The Journey To The Edge Of Power

The Journey To The Edge Of Power
[ 75 ] [ End of the Fight ]



[ 75 ]


Seluruh tubuh Shin di kurung oleh kubus hitam seperti biasanya yang merupakan teknik pertahanan terbaik yang ia miliki.


Ketika Rainbow Snake mengayunkan ekor dengan maksud menusuk tubuh Shin , ia tiba - tiba merasakan ada sesuatu yang menghentikan ekornya seperti sebuah dinding kuat yang tidak mudah di hancurkan.


Dang... Drrt...


Rainbow Snake tidak menyerah ia terus mengayunkan ekornya yang setajam tombak berkali - kali sehingga menyebabkan lebih banyak kabut yang menutupi.


Shin dapat melihat gerakan yang di lakukan Rainbow Snake yang terus-menerus menyerang dinding kubus hitam yang ia ciptakan.


Ular ini benar-benar habis - habisan jika telah mengetahui bahwa kekuatan lawannya bukanlah kekuatan yang dapat dengan mudah dia kalahkan.


Jika saja Rainbow Snake dari awal serius mungkin Shin akan menjadi sedikit kelabakan.


“ Clone ”


Shin menciptakan klon di dalam kubus hitam sedangkan dirinya berteleportasi di belakang Rainbow Snake.


Rainbow Snake yang terus-menerus menyerang kubus hitam , tiba - tiba melihat beberapa retakan di kubus hitam.


Krak... Krak... Pyar...


Bagai sebuah kaca pecah , kubus hitam itu hancur dengan sangat mudah di tanah dan menghilang menjadi kabut energi.


Senyum Rainbow Snake tercipta , ia kemudian menyemburkan nafas api biru dari mulutnya ke arah kubus hitam yang telah pecah.


Shin yang melihat dari belakang Rainbow Snake hanya dapat tersenyum tanpa mengatakan apapun.


Setelah beberapa saat Rainbow Snake melihat ke arah semburan nafas api yang telah ia semburkan sebelumnya.


Tetapi matanya dan tubuh nya membeku karena terkejut.


Rainbow Snake melihat bahwa kubus hitam sebelumnya yang telah dihancurkan hanyalah sebuah teknik sihir yang akan menghilang begitu sihir itu hancur.


“ Apa yang kau cari sebenarnya ular ” ucap Shin tersenyum dari belakang Rainbow Snake.


Rainbow Snake terkejut tetapi kemudian ia dengan sangat cepat mengubah api di ekornya yang awalnya berbentuk seperti ujung tombak menjadi pisau senjata sabit.


Ekor Dari Rainbow Snake di ayunkan ke arah Shin tanpa melihat ke belakang.


Shin tahu tindakan yang di lakukan oleh Rainbow Snake tetapi Shin hanya diam saja.


Bilah pisau sabit yang ada di ekor Rainbow Snake segera bergerak cepat menebas tubuh Shin menjadi dua bagian.


Rainbow Snake langsung melihat kondisi tubuh Shin yang telah dia belah.


Kebodohan sebelumnya tidak akan di lakukan kembali, itu lah yang di pikirkan oleh Rainbow Snake.


Dan benar saja setelah ia membelah tubuh Shin dan melihatnya , Rainbow Snake seketika menjadi kebingungan.


Tubuh Shin yang sebelumnya berada di belakang Rainbow Snake ternyata bukanlah tubuh aslinya .


Tubuh yang sebelumnya terbang ternyata hanyalah sebuah boneka yang diikat dengan angin yang merupakan lantai angin.


Yang tidak lain adalah tiruan Shin.


Amarah dari Rainbow Snake segera memuncak , ia merasa di permainkan.


“ Sialan kamu manusia , apakah kamu hanyalah seorang pengecut ! ” ucap Rainbow Snake dengan penuh amarah.


“ Rainbow Art : 4 Color Domain ”


Rainbow Snake masuk ke dalam tanah dengan menciptakan area Domain.


Dengan 4 warna yang membuat siapapun menjadi hancur entah itu pohon maupun tanah selama berada di dalam domain.


4 Warna tersebut adalah Kuning , Merah , Hijau , dan Hitam.


Shin yang ada di atas langit menjadi bingung dengan teknik yang di gunakan oleh Rainbow Snake.


