
[ 43 ]
Tornado itu bergerak cepat ke arah Golden Demon Lord , melelehkan emas yang mengelilinginya.
“ Panas , gawat emas ku tidak akan dapat menahan panas di tingkat ini ” ucap Golden Demon Lord dengan panik.
Jendral Iblis Ular langsung bergerak sangat cepat menuju Rajanya untuk menyelamatkan nya , walau beberapa kulitnya terasa seperti meleleh.
“ Demonic Style Magic: Frightened Snake Escape”
( Sihir Gaya Iblis : Pelarian Ular Yang Ketakutan )
Jendral Ular mengangkat tubuh Raja Iblis Gold yang memiliki tinggi yang kecil , dengan ketinggian 150 cm menuju lubang di tanah yang ia buat dengan menggunakan energi Iblis nya dengan membentuk ular untuk menggali lubang.
“ Cih dimana kalian ! ” teriak marah dari Rose yang telah menghancurkan belasan bangunan dengan tornado magma nya.
Rose terus menghancurkan apapun karena tidak menemukan Golden Demon Lord dan Jendralnya yang membuatnya marah.
“ Akan ku lihat apakah kamu masih dapat bersembunyi ” ucap Rose yang mencengkram jari - jari tangannya.
“ Fire Style Magic : Enraged Phoenix Fist ”
( Sihir Gaya Api : Pukulan Amarah Phoenix )
Rose memukul udara yang berada di depannya , dari pukulan keluar api yang membentuk burung yang secara perlahan membesar hingga 300 meter.
Apapun yang di lewati dari burung itu langsung meleleh dan hancur , lubang besar terbentuk dari pukulan yang di buat oleh Rose.
Jika di lihat semua bangunan di Gold Demon Empire memiliki lubang dengan ukuran memanjang sejauh 500 meter dan sebesar 300 meter.
Alis Rose berkerut melihat tidak ada reaksi dari Demon Lord yang sebelumnya adalah lawannya.
“ Cih membuat ku kesal saja ” ucap kesal dari Rose yang menciptakan gelombang panas di sekitarnya.
Di bawah tanah.
“ Wanita itu sangat mengerikan , bagaimana bisa menciptakan panas hingga sedalam ini , ini berada di 1000 meter dari permukaan jika aku tidak kabur hanya dapat menjadi lelehan gumpalan daging di dekatnya ” ucap kesal dari Jendral Snake
Sedangkan Demon Lord walau marah karena ia yang di gendong tetapi karena situasi nya ia menahan rasa amarahnya.
Kembali ke Rose
“ Cih , benar - benar menjengkelkan ” ucap kesal dari Rose.
Para iblis yang berada di sana melihat Rajanya sudah kabur meninggalkan peperangan membuat mental para iblis langsung turun dan mulai mundur dengan cepat.
Kembali ke masa sekarang
Pukulan demi pulang menciptakan gelombang kejut di udara ketika serangan dari Hinata dan Shin beradu.
Walau kekuatan Hinata tidak besar tetapi dalam kekuatan ini , Hinata dapat membuat kewalahan seorang Komandan Iblis.
“ Kamu telah kalah gadis kecil ” ucapku dengan tersenyum.
“ Benarkan , ti- ” sebelum kata - katanya selesai tubuh Hinata terpukul hingga melayang di langit.
“ Gah... Kalah lagi ” ucap kesal Hinata yang terus melesat ke arah langit , dan beberapa saat kemudian ia jatuh dengan tajam.
“ Jadi bagaimana aku akan selamat ini ” ucap Hinata dengan konyol.
Wush...
“ Arg... YING!! ” dengan ketakutan Hinata turun dengan lebih cepat menuju tanah.
“ Dasar kau merepotkan ku saja ” Ying yang merupakan Roh angin keluar dari tanda segel yang berada di tubuh Hinata.
“ Ah kurasa tidak perlu , jadi sampai jumpa ” ucap Ying Roh Angin yang kemudian memudar kembali menjadi hembusan angin , mengabaikan reaksi dari Hinata.
“ Hei apa maksudmu ” ucap Hinata dengan kebingungan.
