
Bab 95
“ Ap... Apa-apaan manusia itu , beraninya meninggalkan kami , jika kami dapat kembali akan ku siksa dia ” ucap iblis besar yang ada di sana dengan wajah penuh kemarahan.
Iblis wanita yang kakinya telah di hancurkan oleh Shin hanya dapat kebingungan karena kondisinya yang telah kehilangan banyak kekuatan , karena dengan kondisi ini ia akan sulit untuk melawan Shin apalagi melarikan diri .
Sedangkan iblis yang lainnya hanya dapat mengumpat dengan kesal tentang yang di lakukan oleh Arlot yang terkesan egois.
“ Kalian tetap waspada , orang itu sepertinya masih memiliki kekuatan yang sangat banyak , jika saja... ” ucap dari iblis bertanduk satu.
“ Hmm benar juga ! ” ucap iblis besar yang kemudian menatap ke arah Shin dengan tatapan tajam.
Mereka juga tidak pergi !
Kurasa mereka tidak memiliki alat transportasi seperti yang di lakukan manusia sebelumnya.
Shin menatap ke arah ke tiga komandan iblis itu dengan tatapan tenang yang tidak dapat di tebak oleh ke tiga iblis itu.
Karena ketenangan Shin membuat iblis-iblis itu menjadi gugup dan khawatir.
Tetapi kemudian mereka melihat Shin menutup mata tetapi melepaskan hembusan angin yang sangat kuat.
Hmm... Medan perang ternyata telah selesai tanpa ku sadari !
Persepsi angin yang di memiliki oleh Shin menyebar dan melihat segala hal yang ada di sekitarnya dengan sangat jauh.
Dalam penglihatan Shin hanya terdapat Beatrix , 3 iblis dan Shin yang saat ini terdiam dengan mata tertutup.
Ketika membuka mata , Shin mengayunkan pedangnya yang seketika menciptakan sebuah goresan di udara.
setelah menciptakan goresan udara Shin menghilang dengan sangat cepat.
“ Di mana ! ” ucap iblis bertanduk satu yang mulai serius dan melihat sekitarnya.
Tetapi sebelum iblis yang lainnya menyadari apa yang akan terjadi tiba-tiba pandangan mereka menjadi gelap.
“ Wind Style Sword : Death Wave Enhancement ”
Kepala dari ketiga iblis itu hanya dalam seperkian detik telah lepas dari tubuh mereka tanpa mengeluarkan tetesan darah sedikitpun.
Garis tipis yang sebelumnya di ciptakan Shin langsung menyerap tubuh ke tiga iblis itu dengan sangat cepat.
“ Ku simpan , akan ku lihat apa yang bisa ku lakukan untuk tubuh 3 iblis ini ! ” ucap Shin ketika telah memasukkan tubuh 3 iblis itu ke menara penyimpanannya.
“ Entah sudah berapa banyak energi yang telah ku keluarkan untuk melawan para Iblis ini di sini ! ” ucap Shin yang kemudian duduk bermeditasi untuk menyerap energi alam dan menjadikannya menjadi energi roh.
Di waktu bersamaan Arlot yang melarikan diri bersama Toga telah sampai di kuil Dewa Iblis.
Di sana terdapat banyak iblis tingkat tinggi dan iblis-iblis kuat lainnya.
Tetapi ketika melihat kemunculan Arlot yang datang secara tiba-tiba dan langsung jatuh pingsan membuat mereka kebingungan.
“ Apa yang terjadi ! Kenapa tuan utusan terluka parah ! ” ucap salah satu iblis dengan alis mengkerut.
Tetapi pertanyaannya tidak ada yang menjawab karena mereka pun bingung akan menjawab pertanyaan yang bahkan mereka tidak tahu.
Para iblis tahu bahwa ketika melawan utusan dewa malaikat sosok Toga sangat kuat tetapi kenapa hanya untuk menghancurkan sebuah kota yang di bangun oleh sosok pahlawan yang telah di anggap gagal harus kembali dengan terluka parah bukankah itu konyol.
Tetapi yang tidak di ketahui oleh iblis yang lainnya adalah sosok utusan malaikat sebelumnya hanya memiliki sebagian kekuatannya sehingga ia tidak dapat melakukan apapun ketika melawan Toga dan para iblis yang lainnya.
