The Journey To The Edge Of Power

The Journey To The Edge Of Power
93 [ 7 senjata kutukan ]



Wajah dari Beatrix sangat dingin yang menampilkan wajah yang membuat siapapun yang ada di sana harus ketakutan.


Tidak sedikit prajurit yang telah menjadi sebuah debu oleh teknik dari Beatrix.


Para prajurit yang berada di belakang pasukan yang menyerang sebelum kini sangat ketakutan untuk bergerak menyerang.


“ Siapa mereka ! Apakah mereka yang menjadi musuh kita ” ucap salah satu prajurit yang berada di sana dengan tubuh gemetar.


“ Mereka ! Aku tahu salah satunya tetapi yang wanita aku tidak mengenalnya ” ucap prajurit yang berada di samping prajurit yang berkata dengan ketakutan sebelumnya.


“ Pria itu adalah Shin , seseorang yang telah menjadi pemilik kota Water Seven dan salah satu pilar pahlawan yang telah di cap dengan kegagalan ” ucap prajurit itu dengan tenang karena dari informasi sebelumnya Shin adalah seseorang yang tidak dapat melakukan apapun tanpa kekayaannya yang menggunakan kertas mantra dan bawahan yang sangat kuat - kuat.


“ Hm... Kalau perhitungan tidak salah maka aku yakin dari semua pasukan entah itu iblis dan manusia mereka berada di jumlah 10.000 prajurit , hmm... cukup banyak ! ” ucap Shin dengan menutup mata.


Beatrix diam menunggu perintah selanjutnya dari tuannya.


Walau Beatrix bisa kapan saja menyerang tetapi ia masih menunggu perintah Shin , menurut nya sumpah pengabdiannya lebih penting dari pada amarahnya akan ras iblis dan manusia yang di penuhi ambisi yang menjijikkan.


“ Tunggu apa lagi kalian , sebelum mereka menyerang kembali segera lakukan serangan pamungkas kalian ” ucap salah satu Jendral yang menatap tajam ke arah seluruh bawahannya.


Semua prajurit yang ada di sana segera merapalkan mantra dan beberapa bergerak dengan sangat cepat.


“ Fire Style Magic : Dragon Overflow Ball ”


4 prajurit menyemburkan nafas api dari mulutnya yang di arahkan ke arah Beatrix.


Beatrix menatap kosong ke arah para prajurit yang menyerangnya , ia kemudian memutar kapak besarnya dan menghunuskan ke depannya sambil mengelus bagian tajam dari kapak tersebut.


“ Marahlah wahai senjata ku ! ” ucap Beatrix dengan lembut.


Senjata dari Beatrix seperti memiliki kesadaran tersendiri , kapak perang tersebut bergetar untuk beberapa saat dan setelah itu sebuah ledakan aura menghempaskan api panas yang bergerak ke arah Beatrix.


Semua prajurit yang menggunakan sihir tersebut hanya dapat terdiam tetapi kemudian 10 prajurit bergerak mengepung ke arah Beatrix dengan berbagai macam serangan jarak dekat.


“ Sungguh seseorang yang tidak mengenal yang namanya ketakutan ! ” ucap Beatrix dengan nada yang agak sombong.


Beatrix kembali mengaliri kapaknya dengan energi hitam yang pekat , energi tersebut kini hanya melapisi pisau tajam dari kapak perang Beatrix.


Beatrix mengangkat tinggi-tinggi dan kemudian ia mengayunkan ke bawah dengan kekuatan yang lebih besar dari yang pertama ia melakukannya.


Duar...


Bagai ledakan meteor jatuh , kawah dengan ukuran yang sangat besar tercipta dengan gelombang kejut yang melemparkan apapun dalam radius 100 meter , ketika War Axe Beatrix menyentuh tanah.


Semua prajurit yang ada di sana sangat ketakutan dengan kekuatan dari Beatrix ketika terdapat kawah 100 meter yang terbentuk akibat ayunannya.


Para pasukan itu juga bingung dengan situasi yang di hadapi oleh mereka.


Jika mundur maka raja iblis dan Dewa Iblis akan menjadikan mereka sebagai tumbal untuk meningkatan kekuatan , sedangkan jika di sini mereka akan berhadapan dengan Beatrix yang terlihat menyeramkan.


“ Ap... Apa-apaan dengan wanita itu , bukankah ia juga iblis tetapi kenyataannya sangat kuat ! ” ucap dari salah satu prajurit yang berusaha menyerang Beatrix dari jarak jauh.


