The Journey To The Edge Of Power

The Journey To The Edge Of Power
[ 81 ] Wanita Misterius



[ 81]


Karena Andriani telah jatuh pingsan , Angelina membawanya ke arah tabib yang di miliki oleh keluarga Duke Hardiyani untuk segera di obati.


Malam harinya tepatnya ketika tengah malam


Andriani telah bangun dari pingsan nya dan tubuhnya telah membaik walau tidak sepenuhnya.


Wajahnya menjadi dingin ketika mengingat tentang kekalahannya yang membuat harga dirinya seakan hancur berkeping-keping.


“ Lemah ! Apakah aku memang selemah ini ! Bahkan setelah aku melakukan banyak kerja keras ” ucap kesal dari Andriani dengan nada yang dingin.


Nafas yang sebelumnya sangat memburu karena menahan amarah mulai di tenangkan oleh Andriani karena , bahkan Andriani sangat tahu bahwa tindakan yang di dasari oleh emosi akan menjadi sebuah tindakan yang menyebabkan banyak kecerobohan.


Andriani kemudian pergi ke luar untuk merasakan udara segar.


Tetapi tanpa sengaja ia melihat seseorang yang tidak ia duga melakukan pelatihan pedang di malam hari yang begitu dingin.


Kilasan cahaya terus berkedip di tempat latihan itu , karena energi yang di lepaskan berkali - kali bagai sebuah kilatan cahaya.


Andriani yang melihat cukup terkejut karena ia sangat tidak menyangka bahwa seseorang yang tidak ia harapkan melakukan latihan walau ia telah mendapatkan banyak hinaan.


Ia adalah Estiana yang sedang melakukan pelatihan pedang yang di berikan Shin menggunakan elemen yang ia miliki yaitu Elemen Cahaya.


“ Sungguh ! Aku merasa jauh dengan anak itu ! , sejak kapan aku seperti ini , padahal Estiana adalah seseorang yang membuat tujuan ku memiliki ilmu pedang menjadi lebih kuat ”


“ Apakah ketika aku telah di akui oleh ayah atas kerja kerasku walau aku tidak memiliki sihir apapun ” ucap Andriani merenung.


Andriani kemudian menatap ke arah bintang dan hanya menatap dengan sangat sedih ketika mengingat kembali akan masa lalunya.


“ Ternyata hidup ku sebelumnya adalah sebuah kehidupan yang penuh kesulitan dan tanpa adanya rasa kebahagiaan serta ketentraman ” batin sedih Andriani menatap ke arah Estiana yang masih berusaha berlatih walau teknik nya telah berkali-kali gagal.


Andriani kemudian berjalan ke arah Estiana dan mengambil pedang kayu yang ada di tempat latihan tersebut.


“ Bagaimana jika kita latih tanding , aku kalah dengan Ambasari dan tidak mungkin kalah jika dengan mu ” ucap Andriani menatap ke arah Estiana dengan tersenyum.


Estiana yang mendengar itu terkejut tetapi kemudian senyuman mengejek seketika tercipta di bibir manisnya.


“ Apakah begitu , walau kamu dapat menang dengan ku bukankah kakak sama dengan membuly pendatang baru yang baru belajar ” ucap Estiana yang melihat dari mata Kebenarannya bahwa aura dari Andriani telah benar-benar berubah.


“ Auranya telah berubah , kuharap ia menjadi lebih baik dari sebelumnya” batin Estiana dengan senang.


“ Heh , kita coba ! ” ucap Andriani yang memasang sikap kuda - kuda.


“ Sword of Life Style: One Hundred Beauty Butterflies ”


Tubuh dari Andriani menghilang menjadi ratusan kupu - kupu yang kemudian bergerak menyebar ke seluruh area mengelilingi Estiana.


Estiana matanya menatap ke kanan dan kekiri melihat di mana lokasi yang sekarang merupakan tempat persembunyian dari Andriani.


Estiana mengalirkan kekuatan cahaya yang sangat kecil di sisi tajam pedang kayu sambil matanya terus melihat kanan kiri.


“ Dimana dia ? ” ucap dari Estiana yang melihat sekitarnya dengan mata yang tajam.


Kemudian mata Estiana sekilas melihat 5 detik yang akan datang , bahwa ia akan di hujani oleh belasan tebasan yang tidak terlihat.


