The Journey To The Edge Of Power

The Journey To The Edge Of Power
[ 80 ] [ Pertempuran Saudara ]



[ 80 ]


Karena Ambasari tidak mendapatkan jawaban apapun dari Estiana , ia membaca buku sihirnya kembali seperti ia tidak di abaikan oleh siapapun.


Setelah beberapa jam Estiana mulai sadar bahwa di dekatnya telah ada Ambasari yang sedang membaca buku sihir seperti tidak ada apapun.


“ Ka... Kak apa yang kamu lakukan di sini ? ” ucap Estiana heran dan bingung.


“ Tentu saja menunggumu untuk merespon , kau dari tadi melakukan apa sehingga kamu tidak merespon panggilan ku sama sekali , apakah kamu tuli ! ” ucap Ambasari dengan wajah cemberut.


“ Apa maksudnya , bukankah kakak Ambasari adalah orang paling dingin terhadap ku ! ” batin bingung dari Estiana.


“ Untuk apa seseorang yang hanya memandang seseorang dengan bakat sihir penasaran dengan seseorang yang mulai mempelajari ilmu seorang ksatria ” sebuah suara sinis tiba - tiba terdengar di belakang Ambasari.


Alis Ambasari seketika menjadi mengkerut mendengar jawaban yang tidak mengenakan di hatinya.


“ Apa maksudmu dengan mengatakan itu Andriani ! ” suara kemarahan terdengar dari mulut Ambasari.


Andriani tersenyum melihat reaksi dari Ambasari yang sesuai dengan keinginannya.


“ Tentunya maksud ku adalah seseorang yang sombong seperti mu tidak perlu tahu tentang ilmu pertarungan seperti pedang ” ucap Andriani.


“ Haha... Begitu kah menurut mu ! Sesungguhnya yang sombong itu diriku atau dirimu ” ucap Ambasari dengan bibir yang merah.


“ Ingat , singa tidak pernah mengatakan bahwa ia adalah makhluk ganas lalu apakah kau mengatakan bahwa dirimu adalah seseorang yang hebat karena menguasai pertarungan pedang dengan sangat hebat ” ucap Ambasari.


Andriani memang tidak pernah mempelajari sihir sama sekali karena ia adalah seseorang yang tidak berbakat akan sihir walau itu sihir yang sederhana.


Karena tidak berbakatnya dirinya ia mulai mempelajari ilmu pertarungan jarak dekat , dari ilmu pedang , tombak dan tangan kosong.


Sedangkan Ambasari memiliki bakat akan sihir sangat tinggi tetapi di samping itu ia memiliki tubuh yang lemah dari kecil.


“ Heh ! Apakah benar begitu , lalu apakah kau bilang ingin bertarung sekarang tanpa menunggu besok ” ucap Andriani dengan kesombongan yang luar biasa.


“ Ok , tidak masalah ! ” Ambasari merasa di provokasi sehingga ia tanpa ampun menerimanya.


Andriani dan Ambasari seketika bersiap menggunakan kuda - kuda masing - masing.


Estiana yang melihat hanya dapat terdiam akan kondisi saat ini yang seperti berada di kawah panas magma gunung berapi.


“ Kakak ! Bisakah kalian lakukan di tempat lain ” ucap Estiana yang telah lelah dengan sikap keduanya yang tidak memperdulikan keberadaannya.


Estiana sebenarnya tahu bahwa keduanya memiliki emosi dan harga diri yang sangat tinggi tetapi apakah itu tidak dapat di kalahkan oleh kasih sayang terhadap adiknya.


Kasih sayang yang di rasakan oleh Estiana dulu sudah tidak ada tetapi hanya rasa saling bersaing seolah 3 bersaudara itu adalah seseorang yang di lahirkan untuk saling menjadi nomer 1.


“ Apa maksudmu Estiana ! Apakah kamu sudah berani kepadaku ! ” ucap Andriani.


“ Tidak ! Tetapi aku sedang melakukan latihan ku sendiri , jadi jika ingin bertarung bertarunglah di tempat lain ” ucap Estiana dengan wajah tenang.


Andriani kemudian melihat seseorang dan melihat ke arah Estiana lagi dengan sangat tajam.


“ Akan ku ingat kata - katamu ESTIANA ! ”ucap Andriani menatap ke arah Estiana.


