T H A N A K A

T H A N A K A
' Page : 61 '



Sesampainya dirumah sakit..


' Ah! B-bagaimana dok, apakah istri saya baik-baik saja dok?! '


Khawatir Thanaka.


Namun sang dokter malah tersenyum.


Sontak Thanaka dan Lhevia mengeryit.


' Selamat ya pak.. anda akan segera menjadi ayah'


Sontak Thanaka melotot tak percaya.


Begitupula dengan Lhevia.


' Is-istri saya hamil dok?! '


Thanaka memastikan.


Sang dokter mengangguk sembari tersenyum hangat.


Sontak Thanaka kembali mendekat ke Arsylin yang masih belum sadar.


' Sayang.. sayang bangun sayang '


' Kita akan segera menjadi orang tua sayang..'


Lirih Thanaka bahagia bercampur haru.


Lhevia mendekat.


' Benar dugaan ku, Arsylin mengandung '


' Bagus deh, kalau begini rencana ku akan semakin seru '


Batin Lhevia.


Dirumah..


' Arsylin.. karena kamu tengah berbadan dua, kamu jangan capek-capek ya sayang ya '


Diana mengelus lembut pipi putrinya.


Arsylin tersenyum, kemudian mengangguk.


' Ya sudah kak Diana.. kakak silahkan istirahat juga, biar aku saja yang menunggu Arsylin disini. Sekalian nunggu Thanaka sampai '


Ucap Lhevia ramah.


Diana bangkit dari duduknya.


' Yasudah, makasih banyak ya Loli. Kalau begitu, saya istirahat dulu '


' Ah ya silahkan kak '


' Sayang, kamu juga segera istirahat ya '


' Iya ma '


Setelah itu Diana pun berlalu dari kamar Arsylin.


Lhevia menatap mata Arsylin.


' Tante, Tante kalo laper makan dulu '


Lhevia tersenyum palsu.


' Enggak kok Arsylin, Tante masih kenyang '


' Perut ku memang masih kenyang Arsylin '


' Tapi hati ku belum puas, jika kau belum celaka '


Batin Lhevia.


Ceklek


Arsylin dan Lhevia tersentak kaget.


' Ah permisi.. maaf aku baru datang '


Ucap Thanaka dengan terburu.


Ia baru datang dari kampus, sebab tadi saat dirumah sakit ia mendapat telfon dan harus berbalik ke kampus.


Arsylin menghela nafas, begitupula dengan Lhevia.


' Tidak apa-apa, kami paham kok. Oh ya, mana bubur yang tadi Tante pesan kan? '


Sontak Thanaka segera membuka tas yang dibawanya.


' Nahh ini dia '


Ujar Thanaka sembari memberikan bubur yang ia beli ke Lhevia.


Kemudian Lhevia menyiapkan makan siang untuk Arsylin.


Kemudian Thanaka menyuapkan sesendok demi sesendok bubur ke mulut Arsylin dengan tulus.


Sedangkan Lhevia, ia diminta untuk duduk oleh Thanaka.


Mereka bertiga terdiam, hanya terdengar suara sendok yang bersentuhan dengan mangkuk kaca yang dipegang Thanaka.


5 Menit Berlalu..


Ting Ting Ting


Suara notifikasi yang berasal dari ponsel Lhevia memecah keheningan.


Sontak keduanya menoleh kearah Lhevia.


Lhevia menyengir, kemudian mengecek ponselnya.


|


*


WhatsApp :


Sayang kamu dimana?


11.54


Aku sudah sampai di cafe mu


11.54


Cepat kesini, aku sudah mendapatkan


seseorang yang tepat untuk rencana mu


11.54


*


|


' Kenapa Tan? '


Lhevia terkesiap.


' Ha? Ee ahaha.. sayang maaf ya, Tante harus pamit ke cafe dulu. Ada.. problem yang harus diselesaikan '


Bohong Lhevia.


Thanaka mengangguk paham.


' Makasih banyak ya tan udah jagain Arsylin hari ini '


Sambung Arsylin, Lhevia bangkit dan mendekat ke Arsylin.