Pasalnya Teknik Rainbow Snake sudah pasti merupakan tipe domain , sedangkan salah satu tangan Shin yang ada di atas langit terkena domain dengan warna hitam.


Krss... Krss...


Seperti sebuah suara pasir yang jatuh secara perlahan , tangan Shin secara perlahan terkorosif dengan sangat cepat.


Sialan !


Shin kemudian memotong tangannya dengan sangat cepat , dan melakukan teknik regenerasi walau itu sangat lambat.


Sudah cukup aku bermain - main , ular ini akan semakin berbahaya jika aku terlalu banyak bermain.


Shin kemudian mengeluarkan pedang death dengan aliran angin segera menyelimuti pedang Death tersebut.


“ Sudah lama Death untuk mu bergerak ” ucap Shin sambil melihat ke arah Death.


Pedang hitam yang di pegang Shin seolah mendengar ucapan dari Shin segera bergetar walau itu tidaklah kuat.


Shin melesat ke arah domain yang di ciptakan oleh Rainbow Snake dengan kecepatan super cepat.


Tubuh dari Shin menembus domain dengan sangat lancar seolah domain yang di ciptakan oleh Rainbow Snake bukanlah apa-apa.


Shin sendiri mengontrol angin di seluruh tubuhnya untuk menciptakan pelindung tipis dan kuat yang dapat menangkis seluruh efek yang dihasilkan oleh domain 4 warna.


“ Wind Style Sword : Dragon ”


Shin membentuk angin berbentuk naga di ujung pedang yang turun bersamaan tubuh nya yang turun dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Gerakan dari Shin menciptakan sebuah bentuk meteor yang di ujung permukaannya adalah kepala naga.


Saat kepala naga tersebut menyentuh tanah , seketika seperti sebuah sebuah meteorit yang jatuh ke bumi , sebuah ledakan yang membuat tanah berhamburan dan tubuh dari Rainbow Snake terlihat dalam keadaan melingkar memeluk tanah.


“ Kutemukan dirimu , Ular Selokan ” ucap Shin yang kemudian tubuh nya berputar secara vertikal dan bergerak seperti sebuah roda.


“ Wind Style Sword : Wheel of Death ”


Shin berputar seperti sebuah gergaji yang terus berputar hingga targetnya terpotong.


Tubuh Rainbow Snake yang terus-menerus di gores oleh Shin hingga ia tidak dapat bergerak , sedikit demi sedikit sisik dari Rainbow Snake terkelupas dan hancur.


“ Si... al henti... kan itu manu.. sia ” suara dari Rainbow Snake terpatah - patah.


Shin tidak mendengar kata - kata dari Rainbow Snake , tubuhnya terus berputar hingga nafas Shin habis.


Saat nafas Shin habis , Shin berteleportasi ke atas langit tempat sebelumnya ia melihat Rainbow Snake secara diam - diam.


Rainbow Snake yang telah mendapatkan banyak luka goresan dan sisiknya yang telah banyak hancur , matanya menjadi melotot dengan amarah.


Rainbow Snake keluar dari tempatnya dan segera menghilangkan domain 4 warna yang ia buat.


“ Akhirnya kamu keluar juga manusia pengecut ” ucap Rainbow Snake menghina walau tubuhnya telah banyak terluka di ikuti dengan amarah yang meluap.


“ Kau benar-benar telah membuang banyak waktu ” ucap Shin tanpa nada main - main lagi.


Shin sebelumnya hanya ingin mengetes seberapa kuat kekuatan dari Heaven Beast walau ia terlihat seperti bermain - main.


“ Kaulah yang telah membuat ku kehilangan banyak waktu sialan ! ” ucap Rainbow Snake dengan amarah yang meluap-luap.


“ Rainbow Art: Body Multiply ”


Kemudian 4 warna keluar dari tubuh Rainbow Snake dan membentuk masing - masing Rainbow Snake.


Tetapi warna dari Rainbow Snake yang lain memiliki warna yang dominan lebih ke elemen masing-masing.


“ Haha... Untuk sekarang , aku akan mengakhiri hidup mu Manusia ! ” Rainbow Snake berkata dengan gila.