Estiana yang mendapatkan sebuah tatapan yang seperti itu menjadi lebih terbiasa karena dari awal ia mulai di hina dan di asingkan oleh kedua kakaknya sudah berapa kali ia mendapatkan hal seperti ini.


Satu kali , dua kali atau tiga kali tidak , hal ini sudah terjadi berkali-kali sehingga Estiana yang awalnya lugu , polos dan lembut harus menjadi seekor kucing yang berusaha untuk mencari makan sendiri tanpa meminta bantuan siapapun walau ia berada di keluarga seorang bangsawan.


Suara tepuk tangan tiba - tiba terdengar dari dekatnya disertai kata - kata yang membuat Estiana menjadi lebih bosan


“ Bagus sekali adikku , haha... Sudah berani rupanya haha… Seekor kucing telah menjadi seekor harimau ” ucap dengan tertawa dari Ambasari yang berjalan pergi.


Estiana kemudian melanjutkan latihannya tanpa menghiraukan sikap para prajurit dan pelayan yang ada di sekitar ketika melihat perdebatan sebelumnya.


Besoknya


Andriani dan Ambasari berdiri di sebuah lahan kosong dengan masing - masing membawa senjata masing-masing.


Andriani membawa dua pedang di punggungnya sedangkan Ambasari membawa sebuah Magic Book yang melayang di tangannya.


“ Ku harap kamu dapat melawan ku untuk waktu lama , Ambasari ! ” ucap Andriani dengan sangat sombong.


Sedangkan Ambasari hanya menatap ke arah Andriani dengan sangat santai.


Yang menjadi wasit dalam pertarungan ini adalah seorang bangsawan tingkat Viscount yang bernama Angeliana Grass.


Di tempat yang berdekatan dengan tempat pertarungan tersebut , terdapat 3 kursi yang di tempati oleh 3 anggota keluarga Duke Hardiyani.


2 orang pria tua dan 1 pria paruh baya yang memiliki mata yang sangat ambisius.


Di tengah adalah leluhur dari keluarga Hardiyani yang merupakan seseorang jendral paling hebat di kerajaan Black Rock.


Ia sering di sebut sebagai Jendral Batu Hitam , karena kemampuannya yang dapat mengeraskan seluruh tubuh menjadi sebuah batu yang mirip sebuah kristal berwarna hitam.


Kekerasan dari kemampuan dari Jendral Batu Hitam bukanlah sebuah kekerasan yang muda untuk di lawan bahkan jika lawan memiliki senjata dengan bahan dasar Mitril ataupun sisik naga.


Jendral tersebut bernama Kazaz Hardiyani.


Di sisi kanannya adalah kepala keluarga kedua setelah leluhur keluarga Duke Hardiyani , yaitu Rick Hardiyani.


Walau Rick bukanlah seseorang yang terkenal tetapi ia dikenal dengan kelicikannya.


Sedangan di sisi kirinya adalah kepala keluarga saat ini yang merupakan ayah dari Estiana yaitu Tomura Hardiyani.


Kembali ke Andriani dan Ambasari.


“ MULAI !! ” teriak Angelina yang sebagai wasit.


“ Sword Style of Life: One Hundred Beauty Butterflies


Andriani bergerak sangat cepat dan memperlihatkan pergerakan seperti kupu - kupu yang sangat indah .


Semua orang menjadi terpesona oleh keindahan yang di ciptakan oleh Andriani.


Tetapi karena keindahan yang di tunjukkan oleh Andriani sehingga terkesan sangat lambat , padahal sebenarnya ia bergerak sangat cepat.


Ambasari yang terdiam karena keindahan yang di tunjukkan oleh Andriani , segera merasakan firasat buruk.


“ Water Style Magic : Aquarius ”


Ambasari merapalkan sebuah sihir yang memunculkan sebuah sosok.


Sosok wanita yang terbuat dari air muncul di depan Ambasari.


Tetapi kemudian mata dari Aquarius itu menyala dengan terang karena berbagai serangan yang tak kasat mata melesat ke arah tuannya.


Serangan tebasan yang benar-benar cepat hingga mata Ambasari sekalipun tidak dapat melihatnya.


“ Nging.... ”


Suara Aquarius berteriak membuat tebasan pedang yang di ayunkan oleh Andriani menjadi sebuah bom udara karena berbenturan dengan gelombang teriakan yang di ciptakan oleh Aquarius.


Karena suara teriakan dari Aquarius yang benar-benar luar biasa kuat , segera membuat Adriani mengeluarkan darah di kedua telinga nya.


