
[ 77 ]
Shin yang di beri sesuatu kata - kata seperti itu segera membuat pikirannya menjadi bingung.
Huft...
Tetapi Shin segera mengambil nafas yang dalam untuk menenangkan pikirannya yang terasa berat.
“ Aku sudah sangat mengerti itu tetapi aku sangat takut bahwa perasaan ku benar - benar akan terjadi ” ucap Shin.
“ Aku memiliki firasat bahwa pertempuran ini bukanlah hanya Pertempuran biasa , ini mungkin dapat mempengaruhi berbagai dunia bahkan dunia ku ” ucap Shin
“ Apalagi penduduk di duniaku hanyalah berisi orang biasa tanpa mengerti tentang sihir dan teknik pertarungan seperti di sini yang sangat umum , lalu apa yang akan terjadi jika itu benar-benar terjadi dan pada saat itu aku tidak dapat melakukan apapun , itu akan sangat menyedihkan bukan ! ” ucap Shin dengan nada yang luar biasa emosional.
Ketiga istrinya seketika terdiam dan bawahannya hanya dapat melihat ke arah Shin dengan sangat kagum.
“ Tuan sangat memikirkan semua orang bahkan pada orang yang mungkin tidak memikirkannya ” batin One dengan sangat kagum dengan Shin.
“ Apakah kamu harus melakukan ini sayang , apakah kamu harus melakukannya dengan sembunyi-sembunyi bukankah melakukan secara terang-terangan dan meminta langsung kepada banyak kerajaan lebih baik ” ucap Ling menatap ke arah mata Sylp.
Shin tersenyum mendengar perkataan dari Ling , perkataan yang benar - benar konyol buatnya.
“ Apakah kau yakin dengan keberadaan mereka , apakah kau masih mengingat bagaimana awal mula terciptanya sistem budak di dunia ini ” ucap Shin dengan sangat tegas.
Ling yang mendengar itu segera terdiam seolah mulut nya di tutup oleh sebuah penutup mulut.
Karena tidak bisanya dalam berbicara Ling hanya dapat terdiam menatap ke arah Shin.
“ Lalu apa rencanamu , kapan kamu berencana untuk pergi ” ucap Yue bertanya.
“ Entahlah tetapi yang pasti di waktu dekat ini ” ucap Shin yang kemudian memakan makanan ringan disana setelah berbicara dengan sangat serius yang seketika membuat semua orang yang ada di sana tercengang.
“ Orang ini masih tetap sama saja walaupun ia berusaha ingin memikul beban yang berat ” batin Ling dengan cemberut.
Yue dan Sylp hanya tersenyum kecut melihat itu , mereka hanya menganggap bahwa kadangkala sifat Shin seperti seorang anak kecil yang suka bermain - main.
Di suatu malam Shin bermimpi bahwa ia berada di antara medan perang yang di penuhi oleh monster - monster mengerikan.
Tidak ada yang lemah di antara monster - monster itu , tetapi walau begitu pendukung dari Shin juga bukanlah hal lemah mereka memiliki bentuk yang bermacam-macam.
Antara Hewan , manusia bersayap , manusia setengah hewan dan banyak lagi sedangan musuh yang di hadapi oleh Shin dan kumpulannya adalah sosok monster yang memiliki bentuk yang tidak wajar seolah mereka adalah suatu keanehan yang ada di dunia
Pada mimpi itu bukan hanya siapa yang berperang tetapi kondisi dunia yang terlihat hancur berantakan.
Dari munculnya keretakan yang secara perlahan terkikis dan melayang di angkasa dan benturan dari meteor terus menerus.
“ Apakah kau melihatnya ! ” suara seorang anak muda yang tiba - tiba terdengar di telinga Shin.
Shin pun menoleh untuk melihat siapa yang berbicara dengannya.
Dan betapa terkejutnya dia bahwa sosok yang berbicara dengan nya adalah sosok pemuda tampan dengan tampilan armor berwarna perak yang di banyak bagian telah banyak hancur.
“ Siapa ? ” ucap Shin tanpa sadar.
Pria muda itu tersenyum lalu ia menepuk-nepuk pundak Shin sambil mulai berdiri.
“ Jadilah kuat dan kuat , dunia benar - benar tidak adil kepada yang lemah ” ucap pria muda itu yang kemudian berlari ke arah kerumunan monster.
Setelah itu Shin terbangun dari mimpi nya yang aneh dan tidak biasanya.
