The Journey To The Edge Of Power

The Journey To The Edge Of Power
[ 46 ] [ Retrain ]



[ 46 ] [ Retrain ]


Seperti sebuah besi yang meleleh , tubuh dari para semut besar itu meleleh menjadi cairan panas .


Alisku langsung berkerut


Terbuat dari apasih kulit para semut ini , jika aku hanya menggunakan pedang sungguh sulit untuk membelah tubuh para monster ini.


Untungnya hanya beberapa yang muncul , jika menyerbu maka akan sulit.


Jika di pikir - pikir lagi bukankah aku dapat melatih teknik pedang ku dengan melawan monster - monster ini , sekaligus membiasakan dengan berbagai elemen dari Fusion Magic dan juga mata kiriku yang memperlancar kendali akan elemen.


Yah ku harap ada monster yang dapat meningkatkan pemahaman ku ke tingkat yang lebih tinggi.


Mungkin karena telah lama tidak bertarung dan berlatih membuat ku melupakan seberapa tinggi kekuatan ku yang ku dapatkan di dunia ini.


Kemudian Shin berjalan kembali masuk ke dalam hingga sebuah pintu besar yang di jaga oleh orc besar dengan tinggi 20 meter terlihat .


Gila ! Sungguh besar


Mataku langsung terpaku dengan apa yang ada di depan.


Dua Orc yang menjaga pintu besar menyadari kehadiran ku , mulut mereka membentuk senyum mengerikan.


“ Oh Manusia ! selamat datang di ruangan Boss lantai pertama , untuk masuk kamu harus mengalahkan kami ” ucap salah satu Orc dengan suara yang berat.


“ mengalah kan kalian , sepertinya ini adalah awal latihan ku ” ucapku yang kemudian menyentuh tanda segel yang berada di dada kiriku.


“ Death saat nya memulai kegiatan ” ucapku dengan tersenyum bahagia.


“ Akhirnya bertindak, rasanya bilahku akan semakin tumpul ” ucap Death yang keluar dengan bentuk pedang katana hitam.


Salah satu Orc langsung mengayunkan pedang besar yang berada di tangannya.


“ Wind Style Sword : Deadly Cold Wave ”


( Pedang Gaya Angin : Gelombang Dingin Yang Mematikan )


Pedang ku di selimuti angin yang bercampur dengan elemen es membuat pedang ku menjadi sangat dingin seperti es.


Segera pedang besar bergesekan dengan pedangku , tetapi aku terus bergerak dengan berlari sambil tetap menahan pedang besar yang seakan berkeinginan untuk menenggelamkan aku ke dalam tanah.


Melihat pedang di tanah , salah satu Orc besar itu memutar pedangnya dan mengayun ke arah kiri membuat tubuh ku yang tidak siap terpental ke udara.


Orc yang lainnya mengambil kesempatan dengan mengayunkan senjata Warhammer nya untuk melemparkan tubuhku dengan keras.


Kuh... Boom...


Darah segar mengalir di sudut mulut ku


Entah kenapa kekuatan mereka lebih kuat dari Kurenai.


Pyar...


Saat sebelum tubuh ku di hantam oleh Warhammer , aku mencipta dinding tembus pandang untuk bertahan.


Dinding tembus pandang seolah seperti kaca pecah langsung hancur bersama tubuh ku yang melesat ke bawah dengan kecepatan tinggi.


Sial ini terasa sakit , sialan !


“ Basic Magic Discharge : Healing Type : Holy Land Restoration ”


( Pelepasan Sihir Dasar : Tipe Penyembuhan : Pemulihan Tanah Suci )


Cahaya hijau bersinar di bawah kakiku dan menyembuhkan kondisi ku untuk menjadi lebih baik.


“ Death Wave ”


Pedangku bersinar kembali dengan kecepatan yang luar biasa ketika aku telah muncul di belakang Orc yang membawa pedang besar.


Seolah ia tahu ia melompat maju untuk menghindar tetapi reaksinya agak terlambat sehingga sayatan besar tercetak di punggung Orc itu yang mengalir darah dengan deras.


“ Manusia sialan ! ” Orc itu mulai mengayunkan pedangnya dengan kecepatan yang cepat tetapi sangat liar dan tidak teratur membuat ku dapat melihat titik lemah dari pergerakan nya.


“ Dapat ” ucapku yang kemudian melakukan kuda - kuda pedang lagi.


