
[ 69 ]
Snow hanya menatap Arthur dengan cukup candaan.
“ Kau benar - benar terlalu berlebihan Arthur , padahal kamu adalah seseorang yang di sebut paling kuat di kerajaan tetapi masih berusaha untuk meningkatkan diri , bukan kah kamu akan membuat orang-orang akan semakin tidak menyukai mu karena kamu terlalu kuat ” batin lelah dari Snow.
“ Apa !! Kenapa kau menatapku seperti itu , aku tidak memiliki uang untuk membayar mu untuk meminta tolong kepadamu untuk membawa ku kembali , jadi pergilah” ucap Arthur blak - blakan tanpa menahan diri.
“ Bukankah istrimu adalah seorang pedagang kaya , aku bisa memintanya haha....” ucap Snow dengan nada bercanda.
“ Kau!! Kau ! Sialan ” ucap marah dari Arthur.
“ Ji..ka... Macam.... ” Arthur belum sempat menyelesaikan perkataan nya ia telah jatuh pingsan karena seluruh energinya habis tidak tersisa.
Di suatu tempat di sisi hutan
“ Hah... Hah... Itu tadi benar - benar gawat ” ucap seorang wanita yang tidak lain adalah Aurora yang berteleportasi dalam jarak 1 Kilometer bersama Mika.
“ Saint… Ternyata saya masih lemah padahal hanya melawan seorang manusia ” ucap Mika dengan murung.
Aurora yang mendengar itu hanya dapat tersenyum manis.
“ Hahah... Mika ini adalah sebuah pengalaman tidak perlu untuk bersedih ” ucap Aurora.
“ Manusia itu memang seorang monster dengan jiwa sekuat baja ” ucap Aurora dengan nostalgia.
“ Apa maksud anda Saint ” ucap Mika penasaran.
“ Kau tidak tahu bahwa manusia tadi telah mencapai ambang batas tubuh dan energinya untuk mengeluarkan seluruh kekuatan itu , tetapi ia masih melanjutkan seperti ia tidak peduli bahwa tubuh nya akan hancur ketika ia telah menyelesaikan teknik yang ia keluarkan ” ucap Aurora.
Mika hanya dapat tertegun mendengar itu.
“ Asal kamu tahu ras manusia adalah salah satu ras paling lemah di dunia 600 tahun yang lalu , bahkan lebih lemah dan lebih rendah dari Ras Goblin ” ucap Aurora.
“ Apakah itu mungkin ! ” ucap Mika ragu.
Aurora yang melihat keraguan di wajah Mika ia hanya dapat tersenyum , karena siapapun akan ragu jika ia tidak benar - benar melihatnya sendiri.
“ Tidak percaya bukan ! ras manusia bukanlah makhluk yang di berkahi dengan fisik yang kuat , energi sihir yang kuat ataupun keabadian yang terus menerus ” ucap Aurora.
“ Tetapi Manusia di berkahi dengan kekuatan hati yang tidak ada batasnya ” ucap Aurora sambil menunjuk ke jantungnya.
“ Kekuatan hati !? ” Mika semakin bingung dengan penjelasan yang di berikan oleh Aurora.
“ Benar kekuatan hati , kekuatan hati yang ku maksud adalah kekuatan untuk mencapai paling kuat di antara makhluk lain hanya dengan tekat ” ucap Aurora.
“ Begitu konyol bukan , apakah ada yang berpikir untuk menjadi kuat tanpa mengandalkan bakat , kekayaan dan berkah ras ” ucap Aurora bertanya ke arah Mika.
Mika menggelengkan kepala karena ia juga setuju dengan pernyataan Aurora.
“ Tetapi ras Manusia berbeda mereka tidak akan mengandalkan itu , yah walau ada beberapa yang mengandalkan hal yang ku katakan tadi ,
Tetapi jika kau benar-benar bertemu manusia yang memiliki mental baja seperti manusia sebelum nya maka kamu akan sangat kesusahan bahkan aku sendiri pun tidak yakin ” ucap Aurora dengan sangat jelas.
“ Apakah sesulit itu jika memang melawan manusia ” ucap Mika bertanya - tanya.
