The Journey To The Edge Of Power

The Journey To The Edge Of Power
94 [ Akhir Dari Perang ]



Bab 94


Berbeda dengan situasi yang di alami oleh Toga , Shin saat ini masih memandang ke semua orang yang mengepungnya.


“ Apakah kalian tidak lelah !? ” ucap dari Shin bertanya dengan heran.


Kelima orang itu hanya menatap ke arah Shin dengan tatapan yang dingin.


“ Sword Style: Blessing Slash ”


Arlot yang merupakan komandan dari manusia bergerak seperti angin yang langsung melompat tinggi dan menebas udara dengan sangat kuat.


Dari tebasan Arlot muncul bilah angin yang berwarna kuning yang langsung menuju ke arah Shin dengan sangat cepat.


Shin dengan ringan menggerakkan beberapa jarinya yang kemudian memunculkan sebuah dinding transparan , yang seketika menahan serangan dari Arlot.


Serangan tebasan bilah angin hijau milik Arlot berhenti dan hancur karena berbenturan dengan dinding transparan milik Shin.


Shin hanya menatap sebelah mata , ia tidak terlalu menganggap penting serangan tersebut karena ia yakin bahwa teknik pertahannya cukup kuat untuk menahan serangan setingkat itu.


Akan ku hancurkan semua yang ingin berperang dengan kota ku dan siapa saja yang telah berkhianat dari ku.


Tujuan Shin datang ke perang ini cukup jelas , hancurkan dan binasakan semua yang menjadi musuhnya.


Di sekitar Shin terdapat banyak dinding transparan yang menyatu dengan udara yang jika di lihat oleh kata telanjang maka seperti ribuan lebah yang berkerumun.


Tetapi karena energi yang di gunakan oleh Shin untuk menciptakan dinding transparan adalah energi roh sehingga teknik tersebut telah menyatu dengan alam.


Energi roh adalah sebuah energi yang merupakan bentuk kristalisasi dari ratusan kali energi sihir sehingga , seberapa banyak seseorang memiliki energi roh maka seseorang tersebut dapat mengendalikan energi alam atau alam itu sendiri sesuai kapasitas energi roh.


Bahkan sosok seperti Toga tidak merasakannya walau ia sudah dapat menggunakan energi dewa yang hampir sama dengan energi roh.


Karena sangking banyaknya energi roh yang di miliki Shin sehingga ia dapat mengendalikan energi alam dengan mudah untuk ia gunakan sewaktu-waktu.


“ Sialan manusia ini , ia selalu menggunakan pelindung yang tidak kasat mata untuk menahan serangan jauh dengan seenaknya saja ” ucap iblis bertanduk satu yang kini ia menggunakan energi sihir untuk mengendalikan kakinya.


Walau terasa sulit tetapi iblis bertanduk satu itu masih dapat mengendalikannya , tetapi energi sihirnya harus terkuras lebih cepat setiap detiknya.


Keempat iblis dan satu komandan manusia itu hanya dapat merasa jengkel dengan pelindung tidak terlihat dari Shin.


Dari awal pelindung tidak terlihat seperti itu sungguh mengganggu pertarungan.


Bagaimana sudah mengganggu , setiap serangan yang di luncurkan dengan jarak jauh maka dinding transparan yang akan menahan sedangkan para iblis tidak tahu di mana lokasi dinding tersebut


Tetapi setelah serangan dari Arlot di tahan oleh pelindung transparan sosok Toga tiba - tiba muncul di depan pelindung transparan.


Ia menyentuh tembok transparan dengan telapak tangannya sambil melantunkan sebuah mantra sihir.


“ Tidak ada yang dapat menghentikan semua keinginan kuat, Sang Penguasa Kegelapan !! ”


“ Penetrate Everything ”


Dari telapak tangan Toga muncul sebuah serangan berbentuk laser yang seketika menghancurkan tembok transparan yang di ciptakan oleh Shin.


Dan sihir yang Toga ciptakan juga terus berjalan lurus ke arah Shin.


Shin melihat sejenak ke arah serangan laser tersebut yang menuju ke arahnya.