“ Terlalu keras , argh... ” darah segar keluar dari telinga Andriani.


Melihat kondisi dari Andriani yang seperti itu , Angelina segera bertanya ke arah Andriani.


Tetapi bukan jawaban yang sopan yang di dapatkan oleh Angelina melainkan sebuah jawaban yang membuat Estiana menjadi tidak nyaman.


“ Hm... Aku masih sanggup , jangan anggap aku lemah ! ” ucap Andriani masih mempertahankan sikap angkuhnya.


“ Sword of Life Style : Blowing Wind ”


Tubuh Andriani menghilang dengan perlahan seperti sebuah hembusan dan tiba - tiba muncul di depan Aquarius.


“ A… ”


Sebelum Aquarius berteriak kembali Andriani telah menebas Aquarius menjadi berkeping-keping.


Setelah itu Andriani menghilang kembali dan bergerak sangat cepat ke arah Ambasari.


Semua orang sangat takjub dengan kekuatan yang di miliki oleh Andriani , tetapi yang membuat bingung banyak orang adalah Ambasari masih menampilkan senyuman tenang.


“ Water Style Magic : Libra ”


Kemudian air di belakang Ambasari memunculkan sebuah tiang yang di tengahnya terdapat sebuah timbangan.


“ Tekan ! ” ucap Ambasari.


Timbangan yang ada di tiang tersebut segera berat sebelah di bagian kanan.


Sebuah kawasan air segera muncul dengan sekejap mata yang hampir menutup seluruh area kosong arena pertempuran .


Andriani yang mengabaikan tindakan yang di lakukan oleh Ambasari seketika menjadi terbelalak karena langkahnya menjadi secara perlahan menjadi lambat.


“ Air ini ! Kenapa semakin lama menjadi berat ! ” ucap Andriani dengan bingung.


Bukan hanya Andriani yang kebingungan tetapi juga para penonton yang hadir.


Pergerakan dari Andriani melambat seolah ia kelelahan ataupun di tekan oleh sebuah gravitasi yang berat.


“ Gadis itu benar - benar telah merencanakan semuanya dengan sempurna ! ” ucap Kazaz dengan tersenyum.


“ Mungkin keluarga Hardiyani akan bangkit kembali menjadi sebuah keluarga yang cukup di takuti seperti puluhan tahun yang lalu ! ” ucap Kazaz dengan senang.


“ Ayah sepertinya gadis itu hanya otak otot yang selalu menggunakan kekuatan seperti adikku itu yang benar-benar tidak berguna ! ” ucap Rick dengan senyum yang membuat siapapun merinding.


“ RICK !! Hentikan ucapanmu ! Walau begitu adikmu adalah seseorang yang menyelamatkan nyawamu ! ” ucap Kazaz dengan amarah yang naik.


Rick memiliki wajah yang cemberut tetapi ia hanya diam dan tidak mengatakan apapun lagi.


Memang benar , apa yang di katakan Kazaz bahwa nyawa Rick di selamatkan oleh adiknya yang ia sendiri anggap tidak berguna.


Bagaimana tidak , adiknya hanya melakukan latihan pedang dari siang maupun malam tanpa menerima kelemahannya yang tidak berbakat dan bertubuh lemah.


Tetapi pada suatu hari terjadi sebuah pengepungan ketika Rick menjalankan sebuah misi mengawal , pada saat itu merupakan sebuah kejadian yang paling di sesalkan oleh Rick.


Padahal pengepungan itu ia rencanakan sendiri untuk menghabisi saudaranya , yang menurut Rick merupakan halangan untuk mendapatkan sebuah tahta seorang Duke.


Rencana itu benar - benar ia rencanakan dengan sangat baik , tetapi yang tidak ia tahu adalah terdapat pengkhianat yang bersembunyi di belakangnya.


Kejadian itu benar - benar merupakan tragedi habis - habisan yang hanya menyisahkan Andreas yang merupakan adik dari Rick dan Rick.


Kondisi Rick telah benar-benar sangat gawat , luka tusukan pedang yang sangat dalam menembus di perutnya , nafas dari Rick telah menjadi sangat pelan.


Bahkan ia kembali ke kerajaan Black Rock ia tidak mengetahui karena ia telah dalam keadaan pingsan , dan hanya adiknya yang membuatnya sampai di kediaman Duke.


Andreas membawa Rick dengan sekuat tenaga tanpa menggunakan kuda ataupun kendaraan lain karena waktu itu mereka berada di sebuah hutan yang bernama hutan ilusi.


