T H A N A K A

T H A N A K A
' Page : 22 '



Thanaka sengaja memarkir mobilnya tepat di depan anak tangga mansion.


Sontak David dan yang lain menghampiri mobil Thanaka.


Kemudian Thanaka turun dari mobilnya.


Alangkah terkejutnya Diana mendapati orang yang tak dikenalnya turun dari mobil.


Padahal ia sangat berharap bahwa itu Arsylin.


David mengeryit.


' Siapa kamu nak?! '


Tanya David pada Thanaka.


' Saya Thanaka om, teman Arsylin '


Mendengar nama Arsylin, sontak Diana segera angkat suara.


' Apa kamu tau dimana anak saya nak?! '


Cemas Diana.


' Kebetulan tujuan saya kesini, memang untuk mengantarkan Arsylin pulang tante '


Ujar Thanaka se sopan mungkin.


Sontak Diana terkejut.


' Benarkah?! '


' D-dimana dimana Arsylin sekarang?! '


Diana sudah tak sabar ingin berjumpa dengan Arsylin.


' Arsylin tengah tertidur di mobil Tante, mari '


Ajak Thanaka.


' Ah iya! Ayo pa '


' Iya ayo ma '


Dengan segera mereka menghampiri Arsylin.


Namun baru beberapa langkah, ponsel David berdering.


David mengeryit.


' Nomor siapa ini? '


Ceklek


Pintu mobil terbuka.


Sontak Diana menangis haru kemudian memeluk sang putri tunggal kesayangannya.


Melihat ibunda Arsylin tampak sangat bahagia dapat berjumpa kembali dengan putrinya, Thanaka tersenyum tipis.


' Sayang '


' Bangun nak '


Lirih Diana sembari terisak.


Merasakan ada seseorang yang memeluknya, sontak Arsylin terbangun.


Arsylin mengeryit.


' Mama '


' Iya sayang ini mama '


Ujar Diana sedih bercampur bahagia.


' Mama kenapa nangis?! '


Ujar Arsylin kemudian mengusap lembut air mata di pipi sang bunda.


' Ibu mana yang tidak khawatir, jika anaknya belum juga pulang kerumah Arsylin.. '


Ujar Diana sembari mengusap-usap lembut kepala Arsylin.


Arsylin tersenyum.


' Maafin Arsylin ya ma.. udah buat mama se khawatir ini '


Batin Arsylin tak enak.


' Yasudah, ayo kita turun sayang.. '


Arsylin mengangguk sembari tersenyum tipis.


Thanaka dan Diana mentitah Arsylin menaiki anak tangga menuju teras mansion nya.


' Ya ampun Arsylin.. kenapa baru pulang nak?! '


Khawatir David sembari memasukkan ponselnya ke saku celananya.


Dipeluknya sejenak tubuh Arsylin.


Arsylin hanya menatap datar kearah David.


' Masih untung aku bisa pulang, bahkan ku kira tadi aku tidak selamat karena ulah mu! '


Thanaka yang peka terhadap suasana disana, mengeryit.


' Kenapa Arsylin tak merespon ayah nya? '


Batin Thanaka bertanya-tanya.


' Tapi syukurlah kamu sudah tiba dengan selamat'


Lanjut David tulus sembari mengusap lembut kepala Arsylin.


Arsylin membuang muka.


' Ada apa dengan Arsylin.. kenapa aku bisa merasakan ada sesuatu diantara mereka '


Batin Thanaka lagi dan lagi.


' Dan.. kamu siapa tadi nama mu nak? '


Tanya David pada Thanaka.


Sontak Thanaka tersenyum hangat.


' Saya Thanaka om '


Sahut Thanaka lembut.


' Ah iya Thanaka.. '


' Seperti tidak asing dengan wajah anak ini '


Batin David.


' Terimakasih banyak sudah mau repot-repot mengantarkan Arsylin pulang '


Lanjut David sembari menepuk bahu Thanaka.


Thanaka mengangguk sembari tersenyum.


' Sama-sama om - - '


' Alhamdulillah.. non Arsylin pulang juga! '


Seru Bi Aci yang tampak berlari kecil menuju Arsylin.


Sontak semua pandangan tertuju pada Bi Aci.


Arsylin tersenyum.


' Ya ampun non.. '


Bu Aci langsung memeluk Arsylin.


' Jangan ipang-ilangan lagi ya non '


Celetuk bi Aci, sontak Arsylin tertawa.


' Engga dong bi.. '


' Nanti kalo Arsylin ngga ada dirumah, trus siapa dong yang minta suapin makan dari bi Aci '


Sahut Arsylin dengan tertawa kecil, lalu disambut  tawa oleh yang lain.


' Makanya itu non.. '


' Tadi saja, bibi rasanya sepiiii banget ngga ada dirumah '


Bi Aci manyun, Arsylin hanya menggeleng sembari tertawa kecil.


' Oh iya.. ini siapa non? '


Tanya Bi Aci sembari mendekati Thanaka.


Thanaka tersenyum.


' Calon ya non '


Lanjut Bi Aci sembari tersenyum lebar.


Sontak semua pandangan menuju ke Thanaka dan Arsylin, secara bergantian.


Thanaka mengeryit, sembari menoleh kearah Arsylin yang menyengir malu.


Kemudian tertawa.


' Saya hanya teman nya Arsylin Bi '


Sahut Thanaka dengan ramah.


' Oowh.. tapi kalo bener pun bi Aci setuju kok, cucok soalnya hihi '


Lanjut Bi Aci bercanda.


' Bi Aci iihh '


Arsylin semakin dibuat salah tingkah oleh bi Aci.


Kemudian disambut tawa oleh yang lain.


' Ternyata asik juga kenal mereka '


Batin Thanaka.


* 💘 NEXT 💘 *