
[ 87 ]
Beatrix menjelaskan tentang seseorang yang mungkin berbahaya di wilayah ras Elf untuk mencegah Shin pergi ke sana.
Tetapi sayangnya Beatrix masih belum mengenal Shin dengan benar , ia hanya baru mengenalnya.
Shin adalah seseorang yang tipe tidak akan takut akan apapun selama ia tidak di ancam dengan keluarganya.
Bahkan tubuhnya harus hancur Shin tetap akan bergerak maju tanpa khawatir apapun.
“ Lalu hanya karena ia sangat dekat dengan dewanya kita harus takut kepadanya ? ! ” ucap Shin dengan nada acuh tak acuh.
Shin masih menatap ke arah wilayah ras Elf dengan wajah datar sehingga Beatrix tidak mengetahui apa yang ia pikirkan sehingga menatap ke arah wilayah Ras Elf dengan waktu yang cukup lama.
Tetapi kemudian pupil dari Beatrix mengkerut karena Shin berjalan ke arah wilayah Elf itu dengan sangat santai seolah memasuki wilayah rumahnya sendiri.
Melihat Shin telah berjalan ke arah wilayah ras Elf seketika langsung membuat Beatrix dan Fania mengikutinya.
“ Tuan ! Tuan ! Apakah kamu yakin ingin memasuki wilayah Ras Elf ” ucap Beatrix dengan gugup.
“ Tidak ada yang perlu di khawatirkan , kita datang hanya untuk berkunjung bukan untuk berperang lalu apa yang menurut mu harus kita takutkan ” ucap Shin yang masih berjalan tanpa menghiraukan peringatan dari Beatrix.
Tetapi ketika Shin baru menginjak tanah dalam jarak 200 meter dari lokasi tembok kota , hujan panah dengan kobaran api panas berada di atas Shin.
“ Sudah ku duga ! ” ucap Beatrix dengan gugup.
Beatrix segera memposisikan tubuhnya menjadi kuda - kuda bertarung , ia ingin menghancurkan semua anak panah yang berjumlah ribuan itu dengan teknik yang ia miliki.
“ Basic Magic Discharge : Defense Type : Invisibility Shield ”
Kemudian sebuah dinding tembus pandang berjarak 5 meter dari Shin dan dua wanita itu segera muncul dan memantulkan semua anak panah yang di balut dengan api.
“ Sungguh sambutan yang sangat meriah ! ” ucap Shin menatap ke arah atas tembok yang di sana terdapat banyak Ras Elf menatap ke arah Shin.
“ Sungguh ras yang menjijikkan , kalian sungguh berani masuk ke wilayah ras yang suci ini ” ucap seseorang yang berdiri di atas tembok.
Shin yang mendengar itu seketika senyumnya melebar , ia menatap ke arah suara yang berasal dari atas tembok itu dengan mata melotot.
Sedangkan Beatrix hanya menelan ludah melihat wajah Shin seperti menahan amarah yang berkobar.
Fania hanya menatap sedikit ketakutan tetapi kakinya tidak ingin lari karena di sana sudah terdapat Shin dan Beatrix.
“ Apakah tuan akan marah , lalu apakah ia akan menggunakan kekuatan momentum yang sangat kuat itu lagi ” ucap Beatrix dengan sangat gugup.
“ Ras suci ! Heh kalian yakin mengatakan hal itu yang padahal kalian tidak memiliki keberanian untuk melawan salah satu Heaven Beast yang kini merajalela di dunia ini ” ucap Shin dengan nada penuh ejekan.
Suara dari Shin terdengar ke seluruh area tersebut hingga berjarak 500 meter , suara Shin di selimuti oleh sedikit energi alam sehingga akan terasa sangat kuat.
Semua orang ras Elf dapat mendengar suara Shin hingga seperempat kota , tetapi mereka mengabaikannya.
“ Untuk apa kau mengatakan dengan sangat keras , kami memang merupakan makhluk suci dan kalian hanyalah ras yang terbuang haha... Dasar makhluk kotor ! ” suara hinaan dari seseorang yang sebelumnya bicara dengan Shin segera terdengar oleh Shin dan dua pelayannya.
