
[ 29 ] < Pemusnahan >
“ Sial apa apaan gadis ini , kenapa rasanya terasa seperti ular yang sangat licin ! ” komandan iblis terus menyerang Death tetapi setelah berkali-kali melakukan nya , Death menghindari dengan sangat mudah membuat nya sangat kesal.
Death hanya bergerak dengan gerakan yang sangat minimum , ulet dan cepat membuat nya terasa sangat licin.
Srat... Srat...
Luka demi luka di cetak di tubuh komandan Iblis , membuat darah nya semakin naik karena marah.
“ Demonic Style Sword : Great Wind Blade”
( Pedang Gaya Iblis : Bilah Angin Yang Hebat )
Komandan iblis mengayun pedangnya ke arah Death yang telah berhenti sejenak.
Sring...
Tetapi serangannya hanya di hindari dengan memutar tubuh ke kanan yang membuat kening komandan Iblis mengkerut.
Slash... Slash...
Komandan Iblis lalu mengayunkan pedang nya kembali berkali - kali dengan kecepatan yang lebih tinggi dari sebelumnya.
Jika itu orang yang berada di tingkat level 5 saudara penyihir yang menyerang kota Shin sebelumnya maka serangan seperti ini pasti akan sulit untuk dihindari kecuali penyihir seperti Babel yang bertipe pertahanan.
“ Membosankan ! ” Death merasakan bosan setelah berbagai serangan ia lancarkan , ia kemudian menyelinap di belakang komandan iblis dan menghancurkan inti kehidupan yang di miliki oleh komandan iblis itu , dengan menancapkan belatinya ke tengah dada Komandan Iblis.
Umumnya iblis memiliki kelebihan yaitu tidak akan mati tetapi itu juga selama inti kehidupan nya tidak hancur atau kehabisan energi.
Inti kehidupan adalah sebuah kristal yang berada di tengah dada setiap iblis.
“ Siapa kau sebenarnya ! ” ucap iblis yang lain dengan terkejut karena komandan iblis di bunuh dengan mudah.
Death mengabaikan ucapannya dan langsung bergerak ke kerumunan iblis.
“ Serangan !! Cepat cegah ! ” suara beberapa iblis dengan panik.
“ Demonic Style Magic : Impenetrable Wall ”
( Sihir Gaya Iblis : Dinding Tak tertembus )
Beberapa tembok tanah naik untuk menghalangi gerakan dari Death.
“ Kalian pikir ini dapat menghalangi ku , begitu konyol ! ” Death belari dengan cepat dan mulai memanjat dinding hanya dengan kaki.
Death yang bergerak dengan kecepatan yang tinggi dapat sampai di atas dengan mudah , betapa terkejutnya ketika ia akan turun ia di gempur oleh berbagai sihir.
“ Demonic Style Magic : Fireball ”
( Sihir Gaya Iblis : Bola Api )
“ Demonic Style Magic : Black Needles”
( Sihir Gaya Iblis : Jarum Hitam )
“ Demonic Style Magic : Pressurized Wind ”
( Sihir Gaya Iblis : Angin bertekanan )
“ Cih ! ” tubuh Death kemudian menghilang dan muncul di salah satu iblis.
“ Dagger Art : Super Sonic Assassination ”
( Seni Belati : Pembunuhan Super Sonic )
Kecepatannya kemudian menjadi sangat cepat sehingga mata para Iblis sulit untuk melihat gerakan dari Death.
Hanya dalam 5 detik ribuan prajurit telah terpotong habis oleh belati Death.
“ Dagger Art : Touch of Annihilation ”
( Seni Belati : Sentuhan Pemusnahan )
Tubuh Death kembali menghilang tetapi kini aura kematian yang luar biasa menyelimuti tubuhnya sehingga tekanan yang luar biasa.
Para iblis dari tadi merasakan mereka melawan sosok dewa kematian yang tidak memberikan kesempatan hidup kepada siapapun yang berdosa.
Dalam radius 500 meter bilang lingkaran menebas apapun hingga terpotong yang tidak dapat di pikir kan oleh akal sehat.
“ Gila ! ” aku hanya dapat kagum dengan efesiensi dari setiap gerakan dari Death.
Teknik belati maupun langkah untuk pembunuhan benar benar gerakan minimal , hanya orang yang pernah mengalami ratusan peperangan yang dapat menggunakan tindakan seperti ini hanya dalam satu tarikan nafas.
