The Journey To The Edge Of Power

The Journey To The Edge Of Power
[ 35 ] [ Kedatangan Tamu Tidak Di Undang ]



[ 35 ] < Arrival of Uninvited Guests >


Yue hanya tersenyum dan menganggukkan kepala setuju.


Beberapa hari kemudian , aku menunjukan diriku dengan santai tanpa menunjukkan bahwa aku sudah selama ini telah sampai di ibukota.


Hari ini para Pahlawan di kumpulkan di aula istana , untuk membahas beberapa hal.


“ Selamat datang kembali para Pahlawan , mohon maaf sekalian jika menggangu waktu belajar , pelatihan dan kegiatan masing-masing ”


“ Hari ini saya kumpulkan di sini untuk mendiskusikan bahwa kerajaan akan mulai berperang dengan para iblis dari kerajaan Iblis Gold , salah satu Iblis yang sangat menyukai emas dan kekuatannya juga adalah mengendalikan emas ” ucap Raja Gerald dengan tenang seolah kejadian akan penyusupan beberapa hari lalu tidak pernah terjadi.


“ Hah kita baru mulai berlatih beberapa bulan lalu kenapa kita harus berperang sekarang ” ucap protes dari Rose.


“ Mohon maaf untuk itu , Pahlawan Rose ” ucap Raja Gerald.


“ Hm !! ” dengus dari Rose memalingkan wajahnya.


Seketika ia terkejut ketika melihat aura dari Shin , ketika ia melihat aura Shin.


“ Salamander apakah kau merasakan nya ! ” ucap telepati dari Rose ke arah roh kontrak nya.


“ Jadi kau dapat merasakannya juga , laki - laki itu bukanlah orang yang main - main ” ucap Roh Salamander dengan terkejut sekaligus punggungnya bergetar.


“ Bukankah kau juga Roh kontrak , kenapa laki - laki itu terasa lebih kuat ” ucap Rose penasaran karena ia dapat merasakan bahwa Roh terkontrak nya seperti khawatir tentang sesuatu.


“ Tidak ! , Laki - laki itu berkontrak dengan salah satu Roh yang tidak dapat di perhitungkan , yaitu Roh dengan tingkat Raja / Ratu Roh ” ucap Salamander dengan serius.


“ Memangnya apa perbedaan dengan Roh biasa ” ucap Rose terkesan meremehkan.


“ Jangan anggap remeh , jika aku dapat membakar sebuah bangunan dengan mudah maka Raja Roh dapat membakar sebuah pulau kecil dengan mudah , dengan penggambaran itu kau pasti sudah mengerti ” ucap Roh Salamander.


Kepala Rose langsung sakit kepala memikirkan betapa ngerinya perbedaan kekuatan antara Roh miliknya dengan Roh yang berkontrak dengan laki - laki yang ia anggap remeh dan seluruh kerajaan.


Laki - laki yang di maksudkan adalah Shin , karena aura Sylp yang tidak di tutupi sehingga Roh dan Penyihir pemburu Iblis lain dapat merasakannya.


“ Sepertinya kita di lacak sayang ” ucap Sylp yang berada di tanda segel.


“ Yah mau bagaimana lagi aku terlalu lengah untuk menutupi aura ku dan energi mu ” ucap ku dengan tersenyum tipis.


“ Tetapi kenapa sangat lemah , apakah penyihir yang terpanggil ke sini hanya setingkat ini , jika benar sungguh mengecewakan bukan ! ” ucap Sylp dengan nada mengejek.


“ Jangan pernah meremehkan seseorang , bahkan orang lemah sekalipun memiliki cara bertarungnya sendiri ” ucap ku.


Aku tidak akan pernah meremehkan lagi setelah bertarung dengan Jendral Ghost yang dari luar terlihat lemah tetapi sebenarnya sangat kuat.


“ Ok ” ucap Sylp.


Setelah itu aku tidak memperhatikan Rose yang menatap ku dengan tatapan aneh selama diskusi berlangsung , aku hanya berbicara sedikit , ketika untuk mengungkapkan pendapat maupun saran.


Setelah beberapa saat diskusi di akhiri dengan aku sebagai penyedia kertas mantra , selain itu aku hanya di perintahkan untuk tinggal dengan tenang di ibukota , sebagai kekuatan cadangan yah sebenarnya mungkin aku hanya akan menjadi perisai daging ketika para iblis dapat menembus ke pertahanan ibukota.


Disisi lain terdapat wanita yang seakan menahan amarah yang meluap-luap.


“ Apa - apaan laki - laki ini , ia memiliki kekuatan tetapi tidak ingin menggunakan untuk melindungi orang tidak bersalah untuk melawan para iblis , dasar sampah tidak berguna ” batin kesal dari Rose.