Berbeda ketika utusan dewa malaikat telah mencapai kekuatan penuh bahkan seseorang utusan seperti Toga harus mengetahui apa arti dari rasa takut.
Di tengah kebingungan para iblis, muncul sosok iblis kecil dengan wajah yang tertutup masker di bagian mulutnya.
Iblis itu mendekat ke arah tubuh Toga dan membuka masker yang menutup mulutnya.
“ Absolute Word : Regeneration ”
Secara mengejutkan tubuh dari Toga bercahaya dengan terang.
Cahaya menyembuhkan seluruh luka dari Toga dan juga meregenerasi ulang lengan Toga yang telah hilang , secara perlahan.
“ Sungguh sihir yang serba guna ! ” ucap salah satu iblis yang lainnya.
Apa yang di lihat oleh para iblis-iblis itu adalah penyembuhan yang seperti membalikkan waktu.
Secara perlahan-lahan lengan dari Toga membentuk tulang dan otot seperti sebuah akar yang secara perlahan menjadi satu dan membentuk sebuah lengan baru.
Setelah melihat Toga telah kembali ke kondisi yang semula , iblis itu mengangkat Toga dan membawanya pergi.
Tetapi sebelum ia mengangkatnya ia mengatakan sebuah kata yang tidak ada yang dapat mendengarnya.
“ Selamat datang kembali Kak ! ” ucap iblis itu dengan suara lembut.
Ketika iblis itu pergi tidak ada yang menghentikannya karena mereka tahu siapa iblis tersebut , pria kecil itu adalah saudara dari sang utusan jadi bahkan sosok iblis kuat yang ada di sana tidak dapat mengatakan apapun.
Kembali ke sisi Shin
Setelah membunuh ke tiga iblis Shin kembali menggunakan persepsinya untuk mencari keberadaan Beatrix.
Setelah ia menemukannya ia segera melesat ke sana dengan sangat cepat.
Wanita ini ternyata kuat !
Shin hanya menatap terkejut dan tidak terpikirkan bahwa Beatrix memiliki kekuatan cukup untuk berdiri di Medan perang.
Kini Shin melihat Beatrix duduk bersila sambil memejamkan mata untuk melakukan meditasi.
Shin yang telah sampai di sana hanya menatap dengan datar ke arah Beatrix.
Walau aliran energi sihir menerpa wajah Shin , tetapi energi tersebut hanya seperti bulu burung bangau yang sangat lembut dan rapuh.
Tetapi setelah beberapa saat Beatrix terbangun dan membungkuk ke arah Shin.
“ Bagaimana kondisimu setelah melewati ini ? ” tanya Shin dengan penasaran.
Mulut Beatrix mendengar hal itu tiba-tiba tersenyum.
“ Seperti lebih baik tuan ! ” ucap Beatrix dengan senyuman lebar.
Tubuh Beatrix telah berada di titik yang lemah tetapi karena ia tidak ingin mendapatkan pandangan rendah dari tuannya sehingga secara spontan ia akan mengatakan bahwa ia masih kuat dan lebih baik.
Itu di karenakan pengalamannya selama bertahun-tahun menjadi budak.
Setelah memberikan sedikit penyembuhan ke arah Beatrix , mereka pergi untuk kembali ke kota Water Seven.
Tetapi ketika berada di hutan keduanya merasakan sebuah keanehan.
“ Kenapa aku merasakan bahwa udara di sekitar tiba-tiba terasa aneh ! ” batin Beatrix dengan bingung.
“ Energi berubah tiba-tiba bukan Beatrix ! ” ucap Shin secara tiba-tiba yang sambil terus berlari.
“ Yah benar tuan , tetapi ad- ” sebelum kata-kata dari Beatrix selesai mereka secara mengejutkan merasakan ledakan energi.
Keduanya seketika berhenti dan menatap ke arah masing-masing.
Shin mengeluarkan pedang Death dari sarungnya dan langsung menebas udara.
Sebuah goresan tipis seketika tercipta di udara.
Beatrix yang melihat hanya menatap dengan bingung tetapi ia tidak mengatakan apapun.
Dari gerbang tersebut muncul 3 Wyvern yang pernah membuat Beatrix ketakutan.