Sring....


Tetapi Shin membelah sihir itu menjadi dua bagian dengan sebuah tebasan ringan.


Para iblis lebih jengkel karena serangan dari Toga juga dapat di potong.


“ Itupun dapat di potong ! ” ucap terkejut dari Toga.


Toga kemudian menyentuh tanah dengan kedua tangannya , dengan mulutnya membaca rapalan sihir.


“ Summoning Magic Style: Chaos Sphere ”


Berbagai lingkaran sihir terbentuk di tanah tempat Shin berada yang mencangkup 100 meter.


Tetapi Shin yang melayang di atas tanah masih hanya melihat dengan penuh perhatian tentang apa yang di lakukan oleh Toga.


Kemudian muncul bola - bola hitam dari lingkaran sihir.


“ Apa itu ! ” ucap Shin dengan penasaran.


Tetapi walau Shin penasaran akan bola hitam yang di keluarkan oleh lingkaran sihir tersebut , Shin masih tidak menyerang.


Karena dari matanya ia hanya dapat melihat kumpulan dua energi elemen yang berbenturan.


Elemen tersebut adalah kegelapan dan elemen tanah.


Kedua elemen tersebut berputar dengan sangat kuat dan kecepatan yang sangat cepat sehingga membentuk bola hitam yang terlihat sangat gelap.


“ Heh... Lihatlah sihir ciptaan ku ini ” ucap Toga dengan tersenyum ketika melihat Shin yang penasaran dengan efek yang akan di ciptakan oleh sihirnya.


Ctak...


Toga menjentikkan jarinya sambil mengatakan satu kata untuk mengawali ledakan dari bola - bola hitam.


“ Hancurkan !! ” ucap Toga dengan nada dingin.


Bola hitam tersebut yang awalnya berukuran 3 meter membesar secara perlahan.


Dan itu bukan hanya satu bola hitam melainkan semua bola hitam yang ada di sana membesar secara perlahan.


“ Hmm... Begitukah ! ” ucap Shin yang mulai membentuk sihir pelepasan.


“ Pelepasan Sihir Dasar : Tipe Penyegelan : Penjara Bawah Tanah ”


Boom... !!


Puluhan ledakan tercipta dalam satu waktu mengelilingi Shin yang berdekatan dengan bola hitam tersebut.


Seluruh area seketika bercahaya dengan sangat terang yang membuat semua komandan dan utusan dewa tersebut menutup mata.


Beberapa saat kemudian


“ Apakah dia mati! ” ucap Arlot dengan nada waspada.


“ Haha... Tentunya ia akan mati dengan salah satu sihir terbaikku ! ” ucap Toga dengan penuh percaya diri.


Kepercayaan diri dari Toga bukanlah omong kosong , karena ledakan yang ia ciptakan mencangkup radius 300 meter lebih.


Menurutnya tidak ada manusia yang dapat menahan ledakan sebesar itu jika berada di tengah ledakan.


Dan hanya sosok iblis yang memiliki tubuh kuat untuk menahan serangan ledakan dan korosif yang mengerikan dari bola hitam itu yang mengandung ledakan energi dan korosif elemen Kegelapan.


Dan itu pun tidak 100% memiliki kemungkinan dapat selamat dari ledakan sebesar itu.


Tetapi sebuah suara membuat senyuman Toga menghilang.


“ Tidak mungkin ! ” ucap salah satu komandan iblis dengan tidak percaya apa yang ia lihat.


Dari asap yang menutupi seluruh area yang terjadi ledakan sebelumnya , kini secara perlahan menghilang dan memperlihatkan apa yang terjadi pada ledakan sebelumnya.


Dan apa yang mereka lihat adalah Shin keluar dari sebuah kubus hitam tetapi kondisi tubuhnya di penuhi dengan banyak luka , walau bukan luka serius.


“ Aneh , kenapa tidak ada darah di tubuhnya yang penuh dengan darah” Toga menatap ke arah Shin dengan aneh.


Bukan hanya Toga tetapi yang lainnya , tetapi karena Shin baru saja terluka selama pertarungan mereka itu membuat sebuah kegembiraan sejenak.