“ Seperti yang dia ceritakan , ia telah berada di dimensi perang ! Dan telah berperang ribuan kali ” Sylp menganggukan kepala.
Mataku kembali mengamati gerakan Death yang kini mulai melawan iblis yang mengeluarkan kabut , setelah ia hampir memusnahkan semua pasukan iblis.
“ Siapa kau ! , aku tidak merasakan kau adalah manusia lalu kenapa kau menyerang kami ! ”ucap iblis kabut yang melayang di sana.
Death hanya menatap iblis itu dengan tatapan yang datar.
Iblis kabut itu marah karena kata-katanya tidak mendapatkan tanggapan.
“ Aku sebagai Jendral iblis akan membunuhmu ! ” Dengan aura kemarahan ia mulai melesatkan beberapa sihir destruktif.
“ Demonic Style Magic : Suppressive Water Vapor ”
( Sihir Gaya Iblis : Uap Air Yang Menekan )
Kabut yang berada di udara berubah menjadi ribuan titik air yang langsung bergerak tajam ke arah Death untuk menyerbu.
“ Dagger Art : Floor Cutting ”
( Seni Belati : Lantai Pemotongan )
Tubuh Death tiba-tiba muncul di atas langit 30 meter , ia berputar di udara dan menghilang kembali muncul di depan Jendral Iblis Kabut.
Death memotong butiran butiran air yang bertekanan , yang seolah ingin membuat lubang di tubuhnya.
“ Dagger Art: Beautiful Dance of the Goddess ”
( Seni Belati : Tarian Indah Dewi )
Seperti iblis yang sebelumnya Death menyelinap dalam diam dan langsung menusuk inti kehidupan dari Jendral Kabut.
Jika seorang Jendral dapat di bunuh dengan mudah ia tidak akan di sebut Jendral , dengan sangat tipis Jendral Kabut mengindari tusukan belati dari inti kehidupan nya.
“ Sial gadis ini seperti ular , sangat licin ! ” nafas Jendral Kabut terengah-engah terkejut dengan kelincahan gadis yang ada di depannya.
Goresan di punggung Jendral Kabut tercipta karena reflek nya tidak secepat Death , dan Jendral Kabut dengan keras memutar tubuhnya untuk menghindari tusukan belati yang hampir mencabut nyawanya.
“ Demonic Style Magic : Mystery Mist ”
( Sihir Gaya iblis : Kabut Misteri )
Tubuh Jendral Kabut berubah menjadi asap berwarna putih yang menutupi seluruh area dalam radius 600 meter.
“ Gadis sialan ! MATI !! ” dengan tawa kejam di dalam kabut Jendral Kabut melempar beberapa sihir air yang menyerbu dan tidak memiliki kesempatan menyerang.
Di sisi Shin
“ Gadis kecil apakah kamu dapat melawannya kali ini ! ” Sylp tersenyum melihat kondisi dari Death.
“ Death adalah sebuah pedang bukan sebuah manusia , ia tidak menggunakan sihir tetapi kecepatan dengan kegesitan dalam pembunuhan ia tidak dapat di ragukan dalam hal pembunuhan , jadi kurasa ia tidak akan ada masalah dalam mengalahkan iblis tingkat ini walau menurut ku iblis ini tidak sekuat Jendral Iblis Ghost ” ucap ku berspekulasi.
Kembali ke Death
Death masih diam dan menghindar setiap serangan sihir yang merupakan proyektil air , yang kemungkinan dapat menembus tubuh manusia dengan begitu mudah.
Crash... Crash...
Setiap serangan dapat di hindari dengan sempurna oleh Death sehingga perasaan dari Jendral Kabut menjadi tidak menentu.
“ Ada apa bajingan kecil , apakah masih mencari keberadaan ku , sebuah tindakan yang sia - sia ! ” karena ketenangan dari Death , Jendral Kabut mencoba memprovokasi untuk menghilangkan ketenangan dari Death.
“ Iblis menjijikan kau terlalu banyak omong kosong ! ” dengan nada tajam mata Death berubah warna menjadi hitam.
“ Dagger Art: Beautiful Dance of the Goddess ”
( Seni Belati : Tarian Indah Dewi )
Tubuh Death menari di dalam kabut , aura hitam mulai menyelimuti seluruh tubuh nya.
Ia menebas dan menusuk ke arah kabut entah kemana ia serang.
[ To Be Continue ]