T H A N A K A

T H A N A K A
' Page : 07 '



Diperjalanan


' Alamatnya.. '


Arsylin menggantung kata-katanya sejenak, sembari memperhatikan alamat yang tertera dikartu nama pria itu.


' Jl. Merak Raya, rumah nomor 452 '


Setelah selesai membaca alamat rumah tersebut, Arsylin melanjutkan perjalanan nya menuju ke alamat.


20 Menit Kemudian


' Rumah nomor 452 '


Gumam Arsylin terus mengingat urutan nomor rumah pria itu.


' Nah itu dia '


Setelah menemukan nya, Arsylin segera menepikan mobilnya ke bahu kiri jalan.


Kemudian, dengan sedikit rasa deg-degan Arsylin menghampiri rumah berlantai 3 itu.


Ting tong..


Dengan gugup Arsylin memencet bell yang terpasang diluar gerbang mansion megah itu.


Ting tong..


Diulangi nya lagi.


Namun belum juga ada yang merespon dari arah dalam gerbang mansion megah itu.


' Bener ini kan alamat rumah nya? '


Gumam Arsylin demi memastikan, seraya mengecek kembali no rumah pada kartu nama yang masih dipegang ditangan nya.


' Bener kok, tapi.. '


Arsylin melirik kanan kiri rumah tersebut.


' Kenapa kayanya ngga ada penghuni nya ya '


Arsylin mulai tak nyaman berada disana, ditambah cuaca juga mulai panas.


' Pencet lagi ngga ya?.. '


Batin Arsylin ragu.


' Pencet lagi aja deh, siapa tau tu cowo bolot '


Ting tong..


Suara bell mansion tersebut kembali terdengar.


Arsylin menggigit kukunya.


' Ada yang respond ngga yaa.. '


Batin Arsylin menunggu.


' Permisi mba - - '


' ASTAGA! '


Arsylin teriak kaget, sebab tiba-tiba ada seseorang yang memanggil nya dari arah belakang.


Sontak Arsylin berbalik badan menghadap sumber suara.


Mendapati seorang bapak-bapak membawa karung dipunggung nya, sembari menyengir sebab membuat kaget Arsylin.


' Ya ampun bapak.. '


Arsylin membuang nafas lega, sembari mengelus dada nya.


' Kaget saya pak '


' Hehe, maaf mba kalau saya ngagetin mba '


' Saya cuma mau kasih tau mba.. '


' Sepasang suami istri pemilik rumah ini sudah meninggal kurang lebih 5 tahun lalu mba '


Sontak Arsylin menutup mulutnya tak percaya.


' J-jadi.. rumah ini '


Lanjut si bapak-bapak tadi memberi informasi.


Arsylin menurunkan tangan nya.


' J-jadi.. '


' Yang menempati rumah ini hanya anak nya saja pak? '


Tanya Arsylin miris.


' Iya betul mba '


' Rumah sebesar ini hanya dihuni sendirian? '


' Rasanya aku ngga percaya, kalo si cowo judes itu tinggal disini sendirian '


Batin Arsylin sedikit ragu, sembari melihat rumah yang ia belakangi itu.


' Oiya pak.. '


' Apa betul dia pemilik rumah ini? '


Mumpung ada warga sekitar yang sedikit tau mengenai informasi rumah yang didatangi nya,


Arsylin menyempatkan untuk memastikan jika rumah itu betul milik pria waktu itu.


Si bapak-bapak dihadapan Arsylin sejenak mengamati kartu nama yang diberikan Arsylin padanya.


Arsylin menggigit kuku penasaran.


Beberapa detik kemudian.


' Ah iya betul mba '


Arsylin tampak sedikit lega.


' Makasih banyak ya pak atas informasi nya '


Ucap Arsylin pada si bapak yang sudah membantunya itu.


' Sama-sama pak. Oh iya sebentar pak '


Arsylin segera mengeluarkan beberapa lembaran merah dari Sling bag hitam yang ia kenakan.


Kemudian memberikan selembaran uang tersebut kepada sang bapak didepan nya itu.


' Ini saya ada sedikit rejeki, diterima ya pak '


' Tapi mba - - '


' Ah! Gini.. '


Arsylin meraih kedua tangan si bapak tersebut.


' Karena bapak sudah memberikan informasi mengenai rumah ini kepada saya.. '


' Mohon uangnya diterima sebagai tanda terimakasih saya ke bapak ya pak.. '


Arsylin menggenggam kan selembaran kertas merah ditangan bapak-bapak itu.


' Ya ampun Mba ini banyak sekali '


Ujar si bapak dengan wajah terkejut.


' Tidak apa-apa pak, siapa tau dengan uang itu bisa membantu bapak dan keluarga dirumah.. '


Ucap Arsylin sembari tersenyum.


' Tapi mba - - '


' Diterima ya pak, saya akan lebih bahagia kalau bapak mau menerima nya '


Potong Arsylin dengan lembut nan ramah.


' Alhamdulillah.. terimakasih banyak ya Mba.. '


' Sama-sama pak '


Sahutnya sembari tersenyum hangat pada si bapak.


* 💘 NEXT 💘 *