Setelah melihat gerbang dan Wyvern itu Beatrix seketika ingat pada pertemuan pertama dengan Shin.
“ Naiklah , kita akan pergi ke arah asal ledakan energi itu ! ” ucap Shin yang langsung di lakukan oleh Beatrix.
“ Kurasa kini bukanlah energi tunggal tuan karena aku merasakan banyak aura yang melepaskan ledakan seperti ini sehingga terasa mengerikan !” ucap Beatrix.
“ Yah , aku juga merasakannya ” ucap Shin dengan berlari yang di ikuti oleh ketiga Wyvern dan di salah satunya terdapat Beatrix yang menaikinya.
Saat telah tiba di sana , Shin dan Beatrix dapat melihat kerumunan berbagai ras saling melepaskan aura mereka berusaha untuk saling mengintimidasi.
“ Pohon yang aneh dan kekuatan alam yang benar-benar mengerikan ! ” ucap Shin menatap ke arah pohon yang di kerumuni oleh berbagai kelompok ras.
Pohon tersebut seperti pohon beringin tetapi memiliki dua warna berbeda.
Di bagian kanan memiliki warna hitam sedangkan di bagian kiri berwarna putih.
Shin masih menatap ke arah pohon dengan dua warna tersebut dengan waktu yang cukup lama.
Tetapi setelah sadar dari lamunannya Shin tersadar bahwa ia di tekan oleh sebuah aura .
“ Hm... ” Shin memiringkan kepala dengan aneh.
Ia kemudian melihat ke bawahnya yang ternyata di sana terdapat puluhan iblis yang menatapnya dengan cukup kejam.
Beatrix yang mengetahui tentang tekanan yang tersebut ingin mengatakan kepada Shin tetapi ketika mengetahui bahwa Shin fokus dengan pohon aneh tersebut ia hanya dapat diam.
Beatrix juga dapat merasakan kekuatan aura yang menekan mereka tetapi karena itu bukan lah sesuatu yang perlu di khawatirkan ia mengabaikannya.
“ Heh , apakah kalian tidak mengetahui bahwa menatap seseorang dengan cukup lama itu tidaklah baik ” ucap Shin dengan tersenyum lebar.
Aura yang menekan Shin dan Beatrix kemudian seolah di hembus angin , menghilang begitu saja tanpa jejak.
Sosok 3 iblis yang melepaskan tekanan sebelumnya segera terjatuh dengan sudut mulut mereka mengeluarkan darah.
3 iblis itu kembali menatap Shin tetapi kini dengan tatapan waspada.
“ Orang itu kuat ! ” ucap salah satu dari mereka.
Tetapi ketiganya tidak memiliki ketakutan apapun , mereka masih menatap ke arah Shin dengan tajam.
“ Hei manusia ! Beraninya kau tidak turun , apakah kau ingin memulai perang dengan kami ! ” ucap iblis yang lainnya dengan nada provokasi seolah Shin akan ketakutan dengan perkataannya.
Shin yang mendengar itu kemudian turun dan menampilkan senyum yang dingin.
Shin dengan cepat menyentuh tanah karena ia sebelumnya hanya 100 meter di atas tanah.
Saat ia telah menyentuh tanah terdapat senyum dingin di wajahnya menatap ke arah para iblis yang sebelumnya memprovokasinya.
“ Begitu kah , tapi apakah perang itu menyenangkan” ucap Shin dengan santai.
Tetapi setelah ia mengucapkan beberapa kata sebuah serangan pedang bergerak ke arahnya.
Shin masih tersenyum dingin dan menghindar dari tebasan seorang iblis yang tiba-tiba muncul depan Shin.
Tebasan yang di ayunkan oleh iblis tersebut sangat cepat dan teratur yang sepertinya sebuah teknik.
Shin yang menghindari beberapa tebasan kemudian secara tiba-tiba menahan pedang dengan tangan kiri dengan sangat kuat , menyebabkan iblis tersebut berhenti bergerak dan berusaha menariknya.
“ Och... Apakah kalian para iblis seagresif ini ! ” ucap Shin dengan santai tanpa melepaskan cengkeramannya pada pedang iblis tersebut.
Melihat tuannya di serang Beatrix telah mengangkat senjata War Axenya tetapi tangan kanan Shin segera menghentikannya.