Estiana menghindar dengan sangat baik karena ia telah melihat arah serangan yang akan datang.


“ Apakah anak ini dapat melihat serangan ku yang super cepat ! ” batin Andriani yang berada di pojok lantai tempat latihan.


Estiana kemudian melepaskan energi sihir berbentuk gelombang walau itu tidaklah besar.


Sebuah gelombang kecil yang membuat area tersebut menjadi sangat terang bagai siang hari.


“ Sihir !? Tetapi kenapa aku tidak pernah melihatnya ” ucap Andriana yang menatap ke arah Estiana dengan tatapan penasaran.


“ Ketemu ! ” Estiana kemudian terdengar di telinga Andriani.


“ Light Style Sword : Death Wave Enhancement ”


Pedang Estiana bergerak menebas ke arah Andriani yang sedang melamun karena tidak menyadari sejak kapan Estiana telah berada di belakangnya.


Tetapi ketika dalam jarak 10 cm dari pedang kayu Estiana , Andriani segera sadar akan kehadirannya.


“ Sword of Life Style : Blowing Wind ”


Pedang kayu Estiana seketika menebas ke arah udara kosong , karena Andriani bergerak sangat cepat untuk menghindar seolah Andriani telah menjadi perwujudan angin.


“ Teknik dari Kak Andriani adalah teknik yang menyangkut seluruh elemen alam walau ia tidak memiliki energi sihir ” batin Estiana merenung.


“ The Sword of Life Style : The Joy of the Waterfall ”


Andriani menebas ke arah Estiana dengan sangat pelan tetapi sebenarnya sangat cepat.


Teknik utama dari Andriani adalah Kecepatan dan kekuatan fisik yang gila sehingga dapat menciptakan teknik yang biasanya membutuhkan energi sihir.


Untungnya Estiana adalah pemilik elemen cahaya yang memiliki kemampuan untuk menciptakan kecepatan secepat partikel dan panas bagai matahari.


Ketika Andriani melakukan serangan yang luar biasa cepat , Estiana juga melakukan serangan super cepat dengan teknik paling dasar dari yang ia miliki.


“ Light Style Sword : Star Evolution ”


Estiana melakukan gerakan yang merupakan teknik nya sendiri yang merupakan teknik super cepat.


Bagai bintang yang jatuh dengan kecepatan yang melebihi kecepatan cahaya , Estiana telah sampai di depan Andriani dengan pedang yang bergerak ke arah leher.


Andriani masih menggunakan teknik yang sama , walau ia masih dapat melihat gerakan yang di lakukan oleh Estiana , Andriani tetap tidak dapat menghindari serangan yang mengarah ke arahnya.


Estiana yang senang dengan perkembangannya karena memahami seluruh teori dalam penguasaan sihir hingga ke setiap titik ujung pedang memiliki komposisi sendiri segera menciptakan senyuman bahagia.


“ Seri ! Estiana ! ” ucapan dari Andriani segera membuat sadar Estiana.


“ Hah ! ” ucap bingung dari Estiana.


Setelah keduanya tenang , Estiana dalam melihat kondisi masing - masing.


Pedang kayu yang di pegang oleh Andriani hanya beberapa cm di depan perut sedangkan pedang kayu Estiana berada beberapa cm dari leher Andriani.


Keduanya kemudian melompat menjauh dari sana , menatap ke mata masing - masing.


“ Aku tidak tahu bahwa kamu sudah sekuat ini Estiana !” ucap Andriani dengan senyum menghina.


“ Heh ! Karena gagal dalam mendapatkan kursi Duke kau ingin melampiaskan pada seseorang yang baru belajar ilmu pedang ” ucap Estiana menjawab dengan ejekan.


“Kalau begitu bagaimana jika masing - masing dari kita mengeluarkan kekuatan penuh , apakah benar aku memang melampiaskan kekalahan ku ” ucap Andriani dengan semangat yang membara.


“ Yakin ! Aku tidak akan membawa mu jika jatuh kembali karena kondisi yang masih belum pulih ” ucap Estiana.


“ Tentu saja , lakukan saja Sialan ! ” ucap marah dari Andriani.


“ Light Sword Style: Dragon ”


Pedang dari Estiana berkobar energi sihir berwarna kuning yang membentuk sebuah kepala naga cina.