' Sama-sama '


Sahut Lhevia sembari mengelus lembut pipi Arsylin.


' Yaudah, kalau begitu Tante permisi dulu ya '


' Perlu diantar ngga nih? '


' En- - '


' A! Sepertinya tidak perlu! '


Celetuk Thanaka.


' Dasar keponakan durjanah! '


Umpat Lhevia, sontak ketiga nya tertawa bersamaan.


' Engga engga engga, ini serius.. Tante mau aku anter atau gimana? '


Lanjut Thanaka, Lhevia menggeleng.


' Ngga perlu, Tante bisa pulang sendiri kok. Oh iya Arsylin, makan yang banyak ya biar debay nya gemoy '


Arsylin terkikik, kemudian mengangguk manja.


' Yasudah, Tante pulang dulu. Daaa '


Pamit Lhevia, kemudian berlalu dari kamar Arsylin.


Setelah pintu tertutup..


Keduanya bertatapan, Thanaka mengelus lembut perut rata Arsylin.


' Hai sayang.. '


Thanaka mengajak bicara buah hatinya. Arsylin tersenyum.


Karena gemas, Thanaka mendekat kan wajahnya ke perut Arsylin.


Dibukanya baju yang menutupi perut istrinya.


Kemudian dikecupnya berulang-kali perut rata Arsylin


Arsylin hanya terkekeh geli.


' Udah ah! Geli tau '


' Aaa aku kan sedang bercanda dengan baby kuu!'


Protes Thanaka manja, sontak Arsylin kembali tertawa.


' Iya iya iyaa, yaudah nih cium lagi nih '


Arsylin membusungkan perutnya yang masih rata.


Sontak Thanaka tersenyum jahil.


' Kalau cium mama nya aja gimana? boleh gak? '


Arsylin menyentil hidung Thanaka.


' Aw! Sakit sayang '


' Ya abisnya papanya dede modus sii '


' Bukan modus itu, tapi usaha '


Ujar Thanaka kemudian terbahak.


Arsylin hanya menggeleng sembari tertawa kecil.


Di cafe...


Tanya Lhevia pada gadis bayaran nya.


Dengan yakin gadis itu mengangguk.


' Sanggup kak '


' Tapi tugas iniย  bersangkutan dengan rumah tangga, apa kau yakin akan sanggup? '


Kini Axell yang bersuara.


Sontak gadis yang diketahui bernama Shelly itu mengeryit.


' Em.. bersangkutan dengan rumah tangga? '


Axell dan Lhevia mengangguk.


' Maksudnya gimana ya kak? '


Lanjut nya kurang paham.


Kemudian Lhevia pun menjelaskan maksud nya.


Sontak Shelly terdiam.


' Apa kau sanggup? '


Ulang Lhevia.


Shelly tampak berfikir sejenak.


' Tapi jika memang kau keberatan, lebih baik jangan daripada gagal '


Tegas Axell.


Sontak Shelly merubah mimik wajahnya.


' S-saya saya yakin sanggup kok kak '


Sahutnya antusias.


' Selagi.. perjanjian kita itu nyata '


Lhevia mengeryit.


' Maksudnya? '


' Harus ada penutup mulutnya kak '


Cicit Shelly malu-malu.


Sontak Axell dan Lhevia tertawa.


' Kalau itu gampang, saya akan bayar kamu berapapun yang kamu mau '


Sahut Axell.


Sontak Shelly melotot takjub.


' Serius kak?! '


Tanya Shelly semangat.


' Serius dong, tapi ada syaratnya.. '


Shelly mengeryit.


' Apa itu kak? '


' Setelah kamu selesai menjalankan tugas mu, kamu harus pergi jauh dari Jakarta '


Shelly menyetujui.


' Saya tidak keberatan sama sekali dengan syarat nya kak '


Lhevia dan Axell bertatapan ' Waw '


' Karena saya kan bukan orang Jakarta, jadi bisa dong nanti setelah saya melaksanakan tugas dari kakak.. saya langsung pulang ke rumah saya di Bandung '


Sontak Lhevia dan Axell bersorak.


