
Thanaka dan Polisi
Sesampainya di loket hotel yang mereka tuju, para polisi yang datang bersama Thanaka segera menyusun strategi bersama para petugas di hotel itu.
' Paham? '
Ujar sang komandan penyelidikan, kepada seluruh petugas hotel yang berkumpul.
' Paham pak '
Sahut mereka bersamaan.
Kemudian mereka berpencar, bertugas mengecek setiap kamar yang ada dilantai pertama, kedua sampai ketiga.
Dilantai Ketiga
Thanaka dan beberapa polisi terus mengecek satu persatu kamar yang ada disana.
' Maaf mengganggu waktunya pak '
Kemudian pakpol menanyakan identitas pengunjung hotel no kamar 267 itu.
' Bukan pak '
Ucap polisi pada Thanaka, mereka pun lanjut mengecek kamar lainnya.
20 Menit Berlalu
Saat Thanaka tengah mengecek pengunjung kamar no 305, matanya tak sengaja mengarah kepada pintu kamar hotel yang terbuka.
Thanaka mengeryit.
' Kenapa firasat ku mengatakan.. kalau Arsylin ada disana.. '
Batin Thanaka.
' Ee.. pak '
' Ya pak? '
Sahut sang polisi yang tengah mengecek identitas pengunjung.
' Saya coba cek dari yang sebelah sana ya pak '
' Oh baik silahkan '
Kemudian Thanaka berjalan sedikit cepat menuju kamar yang pintunya terbuka.
Sesampainya Disana
' Permisi '
Suara Thanaka menggema dikamar tersebut.
Karena tidak ada jawaban, Thanaka membuka lebar pintu kamar no 317 tersebut.
Dengan teliti Thanaka mengecek setiap bagian kamar tersebut.
Sebab hatinya yakin bila Arsylin ada dikamar itu.
Mulai dari toilet, ruang tamu, dan berakhir dibagian letaknya ranjang tak luput dari pengecekan nya.
Saat tiba didekat ranjang, matanya membulat tak percaya.
' ARSYLIN! '
Thanaka berlari cepat menghampiri Arsylin yang tertidur pulas diranjang.
' Astaga Arsylin! '
Thanaka melompat ke ranjang.
Dipangkunya kepala Arsylin.
Dengan panik, Thanaka mengecek seluruh tubuh Arsylin.
Memastikan Arsylin tak dilukai oleh para pria tadi.
Tak lupa pula dirinya mengecek denyut nadi dileher Arsylin.
' Syukurlah! '
Batin Thanaka sedikit lega.
' Bangun dan katakan lah jika kau baik-baik saja Arsylin ! '
Thanaka dapat melihat dengan jelas, wajah cantik Arsylin memucat dengan kedua mata sembabnya yang terpejam.
' Hei.. '
Thanaka terus menepuk pipi Arsylin.
Namun karena belum ada tanda-tanda Arsylin akan sadar.
Thanaka memutuskan untuk segera membawa Arsylin kerumah sakit.
' Bukankah kau yang tadi meminta ku untuk segera kesini?! '
Ucap Thanaka, sembari membopong tubuh lemas Arsylin.
Kemudian berlari keluar kamar.
' Pak! Kita berhasil pak! '
Teriak Thanaka, pada para polisi yang masih mengecek indentitas pengunjung lainnya.
Mendengar itu, para polisi segera menyusul Thanaka yang tengah berlari sembari membopong wanita kearah mereka.
' Bagaimana?! '
' Apa dia baik-baik saja?! '
Tanya polwan yang juga ikut serta dalam aksi penyelidikan itu.
' Kuharap begitu Bu! '
Dilain sisi.
Pukul : 19.45
Setelah selesai membersihkan diri, Diana bersiap-siap untuk langsung istirahat.
15 Menit Berlalu
Saat Diana hendak memejamkan matanya, ia teringat sesuatu.
' Oh iya..'
Diana kembali bangkit menuju lantai pertama.
' Arsylin kemana ya pa? '
Tanya Diana sembari menuruni anak menuju ruang tamu.
David yang sedari tadi sibuk dengan laptopnya, menoleh kearah Diana.
David mengeryit.
' Kurang tau ya ma '
Sahut David.
Diana menggigit bibirnya cemas.
Lanjut Diana cemas.
David melirik jam tangannya.