“ Sebenarnya tidak sulit tetapi manusia adalah makhluk yang paling pantang menyerah jadi mereka akan terus bangkit walau itu telah mencapai batas mereka ” ucap Aurora.
“ Jadikan saja ini sebagai pengalaman , karena manusia memiliki jiwa yang kuat jadi lain kali kau harus sangat berhati-hati ketika melawan manusia ” ucap Aurora memberi peringatan.
“ Tentu saja , aku pasti akan menjadi lebih kuat dari sekarang dan dengan bangga sebagai pe… layan anda… ” Mika setelah mengucapkan hal yang ingin ia ucapkan , ia pingsan karena tubuh nya telah kehabisan energi dengan penuh.
Aurora hanya tersenyum melihat keadaan dari Mika yang telah jatuh pingsan.
“ Dasar ! Gadis yang manis ” ucap Aurora dengan senyum yang menawan.
Kemudian Aurora melihat ke atas langit dengan tatapan nostalgia.
“ Aku tidak akan meremehkan ras kalian lagi , sudah banyak dari anggota ras ku yang terbunuh karena meremehkan kalian ”
“ Tetapi jika kalian ras manusia yang lebih dulu mengusik ras ku maka , pasti aku yang kuat ini akan turun tangan ” ucap Aurora dengan mata yang menyala dengan 6 sayap di punggungnya yang bersinar bagai cahaya matahari.
Di aula Kerajaan Matahari
Ke empat pahlawan di kumpulkan menjadi satu di tengah aula , tanpa memberi tahu apa yang akan di lakukan oleh mereka.
“ Apa yang ingin anda lakukan yang mulia ! ” ucap Yuzume dengan nada lembut.
Raja hanya tersenyum tetapi berbeda dengan bangsawan lainnya , mereka memiliki senyuman yang membuat ke empat pahlawan menjadi jijik.
“ Ada apa ini , kenapa firasat ku tidak enak ” batin Rose dengan aneh.
“ Kalian hanya perlu diam saja , kami akan memberikan kekuatan lebih untuk kalian semua dari dewa agar kalian segera dapat kembali ke dunia kalian dan kembali ke kehidupan normal kalian ” ucap Raja dengan nada tenang.
“ !? ” semua pahlawan di sana mengerutkan alis curiga.
Lalu seorang pria tua dengan jubah serba hitam muncul di dekat para pahlawan sambil mengetukkan tongkat sihirnya di lantai.
(( O Dark One, grant them a curse to bind them in complete obedience, the Bonds of Death ))
Kemudian lantai berubah menjadi berwarna hitam tetapi itu hanya berada di tempat para pahlawan berada.
Salamander segera sadar dan berusaha berteriak ke arah Rose agar segera pergi dari sana.
“ ROSE , CEPAT PERGI!! ” teriak khawatir dari Salamander dengan kekuatan roh yang bergetar.
Rose berkeringat dingin , ia berusaha untuk melangkahkan kakinya tetapi ia tidak dapat bergerak sedikitpun seolah ia di tekan oleh sebuah gravitasi yang amat berat.
“ Aku… Aku tidak dapat bergerak ” ucap Rose dengan panik.
“ Sial ! ! Benar - benar gawat ” ucap Salamander dengan kesal.
“ Dark Bond !! ” pria tua berjubah hitam tersebut mangarahkan tangannya ke arah Rose.
Yang seketika membuat semua pahlawan menjadi tidak sadarkan diri dengan tato kerbau di punggung tangan kanan masing - masing.
“ Aku benar - benar terlambat !! ” ucap Salamander yang kemudian muncul keluar dengan penampilan seperti seekor Komodo dengan ukuran panjang 300 - 400 meter.
“ Spirit Style Magic : Nine-colored Fire Seal ”
Salamander menciptakan sebuah api yang memiliki warna berbeda - beda dengan bentuk tulisan rumit.
Tubuh Rose kemudian membengkak dan di lahap oleh Salamander untuk di simpan di perut nya.
Setelah melahap Rose , Salamander melihat ke arah Pria tua berjubah hitam dengan sangat ganas.
Kemunculan dari Salamander sebelumnya sangat mengejutkan semua bangsawan yang ada disana.
Tidak sedikit yang ketakutan akan wujud yang di tampilkan oleh Salamander , tetapi itu tetap saja ada yang tidak ketakutan akan wujud Salamander.