Shin hanya diam di tempat menunggu Rainbow Snake merah tiba di tempatnya.


Kecepatan dari Rainbow Snake merah sudah seperti meteor , Shin hanya dapat melihat siluetnya jika ia tidak menggunakan sharingan yang ia miliki


...----------------...


Rainbow Snake Merah tersebut ketika telah dekat dengan Shin , ia segera menyemburkan nafas panasnya.


Shin dengan cepat mengubah teknik Pedang nya dari angin menjadi teknik pedang es yang langsung untuk menangkis serangan panas dari Rainbow Snake merah yang sangat panas.


Shin menebaskan aliran es yang bagai sungai , yang seketika semburan es dan semburan api yang panas segera berbenturan di langit menyebabkan hawa panas dingin menyebar di sana.


Tidak berhenti di sana sosok Rainbow Snake dengan warna hitam juga melesat ke arah Shin tepat di belakang Shin.


“ The Art of the Rainbow: Roots of Darkness ”


Rainbow Snake berwarna hitam itu membuka mulut nya yang seketika itu memunculkan banyak akar yang bergerak ke arah Shin dengan kecepatan ekstrim.


Persepsi Shin yang terus aktif segera melacak gerakan yang di lakukan oleh Rainbow Snake berwarna hitam.


“ Basic Magic Discharge : Defense Type : Invisibility Wall ”


Akar yang di keluarkan Rainbow Snake Black langsung terpental ketika sebuah dinding yang transparan tiba - tiba muncul di belakang Shin.


Walau terkejut , Rainbow Snake Black segera bergerak ke arah Shin dengan tubuh yang mengeluarkan asap berwarna hitam.


Dinding yang transparan secara perlahan terkorosif dengan kecepatan gila.


Korosif ! Baru kali ini dinding tembus pandang ku dapat di korosifkan.


Shin yang terkejut tiba - tiba mendapat sebuah serangan yang mengarah ke arah kepalanya dengan sangat cepat.


Karena persepsi dari Shin yang luar biasa dapat terus aktif dan tidak menghabiskan energi rohnya Shin dapat dengan tenang melihat seluruh area dalam jangkauan 300 meter.


Serangan yang mengarah ke arah kepala Shin adalah sebuah serangan yang berbentuk bola berwarna hijau.


“ Basic Magic Discharge : Defense Type : Invisibility Wall ”


Shin kembali mengeluarkan sebuah dinding transparan yang seketika menabrak bola - bola yang menuju ke arah kepalanya.


Tetapi yang mengejutkan Shin adalah ketika bola - bola hijau tersebut berbenturan dengan dinding transparan milik Shin , sebuah kabut tercipta dari pecahnya bola - bola hijau.


Dinding transparan yang di miliki oleh Shin kembali hancur secara hampir sama dengan korosif yang di berikan oleh Akar Kegelapan Rainbow Snake Black.


Hydra itu benar - benar penuh kebohongan !


Jika dari awal ular ini mengeluarkan seluruh kekuatannya maka pasti aku akan dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.


Pedang Death kemudian di lemparkan ke bawah.


( Note : dari awal pertarungan Shin dan Rainbow Snake bertarung di atas langit )


“ Advanced Magic Release : Attack Type : Rain of Death Blades ”


Salah satu tangan Shin seolah menggenggam udara , ia memunculkan ratusan pedang besar dengan ukuran hampir mencapai 100 meter di setiap pedangnya.


Ketika Shin mengayunkan tangan kanannya yang bagai memegang udara , ratusan pedang turun dengan ganas seperti sebuah hujan anak panah yang berkecepatan tinggi.


Rainbow Snake merah , hitam , hijau dan kuning yang hanya diam segera bergerak panik.


Kelima Rainbow Snake ingin melarikan diri untuk menghindar tetapi sebuah rantai dengan ukuran yang sangat panjang mengikat semua Rainbow Snake.


“ Advanced Magic Release : Sealing Type : Calamity Binding Chain ”


Tubuh ke lima Rainbow Snake seketika membeku di tanah tanpa dapat bergerak sedikitpun.


Crash.. crash...


Seperti suara robekan besi dan daging , tubuh dari kelima Rainbow Snake secara perlahan di sayat - sayat hingga berkeping-keping.