Sedangkan Roh Salamander hanya diam sambil menggelengkan kepala dan berpikir betapa naifnya gadis ini.


“ Kurasa kau yang terlalu naif Rose kecil ” ucap Salamander yang tidak ingin berdiam diri.


“ Hah apa maksud mu kadal merah ! ” Rose memasang wajah garang.


Salamander hanya menatap dengan malas di dalam segel.


3 hari kemudian


Shin kembali ke kota untuk mengambil beberapa ratus kertas mantra karena dalam diskusi sebelumnya , kertas mantra yang di ciptakan oleh kota Shin sangat berguna.


Jika Yue tidak memberitahukan kegunaan dari kertas mantra yang di berikan oleh Shin kepada para petinggi , maka bangsawan kerajaan tidak akan tahu , oleh karena itu mereka bertanya kepada Shin apakah bisa untuk memberikan sebagian dari kertas mantra untuk di gunakan dalam perang.


Tentu saja Shin dengan mudah mengatakan bahwa ia dapat memberikan kertas mantra tetapi itu hanya beberapa ratus jika lebih maka ia tidak akan bisa.


Para petinggi juga tidak keberatan dengan hal itu.


“ Cih seenaknya saja , apakah para bajingan itu mengerti bahwa kertas mantra tidak mudah untuk membuatnya , mereka pikir membuat kertas mantra seperti mengambil air di laut ” ucap kesal dari Sylp.


“ Santai saja , itu hanya kertas lagi pula hanya yang memiliki kemampuan untuk mengirimkan bola api atau elemen lain tidak ada rugi dengan itu ” ucap ku menenangkan Sylp yang meluap-luap.


“ Maaf karena memberi tahu mereka tentang itu Sayang ” ucap Yue dengan wajah murung.


Meraka sekarang berada di mansion jadi dapat berbicara dengan leluasa.


“ Haha... Saudari tenang saja , seperti yang di ucapkan oleh suami kita itu hanyalah sebuah kertas ”


“ Lagi pula calon suami kita pasti telah menyembunyikan sesuatu sehingga meremehkan kertas yang begitu berharga walaupun itu hanya kertas mantra bola api ” ucap Ling dengan menghibur , sambil melirik ke arah Shin.


“ Lebih baik kalian fokus dalam pelatihan dari pada memikirkan tentang kertas mantra , walaupun seberharga apapun itu tetap kekuatan pribadi lebih berguna ” ucap ku.


Mereka semua menganggukkan kepala kecuali Sylp yang dari awal ia sudah sangat kuat.


Beberapa hari lagi berlalu , waktu keberangkatan untuk perang dengan Raja Iblis Gold.


Semua berangkat dengan perlengkapan yang lengkap dari armor , senjata maupun beberapa bahan lain.


Walau aku terkenal sangat tidak berguna selain memproduksi kertas mantra , para bangsawan maupun petinggi kerajaan tetap diam saja tentang betapa santainya aku.


Biasanya kalau menurut ku lebih baik membuang hal berguna , yaitu dengan mengusir ku kembali dari ibukota atau membunuh ku.


Tengah malam


“ To The Darkness, The Realm Of Hell Is Your Territory, I Am Your Follower So Give A Little Of Your Blessings "


“ Demonic Style Magic: Control Curse ”


( Kepada sang kegelapan , alam neraka adalah wilayah kuasamu , aku adalah pengikut mu maka dari itu berikan sedikit berkah mu )


( Sihir Gaya Iblis : Kutukan Kendali )


Sosok gelap dengan tanduk di kening kanan dan mata merah tiba - tiba muncul dan mengarahkan telapak tangannya yang mengeluarkan kabut hitam ke arah Ratu Elina.


“ Licik ! ” ucap ku dengan tersenyum melihat iblis yang sedang merapal mantra sambil mengarahkan tangan kanannya ke arah Ratu Elina .


” Basic Magic Discharge : Defense Type : Invisibility Shield ”


( Pelepasan Sihir Dasar : Tipe Pertahanan : Pelindung Tembus Pandang )


Seperti sebuah cairan asam yang melepaskan korosif yang luar biasa, kabut hitam yang berasal dari tangan iblis itu menguap dengan korosif ketika menyentuh Invisibility Shield , tetapi tidak menghancurkan pelindung yang ku buat.


Dengan terkejut iblis itu menatap Shin dengan melotot


“ Siapa kau manusia ! ” ucap iblis itu dengan kesal.


“ Menyingkirlah manusia jika tidak ingin mendapatkan kematian lebih cepat ! ” ucap iblis itu berkata dengan dingin.


[ To Be continue ]