Sudah lebih dari 100 orang ras iblis yang telah berusaha menyerang Beatrix tetapi pada akhirnya mereka hanya menjadi kobaran api atau gumpalan daging.


Manusia yang ikut berperang dan melihat Beatrix harus menelan ludah kasar.


Di tempat Shin , ia melepaskan berbagai serangan area luas untuk memusnahkan semua pasukan yang terus berdatangan ke arahnya dan menyerang dengan putus asa.


Shin sebenarnya sangat tidak menyukai peperangan apalagi berperang dengan prajurit yang putus asa , tetapi mengetahui manusia dan iblis ini ingin menghancurkan kotanya yang di sana terdapat keluarganya segera membuat hatinya membeku.


“ Basic Magic Discharge : Attack Type : Blade Rain ”


Banyak pedang yang bermunculan di atas langit yang terus menerus turun tanpa henti.


Shin masih terbang di atas langit dengan pandangan datar , membunuh tanpa henti walau ia melihat banyak prajurit yang masih berusaha melawan walau kematian menjemput mereka.


“ Apakah petinggi ras iblis kalian begitu konyol sehingga mengirimkan pasukan yang siap mati tanpa ada yang bertekad untuk menghabisi ku ! ” ucap Shin yang Menggelegar.


Semua pasukan mendengarnya tetapi mereka tetapi pada posisi mereka sambil mengangkat perisai untuk menahan serangan dari Shin yang terus berdatangan.


Padahal serangan yang terus datang dari Shin dapat menembus perisai yang di miliki oleh setiap prajurit seolah itu hanyalah batang kayu di depan sebuah pedang besi tajam.


Setiap detik , setiap menit dan setiap jam mayat terus berjatuhan menambah genangan darah dan menjadikan sebuah kolam darah yang cukup besar.


Walau begitu Shin masih menatap datar dan dengan elemen angin ia menghancurkan semua pasukan yang ia lihat.


Di antara para pasukan yang terus berjatuhan, terdapat seorang iblis yang menampilkan senyum lebar ketika melihat cara pembunuhan Shin.


Iblis itu adalah seorang utusan yang sangat di banggakan oleh dewa iblis.


“ Hmm... Cukup banyak , tetapi jika hanya ini maka tidak akan ada yang membuat ku serius ! ” ucap Shin dengan pandangan yang mengelilingi seluruh pasukan yang ada di bawahnya.


Shin dapat merasakan banyak orang kuat yang melihatnya dari berbagai arah , tetapi Shin masih terlihat santai seolah ia tidak mengetahui sama sekali.


“ Kalian sungguh bersemangat untuk menghancurkan seseorang lemah seperti ku ! Apakah itu menyenangkan !” ucap Shin dengan nada main - main.


Walau kata - kata yang di ucapkan oleh Shin terlihat hanya seperti bermain - main tetapi tidak untuk yang di rasakan oleh semua orang yang menjadi musuhnya di sana.


Gelombang aura yang sangat luar biasa kuat dan membuat gemetar siapapun menyebar yang berasal dari Shin.


“ Apa dia masih manusia ! ” ucap seorang komandan yang berasal dari ras manusia.


Ras manusia yang ikut dalam peperangan ini adalah pasukan Kerajaan yang pernah menjadi milik Shin.


Kerajaan tersebut adalah Kerajaan Bulan Perak.


“ Apa kau masih bertanya tentang itu , bagaimana bisa seorang manusia dapat terus mengeluarkan energi terus menerus seolah tidak ada habisnya ! ” ucap salah satu komandan iblis dengan penampilan 1 tanduk di kening kanan.


“ Bahkan alam seolah ikut gemetar ! ” ucap komandan manusia itu yang bernama Griffin.


Seperti yang di katakan Griffin , area dalam radius 1 Km telah memunculkan banyak keretakan di tanah , udara seolah kacau sehingga terasa sulit untuk di hirup.


Situasi saat ini benar - benar terasa sangat mengerikan.


“ Padahal dia bukanlah salah satu dewa , tetapi kekuatannya begitu mengerikan ! ” batin Himiko Toga dengan alis berkerut yang merupakan utusan dewa iblis.


“ Hehe ! Apakah kalian hanya akan saling berbicara tanpa menyerangku , huh lalu apa gunanya kalian membawa begitu banyak pasukan untuk mengepung kota ku yang indah ! ” ucap Shin dengan nada heran.


“ Ayolah menarilah Haha.... ” ucap Shin dengan tawa jahat.


“ Seperti yang kau ucapkan , sekarang waktumu untuk mati ! ” ucap sosok komandan iblis dengan satu tanduk di kening kanan yang memiliki nama Sharpness.


