ Siapa kau ! Apa urusan mu ” ucap Babi gemuk itu dengan wajah jijik menatap ke arahku.


“ Wind Style Magic : Hollow Bullet ”


( Sihir Gaya Angin : Peluru Hampa )


Aku membentuk jari - jari tangan membentuk pistol dengan jari telunjuk dan jari tengah di satukan sementara yang lainnya di tekuk.


Crash..


Peluru angin seketika menembus pundak tangan kanan dari Babi gemuk itu.


“ Argh... ” Babi gemuk itu merasakan kesakitan setelah melihat lukanya yang mengeluarkan darah.


“ Si... Siapa kamu , kenapa menyerang ku ” ucap ketakutan dari Babi gemuk itu dengan gemetar.


“ Pergi ! Sebelum aku membunuh mu ” ucap ku penuh dengan ancaman.


“ Hi.... ” Babi gemuk itu langsung lari terbirit-birit seolah melihat sesuatu yang paling ia takutkan.


Aneh apakah aku sebegitu menakutkan , hingga lari secepat itu


Mengabaikan Babi gemuk itu aku menatap ke arah gadis kecil yang manis itu , yang melihat ku dengan tercengang.


“ Gadis kecil apakah kamu tidak apa - apa ? ” ucapku bertanya dengan lembut agar tidak terlihat menakutkan.


“ Kakak tampan ! Apa yang kamu lakukan ” ucap Hinata dengan polos.


Gadis ini , bukan kah ia membutuhkan bantuan.


Entah kenapa aku merasa terus menghadapi sesuatu yang membuat pusing bulan ini , apakah ada yang mengutuk ku.


“ Tentu saja , menyelamatkan mu ” ucapku santai


“ Aku ? Tidak ! aku bisa melawannya kenapa menolong ku ” ucap Hinata berdiri sambil kakinya gemetar.


Ternyata gadis ini hanya bersikap berani.


“ Begitukah , apakah aku harus memanggil nya kembali ” ucap ku menatap ke arah jalan yang di gunakan lari oleh Babi gemuk sebelumnya.


Wajah Hinata menjadi pucat setelah mendengar itu , tetapi ia tetap mempertahankan ucapannya.


“ Hm... Panggil saja , akan ku lemparkan dengan elemen angin , benar bukan Ning ” ucap Hinata menatap Roh Angin yang berada di pelukannya.


Tetapi berbeda dengan harapan Hinata , Ning memutar matanya dengan malas.


Jadi ini adalah Roh Angin nya yah , tetapi kekuatannya memang setara dengan Roh api yang di miliki Pahlawan Rose.


“ Hei ucapkan sesuatu ! ” ucap Hinata mulai panik ketika ditatap oleh ku.


“ Lihat dia kembali ! ” ucapku menunjuk ke belakang Hinata.


“ Mana ? ” ucap Hinata menoleh ke belakang.


“ Di sini ” ucap ku sambil menyentuh leher belakang gadis di depanku dengan elemen angin.


“ Kyah !! ” Hinata langsung berlari memeluk ku dengan erat.


“ Bukankah kamu tidak takut , ayo lawan ” ucap ku menggoda.


[ To Be Continue ]