“ Haha... Menarik ! Menarik ! Aku ingin mencoba apakah benar kalian benar - benar makhluk suci seperti yang kalian ucapkan ” ucap Shin dengan energi alam yang berputar dengan sangat ganas.
“ Energi alam ini ! bukan kah berlebihan ! ” batin seorang wanita yang dari tadi menghina Shin dari atas tembok kota.
“ Tuan ! Benar - benar tidak akan menahan diri lagi ? ” ucap Beatrix dengan gugup.
Saat Beatrix masih dalam rasa gugup ia tiba - tiba mendapat tatapan dari Shin
“ Beatrix , lihat dan pelajari apakah itu energi alam bagimu , dan jika di gunakan seperti ini aku yakin akan cocok untukmu ” ucap Shin yang kemudian mengeluarkan salah satu Battle Axe yang ada di cincin penyimpanan nya.
Shin mengangkat tinggi - tinggi Battle Axe yang mengarah ke atas langit , lalu ia mengaliri energi alam yang ia ubah menjadi energi sihir.
Ledakan energi segera tercipta karena energi alam adalah kristalisasi dari energi sihir sehingga perbandingan antara energi sihir dan energi alam benar - benar berbeda.
Ledakan energi sihir yang di buat Shin melonjak hingga membentuk pilar energi.
Karena besarnya membuat angin tornado berputar - putar dengan sangat kencang , fluktuasi energi juga meledak ledak seperti akan membentuk sebuah distorsi energi yang ada di sekitarnya.
Baru saat itulah semua orang yang berada di wilayah Ras Elf terjadi kepanikan yang luar biasa.
Bahkan seorang Saint dari Dewa sekalipun perlu banyak waktu untuk mengeluarkan energi sekuat itu dengan sangat mudah.
“ Energi ini ! sangat di luar nalar bukan ! ” suara dari Beatrix dengan terkejut memecah keheningan yang di ciptakan oleh Shin.
Pilar Cahaya dapat terlihat dari jauh dari seluruh kota di wilayah para ras elf tersebut.
Raja dan ratu dari Ras Elf harus menelan ludah mereka ketika melihat energi yang benar-benar besar tersebut.
“ Tolong hentikan ini Pahlawan Shin ” sebuah suara yang mengejutkan Shin segera terdengar yang seketika membuat pilar cahaya tersebut berhenti naik.
“ Siapa ? ” tanya Shin dengan alis mengkerut.
“ Tolong hentikan ini Pahlawan Shin ! ” ucap lagi dari seorang wanita yang memiliki penampilan sangat mewah dan agung.
Wanita itu memakai pakaian serba putih dengan beberapa garis berwarna emas , bersamaan dengan itu sebuah tongkat seperti sebuah senjata tombak dengan pisau berbentuk seperti sebuah pisau senjata kapak.
Wanita ini ! Apakah ia dapat melihat wujudku sebenarnya !
Mata Shin menatap ke arah wanita serba putih itu dengan mata menyala ganas , bahkan aura membunuhnya meledak - ledak seperti sebuah bom yang berdetak dengan sangat cepat menunggu ledakan.
Karena aura membunuh Shin yang benar - benar mengerikan sehingga fenomena alam sekalipun terjadi.
Awan yang berada di atas langit tiba - tiba menjadi mendung dengan berputar - putar di atas Shin.
Semua orang yang ada di sana harus menelan ludah ketika melihat kejadian itu.
“ Apakah ini aura membunuh , sungguh sangat dahsyat jika memiliki sebanyak ini ternyata ” ucap Beatrix dengan memegang Fania agar ia dapat membawa Fania ketika terjadi beberapa hal buruk.
“ Katakan siapa dirimu sehingga betapa beraninya menghentikan diriku ! ” ucap Shin dengan mata yang masih menyala dengan sangat ganas.
“ Aku adalah sang Saint , seorang utusan Dewa ” ucap wanita itu dengan nada yang sangat lembut.