Tubuh dari Rainbow Snake tidak ada yang baik - baik saja , jika bukan dari kekerasan tulangnya maka tubuh Rainbow Snake pasti telah menjadi potongan ular.


Tetapi kemudian tubuh dari Rainbow Snake yang asli beregenerasi dengan sangat gila tetapi memiliki ukuran yang sangat kecil.


Ukuran dari Rainbow Snake saat ini berada pada ukuran ular normalnya di dunia ini , yaitu 30 meter.


“ MANUSIA ! ” suara kemarahan terdengar di telinga Shin seperti sebuah tanda peringatan bahaya.


“ Ohw… Begitu lucunya ” ucap Shin dengan nada yang mengejek.


“ Beraninya kamu sialan , jika saja kamu membiarkan aku mengumpulkan kekuatan maka pasti aku akan membinasakan mu menjadi butiran debu ” ucap Rainbow Snake yang telah berukuran sangat kecil.


“ Hehehaha.... Kau yakin ! Kau benar-benar berkata seperti itu hahah... Lihatlah tubuhmu wahai Heaven Beast ” nada Shin kembali berubah yang berarti efek dari titlenya yang telah berubah saat melawan salah satu sosok di dungeon telah aktif kembali.


Rainbow Snake menjadi tertegun dengan karakter Shin yang tiba - tiba memiliki aura yang berbeda.


Jika sebelumnya memiliki aura yang di penuhi dengan rasa santai dan keseriusan tapi kini Shin hanya di penuhi dengan kegilaan.


“ Hei manusia apa yang terjadi ” ucap Rainbow Snake yang tanpa rasa takut bertanya ke arah Shin.


Shin memandang ke arah Rainbow Snake dengan senyum yang aneh.


“ Hehe... ” Shin tertawa dengan aneh lalu ia mendekat ke arah Rainbow Snake.


“ Perasaan ku tidak enak ” batin Rainbow Snake yang bergerak mundur.


“ Hehe… ” tawa Shin tetap sama tetapi memiliki suasana yang berbeda.


Rainbow Snake terus bergerak mundur melihat wajah aneh Shin.


Sedangkan Shin yang telah berada di dekat Rainbow Snake segera menangkap ekor Rainbow Snake seperti ia memegang sebuah tali pengikat.


Shin mengayunkan Rainbow Snake yang berada di tangannya dengan sembarang ke arah hutan.


Bersamaan ia mengayunkan Rainbow Snake , Shin juga mengalir energi angin di tubuh ular itu.


Walau Rainbow Snake masih hidup keadaannya saat ini benar - benar telah menjadi sebuah senjata oleh Shin.


Setiap ayunan dari Shin menciptakan sebuah goresan memanjang yang memotong apapun di jalannya.


Berbagai pohon di area hutan yang berdekatan dengan Shin segera menjadi hutan gundul yang di penuhi dengan potongan pohon.


Setelah menciptakan hutan gundul Shin terbang ke atas langit.


Saat di atas langit kesadaran dari Shin tiba - tiba menjadi tenang tetapi genggamannya pada Rainbow Snake masih sangat kuat.


Shin telah mengetahui karakter lainnya pada dirinya , tetapi karena itu tidak lah memiliki efek buruk pada dirinya , Shin tidak menghiraukannya malahan ia menganggap bahwa itu adalah kekuatan yang membutuhkan kondisi tertentu.


Setelah itu Shin turun ke bawah dan melesat dengan sangat cepat kembali ke arah kotanya.


Beberapa hari kemudian


Shin berjalan - jalan di kota sambil menikmati waktu yang senggang.


Biasanya Shin hanya berada di ruangannya mengurus berbagai dokumen itu pun terdapat rencana kota bawah tanah dan kerajaan bawah tanah.


“ Hei apakah kalian mendengar bahwa kerajaan Singa Besi telah kedatangan salah satu anggota ras Angel ” ucap penduduk 1.


“ Apakah benar informasi itu , lalu apakah yang mereka lakukan ” ucap penduduk 2.


“ Apakah kamu tahu apa yang mereka lakukan ketika kedatangan mereka ” ucap penduduk 1 bertanya kembali.


( Maaf jika kurang menarik , ini hanya untuk bersenang-senang )


( Enjoy and always be happy )