“ Apa yang terjadi ? , apakah firasat atau dunia akan berperang seperti itu ” ucap Shin merenung.
Shin kemudian mengabaikan dan fokus untuk meningkatkan kekuatan nya untuk mencegah hal yang akan terjadi di mimpinya walau itu hanyalah sebuah khayalan.
Shin pergi ke ruang latihan dan mulai berlatih kembali.
Hingga beberapa hari kemudian , Shin keluar dari latihan dan langsung berjalan ke arah kamar masing - masing istrinya.
Shin dengan sangat murung berbicara dengan mereka atas kepergiannya esok hari.
“ Jadi kamu akan pergi besok ya sayang ” ucap Yue dengan sedih
“ Mau bagaimana lagi jika aku tidak segera menjadi kuat , aku pun tidak mungkin untuk kembali ke dunia ku ” ucap Shin dengan tersenyum.
“ Jadi begitu , hah aku tidak dapat melakukan apapun untuk mu sayang ” ucap Yue dengan penuh kesedihan.
Shin mengelus kepala dari Yue lalu tersenyum manis.
“ Kalian seharusnya tidak perlu memikirkan hal itu , untuk keselamatan dan tanggung jawab kalian bisa serahkan kepadaku yang merupakan kepala keluarga di sini ” ucap Shin dengan tersenyum.
Yue tersenyum lalu ia menganggukkan kepala dengan ringan.
Shin kemudian pergi ke kamar dua istri nya yang lain dan keduanya memiliki perasaan yang sama dengan Yue , mereka sedih akan kepergian Shin yang terbilang sangat cepat.
“ Sayang tetap simpan klon jiwaku di tubuh mu sehingga kami masih dapat mengetahui keadaan mu ” ucap Sylp dengan tersenyum.
Sylp sebenarnya dapat mengikuti Shin tetapi karena ia sekarang memiliki dua saudari ia tidak tega untuk meninggalkannya apalagi kekuatan mereka masih belum lah cukup untuk mempertahankan diri dari serangan seorang komandan dan jendral iblis.
“ Ok , tolong jaga mereka dan berikan mereka sedikit latihan agar aku dapat tenang ” ucap Shin dengan lembut.
“ Tentu saja , tidak mungkin aku yang tertua harus terus menerus menjaga mereka ” ucap Sylp dengan tersenyum.
“ Syukur lah kalau begitu , seperti yang di harapkan dari mu Sylp ” ucap Shin yang kemudian pergi dari kamar itu.
Shin kemudian bertemu Hydra , yang langsung membuat nya sakit kepala.
“ HYDRA !!! Apa yang sebenarnya kamu lakukan ! ” ucap Shin penuh kemarahan karena terdapat kawah yang sangat besar terpampang di belakang Hydra.
Hydra perlahan membuka mata dengan malasnya lalu ia menoleh ke arah Shin melihat.
“ Hehe... hanya percobaan kecil untuk membunuh seorang tikus yang menyelinap ” ucap Hydra tanpa rasa bersalah.
Alis Shin berkerut mendengar kata - kata dari Hydra yang terasa tanpa rasa bersalah.
“ Sialan ! Kau benar Aah.... ” suara Shin berteriak dengan amarah yang meluap.
Kemudian Shin menenangkan amarahnya dengan mengambil nafas dalam - dalam.
“ Dasar kau ini ! Hah... Sudahlah ! ” Shin menghela nafas lelah dengan tindakan dari Hydra.
Sedangan Hydra hanya melihat Shin dengan sangat malas seolah melihat sesuatu yang sangat merepotkan dan enggan untuk berurusan dengannya.
Shin mengetahui tentang sifat malas dari Hydra tetapi ia mengabaikan nya karena sebenarnya Shin juga adalah seseorang yang pemalas.
“ Aku akan pergi dengan waktu yang sangat lama ! Apakah kau ingin ikut atau bermalas - malasan di sini ” ucap Shin menatap ke arah Hydra.
“ Pergi untuk waktu yang lama ! Memangnya kau ingin pergi kemana ! ” ucap Hydra dengan penasaran.
“ Kelilingi dunia ! Mencari , bertarung dan melihat ” ucap Shin dengan singkat.
“ Begitu , aku akan di sini saja untuk melihat dan menjaga kota mu dari para tikus yang selalu membawa penyakit ” ucap Hydra.