Saint yah... , seperti memang ada seorang dewa di dunia ini
Shin menurunkan pilar cahaya yang ia buat dengan sedikit kekuatan alam tetapi bukan berarti ia mengurungkan diri untuk menyerang ke arah wilayah Ras Elf tersebut.
Shin menatap ke arah Saint dengan tatapan tajam , aura membunuh yang sebelumnya menyebarkan kini hanya berpusat ke arah Saint itu.
Wanita Saint tersebut hanya dapat gemetar dengan keringat dingin.
Shin masih menatap dengan sangat tajam ke arah wanita Saint itu tanpa adanya gerakkan apapun.
“ Kenapa kamu ketakutan wahai sang Saint Dewa ! Apakah memang benar seorang dewa itu benar - benar ada ” ucap Shin dengan mata menyala.
Wanita Saint itu yang mendengar perkataan dari Shin segera tenang karena ia teringat akan petunjuk dewa Elf bahwa di dunia ini akan ada seseorang yang sangat di takuti oleh seluruh dunia.
Ia bisa di sebut sebagai raja dari para raja Iblis dan dewa dari dewa para dewa.
Tetapi dewa Elf tidak menunjukkan siapa yang akan menjadi seseorang tersebut , ia hanya mengatakan bahwa ia harus menjaga jarak dari semua pahlawan yang ada di dunia ini.
Entah itu pahlawan masa lalu ataupun pahlawan saat ini.
“ Jangan memandang seorang Dewa sama dengan makhluk fana seperti dirimu , aku yakin para dewa memiliki maksud tersendiri ketika menurunkan semua bencana ini ” ucap Saint itu dengan tegas.
Shin yang mendengar itu segera tertawa dengan sangat keras seolah mendengar sesuatu yang lucu.
“ Dewa yah... Hahah... Memang benar ucapanmu tetapi apakah ia akan menolong mu ketika kamu benar - benar dalam bahaya ” ucap Shin dengan nada sombong.
Kedua pelayannya sangat bingung dengan nada Shin yang biasanya sangat lembut kini menunjukkan nada yang penuh dengan kesombongan dan kekuatan yang tanpa batas.
Kemarahan dari Saint itu segera bangkit , ia melepaskan energi sihir yang benar - benar besar di area 200 meter.
“ Domain of Nature : Early Life ”
Dalam jarak 200 meter semua yang ada di sana langsung berubah menjadi area penuh dengan pepohonan dan rerumputan yang hijau terang.
Shin tersenyum kemudian ia menciptakan benang angin yang seketika memindahkan Fania dan Beatrix ke area yang jauh dari sana
“ Beraninya kamu meremehkan dewa ku ! Dasar makhluk tidak tahu langit ! ” suara kemarahan dari Saint itu segera menciptakan fenomena alam.
Saint ini ! Haha... Kurasa memang ia memiliki keberanian tetapi terlalu lembut
Kurasa aku akan membuatnya menjadi meriah hehe... Pasti akan menjadi lebih menarik.
“ Begitukah , kalau begitu tolong tunjukan apa itu kekuatan dari seorang Saint Dewa ! ” ucap Shin dengan nada menantang.
Setelah perkataan dari Shin yang terlihat tenang terdapat tekanan yang amat berat menyelimuti seluruh tubuh bagai sebuah gelombang kejut yang terus - menerus meledak di radius 10 meter.
Sang Saint tersebut kemudian memegang tongkat Saintnya dengan sangat kuat , ia lalu bergerak sangat cepat ke arah Shin dengan sangat ganas.
“ Holy Magic : Purity Energy Explosion ”
Dari tangan tongkat Saint tersebut melepaskan cahaya yang amat terang , Saint tersebut langsung membenturkan tongkatnya ke arah tanah dengan sangat keras.
Duar...
Ledakan amat dahsyat tercipta karena benturan dari tongkat sang Saint.
Semua orang yang ada di sana harus terlempar karena ledakan yang di ciptakan oleh sang Saint , tetapi tidak untuk Shin.
