The Journey To The Edge Of Power

The Journey To The Edge Of Power
[ 72 ] [ Kagura Tiba Di Kota Water Seven ]



( 72 ) [ Kagura Tiba Di Kota Water Seven ]


Aurora memunculkan pedang cahaya di tangannya yang kemudian melesat ke arah utusan dewa iblis dengan amarah dan energi yang meluap-luap seperti tidak ada habisnya.


“ Sword Technique: Wings of the Thousandth Angel ”


Aurora bergerak bagai cahaya ke arah belakang utusan dewa iblis.


Saat Aurora akan menebas tubuh utusan Dewa Iblis tiba - tiba sebuah dinding hitam menghantamkan dari depan , atau di belakang utusan dewa iblis.


“ Utusan Dewa kegelapan kau juga ada di sini ternyata ” ucap Aurora dengan nada yang cukup sarkasme.


“ Hah... Kalian benar - benar menjengkelkan sialan ! ” teriakan dari Aurora penuh dengan kemarahan.


“ Light Style Magic : Judgment of Sins ”


Aurora tidak mengetahui siapa saja yang ada di sana , sehingga ia melepaskan gelombang energi cahaya yang mencangkup area luas dengan radius 200 meter.


Bersamaan dengan Aurora mengeluarkan gelombang cahaya , Aurora membawa Mika dan pergi dari sana untuk melarikan diri sekalian memulihkan diri.


Aurora sangat tidak yakin jika ia melawan dua utusan , jika ia berada pada kekuatan puncaknya maka Aurora memiliki keyakinan yang pasti bahwa ia pasti membawa kemenangan walau itu masih meninggalkan luka yang tidak ringan.


Di Kerajaan Matahari


Setelah kehancuran yang di ciptakan oleh Salamander , semua orang telah bangun .


Tetapi yang membuat semuanya berbeda adalah suasana yang ada di sana.


Suasana di sana telah menjadi suasana yang ada di kerajaan Iblis.


Hanya kata suram yang ada di sana , seolah manusia di sana bukanlah manusia melainkan seorang zombie yang hanya berjalan-jalan tanpa mengatakan apapun.


Tiga pahlawan yang sebelumnya menyebarkan rasa kebencian , rasa kesejukan , rasa kehangatan dan berbagai macam lagi telah menjadi boneka tidak bernyawa yang hanya diam di kamar masing - masing.


Sedangkan di salah satu sudut penjara yang ada di istana Kerajaan Matahari , terdapat wanita yang pernah bertarung dengan Shin.


Seorang yang memiliki kemampuan dalam energi dan ilmu bela diri yang tidak semuanya dapat melawan nya.


Sosok wanita yang menyebarkan rasa dingin dan bersemangat , seorang yang memiliki nama Kagura dan di kenal dengan julukan Ular Putih.


Kagura , saat ini berada di penjara karena ia telah di tipu oleh Raja Gerald agar ia tidak mencampuri urusan dalam kesepakatannya dengan kerajaan iblis Black.


Padahal Kagura hanya menginginkan seorang murid tetapi ia harus tinggal di penjara , hal ini benar-benar membangkitkan kemarahannya yang tidak ada habisnya.


Belum lagi Kagura harus di perlihatkan tatapan menjijikan dari para prajurit yang melihat kecantikan dari Kagura.


“ Aku akan pastikan jika aku keluar dari sini aku pasti akan membunuh kalian semua , PASTI ! PASTI ! ” ucap Kagura dengan kemarahan dan diikuti dengan aura membunuh yang menyebar tanpa henti.


Suasana penjara yang awalnya sudah dingin dengan aura membunuh Kagura , Penjara tersebut menjadi terasa lebih dingin seperti berada di kutub Utara.


“ Hei gadis manis , ayolah tersenyum wajahnya tidak akan terlihat cantik ketika kamu hanya menunjukkan wajah yang seperti itu ” ucap salah seorang laki-laki yang juga berada di penjara yang membuat Kagura terkejut.


Kagura tidak menanggapi tentang ucapan pria itu , ia hanya diam dengan wajah yang sangat dingin seolah ia tidak peduli dengan dunia ini.


“ Hei ayolah ” ucap pria itu lagi.


