
Dirumah Thanaka..
Thanaka memutuskan untuk langsung pulang ke rumah, sesuai dengan permintaan Arsylin.
Sesampainya dirumah..
Thanaka dan Arsylin langsung menuju ruang tamu.
' Jelaskan sekarang juga '
Pinta Arsylin to the point.
Langkah Thanaka terhenti.
' Astaga baru juga sampe '
Cicit Thanaka.
' Kan tadi kakak sendiri yang bilang, janji mau jelasin kalo udah diluar kampus! '
Omel Arsylin.
Thanaka menghela nafas.
' Iya oke oke oke '
' Sini yuk yuk yuk '
Ajak Thanaka pada Arsylin, untuk duduk ke sofa empuknya yang ada disana.
Kemudian dijelaskan nya dengan sejujur-jujurnya.
Mulai dari masa perkenalan nya dengan Vhella, sampai dengan wasiat yang diminta mendiang sang ayahanda untuk menikah dengan anak sahabat kecilnya.
Yaitu Vhella.
Namun karena usia keduanya yang masih terlalu muda, Vhella dan Thanaka akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan perjodohan mereka.
Selain faktor umur, Vhella juga sempat mengatakan bahwa dirinya belum siap menikah dengan Thanaka.
Apalagi dirinya juga belum terlalu mengenal betul siapa dan bagaimana Thanaka.
Sebab sedari sd, sampai dengan lulus kuliah ia tinggal di Amerika.
Maka dari itu, saat dirinya dan Thanaka diputuskan untuk dijodohkan oleh kedua orang tua mereka.
Vhella menolak, begitu pula dengan Thanaka.
Selain keduanya belum saling siap, keduanya juga tidak tertarik satu sama lain.
Daripada mereka gagal dalam membina hubungan rumah tangga, akhirnya mereka memutuskan untuk tidak menyetujui untuk melanjutkan perjodohan diantara keduanya.
Mendengar penjelasan Thanaka, Arsylin terdiam.
' Tapi kenapa.. perasaan ku berkata lain ya? '
' Kalau memang benar adanya, kak Thanaka dan cewe tadi tidak saling tertarik satu sama lain..'
' Kenapa cewe tadi.. kelihatan kaya suka sama kak Thanaka? '
' Atau mungkin merek - - '
' Eh! '
Arsylin terkejut.
Sebab Thanaka menepuk pundak nya.
' Kok diem? Kalau ada yang mau ditanyakan, silakan.. jangan dipendem '
Lanjut Thanaka lembut.
Arsylin tersenyum kikuk.
' S-seb sebenernya..'
Thanaka mendengarkan dengan baik.
' Aku kurang yakin sih kak sama penjelasan kakak barusan '
Jujur Arsylin takut-takut.
Thanaka mengeryit.
' Dibagian mananya yang kurang yakin, biar aku yakinkan '
Sahut Thanaka serius.
' Sebetulnya bukan di kata-kata kakak barusan siih.. '
Sontak Thanaka kembali mengeryit.
' Lalu? '
Tanya nya penasaran.
' Sama kata-kata cewe tadi '
Cicit Arsylin.
Thanaka menghela nafas.
' Coba ceritain ulang, apa aja yang dia bilang ke kamu '
Sahut Thanaka dengan hangat.
' Ya.. jadi tadi cewe itu sempet bilang, kalo dia itu tunangan kakak '
Thanaka mengeryit kaget.
' Sedangkan.. penjelasan kakak tadi kan bilang, dulu dia sama kakak sama-sama ngga tertarik satu sama lain kan? '
Lanjut Arsylin.
Thanaka berfikir sejenak.
Kemudian berdecak.
' Dia memang begitu '
Arsylin mengeryit.
' Gitu gimana?! '
' Jika dihadapan orang lain, dia akan berkata kalau dia adalah tunangan ku '
Arsylin terdiam.
' Sedangkan kenyataan nya, kami bahkan tidak menjalani hubungan apapun '
Lanjut Thanaka terkikik.
Batin Arsylin bimbang.
' Ada lagi? '
Arsylin menggeleng sembari tersenyum tipis.
' Yakin? Biasanya.. cewe itu akan bertanya sampai akar-akar nya loh '
Ledek Thanaka.
Arsylin tertawa palsu.
Kemudahan tersenyum.
' Cukup kak, itu tadi udah cukup kok '
Sahut Arsylin hangat.
Thanaka mengangguk paham, namun dengan wajah yang meledek.
' Yaudah sini '
Pinta Thanaka.
Arsylin mengeryit tak paham.
' Apanya? '
Tanya Arsylin polos.
Thanaka menepuk pahanya.
Sontak Arsylin terdiam.
' Sstt '
Arsylin menoleh.
' Apa? '
Ternyata Arsylin belum juga paham.
Thanaka menghela nafas.
' Duduk sini '
' Aku ingin kau lebih dekat dengan ku '
Lanjut Thanaka, sontak Arsylin terpaku.
Melihat Arsylin yang malah kembali terdiam, Thanaka segera menggendong tubuh sexy Arsylin.
Lalu dipangkunya.
Dan berhadapan, pastinya.
Arsylin tak berontak, otaknya kini rada-rada Lola.
Matanya bertemu dengan mata Thanaka.
Thanaka tersenyum hangat.
' Boleh ku tanya sesuatu? '
' B-boleh '
Lirih Arsylin.
' Apa kau menyukai ku? '
Lanjut Thanaka to the point.
Arsylin terdiam.
Tiba-tiba rasa gugup menyelimuti nya.
Ia tak berani menatap mata Thanaka.
Thanaka tersenyum.
Kemudian menangkup kedua pipi Arsylin, lalu dibawanya kembali menatap wajahnya.
Seketika jantung Arsylin berdebar kencang.
Seolah menandakan suasana hatinya saat ini.
Yang kesenangan namun gugup.
' Perlu ku ulang? '
Arsylin menelan salivanya.
Kemudian menggeleng.
Thanaka tersenyum.
' Jadi? '
Tanyanya lagi.
' E-em.. '
' Astaga! Kenapa aku jadi gugup sekali?! '
' Jantung ku?! Astaga jantung ku! '
' Apa yang harus ku katakan?! '
Batin gugup Arsylin.
' Hei '
Thanaka mengelus lembut kepala Arsylin.
Sontak Arsylin tersadar.
' Ah I-iya gimana-gimana? '
Tanya Arsylin yang semakin gugup disana.
Thanaka menghela nafas.
' Apa kau menyukai ku? '
Ulang Thanaka lagi.
Arsylin berfikir sejenak.
* 💘 NEXT 💘 *