Sedangkan Fania dan Beatrix yang telah di buat menjauh oleh Shin tidak memiliki luka apapun jadi mereka hanya terangah dengan pertarungan yang terjadi secara tiba - tiba ini.
“ Apa yang terjadi dengan tuan , kenapa ia begitu sombong kepada seorang Saint di wilayah ras Elf , bukankah itu sama dengan mencari kematian ” batin bingung dari Beatrix dengan mata yang terus melihat ke arah Shin.
Shin yang tidak terlempar hanya tersenyum ke arah Saint , ia kemudian berjalan ke arah Sang Saint dengan sangat santai.
“ Kenapa marah , jika itu benar maka kemarahan tidak perlu kamu tunjukkan bukan ” ucap Shin dengan nada penuh ejekan.
“ Sialan !! ” suara kemarahan dari Sang Saint lebih kuat dan ia menatap ke arah Shin dengan lebih ganas.
“ Holy Magic : Armor of Blessing ”
Setelah itu aura dan cahaya kuning membentuk armor yang di pakai Sang Saint.
Saint bergerak seperti cahaya ke arah Shin dengan kecepatan super cepat.
Shin sangat santai ketika melihat Saint bergerak ke arahnya dengan kecepatan yang super cepat.
Shin kemudian mengayunkan pedangnya dan kemudian secara tiba - tiba berbenturan dengan tongkat dari Saint dewa tersebut.
Duar...
Seperti gelombang kejut yang di penuhi oleh energi , semua orang yang ada di sana harus terhempas oleh benturan tersebut yang bagai ledakan bom.
Kedua senjata tidak bergeming masih berbenturan dengan melepaskan percikan percikan api.
Bukan hanya senjata yang berbenturan dengan sangat sengit.
Aura keduanya berbenturan seperti sebuah gelombang lautan yang saling berbenturan satu sama lainnya.
Semua orang yang ada di sana harus menelan ludah karena keganasan keduanya sudah seperti Monster - monster yang ada di perang ratusan tahun yang lalu.
Saint itu kemudian menghentakkan kakinya ke tanah dengan sangat keras.
Sebuah gelombang cahaya berwarna kuning tercipta dengan beberapa senjata juga terbentuk yang semuanya terbuat dari cahaya berwarna kuning.
Saint menarik tongkatnya lalu memutar ke arah yang lain setelah itu ia mengayunkan kembali ke arah Shin dengan sangat cepat.
Gerakan dari Saint membuat senjata yang ia ciptakan dengan cahaya kuning juga bergerak ke arah Shin.
Shin masih menggunakan pedangnya untuk menangkis serangan yang di lakukan oleh Saint sedangan senjata - senjata yang juga bergerak ke arahnya , Shin hanya menciptakan puluhan benang angin yang ada di sekitarnya sehingga tercipta sebuah perlindungan tipis yang tidak terlihat.
Tangan kiri Shin serta jari - jari yang ada di tangan kirinya terus bergerak dengan sangat aneh.
Tiba - tiba mata dari Sang Saint segera melotot dengan terkejut karena puluhan batu dengan ukuran 3 meter bergerak ke arahnya di belakangnya dengan arah bermacam - macam.
Walau Sang Saint tidak memiliki kemampuan melihat masa depan seperti yang di lakukan oleh dewanya tetapi kemampuan melihat masa depannya hampir sama dengan kemampuan milik Estiana , Saint dapat melihat masa depan hingga beberapa detik di masa lalu.
Saint itu kemudian menciptakan sebuah pelindung berbentuk sebuah pohon di belakangnya yang murni terbentuk karena energi cahaya berwarna kuning.
Duar... Blar...
Benturan antara bongkahan - bongkahan batu menciptakan banyak debu sehingga membuat pandangan Sang Saint cukup terganggu.
“ Sialan ! orang ini benar-benar penuh dengan strategi !! ” batin kesal dari Saint itu menatap ke arah Shin dengan mata membara.
( Maaf jika kurang menarik , ini hanya untuk bersenang-senang )
( Enjoy and always be happy )