“ Haha... Anak muda yang begitu bersemangat ” ucap pria tua yang berada di penjara sampingnya.


Beberapa pria tua yang lainnya juga hanya tertawa kecil , tetapi tidak sedikit juga yang merupakan seseorang dengan hawa membunuh yang sangat pekat.


Tatapan mereka hanya mengeluarkan hawa membunuh yang sangat pekat seperti seorang pembunuh.


Karena Kagura yang sangat bosan dengan ucapan dari pria muda itu , Kagura berdiri dan mulai melakukan gerakan push up dengan rantai yang masih mengikatnya.


Saat Kagura berdiri sebelumnya , pria muda itu berpikir bahwa Kagura akan marah tetapi yang tidak ia duga bahwa Kagura berhenti memperhatikan nya dan pergi berlatih mengabaikan seluruh suara bising yang ada di penjara itu.


Beberapa hari kemudian berlalu begitu saja , Kagura masih melakukan pelatihan mengabaikan seluruh tubuhnya yang sudah berderak dengan rasa sakit yang benar-benar membuat tangan dan kakinya harus berdarah dengan luka yang tidak sedikit.


Kekuatan sihir tersegel ketika rantai anti sihir menyentuh kulit dari Kagura , sehingga ia hanya dapat melatih fisiknya dengan gila - gilaan.


Kagura berpikir bahwa ia akan membutuhkan waktu yang sangat lama di penjara , dan memiliki persentase sangat kecil untuk keluar dari sana.


Walau begitu Kagura masih melakukannya tanpa memperhatikan bahwa ia akan melakukan hal yang sangat sia-sia.


Saat Kagura tertidur dalam posisi bermeditasi , ia tiba - mendengar suara langkah kaki.


Tanpa banyak waktu Kagura membuka matanya dan betapa terkejutnya dirinya karena ia melihat seorang wanita dengan jubah api menatapnya di luar penjara nya.


Kagura dan wanita itu hanya menatap untuk waktu yang lama.


Tetapi kemudian wanita dengan jubah api itu tiba-tiba tersenyum melihat ke arah Kagura seperti melihat teman dekatnya.


“ Apakah kamu sebegitunya nyamannya di sini ” ucap Florin dengan senyuman lebar.


Kagura langsung ingin terjatuh mendengar itu , sebuah ejekan yang telah lama tidak membuat wajahnya tersenyum.


“ Jika aku benar-benar nyaman di sini untuk apa sewaspada ini untuk dapat melihat dan merasakan kehadiran mu ” ucap Kagura dengan senyum dingin.


“ Bagus , seperti yang di perkirakan oleh tuan Four ” gumam dari Florin dengan main-main.


Florin kemudian mengulurkan tangan dengan menghilangkan jubah apinya.


“ Aku memiliki penawaran untukmu ” ucap Florin dengan percaya diri.


“ Tawaran !? ” Kagura tentu saja bingung.


Dimana ada seseorang yang baru datang akan menawarkan sesuatu dengan sangat percaya diri , apalagi terhadap seseorang yang berada di dalam penjara.


Yang ada hanyalah seseorang yang hanya memanfaatkannya saja.


“ Apakah ini kesempatan ! ” batin Kagura.


“ Benar ini adalah kesempatan , walau ini adalah sebuah jebakan untuk membuat ku keluar dari sini , aku tetap akan melakukannya walau bersepakat dengan iblis ” ucap Kagura dengan mata yang membara dingin.


Florin dapat melihat apa yang di katakan dalam hati Kagura hanya dengan melihat matanya.


“ Penawaran apa yang kamu maksud ? ” ucap Kagura dengan dingin.


Florin tersenyum kemudian ia memberikan foto seseorang untuk di simpan oleh Kagura.


“ Simpan dulu foto ini , organisasi kami akan segera memberitahumu kapan tugas yang akan kamu lakukan ” ucap Florin.


“ Tentu saja kami akan membebaskan kamu jadi tidak perlu khawatir ” ucap Florin yang kemudian menghancurkan besi penjara dengan api yang ada di tangannya.


Kagura menerima foto itu sambil melangkah keluar.


“ Apa nama organisasimu agar aku dapat mengenali kalian ” ucap Kagura dengan penasaran.


