
[ 33 ] < Seeing In The Shadows >
“ Haha... Akhirnya kembali ! ” dengan tawa senang Ling menatap di depannya dengan kerinduan.
“ Basic Magic Release : Support Type : Modification ”
( Pelepasan Sihir Dasar : Tipe Pendukung : Modifikasi )
Shin merubah tampilan nya karena ia akan menyusup ke istana.
Ku harap tidak ada yang menyadari kehadiran ku.
Walau aku sangat yakin tidak ada yang menyadari nya , tidak ada salahnya untuk berhati - hati.
Tampilan ku telah ku ubah , dengan rambut berwarna kuning emas , pupil mata berwarna merah karena Saringan dan pakaian serba hitam hanya memperlihatkan mata.
“ Kau terlihat mencurigakan sayang ” Ling terkekeh melihat tampilan penyamaran ku.
Aku hanya tersenyum mendengar hal itu , tetapi senyum ku tidak bertahanlah setelah mendengar perkataan selanjutnya.
“ Yah selagi kamu sekarang di sini , ayo kita kencan sebentar , lalu lakukan apapun sesuai rencana mu benar bukan saudari Sylp ” ucap Ling dengan tersenyum.
Keringat dingin mengalir di punggungku , berharap bahwa Sylp tidak menerima pendapat dari Ling , karena ini akan menambah pekerjaan ku.
Tetapi seperti biasa harapan tidak sesuai dengan ekspektasi , Sylp benar - benar setuju.
“ Tentu saja benar Saudari , kalau begitu ayo pergi sayang ” suara Sylp yang kemudian keluar dari tanda segel.
Sudah ku duga kenapa aku selalu merasa tertekan terhadap wanita , hah... Tidak di dunia sana maupun dunia ini.
Wanita memang membawa tekanan di mana pun.
Shin hanya dapat mengeluh lelah.
“ Aku disini bukan untuk bermain main jadi ayolah lain kali saja ” ucapku agar mereka membatalkan niat mereka.
“ Hah... Apa yang kamu katakan ! Ayolah sayang jika tidak aku akan membuat menderita dengan mengikuti mu ” ancam dari Sylp dengan cemberut.
Haih aku bisa saja melemparkan mereka ke panggoda penyimpanan yang ku buat untuk menyegel Hydra , tetapi selalu saja aku tidak bisa karena mereka adalah wanita
Hah... aku selalu lunak terhadap wanita , jika kurasakan dengan baik ini benar - benar menjengkelkan tetapi
Inilah kelemahan ku , apakah aku sekarang dapat di sebut naif
Aku mengingat bagaimana penderitaan ibuku itulah penyebab dari kelemahan fatalku , hah... Aku harus membuat rencana agar para wanita ini tidak selalu ikut campur .
Dengan menghela nafas aku hanya mengangguk setuju.
“ Baiklah hanya hari ini ” ucap ku dengan tersenyum.
“ Yey ” dengan suara senang Ling langsung menarik ku dari gang sempit dan gelap itu.
Kami memang muncul di gang sempit agar tidak ada yang menyadari kehadiran ku
“ Ok tunggu tunggu aku akan melakukan sesuatu ” ucap ku menghentikan gerakan dari Ling.
“ Basic Magic Discharge : Support Type : Clone ”
( Pelepasan Sihir Dasar : Tipe Pendukung : Klon )
Setelah menciptakan 20 klon , aku memerintahkan mereka untuk menyebarkan ke beberapa kediaman bangsawan di ibukota dan 10 klon ke istana.
Kami kemudian berjalan jalan di ibukota dengan senang seolah kami tidak tahu apa yang akan terjadi di istana Kerajaan.
Sedangkan di istana tepatnya di lapangan pelatihan para pahlawan
Seorang wanita berambut merah menyala sedang melakukan sihir yang hampir sama dengan Shin tetapi wanita ini harus menggunakan kertas mantra yang telah ia lukis berbeda dengan Shin yang dapat langsung menggunakan dengan beberapa mantra singkat , ini dapat menunjukan perbedaan bakat di antara mereka.