“ Sword of Life Style: River of Heaven ”


Seperti sebelumnya Andriani mengarahkan pedangnya ke arah langit dan mefokuskan seluruh fisiknya pada satu teknik ini.


Slash... Boom...


Keduanya ketika mengayunkan pedang kayu masing - masing segera menciptakan sebuah tekanan dan distorsi energi yang seketika membuat gempa kecil di area tersebut.


Semua orang yang ada di kediaman Duke muncul kepanikan yang menimbulkan keributan akibat dari ledakan energi dari benturan teknik antara Andriani dan Estiana.


Percikan kuning merah terlihat di kedua pedang kayu , walau itu bukanlah pedang asli.


Setelah benturan kedua pedang memantul dan pada saat itu juga Andriani dan Estiana kembali mengayunkan pedang nya untuk melakukan benturan kembali.


“ Benar ! , tidak ku sangka anak ini benar - benar telah menjadi kuat ! ” ucap Andriani dengan gembira.


“ Terakhir !! ” teriak Andriani dengan sangat keras.


Keduanya kembali mengayunkan pedang kayu mereka dengan sekuat tenaga tanpa menahan diri sedikit pun.


Boom...


Ledakan gelombang kejut kini segera terasa lebih nyata dari sebelumnya.


Keduanya termundur 3 meter dengan jejak goresan kaki di tanah.


Tangan Andriani bergetar dengan hebat , ia yang bangga akan kekuatan fisiknya dan ilmu pedang yang di ajarkan oleh seseorang yang ia anggap sangat luar biasa dalam ilmu pedang menjadi terkejut.


“ Kekuatan fisikku benar - benar di kalahkan oleh seseorang yang baru mempelajari pedang ” ucap Andriani dengan senyuman yang bersemangat.


Sedangkan Estiana hanya dapat berdiri tegak tanpa dapat menggerakkan seinci bagian tubuh pun.


“ Mengeluarkan seluruh kekuatan energi maupun fisikku yang masih rendah benar - benar sesuatu kecerobohan ” ucap Estiana dengan menggerutu.


“ Seperti yang ada di kristal angin , bahwa setiap teknik pedang di haruskan di setiap titik memiliki porsinya sendiri dalam energi , entah itu energi sihir , alam maupun fisik ”


“ Walau aku belum mengerti tentang energi alam tetapi mungkin masih dapat ku cari di perpustakaan Duke ” ucap Estiana yang masih memikirkan kekurangannya.


“ Kalian ! Benar-benar hebat yah… , malam - malam begini kalian membuat keributan sungguh apa yang sebenarnya kalian pikirkan ” ucap Ambasari yang seketika membuat kedua gadis itu sadar dari lamunannya masing - masing.


“ Hah ! Gadis bintang ! Apa maksudmu !? ” suara teriakan Andriani dengan marah.


Memang dari awal Andriani dan Ambasari tidak akan akur walau apapun yang terjadi.


“ Kau mengejekku ! Mau bertarung lagi ! ” Ambasari mengeluarkan sebuah buku sihirnya yang seketika melayang di tangannya.


Andriani juga ingin bersiap tetapi kemudian ia melihat bahwa pedang kayu yang ia pegang telah menjadi butiran debu hanya menyisahkan gagangnya saja.


“ Benturan dengan Estiana sebelumnya memang terlalu berlebihan ” ucap Andriani dengan tersenyum.


Melihat senyuman yang tiba - tiba membuat Ambasari menjadi mengerutkan kening .


“ Hei gadis singa ! Apakah kau tersenyum ” ucap Ambasari dengan penuh amarah yang terlihat di wajahnya yang di penuhi dengan urat - urat kemarahan.


“ Aku memang tersenyum !” ucap Andriani seketika memanaskan suasana.


Para prajurit yang melihat hanya dapat menegukkan ludah karena pertengkaran dua putri yang mungkin tidak dapat di hentikan oleh siapapun.


Tetapi kemudian Estiana secara tiba - tiba jatuh lemas dengan tangan yang memerah bahkan kakinya bergetar terjatuh di tanah.


Andriani yang telah sadar akan perbuatannya yang hanya berpikir akan menjadi nomer 1 walau tanpa kekuatan adalah sebuah hal yang menyiksa diri segera bergerak ke arah Estiana karena menurutnya saat ini adalah adiknya yang paling penting.