Sharpness tiba - tiba muncul di atas Shin dengan membawa bola sihir yang sangat besar dan memiliki warna hitam ungu.


Sharpness mengarahkan bola hitam ungu yang ada di tangan kanannya ke arah Shin.


Mulut Shin tersenyum ketika merasakan Sharpness berada di atasnya dengan sebuah bola energi.


Ketika tubuh dari sharpness hampir mencapai tubuh Shin , tiba - tiba tubuhnya berhenti di udara dengan bola hitam yang juga sepertinya akan meledak.


“ Bahaya ! ” Sharpness langsung melemparkan bola ungu hitam tersebut ke arah Shin.


Shin dengan santai membungkus bola ungu hitam yang di lemparkan oleh sharpness dengan dinding transparan.


Bersamaan dengan itu Shin menyelipkan beberapa kertas mantra ledakan di kaki Sharpness.


Duar...


Bola ungu hitam segera meledak dengan kuat di dalam dinding transparan yang membungkusnya.


Karena dinding transparan yang Shin ciptakan belum sepenuhnya dapat menahan ledakan sepenuhnya dari bola energi ungu hitam , sebuah gelombang kejut tercipta yang melemparkan Sharpness lebih jauh.


Bukan hanya itu ledakan lanjutan tiba - tiba muncul yang meledakkan bagian kakinya.


“ Argh... ! ” Sharpness terjatuh di tanah dengan berguling - guling karena kakinya telah hancur oleh ledakan dari kertas mantra yang di selipkan oleh Shin.


Sharpness sangat bingung , terkejut dan marah , ia tidak mengerti apa yang kini ia rasakan.


Saat Shin masih melihat ke arah Sharpness yang terus menjerit kesakitan , sosok siluet tiba - tiba muncul di samping Shin dengan menghunuskan sebuah pedang.


Shin memiringkan kepala , tetapi karena ia sedikit lebih lambat pipinya tergores dan mengeluarkan tetesan darah.


Penasaran dengan sedikit rasa nyeri di pipinya , Shin menyentuh pipinya yang tergores pedang tersebut.


Iblis yang muncul tiba-tiba tersebut adalah sosok yang merupakan iblis dengan masker di mulutnya.


Sebelum ia melihat keadaan Shin setelah ia melancarkan serangan sebuah perasaan buruk menimpanya.


Boom...


Belum sempat iblis tersebut merespon , ia telah di lemparkan oleh ledakan energi yang di ciptakan oleh Shin hanya dengan imajinasi singkat .


“ Haha... Menarik , ayo buat lebih meriah ! ” ucap Shin dengan ledakan energi terus menerus.


Para komandan yang dari tadi belum sempat untuk melakukan gerakan hanya dapat menelan ludah dengan kasar di tenggorokan mereka.


“ Sepertinya memang kita bukan melawan manusia maupun seorang iblis , kemungkinan orang ini akan menjadi sosok raja iblis selanjutnya atau seorang dewa yang naik ke dunia atas ! ” batin utusan dewa iblis dengan mata tajam ke arah Shin.


Dari energi sihir saja , Toga dapat melihat bahwa yang di miliki oleh Shin tidak berkurang sedikitpun , itu sudah cukup untuk menyimpulkan bahwa Shin bukan hanya sosok manusia yang kuat.


Tetapi hal tersebut tidak membuat diri Toga ketakutan , ia lebih merasa tertantang dan bersemangat.


Toga sendiri memiliki penampilan seorang iblis dengan 3 tanduk di keningnya.


Shin melihat ke sosok kuat yang mengepungnya walaupun salah satu dari mereka telah menjadi cacat karena kehilangan kaki.


Tetapi yang membuat bingung Shin adalah semua orang tersebut hanya menatapnya tanpa melakukan serangan.


Shin mundur beberapa meter dan duduk di udara.


Ia terlihat seperti sebuah entitas yang tidak dapat di ganggu.


“ Haha... Apakah menyenangkan ! ” ucap Toga dengan ejekan.


Shin tersenyum lalu ia melihat ke arah utusan itu dengan diam.


Bersamaan dengan suara yang berasal dari Toga yang merupakan utusan dewa iblis , aura Toga yang besar juga meledak seperti gelombang kejut


“ Akhirnya muncul juga ! ” ucap Shin dengan tersenyum.


Mendengar hal itu , mulut Toga tersenyum dengan perasaan kegembiraan yang besar seolah ia mendengar sesuatu yang membuatnya sangat kagum.