Tetapi tanpa di sadari oleh siapapun yang ada di sana terdapat banyak jejak energi sihir di tubuh Shin.


Tubuh Shin yang di penuhi dengan luka tersebut berjalan sangat lancar seolah ia benar-benar terluka.


“ Haha... Akhirnya pengganggu itu telah mati ! ” ucap Toga dengan sangat bahagia.


Tetapi secara tiba-tiba langkahnya berhenti karena sebuah suara yang muncul membuat jantungnya berdegup dengan kencang.


“ Apakah sebegitu senangnya dirimu jika melihatku mati ! ” ucap Shin yang muncul di belakang ke lima orang tersebut.


Bagai seekor setan yang tiba-tiba berbisik , suara dari Shin seketika membuat ke lima orang tersebut harus melihat ke ke arah Shin dengan mata tidak percaya.


Walau terkejut tapi mereka sangat yakin bahwa suara tersebut adalah milik musuh mereka yaitu Shin.


Dan ternyata benar seperti yang mereka harapkan , suara yang mereka dengar adalah suara dari Shin yang kini dengan santai melihat ke arah para musuhnya dengan menghela nafas.


“ Kau ! Bagaimana mungkin kamu ada di sana ! Lalu dia ! ” ucap Arlot terkejut yang kemudian melihat ke arah kawah ledakan sebelumnya.


Tetapi kini terlihat di kawah ledakan juga terdapat sosok Shin yang di mana ia melihat ke arah para iblis itu dengan tersenyum.


“ Haha... Kalian terlalu naif ! ” ucap Shin yang memandang sinis ke arah para iblis.


Mengabaikan kata-kata dari Shin , para iblis itu melihat Shin yang berada di kawah dengan aneh.


Tetapi kemudian secara perlahan Shin yang berada di kawah tersebut menjadi abu seperti abu dari batang kayu yang terbakar.


“ Klon kah ! Akan sulit jika seperti ini ” ucap Toga dengan serius , setelah mengetahui teknik Shin.


Toga kini tidak memandang bersemangat pertarungan ke arah Shin seperti sebelumnya , tetapi pandangannya kini terhadap Shin hanyalah rasa waspada dan keseriusan.


Sungguh konyol para iblis ini , tetapi yah... Apakah semua iblis meremehkan semua lawannya seperti yang ada di sebuah cerita.


Ataukah aku beruntung bertemu dengan iblis seperti ini.


“ Matilah kalian wahai makhluk yang tidak mengerti nikmatnya hidup ! ” ucap Shin yang menggelegar di langit bagai suara dewa.


“ Basic Magic Release : Attack Type : Sword of Justice ”


Shin menyatukan dua jari nya antara jari telunjuk dan jari tengah lalu ia mengayunkannya ke bawah.


Awan yang awalnya gelap tiba-tiba terbelah menunjukkan sinar matahari yang cerah.


“ Langit terbelah ! ” ucap Arlot melihat ke arah langit.


Tidak jauh berbeda dengan apa yang di rasakan oleh Arlot , semua iblis itu juga melihat langit terbelah tetapi itu juga di ikuti dengan perasaan yang tidak mengenakan.


“ Aku memiliki perasaan tidak enak dengan fenomena ini ! ” batin Toga yang masih melihat ke arah langit yang terbelah.


Tetapi kemudian muncul sebuah ujung pedang di atas langit yang membelah awan , yang seketika menciptakan pemandangan kengerian dari hati semua iblis.


Bukan hanya kemunculan ujung pedang itu saja yang membuat ngeri tetapi rasa panas yang tiba-tiba muncul , sehingga daerah sekitar terasa seperti menguap.


“ Tidak ! Aku terlalu meremehkannya , kekuatan seperti ini sudah berada di dekat tingkat dewa ! ” ucap Toga yang berkeringat dingin.


Secara bertahap pedang yang di ciptakan oleh Shin turun secara perlahan dengan aura yang semakin memanas.


“ Sialan ! Teknik yang menjengkelkan ” ucap Toga dengan kesal.


