T H A N A K A

T H A N A K A
' Page : 53 '



Pukul : 21.19


Thanaka mengantarkan Arsylin pulang ke rumah nya.


Diperjalanan, Arsylin dan Thanaka tak henti-hentinya membahas tentang persiapan untuk pertunangan mereka.


Dan juga bagiamana caranya meminta restu kepada orang tuanya..


Saat tiba di mansion milik Arsylin..


Thanaka memberanikan dirinya untuk menemui keluarga nya Arsylin untuk yang kedua kalinya, setelah tadi pagi.


Menyampaikan maksud dan tujuannya secara padat dan jelas.


Sontak Jhoan, Diana dan yang lain sedikit shock mendengar nya.


Sebab sebelumnya mereka belum mengetahui hubungan keduanya.


Kemudian Arsylin membuka suara, menjelaskan semuanya dengan jelas.


Bahwa memang betul mereka belum lama kenal.


Namun mereka sudah sepakat untuk segera saling mengikat satu sama lain.


Sebab mereka sudah sangat yakin satu sama lain.


Namun beberapa dari keluarga Arsylin menolak.


Yaitu Diana dan Jhoan.


Ya, kedua orang tuanya yang pasti.


Diana dan Jhoan yang masih tak percaya mengenai kabar yang baru saja disampaikan putrinya, memberikan sedikit wejangan penting.


Mengenai hubungan rumah tangga.


Diana dengan dewasa dan tegas menjelaskan, bahwa menjalani hubungan pernikahan bukanlah seperti sedang menjalani percintaan dimasa remaja.


Akan ada masanya sepasang suami istri akan dihadapkan dengan berbagai terpaan masalah.


Yang dikhawatirkan nya hanya satu, yaitu Arsylin.


Arsylin masih sangat muda, belum mengerti bagaimana resiko nya jika sudah menjadi seorang istri.


Jhoan mengangguk setuju.


Faktor kedua yaitu hubungan mereka.


Dikarenakan baru saling mengenal, Diana jadi sedikit ragu untuk memberikan izin pada Arsylin untuk melangsungkan pertunangan mereka.


Arsylin dan Thanaka bertatapan.


Semua penolakan Diana hanya tertuju pada Arsylin yang masih terlalu muda.


Ia takut putrinya belum mampu menghadapi kerasnya dunia rumah tangga.


Arsylin menunduk lesu, namun Thanaka terus menggenggam tangan nya.


Memberinya kekuatan.


Sebisa mungkin Diana menyarankan mereka berdua untuk memperpanjang masa perkenalan nya satu sama lain dulu.


Agar lebih yakin lagi, sudah tepatkah pilihan mereka masing-masing, atau malah sebaliknya.


Bukan untuk meragukan Arsylin menjadi seorang istri, ataupun sebaliknya.


Meragukan Thanaka untuk menjadi seorang suami.


Bukan.


Namun, Diana hanya menghawatirkan kehidupan mereka selanjutnya.


Akankah mereka siap?


Menjadi suami istri dan orang tua?


Setelah Diana selesai memberikan wejangan sekian lama dan panjang nya, kini giliran Jhoan yang membuka suara.


Sama halnya dengan yang sudah dibahas Diana.


Jhoan bukan tidak menyetujui niat baik Thanaka untuk menghalalkan putrinya, bukan.


Jhoan hanya tidak mau jika nanti mereka tak sanggup jika diterpa masalah dalam rumah tangga nya.


Jhoan juga memberikan masukan kepada Arsylin, jika memang benar keputusan nya sudah bulat.


Ia harus betul-betul siap, baik lahir maupun batin.


Harus kuat, baik fisik, mental maupun batin.


Arsylin mengangguk paham, begitu pula dengan Thanaka.


Dilain sisi, David dan Rhani hanya mengimbuhkan dan menyetujui semua wejangan dari Jhoan dan Diana untuk Arsylin dan Thanaka.


David juga menjelaskan pada Thanaka dan Arsylin.


Bahwasanya, maksud dari penjelasan Diana dan Jhoan tadi hanyalah satu, demi kebaikan Thanaka dan juga Arsylin.


Bukan untuk membentengi hubungan mereka atau malah menolak niatan baik dari Thanaka, oh bukan.


Namun ayah dan bundanya hanya ingin, Arsylin dan Thanaka benar-benar sudah sangat yakin dan siap, baru boleh diputuskan bersama, bagiamana kelanjutannya.


Dan yang pastinya mereka sangat khawatir, jika Thanaka dan Arsylin belum sanggup membina rumah tangga mereka nantinya.


Dilain sisi, Arsylin dan Thanaka tersenyum hangat.


Menerima semua wejangan-wejangan yang diberikan orang tuanya.


Mulai dari saran dan kritik dari Jhoan, Diana, bahkan sampai imbuhan wejangan dari David dan juga Rhani.


Namun mereka juga menjelaskan, bahwasanya niatan mereka berdua sudah disiapkan matang-matang, lahir maupun batin tentunya.


Tak lupa pula, Thanaka menjelaskan niat baiknya untuk segera mengikat Arsylin diwaktu dekat ini.


Ia juga memberikan pernyataan mulai dari keseriusan nya melamar Arsylin, hingga kesediaannya menjadi seorang suami untuk Arsylin.


Untuk masalah usia Arsylin, Thanaka juga membahas nya.


Ia sama sekali tak mempermasalahkan usia Arsylin yang masih muda, selagi Arsylin siap untuk dipinang nya, dia siap untuk melaksanakan nya.


Sebab dirinya sudah sangat amat yakin jika Arsylin lah gadis tepat yang ia putuskan untuk di jadikan pilihan hidupnya.


Mendengar itu, Diana Jhoan dan yang lain sedikit lega.


Namun belum tahu, akan memberi kan restu atau tidak.


Melihat Thanaka yang dengan dewasa dan tenang memberikan penjelasan kepada orang tuanya, Arsylin tersenyum.


Kemudian ikut menambah kan penjelasan Thanaka, untuk memperkuat penuturan mereka mengenai keseriusan keduanya, untuk melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius.


Pertama-tama Arsylin menjelaskan mengenai kesiapan mental baik lahir maupun batinnya untuk menikah.


Sebisa mungkin Arsylin meyakinkan Diana dan yang lain, bahwasanya dirinya sudah dewasa.


Sudah siap untuk menikah dengan Thanaka.


Tak lupa pula Arsylin menjelaskan, Agara Diana dan yang lain tidak mengkhawatirkan nya.


Ia pun tahu, didalam hubungan rumah tangga pasti akan ada saatnya diterpa masalah.


Namun Arsylin terus meyakinkan orang tuanya, bahwasanya ia siap menerima apapun resiko yang akan ia hadapi nantinya.


Kemudian diakhiri dengan permasalahan usianya dan usia perkenalannya dengan Thanaka.


Arsylin menjelaskan bahwasanya dirinya memang betul baru mengenal Thanaka.


Namun lamanya perkenalan mereka sama sekali tak menjadi masalah baginya.


Sebab ia yakin, bahwa Thanaka adalah seorang pria yang bijak, tegas dan baik hati.


Pria yang pantas pula untuk dipilih nya menjadi calon suami.


Maka dari itu, dirinya berani memutuskan untuk meminta izin dan restu kepada orang tuanya.


Setelah selesai keduanya memberikan penjelasan yang cukup panjang dan juga lebar, Diana dan Jhoan bertatapan.


Arsylin dan Thanaka yang tadinya sudah lega, kini kembali menjadi degdegan.


Dengan terus berdoa dalam hati, berharap mendapatkan restu dari mereka.


* 💘 NEXT 💘 *