' Oke, kalau kamu betul sanggup.. ini targetnya '


Axell menunjukkan foto yang ada di ponselnya.


Sontak Shelly melotot.


' Hah! '


' Pak Thanaka?! '


Batin kaget Shelly.


' Gimana? Paham ya? '


Tanya Lhevia, sontak Shelly mengangguk.


' P-p paham kak paham '


' Astaga..'


' Targetnya pak Thanaka? '


' Dosen ku sendiri?! '


' Apa aku akan bisa melakukannya? '


' Nanti kalau aku ketahuan, trus aku di DO dari kampus gimana dong?! '


' Tapi kalau aku tidak mengambil kesempatan ini, aku sangat-sangat membutuhkan uang itu '


Batin Shelly bimbang.


' Ini bayaran untuk mu '


Sontak Shelly tersadar.


Matanya membulat sempurna mendapati amplop tebal yang di berikan Axell padanya.


' Waah kak.. ini '


Shelly melotot tak percaya.


' Gimana? Kau percaya kan pada kami? '


Tanya Lhevia.


' Pasti kak, saya sangat-sangat mempercayai kalian kalau sudah seperti ini - - '


' Wawwww! Gila kak ini banyak banget '


Seru Shelly kesenangan, saat mengetahui isi amplop yang dipegangnya adalah 5 ikat uang berwarna merah.


Axell dan Lhevia hanya tersenyum miring.


' Iya dong, karena tugas mu lumayan menantang. Jadi ya.. seimbang dong dengan bayaran kami '


Lanjut Lhevia, Shelly mengangguk setuju.


' Apalagi tugas mu juga enak, ya kan? '


Sontak Shelly menatap mata Axell.


Kemudian terkikik.


' Iya ya kak, sudah bayarannya setinggi ini.. dan tugas nya pun enak '


' Nahhh nikmat mana lagi yang kau dustakan wahai adeeekk? '


Mereka pun tertawa bersama.


Pukul : 20.21


Saat Arsylin dan Thanaka tengah bersenda gurau dikamar, tiba-tiba ponsel Thanaka berdering.


' Ada yang nelfon tuh kak, angkat gih siapa tau penting '


Thanaka mengangguk.


Kemudian meraih ponsel disamping nya.


' Tante '


Gumam Thanaka.


Kemudian menerima panggilan itu, tak lupa pula ia loud speaker agar sang istri juga mendengar.


' Ya halo tan? '


Arsylin menyimak.


' Thanaka maaf sekali Tante mengganggu waktu mu '


Thanaka hanya berdehem.


' Kamu lagi sibuk ngga Thanaka? '


Lagi-lagi Thanaka mengeryit, kemudian melihat jam dinding dikamar Arsylin.


' Engga, kenapa emang Tan? '


' Ah Kebetulan, Tante minta tolong bisa ngga ya? '


' To the point '


Lhevia berdecak.


' Iya iya '


' Jadi tadi waktu Tante pulang dari rumah Arsylin..'


' Kan Tante sempet tuh nunggu Axell di halte yang ngga jauh dari sana, nah dompet Tante itu ternyata jatuh..'


Thanaka dan Arsylin mengeryit bersamaan.


' Tapi barusan, Tante dapet telfon dari cewe namanya Shelly. Dia bilang dia yang nemuin dompet Tante di halte '


' Hm, trus? '


' Tante minta tolong sama kamu sayang ya, tolong ambilkan dompet Tante dialamat rumah cewek tadi '


Perasaan Arsylin tiba-tiba menjadi tak enak.


' Dimana alamat nya? '


Sahut Thanaka datar.


' Kamu bisa ambilnya? '


' Hmmm '


' Aahh syukur lah, makasih ya sayang ya. Nanti alamat nya Tante kirim lewat wa '


' Ya '


Tut.ย  Tut. Tut.


Thanaka menutup telfonnya.


Kemudian berdecak.


* ๐Ÿ’˜ NEXT ๐Ÿ’˜ *