Toga melayang di udara dan menghampiri Shin yang masih duduk di atas lantai udara.


Keduanya saling bertatapan tanpa mengatakan satu kata pun .


Himiko Toga adalah seorang wanita di ras iblis yang di berikan berkah oleh dewa iblis untuk menjadi utusannya.


Dan tidak ada yang tahu kenapa ia menjadi utusan dari dewa iblis padahal menurut penduduk iblis sendiri seorang utusan harus memiliki kekuatan yang benar - benar kuat.


Sedangkan Himiko Toga awalnya hanyalah sosok iblis pada umumnya yang tidak memiliki kekuatan apapun.


Walau sekarang ia di sebut dengan utusan dewa , kekuatannya masih di tingkat seorang jendral yang memiliki energi sangat besar.


Toga merentangkan tangan kanannya , dengan mulut bergerak-gerak mengucapkan sebuah mantra.


“ Penuhilah Panggilan ku , wahai teman abadi ku ! ” ucap Toga dengan suara rendah.


Dari telapak tangan Toga terlihat energi sihir berwarna merah darah berputar dengan kecepatan ekstrim.


Dari putaran energi sihir tersebut tiba - tiba muncul sebuah senjata tombak dengan gagang berwarna hitam dan bilah berwarna merah bagai sebuah kristal.


Komandan manusia yang ada di sana terkejut dengan senjata yang di pegang oleh Toga.


“ Tunggu ! Senjata itu !? Bukankah senjata itu adalah senjata yang di penuhi kutukan akan rasa haus darah ! ” ucap terkejut dari Arlot yang merupakan komandan dari ras manusia.


“ Hmm.... Banggalah kau telah menjadi budak kami , dan... ”


“ Bukankah itu hanya senjata yang di miliki sang utusan ! Kenapa kamu begitu terkejut ? ” ucap dari seorang iblis yang berada di samping Arlot.


Arlot lebih terkejut dengan apa yang di katakan dari salah satu komandan iblis yang berada di sampingnya.


“ Apa yang sebenarnya terjadi , bagaimana mungkin semua orang ini tidak ada yang tahu semengerikan apa kutukan dari senjata terkutuk ini ! ” batin Arlot dengan kebingungan.


Toga tersenyum mendengar pembicaraan dari beberapa bawahannya.


“ Sepertinya senjata mu bukanlah sebuah senjata biasa” ucap santai dari Shin sambil melihat ke arah Toga.


“ Pengamatan yang bagus , tetapi aku tidak akan mengatakan apapun tentang informasi senjata ku ” ucap Toga dengan senyuman tipis.


Tetapi kemudian Shin mendengar Arlot berbicara kembali.


“ Tidak ku sangka salah satu senjata dari 7 senjata yang pernah membuat heboh dua dunia telah ada di tangan seorang iblis ! ” ucap dari Arlot dengan sangat pelan.


Semua orang yang ada di sana tidak ada yang dapat mendengarnya bahkan iblis yang berada di sampingnya.


Tetapi untuk Shin , ia telah mengembangkan teknik domain yang di dasari oleh elemen angin.


Segala hal yang berada di dalam jangkauan Shin ia dapat mendengar ataupun merasakan keberadaannya walau itu sekecil semut.


7 senjata terkutuk ! Dan yang pernah menggemparkan dua dunia !


Sepertinya senjata itu bukanlah sesuatu yang remeh !


Shin seketika menatap tajam ke arah senjata yang di pegang oleh Toga.


Toga bingung dengan sikap Shin yang tiba - tiba memperhatikan senjatanya padahal ia sangat yakin bahwa Shin tidak mengetahui kekuatan dari senjatanya.


“ Ada apa manusia atau ku panggil saja dengan Pahlawan ! ” ucap Toga menatap ke arah Shin.


“ Apakah kau takut dengan senjata ku , Spear Of Death ! ” ucap Himiko Toga dengan nada mengejek.


Shin masih diam dengan ejekan yang di ucapkan Toga.


Tetapi ketika Shin masih masih diam dan mengamati gerakan dari Toga , pedangnya yang berada di pinggang Shin tiba - tiba bergetar.


Shin mengelus pedangnya dengan lembut tetapi matanya masih menatap ke arah Toga.


“ Aku tahu apa yang kau khawatirkan , tetapi apakah ini akan membuat ku takut tentunya tidak bukan ” ucap Shin dengan tersenyum.


Shin menciptakan senyuman lebar , karena ia telah mengalami ketika ia bertarung dengan jendral Ghost saat ia masih baru di sini.