“ Basic Magic Discharge : Attack Type : Prism of Destruction ”
( Pelepasan Sihir Dasar : Tipe Serangan : Prisma Penghancuran )
Wanita yang bernama Rose yang merupakan salah satu Pahlawan panggilan setelah Shin , membuat 3 kertas mantra yang terbang membentuk titik segitiga , dari kertas mantra itu mengeluarkan cahaya dan membentuk prisma segitiga yang memanjang ke depan dengan ujung yang tajam , kehancuran terlihat ketika tanah menyentuh ujung tajam dari prisma cahaya
Kawah dengan 5 meter terbentuk oleh sentuhan serangan dari Rose , tetapi ia tidak merasakan rasa puas ia kembali melesatkan sihir yang sama hingga kertas mantra yang ada di cincin penyimpanannya habis tidak tersisa.
“ Lagi... Lagi... Lagi... dan lagi ! ” Rose melakukan sihir berkali - kali.
Sedangkan di sisi lain lapangan adalah sosok wanita yang memegang pedang , dia adalah Pahlawan dengan Job asli Pahlawan , yaitu Pahlawan Yuzume.
Karena Jobnya yang memiliki tingkatan yang sangat tinggi cara berlatihnya berbeda.
Yuzume melakukan pelatihan dengan memahami niat pedang , terlihat jika secara perlahan tetapi pasti beberapa goresan luka sayatan terlihat di beberapa bagian pada tubuhnya.
Padahal tidak ada yang melukai , inilah pelatihan sebenarnya untuk memahami niat pedang , seseorang harus memahami apa pedang bagi dirinya dan apa yang akan kamu lakukan ketika memegang pedang.
Pelatihan ini juga harus membuat puas kemauan tersembunyi dari sebuah pedang , jadi Yuzume harus mencari kemauan dari pedang yang ia pegang.
Jika seseorang itu tidak membuat puas kemauan pedang yang tersembunyi , maka seperti yang terjadi pada pahlawan Yuzume , tubuh nya secara perlahan mendapat goresan sayatan pedang yang di sebabkan dari kemauan pedang atau katakan saja itu adalah keinginan dari jiwa yang mendiami sebuah pedang .
Di sisi lain terdapat pahlawan Sun Go Kong yang melakukan olahraga fisik seperti Push Up , Sit Up dan lain - lain dengan keringat yang telah menetes dengan deras , membasahi tubuhnya.
Berbeda dengan pahlawan Leo yang merupakan pahlawan yang pernah mengatakan kesombongan di depan Shin , ia melakukan hal menjijikan seperti melakukan pemerkosaan terhadap para pelayan yang ada di sudut istana , ada banyak yang tahu tetapi orang istana hanya diam entah kenapa.
Tetapi tanpa sepengetahuan dari seluruh orang yang berada di istana terdapat mata merah yang mengawasi mereka di balik kegelapan.
Sosok tersebut tidak lain adalah Klon Shin , tetapi walau itu Klon ia tetap memiliki pemikiran dan tekat dari tubuh Shin.
Benar - benar menjijikkan , apa aku bunuh saja dengan racun yang ku dapatkan dari darah Hydra !
Dengan mata yang membara dengan jijik tangan ku bergetar ingin membunuh Pahlawan menjijikkan yang berada di tempat pengawasan ku
Kurasa aku akan menambahkan rencana untuk membunuh sampah ini ! Dengan kejam !
Setelah menenangkan pikiran ku , aku langsung pergi dari sana karena jijik melihat kegiatan sampah ini , yang tidak berguna.
Klon yang lain di sudut melihat lapangan pelatihan para pahlawan lain.
Setelah melihat sihir dari Rose , Shin hanya dapat menyimpulkan bahwa dia adalah salah satu penyihir yang ada di dunianya.
Setelah melihat itu klon - klon itu berkeliling istana untuk melihat rencana - rencana yang di sembunyikan oleh para petinggi sekaligus mencari mata - mata iblis di istana.
Di salah satu kamar
Bruak..
“ Kau putri sialan , seharusnya kamu menyerah saja kepada para bangsawan Elf , dengan ini kamu tidak akan menderita karena siksaanku dan karena mu juga membuat ku menyatakan perang terhadap Elven Kingdom yang terkenal kuat ” tangan Raja Gerald memukul putri nya yaitu Putri Yue hingga meninggalkan jejak darah di tangannya.
[ To Be Continue ]