“ Tikus ! Memangnya siapa tikus yang kamu maksud ? ” ucap Shin dengan kebingungan.
“ Suatu hari kamu pasti akan mengerti ” ucap Hydra dengan penuh misteri.
Shin sangat penasaran dengan yang di maksud oleh Hydra tetapi karena ia tahu bahwa jika bertanya kepada Hydra pasti tidak akan di beritahu.
Hydra menatap ke arah Shin lalu ia menutup mata dengan nada malas.
Tetapi saat Shin Ingin pergi dari sana Hydra menghentikan gerakan Shin.
“ Shin ! Berhati-hatilah terhadap ras Angel dan Elf ” ucap Hydra yang kemudian tanpa bersuara.
Shin yang mendengar hanya tersenyum lalu ia terbang ke arah kotanya.
Skip...
Setelah berpisah dengan banyak orang Shin saat ini telah berada di atas sebuah pohon yang berada di 1Km dari kota Water Seven.
Shin melihat ke kota untuk beberapa saat , hingga ia menghela nafas.
“ Semoga keputusan ku tepat ! ” ucap Shin yang kemudian mengubah tampilan tubuhnya ke perubahan baru.
“ Basic Magic Release : Support Type : Modification ”
Rambut Shin yang awalnya berwarna putih tiba - tiba berubah warna menjadi hitam dengan beberapa garis - garis berwarna putih , diikuti dengan pakaiannya yang menggunakan armor kulit yang hanya di miliki oleh prajurit tingkat paling rendah.
Shin juga mengubah wajahnya menjadi wajah seekor harimau dengan ekor harimau di belakang pantatnya.
Penampilan Shin saat ini benar-benar seperti berubah menjadi ras Half Human.
“ Baiklah sekarang pergi ” ucap Shin yang kemudian pergi dengan berlari sangat cepat dengan gaya seekor harimau.
Kecepatan Shin sangat cepat bagai sebuah hembusan angin kuat , ia dapat sampai ke 2 kota hanya dalam beberapa menit.
Hingga Shin berhenti ke sebuah desa yang memiliki suasana suram dan memiliki penampilan yang amat buruk.
“Kondisi desa ini benar-benar memperhatinkan ” batin Shin dengan termenung di depan gerbang desa.
Bagaimana Shin untuk tidak mengatakan hal itu , jika kondisi gerbang saja sudah seperti sebuah reruntuhan , bahkan 1 penjaga saja tidak ada bagaimana lagi dengan kondisi yang ada di dalam.
Sungguh tidak ada orang yang memperkirakan.
Shin kemudian masuk ke dalam gerbang masuk desa tersebut , dan ternyata di dalam gerbang tersebut tidak seperti yang ada di luar.
Banyak pedagang yang hampir memenuhi jalanan desa , tetapi terdapat keanehan yang di rasakan oleh Shin.
Setiap orang memandang Shin seperti memandang hewan buas , yaitu terdapat rasa takut , rasa jijik dan aneh.
“ Apakah penampilanku yang seperti hewan ini yang membuat semua orang memandang ku seperti itu ” ucap Shin dengan bingung.
Tetapi kemudian tebakan Shin benar dan bukan hanya itu suara hinaan dan cacian segera terdengar di telinga Shin.
“ Minggir ! , binatang dari mana ini ! ” ucap seorang pria paruh baya memakai sebuah kereta kuda yang dengan tampilan yang sangat mewah.
Shin menoleh dan penasaran siapa yang mengatakan hal itu.
Shin tersenyum memperlihatkan gigi taringnya yang sangat tajam bersamaan dengan itu matanya menatap ke arah pria paruh baya itu dengan sangat ganas.
Pria paruh baya itu menjadi merinding melihat tatapan dari Shin seolah harimau yang melihat seekor sapi.
Shin tersenyum kemudian ia menggerakkan tubuhnya untuk menyingkir dari jalan karena Shin tahu bahwa seseorang yang berada di belakang nya sepertinya bukanlah seorang rakyat biasa.
Shin kemudian berjalan kembali tetapi di pinggiran kota sambil membeli makanan yang ada di dekatnya walau ia mendapatkan sebuah tatapan yang tidak mengenakan.
Tetapi hanya beberapa saat kemudian seseorang yang berada di atas kuda sebelumnya memanggil Shin dengan tampilan yang sangat sombong .
Pria paruh baya tersebut melupakan bahwa ketika melihat Shin tersenyum membuat nya merinding dan ketakutan.