Beatrix segera berhenti karena ia tidak pernah bisa mengerti apa yang tuannya pikirkan.
Heh , cukup konyol jika aku sebelumnya yang masih tersegel melawan kalian tetapi kini kekuatan ku cukup.
Tetapi saat ini aku berada di kekuatan penuh ku , mata ku yang telah berubah menjadi mata Saringan dapat dengan mudah melihat semuanya.
Iblis itu terus berusaha menarik pedangnya dari cengkraman Shin tetapi itu seolah sia - sia, cengkraman Shin sudah seperti penjempit baja yang tidak akan lepas.
“ Heh sungguh konyol ! ” ucap Shin yang kemudian menampar iblis tersebut dengan keras bersamaan dengan itu ia menghancurkan pedang yang ia cengkram.
Iblis tersebut terlempar dengan cukup kuat .
Shin mengabaikan kondisi dari iblis yang ia tampar kemudian ia pergi ke suatu arah karena ia menemukan seseorang yang ia kenal.
Heh ternyata ia berada di sini , sungguh aneh dapat melihatnya dengan penampilan berbeda.
Shin pun berjalan ke seseorang yang ia kenal tetapi sebuah serangan lainnya yang mengarah ke arahnya datang.
Shin akan menciptakan dinding transparan tetapi mengetahui ia tidak akan sempat ia hanya dapat menciptakan dinding tersebut di sekitar Beatrix , sedangkan dirinya menghindari serangan tersebut dengan gerakan simpel.
Serangan tersebut berupa panah yang di selimuti oleh energi berwarna hitam pekat.
Panah - panah hitam tersebut berjumlah sangat banyak sehingga mengharuskan Shin bergerak sangat lincah , walau terkesan sangat simpel.
“ Panah ini cukup berbahaya ternyata ! ” ucap Shin dengan terkejut.
Panah hitam yang mengarah pada Shin ketika menyentuh tanah seperti sebuah zat asam.
Tanah menjadi sebuah lelehan panas ketika panah - panah tersebut telah menyentuh tanah.
Shin kemudian melihat dinding transparan yang ia buat untuk Beatrix.
Dan sebuah keanehan yang tidak pernah ia lihat , tergambar di matanya.
Dinding transparan yang awalnya tidak terlihat kini secara perlahan terlihat menjadi warna hitam.
“ Sepertinya elemen kutukan atau korosif ” ucap Shin.
Shin tetap santai karena serangan panah itu telah habis dan tidak ada satupun yang mengenainya.
Tetapi yang tidak ia perkirakan adalah terdapat serangan panah yang di kendalikan.
Crash....
Tubuh Shin berlubang dengan warna hitam akibat sebuah korosif yang gila.
“ Bagaimana mungkin ! ” ucap Shin dengan menyentuh lubang yang ada di dadanya karena panah hitam yang di kendalikan oleh iblis pengguna panah hitam.
Setelah itu Shin segera terjatuh dengan senyuman yang tidak dapat di mengerti oleh para iblis yang melihatnya.
“ Bagaimana bisa ia mati dengan tersenyum. ” ucap salah satu iblis dengan menatap aneh ke arah Shin yang terjatuh menjadi mayat dingin.
Setelah melihat keadaan Shin yang telah terjatuh ke tanah dengan tidak berdaya seorang iblis keluar dengan senyum penuh kemenangan.
Ia mendekat ke arah tubuh Shin dengan tersenyum lebar , mengabaikan semua orang yang menatapnya dengan berbagai ekspresi.
“ Haha... Sombongnya setinggi langit tapi ternyata hanya begini saja , Cih... manusia tetaplah manusia kalian hanyalah ras yang penuh dengan kecerobohan dan kesombongan ” ucap iblis itu dengan sombong dan nada yang merendahkan.
Bukan hanya itu iblis tersebut juga menginjak tubuh Shin dengan keras seolah tubuh Shin hanyalah sampah yang di buang.
“ Iblis pengecut itu ! ” ucap Beatrix yang bersiap akan bergerak ke arah iblis yang menginjak tubuh Shin dan menebasnya dengan kuat.
Beatrix telah bersumpah setia kepada Shin dan ia melihat keadaan Shin yang mati menggenaskan seperti ini sudah membangkitkan emosinya ke tingkat tertinggi.
To Be Continue