T H A N A K A

T H A N A K A
' Page : 15 '



Diperjalanan


' Apa syarat yang kuberikan kepada nya waktu itu.. sangat berat baginya? '


' Aku jadi tak enak padanya '


Batin Thanaka.


Tiba di sepertiga jalan yang belum jauh dari mansion nya, Thanaka teringat sesuatu.


' Astagaaaa '


Ucapnya sembari menepuk jidak.


' Arsylin kan belum mengirimkan alamat rumahnya pada ku.. '


Gumam Thanaka teringat, bahwa Arsylin belum mengirimkan alamat rumahnya.


' Ya ampuun.. kenapa aku baru teringat! '


Gumam Thanaka sembari menepikan mobilnya ke bahu jalan.


Mobil putih itu tampak berhenti dibahu kiri jalan.


' Kalau begini caranya, bagaimana bisa aku memastikan anak itu baik-baik saja atau tidak '


Rasa khawatir tampak terukir jelas diwajah Thanaka.


Thanaka berdecak kesal.


' Aku bahkan belum mengenal betul siapa Arsylin '


' Tapi entah mengapa, firasat ku sangat kuat merasakan.. '


' Jika anak itu sedang tidak baik-baik saja '


Thanaka menggigit kukunya, berfikir.


Beberapa menit kemudian.


' Terpaksa.. '


Thanaka menghidupkan kembali mesin mobilnya.


' Aku tidak bisa memastikan dirinya baik-baik saja atau tidak, sebab aku tak tahu dimana letak rumahnya '


Gumam Thanaka sedikit kecewa.


' Semoga kau baik-baik saja Bolot '


Thanaka sangat berharap, bahwa firasatnya terhadap Arsylin itu salah.


Kemudian memutuskan untuk kembali pulang.


Namun baru saja Thanaka hendak melanjutkan perjalanan nya, ponselnya berdering.


Menandakan ada panggilan masuk disana.


Sontak Thanaka menoleh, kemudian meraih ponselnya yang ia letakkan tak jauh darinya.


Thanaka mengeryitkan kening. Kemudian membuang nafas lega mendapati nama Arsylin dilayar ponsel nya.


Ditariknya tombol telfon berwarna hijau dilayar ponselnya.


' Halo? '


Thanaka menerima panggilan dari Arsylin.


' EMPH!! '


Thanaka mengeryitkan kening.


Dilihatnya layar ponselnya, kemudian ditempelkan kembali ke telinga nya.


Dapat terdengar jelas dari seberang sana, ada suara wanita yang sepertinya tengah dibekap.


' Arsylin apa kau baik-baik saja?! '


Lanjut Thanaka memastikan.


Di seberang sana


Tampak para pria yang tadi menculik Arsylin, kini tengah mengitarinya ditiap-tiap tepi ranjang.


Dengan terus melontarkan godaan nakal, pada Arsylin yang tengah mereka ikat disana.


' Kak Thanaka please kak tolong Arsylin.. '


Batin Arsylin teriak.


Arsylin terus mencoba membebaskan diri, namun apa daya dirinya sudah sangat lemah.


Tali yang diikat kan pada kedua kaki dan tangannya cukup kuat, dan itu jelas menyakiti tangan dan kakinya.


Namun Arsylin tak tinggal diam, diiringi dengan tangisnya ia terus berusaha berteriak agar Thanaka dapat mendengar suaranya.


Di mobil


' Ayo cantik.. teruslah berteriak sampai pria mu ini datang menyelamatkan mu '


Ujar pria bertopeng, sembari sesekali mengelus pipi Arsylin dengan sensual.


Thanaka mengeryitkan alisnya.


' Siapa kau?! '


Sahut Thanaka dengan rasa cemas nya.


Mendengar suara Thanaka, para pria diseberang sana hanya tertawa jahat.


' Apa kau tahu.. wanita mu ini tengah bersenang-senang bersama kami di sini hahaha '


Lanjut pria bertopeng disana, lalu disambung tawa oleh pria lainnya, Arsylin hanya menggeleng lemah.


' Astaga! Benar dugaan ku! '


' Arsylin sedang dalam bahaya! '


Batin Thanaka yakin.


' Dimana kalian sekarang?! '


Lanjut Thanaka tegas.


' Wahhh.. dengarlah kawan. Pria gadis cantik ini akan segera menjadi pahlawan pada siang ini '


Ejek pria bertopeng itu, kemudian disambut tawa oleh pria lainnya.


' Katakan sekarang, dimana kalian membawa Arsylin! '


Tegas Thanaka pada pria diseberang sana.


Namun bukannya merespon, pria bertopeng itu membuka lakban di mulut Arsylin.


Membiarkan Arsylin bersuara disana.


' Hiks hiks.. kak..'


' Kak tolong Arsylin kaak..hiks '


Arsylin mencoba bersuara keras dengan sisa-sisa tenaganya, sontak Thanaka terkejut.


' Arsylin! Arsylin!.. '


' Kau baik-baik saja kan?! '


Thanaka semakin khawatir sebab dapat didengar nya dengan jelas, Arsylin menangis disana.


' Arsylin! Arsylin! '


' Bertahan lah disana, aku segera datang! '


Sedangkan para pria yang berada disekitar Arsylin, hanya tertawa kecil sembari menirukan kata-kata Thanaka dengan ejekan mereka.


' Kau mendengar suara ku kan?! '


Lanjut Thanaka, suara Thanaka dapat terdengar oleh Arsylin.


' Arsylin takut kak.. hiks '


Teriak Arsylin lagi dari seberang sana. Sontak para pria disekitarnya tertawa.


Thanaka tersulut emosi.


' Kutanya sekali lagi! '


' Dimana kalian bawa Arsylin sekarang?! '


Ulang Thanaka dengan sedikit berteriak.


Pria bertopeng yang mendengar suara Thanaka itu menjauhkan dirinya dari Arsylin.


' Apa kau ingin tahu.. '


' Dimana kami akan menghabiskan malam kami dengan gadis mu itu hm? '


' Jangan bertele-tele! '


' Cepat katakan! '


' Dimana kau sekarang! '


Bentak Thanaka serius.


Pria bertopeng itu hanya membalas dengan tawa nya.


Kemudian memutuskan telfon mereka.


' Kenapa kau tertawa!


' Cepat kat - - '


Tut Tut Tut


' Ah sial! '


Umpat Thanaka yang terbawa emosi.


' Benar firasat ku, Arsylin sedang tidak baik-baik saja! '


Gumam Thanaka.


Tak tunggu lama lagi, Thanaka kembali menghidupkan mesin mobilnya.


Kemudian melajukan mobilnya menuju suatu tempat.


* 💘 NEXT 💘 *