T H A N A K A

T H A N A K A
' Page : 10



Di Bandara


Tampak Diana, David dan Jhoan beserta sang istri tengah berpelukan.


' Selamat datang kembali di Indonesia kawan '


Sambut hangat David pada Jhoan, dengan merentangkan kedua tangan nya.


Pelukan itu disambut hangat oleh Jhoan.


' Ahaha.. Terimakasih kawan '


Sahut Jhoan sembari menepuk-nepuk punggung David.


' Kenapa putri mu tidak kau ajak Rhani? '


Tanya David pada Rhani yang masih sibuk berpelukan dengan Diana.


' Dia sedang ada kegiatan di sekolah nya. Jadi tidak bisa kami ajak ke Indonesia '


Sahut Rhani dengan logat Inggris nya, sembari melepas pelukannya dengan Diana.


' Yasudah, karena semua sudah lengkap.. yuk kita cari tempat makan siang dulu.. '


' Setelah itu kita langsung pulang kerumah '


Ujar Diana yang bergandengan dengan istri sah sang mantan suami nya itu.


' Okey let's go! '


Semangat Jhoan sembari membawa koper miliknya.


Mereka pun berjalan beriringan menuju parkiran mobil.


Kemudian meluncur menuju salah satu Restaurant di Jakarta.


Di cafe..


Ketika Arsylin dan Thanaka tengah menikmati makan siang nya.


Tiba-tiba ponsel Thanaka berdering.


' Sorry '


Ucap Thanaka sembari menunjuk ponselnya yang berdering.


Sembari mengunyah, Arsylin hanya membalas dengan anggukan paham nya.


' Ya halo ? '


' Ah Thanaka, apa kamu sudah sampai cafe?  '


Sahut lawan bicara Thanaka dari sebrang sana.


' Sudah dari tadi Tan '


Sambung Thanaka.


' Nanti kamu yang tutup cafe nya ya, soalnya Tante ada urusan mendadak. Jadi tidak bisa pulang hari ini '


Lanjut seorang wanita yang diketahui sebagai tante nya Thanaka itu.


Arsylin tak sengaja mendengar pembicaraan mereka.


' Owh.. jadi cafe ini milik Tante nya kak Thanaka '


Batin Arsylin baru tau.


' Oh oke '


' Satu lagi, besok tolong jemput Tante di alamat yang Tante kirimkan ya '


Ucap wanita diseberang sana.


Thanaka mengeryit.


' Jam berapa? '


' Kalau bisa jam 4 kamu sudah jemput Tante.. '


' Soalnya besok ada yang harus Tante sampaikan sama anak-anak cafe. Jadi biar ada waktu beberapa jam untuk Tante istirahat '


Lanjut wanita itu.


' Oke '


Tut. Tut. Tut..


Thanaka meletakkan kembali ponsel nya ke meja, lalu melanjutkan makan siang nya.


' Jadi.. cafe ini milik Tante nya kakak ya? '


Tanya Arsylin memastikan.


Thanaka mengangguk sembari menyuapkan makanan kedalam mulutnya.


' Pantes aja kak Thanaka tadi malem ada diarea sini.. '


Arsylin mengangguk paham, kemudian meminum jus apel nya.


20 Menit Kemudian


' Shareloc alamat rumah mu '


Pinta Thanaka singkat sembari meletakkan gelas minum nya ke meja.


Arsylin yang sedari sibuk mengotak-atik ponselnya, berhenti sejenak.


Mengangkat kepalanya, menatap Thanaka.


' Mau pulang? Hayukk! '


Semangat Arsylin dengan segera mematikan ponselnya, lalu meraih Sling bag disamping nya.


Thanaka dengan wajah datarnya.


' Saya kasihan sama wajah cantik mu, seketika pudar begitu saja karena ke bolotan mu '


Celetuk Thanaka.


Sontak Arsylin menghentikan aktivitasnya, kemudian menatap Thanaka tak terima.


' Apa?! '


' Kakak ngatain saya Bolot?! '


Protes Arsylin.


' Kalau saya Bolot, saya pasti tidak dengar kakak bilang apa barusan! '


Lanjut Arsylin dengan wajah seram nya.


Thanaka tersenyum miring.


' Nyatanya memang kamu tidak dengar saya bilang apa tadi '


Ketus Thanaka.


Sontak Arsylin melotot. Pipinya memerah malu.


' M-memang nya.. kakak tadi bilang apa? '


Tanya Arsylin malu, dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Thanaka membuang nafas.


' Saya tidak akan mengulangi kata-kata saya untuk orang Bolot seperti kamu '


Ketus Thanaka, kemudian bangkit dari duduknya menuju ruang para karyawan cafe bernuansa Bali itu.


Arsylin menganga tak terima.


' Ihh!! '


' Cowo itu benar-benar ya! '


' Udah judes, ternyata ngeselin juga! '


Celetuk Arsylin kesal.


' Lagian tadi aku denger dengan jelas kok kalau dia ngajak pulang! '


Omel Arsylin dengan wajah geram nya.


' Sekali lagi dia bilang aku Bolot - -'


Kata-kata Arsylin terpotong, kemudian menoleh ke kiri.


Sebab bahunya ditepuk oleh seseorang.


' Ngomong sama siapa mba? '


Tanya kikuk seorang pria disebelahnya. Sebab tak mendapati siapapun dihadapan Arsylin.


Arsylin menyengir kuda.


' E-em.. S-saya.. '


' Lagi latihan akting nah iya ehehe '


Sahut Arsylin berbohong dengan mimik wajah malunya.


Seorang pria dihadapannya hanya mengangguk paham, namun dengan aura wajah sedikit merasa aneh pada Arsylin.


Kemudian berlalu dari hadapan Arsylin.


* 💘 NEXT 💘 *