Toga memutar tombaknya dengan energi sihir yang menyelimuti dengan sangat pekat.


Energi tersebut berwarna hitam dan ungu yang berkobar seperti asap.


Tombak yang merupakan senjata kutukan yang di miliki oleh Toga telah berubah warna menjadi hitam kemerahan karena diselimuti oleh energi iblis yang sangat pekat.


“ First Curse Style: Everything-Cutting Slash ”


Toga segera mengayunkan tombaknya dengan teknik dan kekuatan yang sangat kuat.


“ Potong menjadi abu ! ” ucap keras dari Toga sambil mengayunkan tombaknya dengan seluruh energi yang ia miliki.


Sring...


“ Kuharap ini masih dapat menyamai kekuatan sebesar itu ! ” batin Toga dengan tangan gemetaran.


Drt...


Crak....


Tak...


Pyar...


Pedang yang turun di atas langit seolah tidak kuat dengan perubahan Energi dari energi iblis menjadi energi dewa.


Karena sangking banyaknya energi yang di kompres oleh Toga untuk menjadi energi dewa , tebasannya menjadi cukup mengerikan.


Energi dewa memiliki kesamaan dengan energi milik Shin yaitu energi Roh , 1 benang energi roh sana dengan 1000 benang energi sihir.


1 benang energi dewa sama dengan 1000 energi iblis , sehingga kekuatan yang luncurkan oleh Toga sebelumnya menjadi cukup kuat.


Pedang yang ukurannya ratusan meter secara perlahan retak dan hancur seperti pecahan kaca.


“ Tidak ku sangka kekuatan energi di dunia ini tidak lah berbeda ” ucap Shin yang melihat sihir dan teknik milik Toga terus berjalan ke arah Shin walau pedang sebelumnya telah hancur menjadi pecahan kaca.


Saat serangan tebasan Toga telah mencapai puluhan meter dari posisi Shin , wajah Shin sedikit demi sedikit berubah.


Akan sulit ! Aku juga sepertinya meremehkannya.


Shin mendesah dengan kesal karena sifat yang merupakan kebiasaan lamanya telah kembali muncul tanpa ia sengaja.


Sifat yang di maksud oleh Shin adalah sifat memandang rendah musuhnya dan terlalu bersenang-senang dalam pertempuran.


“ ku harap hari ini segera berakhir ! ” ucap Shin yang matanya terus memandang ke arah serangan yang terus berjalan ke arahnya.


Shin diam tanpa melakukan apapun karena bahkan ia sendiri bingung akan melakukan apa untuk melawan balik serangan.


Walau Shin dapat menciptakan 100 tembok transparan ia sangat tidak yakin akan ketahanannya.


Tembok transparan milik Shin hanyalah sebuah energi sihir yang di ubah menjadi elemen angin yang di bentuk menjadi seperti dinding.


Tetapi karena masih dalam unsur energi sihir , dinding transparan tidak akan kuat untuk menahan serangan tipe energi Dewa ataupun energi yang di kompres menjadi sesuatu yang sangat kental , seperti serangan milik Toga saat ini.


Bahkan Shin juga memikirkan banyak cara untuk menghindar tetapi melihat betapa kentalnya energi dewa yang menuju ke arahnya itu menjadi sesuatu yang lebih mengerikan karena ledakan dari energi tersebut akan mencakup area jalur pelarian.


Kurasa aku akan mencoba teknik pedang ku yang telah lama tidak ku gunakan !


Shin kemudian memegang gagang pedang miliknya dengan gaya seorang samurai .


Bersamaan dengan gerakannya Shin juga menutup mata.


Pedang adalah satu , pikiran , tubuh, jiwa dan pedang hanyalah satu kesatuan yang terpisah !


“ Sword Technique: Straight Slash ”


Energi Roh yang di miliki oleh Shin ia pusatkan pada bilah pedang dengan kekentalan yang luar biasa.


Karena kekentalan energi roh , bilah pedang mengeluarkan cahaya tipis.


Cahaya tersebut berwarna hijau dengan aura tekanan yang mengerikan.