“ Hei , apakah kau tidak dengar ! Berhenti dan kemarilah ! ” suara dari pria paruh baya itu dengan nada seperti marah.
Shin melihat kembali dengan senyum yang memperlihatkan taringnya.
“ Apakah ada yang dapat ku bantu tuan !? ” tanya Shin dengan sangat penasaran.
“ Nona mudaku ingin berbicara dengan mu ! ” ucap Pria paruh baya tersebut yang kemudian membuka tirai pintu kereta bangsawan yang ada di belakangnya.
Shin terkejut tetapi ia tetap tenang dan melihat apa yang sebenarnya yang pria paruh baya tersebut maksudkan.
Seorang gadis muda keluar dari kereta bangsawan tersebut dengan gaya yang sangat anggun seolah ia berjalan di lantai istana.
“ Selamat siang tuan ! Bisakah tuan berbicara dengan saya ” ucap gadis muda dan cantik itu berbicara dengan Shin.
Shin tersenyum tetapi ia tidak melakukan hal yang membuat siapapun merasa aneh.
“ Nona apa yang butuhkan dari saya yang buruk rupa ini , bukankah anda memiliki keperluan lebih karena sebelumnya saya lihat anda dan kusir yang ada di sana sepertinya memiliki waktu yang mendesak ” ucap Shin dengan sangat sopan.
“ Lancang ! Beraninya dirimu yang bukan manusia sepenuhnya berkata dengan sembarang ke arah nona muda ” ucap Kusir itu yang kemudian mendekat sambil memarahi Shin seolah derajatnya lebih tinggi dari Shin.
Nona muda itu menjadi cemberut seperti menahan amarah tetapi karena seperti nya menahan sebuah image bangsawan ia hanya dapat tersenyum di wajah manis nya.
Shin yang telah melihat wajah seperti yang di lakukan oleh nona muda ini sudah sangat mengerti bahwa ia seperti melakukan ini pada Shin telah memiliki maksud tersendiri.
“ Bisakah kau berbicara dengan ku untuk sebentar ” ucap Nona muda itu dengan berterus terang karena ia sangat terburu - buru.
Karena Shin merasa kasihan dengan nona muda itu Shin mengikuti apa kemauan nya.
Saat di dalam kereta keduanya hanya diam tanpa mengatakan sesuatu yang sangat penting seperti yang di katakan oleh nona muda itu.
“ Nona ! Jika anda memang tidak memiliki kebutuhan dengan saya , saya akan pergi ” ucap Shin yang ingin berdiri.
Mendengar itu , nona muda itu segera berhenti dengan sangat panik.
“ Tuan maaf karena merepotkan anda tetapi ada sesuatu yang membuat saya penasaran” ucap nona muda itu dengan nada yang perlahan bersemangat.
“ Penasaran ? Apa yang membuat mu penasaran sehingga membutuhkan aku yang seorang rakyat jelata ini ” ucap Shin dengan memiringkan kepala.
“ Bisakah tuan menjadikan saya murid anda ” Shin segera terkejut mendengar perkataan dari nona muda itu.
Apakah ia dapat melihat penyamaran ku ! aku sangat yakin bahwa aura , energi dan kekuatan telah ku tekan hingga penuh sehingga kekuatan ku hanya 1% dari kekuatan sebenarnya.
“ Apa maksud anda ! ” suara Shin secara perlahan berubah.
Nona muda itu menegukkan ludah karena merinding.
“ Maaf jika saya menyinggung anda tuan tetapi biarkan saya jelaskan ” ucap Nona muda itu melihat ke arah Shin sejenak.
“ Katakan ! ” ucap Shin singkat.
“ Mata saya adalah sebuah berkat dari sang dewa cahaya yang bernama mata kebenaran , saya dapat melihat segala kebohongan , kepalsuan bahkan masa depan walau itu hanya beberapa detik ” ucap nona muda itu dengan berterus terang.
Nona muda itu bercerita kepada Shin tanpa rasa takut akan di tipu ataupun di manfaatkan.
Ada mata seperti itu ! Sungguh dunia ini benar-benar tidak adil bahkan bisa ku katakan sangat kacau !
“ Lalu apa hubungan nya dengan ku ” ucap Shin yang tidak lagi dengan nada yang santai.
( Maaf jika kurang menarik , ini hanya untuk bersenang-senang )
( Enjoy and always be happy )