Tujuan dari Andriani segera berubah ketika melihat seberapa berbakat dan kuatnya Estiana ketika bertarung dengannya.


Andriani ingin menjadi seseorang yang akan menjadi pendamping atau penjaga terakhir sebelum siapapun ingin menyerang ke arah Estiana.


“ Apa yang terjadi Estiana !? ” tanya Andriani yang dengan cepat menghampiri Andriani dan mengangkatnya untuk di bawa ke tabib.


“ Kurasa aku terlalu berlebihan mengeluarkan seluruh energi dan kekuatan ku tanpa memperhatikan apa yang di katakan guru ” ucap Estiana yang di dengar oleh Andriani.


“ Dasar kau ini ! Jika kau tahu bahwa itu membahayakan maka jangan lakukan ! ” ucap Andriani berlari dengan sangat cepat agar ia sampai tujuan.


Sedangkan Ambasari terdiam melihat ke arah Estiana yang terjatuh.


Ambasari sebenarnya sangat ingin membantu tetapi karena egonya yang sangat tinggi membuatnya menolak untuk datang dan membantu.


“ Apakah aku sedingin ini pada adikku ! ” ucap Ambasari terhadap dirinya sendiri.


Ambasari terus melihat kepergian dari Andriani dan Estiana.


“ Tidak , aku mungkin dapat menjadi salah satu istri dari pangeran jadi untuk apa keluarga yang hanya membawa beban ” ucap Ambasari yang kemudian pergi ke kamarnya lagi dengan wajah yang sangat dingin.


Ambasari tidak tahu bahwa kemungkinan ia akan merasa menyesal karena ia tidak dari awal untuk menghilangkan rasa egonya yang sangat tinggi.


Beberapa waktu lalu


Shin yang telah berada pada kondisi penuhnya yang dalam tersegel segera bangkit dan melihat sekitar , ia merasakan sesuatu yang menatapnya dari jauh tetapi Shin tidak dapat mendeteksi bahkan dengan persepsi nya yang dapat mencangkup 3Km secara penuh.


“ Kurasa aku mungkin terlalu jenuh sehingga aku berhalusinasi ! ” ucap Shin yang kemudian terbang dan berjalan di udara dengan lantai udara.


Shin adalah seseorang yang lebih berbakat dalam mengontrol sesuatu , apalagi itu adalah sesuatu seperti elemen angin yang merupakan salah satu elemen yang telah sinkron dengan kekuatan jiwanya.


Untuk menciptakan lantai angin , Shin bahkan tidak memerlukan banyak imajinasi , ia dapat menciptakan lantai angin seperti menciptakan gelembung sabun karena sangking mudahnya.


Tidak jauh dari posisi Shin sebelumnya terdapat sosok yang membuat Shin menjadi waspada karena tatapannya seperti sebuah tatapan ular.


“ Kutemukan kau wahai sang agung ! ” ucap sosok wanita yang tubuhnya menjadi sebuah tubuh transparan tetapi jejak energi alamnya benar - benar telah menjadi sangat luar biasa.


Kenapa Shin tidak merasakannya bahkan energi wanita itu yang benar-benar gila ,itu karena wanita itu seperti sebuah segel , ia dapat menyegel energi dan kekuatan sesuka hati seolah ia dapat menjadi seseorang yang sangat lemah bagai seseorang yang sakit - sakitan atau seseorang yang sangat kuat bagai seorang dewa.


“ Akan ku tunggu dari jauh , berapa lama kau akan bangkit ! 10 tahun , 100 tahun ataukah 1000 tahun dan bisa juga lebih dari itu ” ucap wanita itu dengan suara yang sangat merdu.


“ Haha... Tidak peduli berapa lama , saya yang rendah ini akan selalu melihat dan membantu dalam diam ” ucap wanita itu dengan secara perlahan aura dan energi nya menghilang bagai ditelan air di lautan samudera.


Kembali ke Shin.


Shin yang berada di atas langit terus berjalan dan terus berjalan tanpa berhenti walau ia telah melewati 2 desa dan 3 kota.


...( Maaf jika kurang menarik , ini hanya untuk bersenang-senang )...


...( Enjoy and always be happy )...