Penyelamatan yang di lakukan oleh Andreas adalah menyerahkan diri karena kegagalan misi untuk mengawal bangsawan yang mereka jaga.


Bangsawan tersebut cukup di hormati di kerajaan lain.


Padahal yang memimpin misi tersebut adalah Rick , jika Andreas tidak melakukan ini sudah tidak ada lagi Rick saat ini yang berada di kediaman Duke Hardiyani dengan nyamannya.


Sedangan Tomura hanya diam mengamati kedua putrinya yang sedang bertarung , matanya menatap dengan sangat tajam bahkan mulutnya seakan berubah menjadi batu karena sangking diamnya dia mengabaikan konflik yang terjadi di sekitarnya.


Kembali ke pertarungan Adriani dan Ambasari


Senyum Ambasari begitu menawan di lihat oleh para penonton tetapi tidak untuk Andriani , senyuman yang di pasang oleh Ambasari seolah mengejeknya.


Suara gertakan gigi benar - benar terdengar di telinga Ambasari yang seketika membuat senyumnya lebih lebar.


“ Kurasa kau harus menyerah sekarang ! Andriani ! ” ucap Ambasari menatap ke arah Andriani dengan alis terangkat.


Senyum dingin Andriani seketika membuat Ambasari merasa sesuatu akan terjadi.


Andriani yang telah diam tiba - tiba mengambil posisi dengan mengangkat tangannya dengan sangat tinggi.


“ Sword of Life Style: River of Heaven ”


Kekuatan Andriani di kumpulkan di kedua tangannya dengan sangat kuat seperti sebuah kekuatan yang benar - benar dapat menghancurkan sebuah gunung.


Andriani bahkan melepaskan aura momentum pedang tanpa ia sadari.


Hawa di sana terasa memanas tetapi juga terasa menyayat , Ambasari hanya bingung dengan kejadian yang terjadi saat ini.


“ Apa yang terjadi !? ” Ambasari melihat ke arah Andriani dengan bingung karena di mata Ambasari sebuah distorsi energi di lepaskan melalui tubuh Andriani yang tidak mengerti tentang sihir ataupun energi sihir.


“ Sihir , tidak ini bukan sihir apakah ini adalah aura ? ” ucap Ambasari dengan bingung.


Sihir yang berbentuk timbangan segera dihancurkan oleh Ambasari dengan sangat cepat , ia ubah dengan sebuah sihir baru yang mungkin memiliki pertahanan paling tinggi untuk menahan serangan yang di gunakan oleh Andriani.


“ Water Style Magic : Taurus ”


Bersamaan dengan munculnya sosok kerbau bertubuh manusia , serangan yang diayunkan oleh Andriani telah beberapa cm dari sosok kerbau bertubuh manusia yang di ciptakan oleh Ambasari.


Duar...


Ledakan hebat terjadi di depan Ambasari yang seketika mendorongnya menjauh sejauh 3 meter.


Angelina yang menjadi wasit dalam pertandingan yang di lakukan oleh anggota keluarga Duke Hardiyani harus memperhatikan secara penuh kondisi dari Andriani dan Ambasari.


Wajah kekhawatiran terlihat dengan jelas.


Tetapi kemudian senyuman menawan dari Angelina segera tercipta karena ia telah melihat semuanya.


“ Pemenang pertandingan ini adalah AMBASARI ! ” ucap Angelina dengan keras untuk di dengar oleh semua orang yang ada di luar Arena Pertarungan.


Estiana melihat pertarungan tersebut dengan sangat kagum karena ia mendapatkan sebuah pembelajaran yang bagus ketika ia menontonnya.


“ Seperti yang di katakan oleh Guru ! Kesederhanaan bukan berarti sesuatu yang tidak berguna ”


“ Kakak Ambasari saja hanya bermodalkan idenya dalam mewujudkan beberapa dari 12 bintang Zodiak dapat mengalahkan Kak Andriani yang memiliki pengalaman tempur 1 vs 1 lebih banyak ” batin Estiana dengan termenung.


Kondisi dari Ambasari memang memiliki luka yang cukup parah tetapi tidak membahayakan nyawa sedangan Andriani harus jatuh pingsan setelah mengeluarkan kekuatan penuhnya.


( Maaf jika kurang menarik , ini hanya untuk bersenang-senang )


( Enjoy and always be happy )