“ Tangkap ” Aku menangkap tubuh Hinata yang mulai turun dengan kecepatan ekstrim.
“ Maaf yah... Kurasa aku berlebihan ” ucapku dengan tersenyum.
“ Dasar lelaki tidak punya hati ” kutuk kesal dari Hinata sebelum pingsan karena kehabisan energi.
Anak ini aneh , kurasa pertama bertemu ia memiliki luka yang parah tetapi sangat aneh karena lukanya dapat beregenerasi dengan sangat cepat.
Kurasa anak ini bukan hanya anak kecil biasa , aku hanya tidak dapat memikirkan bagaimana bisa anak ini bisa sampai di pedagang budak yang akan menangkapnya bersamaan dengan Roh angin yang berkontrak dengan nya.
Shin membawa Hinata dengan pelan agar tidak menyakiti nya.
“ Sayang kau menghancurkan taman ini sedemikian rupa , aku sudah mengatakan bahwa jangan berlebihan apakah kamu tidak mendengar perkataan ku ” ucap Ling dengan tersenyum.
Keringat dingin mulai menjalar di punggung ku melihat dari senyum manis dari Ling , tidak ada yang baik dari senyumnya.
Duar....
Sambaran petir seketika menyambar ke arah tubuhku ketika aku telah meletakkan Hinata di rerumputan.
“ Lightning Style Magic : Love Kick ”
( Sihir Gaya Petir : Tendangan Cinta )
Tubuh ku ditendang hingga menembus dinding ruangan kamarku.
Hah... Sial kamar ku kini berlubang , sial memang lain kali jika aku ingin bertarung aku tidak akan menggunakan taman mansion.
Walau aku dapat mendapatkan uang dengan begitu mudah dengan mencuri ugh... Maksudku mengambil beberapa harta dari Bangsawan yang korupsi.
Kekayaan tetap memiliki batas sehingga aku tidak dapat menggunakan dengan sesuka hati , apalagi ternyata seorang Putri kerajaan seperti Yue hanya mendapatkan uang 1 kali dalam setahun , sehingga harus menunggu 1 tahun lagi untuk mendapatkan emas dari kerajaan jika mengandalkan Yue.
Tetapi jika aku mengandalkan Yue maka harga diri ku sebagai pria akan ternoda , jadi tentu saja aku tidak akan melakukan nya.
Kembali ke kondisi kamarku
“ Baiklah aku salah bolehkah aku pergi ” ucapku dengan tersenyum.
Ling tersenyum kemudian menoleh ke arah dua Saudarinya.
“ Baiklah , tetapi ayo pergi kencan bersama sekalian mencari pelayan ” ucap Ling dengan tersenyum.
“ Pelayan ! Hah... Baiklah, persiapkan diri kalian ” ucapku tanpa daya.
Aku tahu seharusnya segera mencari pelayan karena tidak mungkin terus mengandalkan 3 wanita ini , mereka juga sibuk berlatih.
Sylp hanya tersenyum , ia sangat menikmati waktu - waktu seperti ini , berbeda dengan kehidupan nya dahulu.
Sylp merasakan rasa bosan yang tidak terkirakan ketika ia menjadi seorang Queen of Spirits.
Dengan cepat para wanita itu masuk ke dalam untuk mempercantik diri masing - masing.
Beberapa saat kemudian mereka kembali dengan tampilan yang luar biasa , mewah tetapi sederhana.
Tanpa menunggu waktu yang lebih lama , Ling menarik ku untuk pergi berkencan sedangkan Hinata di bawah ke kamarnya untuk diletakkan sekaligus menjaganya , tidak lupa juga aku meninggalkan klon untuk menjaganya.
Di jalanan Ibukota
“ Oh yah apa yah nama dari Ibukota ini , baru sekarang aku ingat ” ucapku dengan canggung.
“ Seperti biasa kamu memang pelupa , nama Ibukota ini adalah Fallen Lotus ” ucap Yue dengan tenang.
“ Nama yang aneh , tetapi terdengar keren sih ” ucapku.
[ To Be Continue ]