“ Shadow Caterpillar! ” ucap Florin yang kemudian pergi dari sana bersama Kagura dengan kertas teleportasi.


Whush...


Florin dan Kagura langsung tiba di tempat kota Shin miliki , yaitu Kota Water Seven.


Kagura hanya dapat terkejut dengan keajaiban kertas tersebut , ia tidak pernah tahu bahwa terdapat kertas mantra yang memiliki kekuatan untuk melakukan perjalanan lintas ruang.


Bukan hanya dengan itu saja , Kagura terkejut dengan banyaknya ras yang ada di kota itu.


“ Benar - benar luar biasa , bagaimana mungkin ras - ras yang ada di sini begitu akur , apakah tidak ada perbedaan ras di sini ” ucap Kagura dengan bingung.


Kagura kemudian melihat seorang pria tua dari ras iblis berjalan ke arahnya.


Tentu saja Kagura bergerak sangat cepat memasang sikap bersiaga.


Kagura yang dari kecil di didik untuk tidak meremehkan siapapun entah itu berpenampilan lemah maupun kuat.


Apalagi saat ini Kagura melihat iblis , bagaimana mungkin ia tidak waspada .


Pria tua Iblis itu hanya tertawa dengan sikap yang di tunjukkan oleh Kagura.


“ Haha... Manusia yang lucu ! ” ucap pria tua itu dengan suara serak seperti layaknya pria tua.


“ Tenanglah gadis muda , apakah kau adalah orang baru disini ” ucap pria tua itu bertanya.


Kagura tidak menjawab tetapi tetap memasang sikap waspada.


Pria tua itu tidak memiliki rasa kemarahan , ia senang dengan semangat dari Kagura.


“ Haha... Begitu jadi memang orang baru , tenang saja di sini kamu akan aman dengan ras apapun , karena di sini memiliki peraturan untuk saling menghormati selama orang itu tidak mencari masalah terlebih dahulu ” ucap pria tua itu yang kemudian pergi dari sana menuju ke belakang Kagura.


Kagura hanya melihat dan mulai mengamati di sekitar nya.


Setelah melihat pria tua itu yang menghampiri keluarganya Kagura menjadi lega.


Tetapi yang membuatnya terkejut adalah seorang anak elf memeluk pria tua itu seolah pria tua iblis itu adalah kakeknya.


“ Kota ini benar-benar aneh , bagaimana mungkin ras seperti elf dan iblis dapat berkomunikasi dengan sangat tenang ” ucap Kagura dengan sangat bingung.


Ras Elf adalah gambaran dari elemen cahaya sedangkan Ras Iblis menggambarkan elemen kegelapan.


Hanya dengan pengetahuan itu , semua orang dapat mengetahui bahwa setiap ras elf bahkan ras elf yang tidak murni sekalipun akan memiliki rasa tidak nyaman di dekat ras iblis di bawah sadar mereka.


Tetapi di kota ini seperti terdapat keanehan yang seketika membuat Kagura hanya terperangah dengan sangat dalam.


“ Benar , kota ini sangat aneh ” ucap Kagura yang kemudian berjalan dengan arah yang di katakan oleh hatinya.


Kagura berjalan dengan santai sambil melihat-lihat tetapi ia kemudian tanpa sengaja melihat ke arah Ling yang sedang bersenang.


Awalnya Kagura melihat mereka hanya seperti para wanita biasa yang pergi bersenang-senang , tetapi kemudian Kagura melihat Yue bersama Ling yang seketika membangkitkan ingatan tentang penjara di istana.


“ Putri Yue , sialan kenapa dia ada di sini ” ucap Kagura dengan secara tidak sadar mengeluarkan nafsu membunuh yang sangat pekat.


Nafsu membunuh dari Kagura sangat di rasakan oleh semua orang yang ada di sekitarnya.


Kagura kemudian ingin bergerak untuk menyerang.


Cring...


Tetapi saat ia akan bergerak sesuatu tiba - tiba mengikatnya seperti sebuah ikatan yang ada di penjara.


Ketika Kagura melihat , ia dapat melihat bahwa yang mengikat kakinya adalah sebuah rantai dari angin yang memiliki cengkraman yang sangat kuat.


“ Apa ini ! ” ucap Kagura dengan bingung.