“ Makhluk apa itu !? Apakah makhluk ini termasuk dalam Heaven Beast ” ucap Raja Gerald tanpa rasa terkejut.
Pria tua berjubah hitam itu hanya menatap ke arah Salamander dengan intens.
“ Kau benar-benar menjengkelkan iblis , apakah kau ingin mengundang kemarahan ku ” ucap Salamander dengan amarah yang meluap-luap.
Pria tua itu terkejut dengan ucapan yang di ucapkan oleh Salamander yang mengetahui identitas aslinya.
Raja Gerald kemudian mengeluarkan pedang nya yang bercahaya berwarna merah dan mengeluarkan panas yang luar biasa.
“ Hot Style : Burning Swing ”
Raja Gerald berlari ke arah Salamander dengan sangat cepat sambil mengayunkan pedangnya yang di selimuti oleh api yang membara dengan warna merah kekuningan.
Salamander hanya diam menatap ke arah Gerald dengan sangat lucu.
Dang...
Pedang dari Gerald seperti menebas besi yang sangat kuat , Pedang tersebut hanya berhenti di sisik Salamander.
Salamander tersenyum tetapi ia kemudian memukul mundur Gerald dengan ekornya yang sangat besar.
Buk....
“ Ghuak.... ” Gerald terlempar dengan luka di perutnya.
tidak hanya itu Gerald harus memuntahkah darah di mulutnya.
“ Dark Style Magic : Chain Piercing Hell ”
Pria tua berjubah yang merupakan Iblis di sana segera menyerang ke arah Salamander karena ia tahu bahwa jika hanya Gerald yang menyerangnya itu tidak mungkin segera menghabisi Salamander.
Penyebabnya adalah karena sihir yang di gunakan iblis itu adalah salah satu sihir iblis yang sangat terlarang di gunakan selain sihir budak.
Sihir yang di gunakan oleh iblis tersebut adalah sebuah sihir kutukan yang membuat siapapun yang terkena itu akan memiliki kesetian mutlak walau jiwanya di hancurkan selama segel kutukan tidak di rusak.
Sebuah rantai yang memiliki ujung yang tajam muncul di bawah Salamander dan berusaha untuk menusuk dari seluruh arah di tubuh Salamander.
Salamander tahu apabila ia tertusuk bukanlah sesuatu yang baik karena terdapat aura yang sangat gelap
Semua sihir hitam harus di khawatirkan karena umumnya memiliki tujuan yang tidak baik walau tidak semua.
Salamander kemudian menyemburkan nafas apinya dengan mulut yang terbuka lebar.
Sebuah api biru yang sangat panas segera menutupi seluruh area yang ada di sana karena Salamander menciptakan semburan yang sangat besar dan kuat.
Bahkan rantai yang ingin menusuk Salamander harus hancur terkena serangan dari Salamander.
Iblis berjubah tersebut menciptakan dinding kegelapan untuk menahan serangan dari Salamander yang sangat luas.
Di saat mengetahui bahwa semua orang dalam keadaan panik karena apinya membuat sebagian aula tersebut menjadi kacau , Salamander segera pergi dari sana dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Tiga pahlawan yang ada di sana telah di lindungi dengan artefak yang di miliki oleh Raja Gerald sehingga mereka masih baik-baik saja.
Saat Salamander telah di luar aula ia melepaskan 3 bola api yang membuat jalan aula menjadi runtuh untuk menutup jalan keluar.
“ Spirit Style Magic : Sonic Fire Speed ”
Salamander segera bergerak dengan sangat cepat karena jika terlalu lama ia takut bahwa Rose akan selamanya di segel dengan segel yang ia buat.
Karena segel yang ia buat agar rohnya tetap terkunci dan tidak di segel oleh sihir kutukan yang membuatnya setia tetapi bayarannya adalah bahwa vitalitas Rose akan terus berkurang seiring berjalannya waktu.
“ Aku harus segera ke dia , karena aku tidak tahu lagi siapa yang dapat membantu ku untuk mendapatkan perlindungan sekaligus kekuatan lebih ” ucap Salamander bergumam.
