
' Masih lemes? '
Tanya Thanaka cemas.
Dengan wajah pucat nya, Arsylin menggeleng pelan.
Thanaka pun membantu Arsylin turun dari ranjang rumah sakit.
' Dokter bilang, jika dirasa badan mu masih sangat lemas.. '
' Lebih baik rawat inap dulu sampai kamu benar-benar pulih '
Mendengar itu, Arsylin menggeleng cepat.
' Arsylin lebih baik pulang kak '
' Arsylin ngga mau terus ngerepotin kakak '
' Lagipula.. mama sama papa dirumah belum ada yang tau kalo aku masuk rumah sakit '
Ujar Arsylin.
' Arsylin juga ngga mau tidur disini, nanti mama sama papa khawatir lagi '
Thanaka hanya bisa menghela nafas.
' Okey, kalau memang itu keputusan mu '
' Pegang lah jika kau butuh '
Thanaka memberikan bahu kiri nya.
Sontak Arsylin menatap Thanaka.
' Tunggu apa lagi? '
Arsylin menunduk malu.
Kemudian perlahan merangkul bahu kekar Thanaka
Mereka pun segera meninggalkan kamar itu.
Sesampainya Diparkiran
' AA!! - - '
' Arsylin!! '
Bugh!
Kaki Arsylin tak sengaja tersandung kaki Thanaka.
Merekapun terjatuh bersamaan.
Arsylin melotot kaget mendapati Thanaka berada dibawahnya.
Ya. Tubuh sexy Arsylin menindih Thanaka.
Sontak mata kedua insan tersebut bertemu.
' Astaga Arsylin tubuh mu! '
Batin Thanaka tak nyaman, sebab dapat ia rasakan dengan jelas tubuh bagian depan Arsylin menempel kuat ditubuhnya.
Beberapa detik kemudian...
' AAA!! '
Teriak Arsylin kemudian terduduk ditanah, dengan menutupi dadanya cengo.
' Akh! '
Rintih Thanaka sembari memposisikan tubuhnya duduk tepat didepan Arsylin.
Kemudian membersih bahunya yang kotor.
Arsylin meringis malu.
' Apa kau tidak bisa berjalan dengan benar?! '
' Sudah kubilang pelan-pelan ya pelan-pelan! '
Kesal Thanaka.
' Ngga sengaja.. maaf '
Cicit Arsylin.
Mendengar itu, Thanaka segera bangkit dan meninggalkan Arsylin.
Namun baru beberapa langkah.
' Astaga! '
Gumamanya lupa, sembari menepuk jidat.
Kemudian berbalik arah menghampiri Arsylin yang masih terduduk bak orang tolol disana.
Sesampainya dihadapan Arsylin.
Thanaka menghela nafas sebentar.
' Dasar anak inii! '
Kemudian berjongkok, dan segera menggendong Arsylin menuju mobilnya.
Arsylin hanya terdiam.
Sebetulnya ia sangat ingin memberontak, namun ia takut bila Thanaka kembali memarahinya.
Di Mobil
Arsylin tampak canggung.
Tidak dengan Thanaka, ia dengan wajah datarnya fokus memundurkan mobilnya.
Ditengah Perjalanan
' Dimana alamat rumah mu? '
Tanya Thanaka dengan wajah datarnya.
Arsylin segera menjawab.
Thanaka mengangguk, isyaratkan ' Oohh '
' Jika lelah tidur lah '
Ucap Thanaka lagi.
Sontak Arsylin menggeleng.
' Engga kok kak '
Sahut Arsylin sembari tersenyum.
Namun 5 Menit Kemudian
' Besok, kamu tidak perlu menjalankan syarat itu lagi '
Krik-krik
' Paham? - - '
' Astagaa '
Gumam Thanaka pelan, sebab mendapati Arsylin yang sudah tertidur pulas disamping nya.
' Tadi katanya enggak kok kak '
' Endingnya ngorok juga '
Celetuk Thanaka.
Thanaka kembali menatap jalan.
' Jika ku pikir-pikir.. '
' Disaat aku satu mobil dengan seorang wanita, tak jarang mereka ingin menyentuh ku '
' Tapi dia.. '
Thanaka menoleh ke Arsylin.
' Tidak pernah sekalipun ku temukan dia begitu pada ku '
Batin Thanaka.
' Aku kira dia gadis liar..'
' Rupanya tidak '
Thanaka tersenyum.
Thanaka kemudian melajukan mobilnya menuju alamat rumah Arsylin.
Pukul : 21.32
Mobil putih Thanaka sudah masuk ke area halaman mansion megah Arsylin.
Tampak David, Diana, beberapa satpam dan juga aspri mansion itu berkumpul di teras mansion.
' Pasti mereka menunggu kedatangan Arsylin '
Batin Thanaka setelah mendapati ada beberapa orang yang tampaknya menunggu disana.
' Pah.. itu pasti Arsylin pah '
Seru Diana yang sedari tadi mengkhawatirkan sang putri.
' Bisa jadi ma '
Sahut David yang juga penasaran apakah itu Arsylin atau bukan.
* 💘 NEXT 💘 *