Kagura kemudian melihat ke atas langit yang terlihat gambar sosok harimau putih menatapnya dengan amarah yang kuat.


Bersamaan dengan aura orang - orang yang ada di sana menatap ke arah Kagura dengan amarah yang meluap.


Kagura bingung tetapi karena kemarahannya untuk keluarga Kerajaan , ia mengabaikan segalanya.


Ling ingin mengeluarkan pedangnya tetapi kemudian Florin datang bersama salah satu serangga milik Shino.


Serangga Shino menemui Ling untuk memberikan pesan dari Shino sedangan Florin ia menghampiri Kagura dan membisikan sesuatu.


Setelah beberapa saat keduanya menjadi tenang , bersamaan itu juga Kagura menundukkan kepala meminta maaf.


“ Maaf , saya terlalu impulsif ” ucap Kagura dengan nada permintaan maaf.


“ Kamu berleb- ” kata - kata Ling berhenti karena Yue tiba - tiba menyela.


Ling cemberut tetapi ia tidak menghentikannya.


“ Mungkin kita memiliki sedikit kesalah pahaman , kita bisa berbicara dengan baik - baik di restoran terdekat ” ucap Yue dengan lembut.


Semua orang yang ada di sana memiliki tampilan wajah yang bermacam-macam tetapi yang pasti perasaan mereka sangat rumit ketika melihat sikap Yue yang sepertinya tidak ada masalah.


Bahkan Kagura pun menjadi bingung dengan karakter dari Yue , seolah Yue tidak akan menganggap besar seseorang yang akan menyerangnya.


Di Restoran Bangau Putih


Yue , Ling dan Kagura duduk di sana berbincang sambil memakan makanan ringan yang mereka pesan.


Ling kemudian menatap ke arah Kagura dan bertanya.


“ Jadi apa yang membuat mu mengarahkan nafsu membunuhmu ke arah Saudari Yue ” ucap Ling dengan mata penuh nafsu kemarahan.


Yue hanya memejamkan mata dengan tenang menunggu apa jawaban dari Kagura.


Kagura kemudian menceritakan apa yang ia alami di Kerajaan Matahari.


“ Aku ingin melihat apa reaksi mereka , aku masih bingung apakah kota ini masih di bawah kerajaan jika ia maka bukan hal yang pasti untuk berterima kasih kepada wanita itu ” batin Kagura dengan menatap ke arah Yue.


Yue yang di tatap tidak memperhatikan , ia hanya menampilkan senyum yang menawan.


Setelah beberapa saat bercerita , Kagura melihat ke arah Yue dan Ling.


“ Hah apa yang akan kamu lakukan Saudari Yue , sepertinya memang benar yang di katakan oleh suami bahwa kerajaan itu telah melenceng ke arah jalan yang di penuhi oleh darah ” ucap Ling dengan mendesah.


Yue diam sejenak kemudian ia menjawab pertanyaan dari Ling.


“ Mau bagaimana lagi , ibu masih ada di sana dan sepertinya mau tidak mau kita harus segera ke sana untuk membawa ibu dan para pahlawan itu ” ucap Yue.


“ Kita bicarakan saja nanti dengan suami , apa yang menurut nya lebih baik ” ucap Ling.


“ Benar juga , baiklah lakukan seperti yang kamu katakan ” ucap Yue sambil melihat ke arah Ling.


Ling mengangguk dan kemudian menatap ke arah Kagura.


“ Jadi apa yang akan kamu lakukan ” ucap Ling dengan tenang.


Kagura bingung dengan perubahan karakter dari Ling , yang awalnya sangat agresif penuh dengan kebencian dan sekarang.


Ling benar - benar sangat mudah untuk mengganti suasana hati yang ia miliki.


“ Lalu apa yang sebenarnya terjadi sehingga putri Yue ada di sini , sedangkan keadaan kerajaan telah benar-benar berubah ” ucap Kagura dengan penasaran.


Ling menatap ke arah Yue dengan mata seperti meminta persetujuan.


Yue hanya menganggukkan kepala seolah masa lalunya adalah hal yang sangat umum , dan dapat di ceritakan kepada siapapun.


( Maaf jika kurang menarik , ini hanya untuk bersenang-senang )


( Enjoy and always be happy )