Panik , amarah dan nafsu bukanlah kekuatan yang ia miliki saat ini tetapi ketenangan yang mutlak.


Dari ketenangan tersebut ia dapat membuat banyak strategi dan pengontrolan akan kekuatan yang ia miliki.


“ Akan sangat menjengkelkan untuk melawan seorang wanita ” ucap Shin dengan mengeluh ketika ia mengetahui situasinya.


Keduanya kemudian saling memandang dengan aura yang berkobar - kobar.


Tetapi setelah beberapa kedipan mata keduanya menghilang menjadi afterimage.


Trang.... Trang


Keduanya kembali muncul dengan saling membenturkan pedang masing - masing.


Setelah benturan tersebut keduanya kembali menghilang , dan muncul di tempat lain dan sekali lagi melakukan benturan yang menciptakan gelombang kejut.


Kemunculan untuk ke tiga kalinya , mereka berbenturan kembali yang di lanjutkan dengan adu tebasan untuk beberapa teknik serangan.


Setelah itu mereka kembali menjadi afterimage yang menghilang dan muncul kembali dengan benturan yang meninggalkan gelombang kejut.


Keduanya terus menghilang dan berbenturan berkali - kali sehingga udara di atas langit seolah menjadi kacau.


Ke empat komandan hanya dapat menatap dengan tidak percaya.


Kecepatan yang di lakukan oleh Shin dan Toga bukanlah sebuah kecepatan yang lambat.


Kecepatan seperti itu hanyalah seorang jendral iblis yang dapat melihat dan melakukannya.


“ apa - apaan manusia itu , sekali lagi aku tidak dapat percaya bahwa ia adalah manusia ! ” ucap iblis dengan satu tanduk yang kakinya telah menjadi cacat karena di hancurkan oleh Shin.


Bersamaan dengan pertarungan Shin di tempat lain yang masih berada di medan perang.


Beatrix terus menerus mengayunkan kapak perangnya seperti sebuah mesin yang tidak pernah habis energinya.


Ratusan mayat dari iblis dan manusia berada di sekitar Beatrix.


Tetapi seolah tidak terpengaruh apapun , Beatrix mengayunkan kapak perangnya dengan ganas.


“ Kenapa rasanya tidak ada habisnya ! ” ucap Beatrix dengan energi yang terus menerus ia alirkan ke dalam kapak perangnya.


“ Style of Destruction : Annihilation Slash ”


Kapak perang dari Beatrix terayun dengan sangat kuat ke arah pasukan iblis yang masih tersisa.


Dari awal ia muncul , kapak perangnya tidak pernah istirahat dan terus menghantam tanah menciptakan kawah yang besar.


Kapak yang terlihat hanya bongkahan material yang kuat tersebut , telah menjadi sebuah senjata yang terus menerus mengeluarkan cahaya yang menciptakan hawa panas dan korosif yang gila.


Peperangan yang tidak dapat di sebut dengan perang ini terus berlanjut hingga 2 hari 2 malam.


Seperti yang dapat di pikirkan siapa pun , semua orang yang berada di medan perang hanya dapat menjadi bahan bakar alam karena mereka telah melawan seseorang yang cukup kuat.


Walau Beatrix adalah sosok yang telah lama meninggalkan tempat tinggalnya , ia sebenarnya adalah seseorang yang setingkat Jendral iblis.


Hanya saja Beatrix terlalu mengandalkan kekuatan tanpa memikirkan strategi oleh karena itu ia di anggap tidak penting di tempat tinggalnya.


Shin telah mengetahui hal ini melalui segel kontrak atau energi sihir yang berlimpah dari tubuh Beatrix.


Sehingga ia tidak khawatir akan keadaan Beatrix ketika ia akan membawanya ke Medan perang.


Kembali ke tempat Shin.


Duar ...


Cring...


Ledakan demi ledakan bermunculan karena semua komandan iblis berusaha menyerang Shin , tetapi pada akhirnya mereka hanya membuang energi sihir.


Hal ini telah di lalui oleh Toga yang merupakan utusan dewa dan para komandan iblis maupun manusia selama 1 hari penuh tanpa istirahat.


Mereka terus membombardir Shin dengan berbagai serangan dan berharap energi sihir Shin akan habis dan mereka dapat membunuhnya agar tidak menghalangi rencana Toga sang utusan dewa Iblis dan dewa iblis.


Tetapi nyatanya mereka seolah melawan ribuan pasukan penyihir.


Berbagai cara telah di lakukan untuk membunuh Shin tetapi pada akhirnya tidak ada yang dapat menggores kulit Shin.


To Be Continue