“ Wind Style Sword : Flakes of Autumn Leaves ”


Pedang ku menciptakan dedaunan yang jatuh di atas langit menyebarkan aura kesedihan yang kuat membuat siapapun yang melihat dedaunan itu seperti terkena ilusi , perasaan mereka menjadi campur aduk.


Tidak terkecuali dengan kedua Orc itu , tubuh mereka berhenti dan di saat itulah ribuan sayatan pedang menyentuh kulit mereka seperti ribuan serpihan pedang yang menusuk.


Karena luka yang luar biasa , membuat salah satu Orc marah.


“ Sial ” Orc yang membawa senjata Warhammer menjadi marah , tiba - tiba tubuh nya mengeluarkan energi sihir berwarna merah.


Tanah yang di pijaknya seketika retak , sedangkan di sisi Orc yang membawa pedang juga mengeluarkan energi sihir yang sama.


Jika penjaganya saja sekuat ini bagaimana yang berada di dalam.


Shin hanya tidak dapat berpikir tentang kekuatan yang akan ia di lawan , tetapi itu juga yang membuatnya bersemangat.


“ Hancurkan ! ” teriak keras mereka berdua yang kemudian memukul tanah dengan keras.


Drt...


Getaran tanah kuat yang kemudian di lanjutkan perubahan medan area.


Kawah ratusan meter terbentuk membuat keseimbangan ku menjadi tidak seimbang , aku langsung menciptakan sayap angin untuk terbang menstabilkan kondisi ku.


“ Rage Blade Crush ”


( Bilah Amarah Menghancurkan )


Orc yang penggunaan pedang besar menciptakan bilah bulan sabit yang di arahkan ke arahku.


Ketika aku menghindar dari bilah bulan sabit itu , dinding dungeon seakan ingin terpotong.


Memang aneh , di katakan bahwa ini adalah lantai pertama tetapi kekuatan kehancuran ini tidak kecil.


Bahkan Dungeon yang pintunya kecil tetapi ketika masuk sangat besar sudah membuat ku pusing.


Di dunia ini memang tidak dapat ku pikirkan , ku kira Dungeon kecil ini dapat ku selesaikan dengan mudah melihat betapa kecilnya pintu masuk.


Shin sambil berpikir ia terus menghindari serangan kehancuran yang di ciptakan oleh kedua Orc besar yang di hadapan nya.


Yah jika aku terus menggunakan teknik pedang ku maka kemungkinannya aku memiliki peningkatan kekuatan dalam teknik.


“ Grah... ” energi sihir yang melonjak dari kedua Orc perlahan memudar.


“ Death Wave ”


Pedang ku di selimuti oleh angin yang terkonsentrasi dengan di selimuti api yang tipis tetapi sangat panas.


Dengan angin dan api yang tipis aku bergerak sangat cepat ke arah leher Orc yang memegang pedang besar.


Sring...


Dengan kekuatan penuh pedang ku yang sangat panas membelah leher dari Orc pengguna pedang besar.


Gerakan ku di lanjutkan dengan membuat benang angin yang menarik salah satu kaki Orc pengguna Warhammer sehingga membuatnya kehilangan keseimbangan dan jatuh.


“ Wind Style Magic : Ball Explosion”


( Sihir Gaya Angin : Bola Ledakan )


Elemen angin yang berputar dengan tajam membentuk bola yang seukuran bola basket aku arahkan ke kepala Orc penggunaan Warhammer untuk meledakkan kepalanya yang seketika membuat nya jatuh ke tanah.


Boom... Crush...


Ledakan kepala dari Orc raksasa membentuk hujan darah , kepala Orc hancur dengan lubang menembus ujung ke ujung mencipratkan darah yang seperti tidak ada habisnya.


Akhirnya selesai !


Baiklah pahami tentang kelemahan dan kelebihan setiap teknik pedangku.


Hmmm pertama Death Wave , teknik ini hanya membalut pedang ku dengan elemen yang kuat , jika di pikir lagi teknik ini tidak jauh berbeda dengan teknik pedang biasa.


Jadi apa yang perlu di ubah adalah teknik nya atau lebih menghaluskan gerakan.


Shin mulai memikirkan apa yang akan ia lakukan dengan semua teknik yang ia miliki , entah memodifikasi atau meningkatkan efektivitas.


[ To Be Continue ]