' Mungkin Arsylin lagi jalan-jalan kemana gitu.. '
' Lagipula biasanya juga, Arsylin pulang diatas jam 8 kan ma? '
Ujar David sembari menutup laptopnya.
' Iya sih pa.. '
' Tapi tadi sebelum kita berangkat ke Bandara, mama itu sempet titip pesan ke Pak Tri.. '
' Kalau Arsylin pergi keluar, harus pulang sebelum jam 8 '
' Tapi ini udah hampir jam 8, Arsylin juga belum dirumah pa '
Ujar Diana cemas.
David mengeryit.
' Em.. bisa jadi pak Tri nya lupa menyampaikan pesan mama ke Arsylin '
David mencoba menenangkan Diana.
Kemudian bangkit dari duduknya, menghampiri istrinya.
' Apa iya ya pa? '
' Lebih baik kita tanya dulu sama pak Tri. Yuk? '
Ajak David sembari menangkup kedua pipi Diana.
' Iya ayo pa '
Mereka pun berjalan beriringan menuju pintu keluar.
' Ee pak Tri.. '
Panggil Diana saat sampai di teras mansion.
Tri, sang satpam dan beberapa penjaga lainnya yang tengah asyik bermain catur pun menoleh.
' Ah! Ia nyonya? '
Sahut Tri kemudian turun dari pos.
Diana melambaikan tangannya, memberi kode agar Tri mendekat.
Pak Tri mengangguk paham, kemudian menghampiri Diana.
Begitupula dengan penjaga yang lain.
' Apa pesan saya tadi pagi sudah bapak sampaikan ke Arsylin? '
Tanya Diana to the point, saat Tri sudah dihadapan nya.
' Ooh sudah nyonya.. '
' Tadi, saat non Arsylin mau keluar saya sampaikan pesan dari Nyonya '
Mendengar itu sontak Diana semakin cemas.
' Tuh kan pa, pesan mama udah disampaikan sama pak Tri '
David mengeryit.
' Pak Tri yakin, tidak lupa menyampaikan pesan dari istri saya? '
Kini David yang bersuara.
' Soalnya.. ini sudah hampir jam delapan. Tapi Arsylin belum juga sampai rumah '
' Padahal pesan dari Diana untuk Arsylin kan, harus sudah tiba dirumah sebelum jam 8 '
Tri menggeleng cepat.
' Yakin dong tuan, dan saya tidak mungkin lupa menyampaikan nya '
Sahut Tri yakin.
Diana semakin cemas.
' Kalau pesan ku sudah disampaikan oleh pak Tri, kenapa Arsylin belum pulang juga? '
' Dan Arsylin.. kalau sudah ku peringatkan begitu, dia tidak pernah sekalipun melanggar kata-kata ku '
Batin Diana.
' Tapi, apakah tadi sebelum pergi. Arsylin ada berpamitan sama Pak Tri, mau pergi kemana begitu?! '
Lanjut David.
' Wah kebetulan tidak ada tuan '
' Ya ampun Arsylin.. '
' Kan sudah mama pesankan, pulang jangan diatas jam 8! '
Gumam Diana semakin dibuat cemas.
' Ee mama.. mama jangan berfikir yang tidak-tidak dulu ya.. '
' Bisa jadi sekarang Arsylin sedang bersenang-senang dengan teman nya. Sampe lupa deh kalo harus pulang jam 8 '
David mencoba menenangkan Diana.
' Betul tuh Nya.. '
' Lebih baik Nyonya sekarang istirahat dulu, saya yakin sebentar lagi pasti Non Arsylin datang '
Sambung Pak Tri.
' Tapi pa, pak.. '
' Kalau Arsylin sudah saya peringatkan begitu, dia itu tidak pernah melanggar kata-kata saya! '
Bantah Diana.
' Ya sudah gini saja.. mama balik dulu ke kamar, istirahat. Karena papa tau mama kelelahan.. '
' Nanti biar papa coba menghubungi Arsylin..'
' Ya ? '
Rayu David pada Diana.
' Betul kata tuan nyonya '
Sahut satpam lainnya.
Dengan sedikit ketakutan dihati, Diana mengangguk.
Sejenak Diana menatap kearah gerbang mansion.
Kemudian berlalu dari pos, menuju kamarnya.
* 💘 NEXT 💘 *