Tetapi di waktu bersamaan serangan bilah pedang sebelumnya yang di luncurkan Toga kini telah berada 1 meter dari Shin.


Pedang Shin di ayunkan dengan kekuatan yang mengerikan , tetapi tidak menimbulkan suara apapun.


Hanya dalam kurang dari 1 detik kedua serangan tersebut bertabrakan.


Duar....


Ledakan yang sungguh dahsyat tercipta yang membela awan dan membuat tanah bergetar dengan hebat.


Ledakan tersebut menciptakan cahaya putih yang sangat terang dan terus meluas hingga ratusan meter.


Pada saat itu dunia terasa terkena badai kehancuran , yang menghanguskan segalanya makhluk hidup atau pun benda mati.


Udara terombang-ambing, keretakan tanah bagai gempa bumi , terus bergetar.


Karena cahaya tersebut semua orang yang ada di sana hanya dapat terdiam seolah waktu telah berhenti.


Shin , Toga , Arlot , 3 iblis lainnya dan juga Beatrix yang sedang beristirahat , hanya dapat terdiam.


Setelah beberapa menit kemudian


“ Hah... Hah.... Apakah ia masih belum mati juga ! ” ucap Toga dengan nafas memburu.


“ Pertarungan seperti ini sudah seperti pertarungan antara dua dewa ! ” ucap Arlot dengan tidak percaya apa yang ia lihat.


Di bawah tempat Shin terbang sebelumnya telah tercipta kawah dengan ukuran ratusan meter.


“ Aku tidak dapat memikirkan apabila tabrakan itu terjadi di atas tanah ! ” ucap iblis bertanduk satu.


Ke dua iblis yang lainnya hanya dapat menelan ludah dengan kasar memahami perkataan dari iblis bertanduk satu.


Bukan hanya kawah yang sangat besar tetapi juga jejak api dan cairan magma terbentuk di permukaan kawah tersebut.


Shin berdiri di atas kawah dengan darah yang terus menetes di seluruh lengan tangannya.


Tetapi walau darah mengalir deras seolah telah di rendam oleh kolam darah , wajah Shin memperlihatkan wajah yang biasa saja seolah ia tidak merasakan apapun.


Kondisi dari Toga lebih mengerikan.


Tangan kanannya telah hilang dengan jejak energi berwarna hitam ungu yang berkobar-kobar , tetapi yang lebih memperhatinkan dari kondisinya adalah kesadarannya seolah bisa hilang kapan saja.


Tubuhnya hanya dapat berdiri tanpa dapat menggerakkan satu jari pun.


Ke empat iblis hanya dapat bingung dengan situasi saat ini.


Di sisi mereka terdapat utusan dewa Iblis yang dalam kondisi yang sangat parah sedangkan tubuh mereka juga telah melemah.


Arlot yang seorang komandan manusia tanpa mengenal rasanya rasa sakit dari tubuhnya yang telah kehabisan energi dan mendapat pukulan berkali-kali dari Shin.


Bergerak maju seolah tubuhnya tidak memiliki batas.


“ Ku harap energi ku masih cukup sebelum aku mencapai batas ” batin Arlot yang mulai melangkah ke arah Shin yang hanya diam.


Arlot melemparkan senjatanya ke arah Shin depan sangat ceroboh tanpa memikirkan hal tersebut akan mencapai Shin atau tidak.


Shin yang mengetahui hal tersebut hanya heran , walau tubuhnya telah terasa sakit ia masih dapat melangkah mundur untuk menghindari serangan dari Arlot.


“ Bagus ! ” ucap Arlot secara tiba-tiba dengan mata hampir tertutup.


Arlot berusaha semaksimal mungkin untuk tetapi sadar.


“ Saatnya kembali tuan ! ” ucap Arlot ketika telah menyentuh pundak dari Toga.


Arlot menghancurkan sebuah token berwarna ungu kristal yang ia keluarkan dari sakunya.


Setelah token itu hancur kedua orang itu menghilang dan di teleportasikan ke suatu tempat , yang Shin tidak tahu dimana itu.


To Be Continue