“ Ia pasti memiliki jalan keluar akan masalah ku , walau ia adalah seorang Ratu Roh yang telah di usir dari dimensi Roh hanya karena kemarahannya. ” ucap Salamander mengingat dengan benar.
Salamander yang telah melewati 3 Kilometer tiba-tiba melihat seekor Ular dengan ukuran yang sangat gila.
“ Apa itu ? ular atau pelangi ? Kenapa begitu besar ! ” ucap bingung dari Salamander ketikan melihat seekor Ular raksasa dengan ukuran yang sangat besar , lebih besar dari sebuah gunung.
Salamander yang tidak tahu apakah itu ia tetap bergerak dengan kecepatan yang ia mampu ke depan.
Tetapi saat ia sampai dalam jarak sekitar 2 kilometer ia segera berkeringat dingin karena ia tahu jenis makhluk apa yang ia anggap adalah sebuah ular raksasa.
“ Sial ! Hari ini aku benar-benar sangat sial ” ucap kesal dari Salamander.
Walau Salamander ingin sangat marah ia masih tetap bergerak sangat cepat ke arah jalan yang ia tuju.
“ Ku harap ia tidak melihat ku , kekuatan ku saat ini masih belum mampu ” ucap Salamander dengan sangat berharap.
Ular besar yang di maksud oleh Salamander adalah seekor Rainbow Snake yang merupakan salah satu Heaven Beast yang membuat dunia menjadi kacau.
Rainbow Snake yang melihat kedatangan Salamander hanya menjulurkan lidahnya yang panjang , tatapan matanya menciptakan badai energi yang membuat Salamander menjadi tertekan.
Tetapi Salamander mengabaikan tekanan yang di ciptakan oleh Rainbow Snake , Salamander lebih mementingkan keadaan Rose yang mungkin energi rohnya semakin berkurang sedikit demi sedikit untuk menahan segel kutukan yang di berikan oleh iblis tua sebelumnya.
“ Hmm... Siapa makhluk kecil ini ” pikir dari Rainbow Snake.
Tetapi yang membuat terkejut Rainbow Snake adalah ia di abaikan begitu saja padahal ukuran tubuhnya benar-benar sangat besar yang bahkan seseorang dengan jarak 1 Km akan dapat melihat tubuh nya.
“ Aku ! Di abaikan ” gumam kesal dari Rainbow Snake.
Mendengar suara kesal dari Rainbow Snake , Salamander segera mempercepat dengan sekuat tenaga kecepatan yang ia mampu.
“ Makhluk kecil yang begitu sombong ” ucap Rainbow Snake dengan amarah yang meluap-luap.
“ Rainbow Art : Piercing Needle ”
Rainbow Snake menciptakan sebuah cahaya kecil yang kemudian melesat ke arah Salamander dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Salamander yang tidak melihat ke belakang hanya dapat menerima serangan yang di kirimkan oleh Rainbow Snake tanpa pertahanan apapun.
Crush...
Sayap dari Salamander berlubang dengan kecil tetapi jumlah yang ada bukanlah hal yang main-main buat Salamander.
Walau begitu Salamander masih bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi untuk segera sampai di tempat yang ia inginkan.
Rainbow Snake yang melihat Salamander hanya menerima tanpa menoleh maupun menyerang nya hanya dapat menghela dengan bosan.
“ Cih... Membosankan ! ” ucap Rainbow Snake dengan nada yang sarkasme.
butuh waktu 1 hari untuk Salamander sampai di tempat yang ia tuju.
Salamander langsung jatuh ke tanah dengan keadaan yang sangat memperihatinkan , darah segar hampir memenuhi seluruh tubuhnya.
Kesadaran dari Salamander sudah seperti perahu rusak yang ada di tengah samudra , seolah itu dapat tenggelam kapan saja.
Salamander berjalan dengan sangat perlahan-lahan dengan kondisi yang masih ia pertahankan dengan sekuat tenaga.
“ Sial ! ini benar-benar sakit ” ucap Salamander yang matanya naik turun.
“ Kuharap Segera sampai ” ucap dari Salamander sebelum ia berhenti bicara.
( Maaf jika kurang menarik , ini hanya untuk bersenang-senang )
( Enjoy and always be happy )
[ To Be Continue ]