T H A N A K A

T H A N A K A
' Page : 25 '



' Ada apa itu tadi?! '


' Kenapa mereka seperti sedang bertengkar?! '


Gumam Aci penasaran, sembari menaiki anak tangga menuju kamar Arsylin.


Sesampainya didepan pintu kamar Arsylin, Aci belum sempat mengetuk ia dipanggil oleh Bagus, salah satu bodyguard pribadinya Diana.


Sontak Aci mendekat ke pagar pembatas balkon, melihat Bagus dari atas.


' Kenapa Gus? '


Tanya Aci dengan sedikit teriak.


Sontak David yang tengah melakukan aksinya disana, mendengar suara Aci.


' Sial! Ada Aci diluar! '


Batin David menjadi sedikit panik.


Kemudian menutup kembali mulut Arsylin dengan segumpal kain sapu tangan nya.


Sebab Arsylin masih terus menangis.


' Itu penjual batagor nya sudah menunggu mu didepan '


Sahut Bagus.


' Oalaahhh! '


Aci melangkah menuju tangga, suara sepatu Aci tidak lepas dari pendengaran David.


' Cepat! Pergilah menjauh dari sini! '


Batin David berharap Aci segera pergi dari sana.


' Eh tapi.. '


Langkah Aci terhenti.


' Kalau aku turun, aku takut non Arsylin dan tuan David beneran bertengkar '


Gumam cemas Aci.


' Tapi kalo aku tidak jadi turun, aku kan sudah janjian sama Thoni untuk bertemu pagi ini '


Aci menggigit kukunya bingung.


' Gimana ya? '


Pikirnya lagi.


' Aciiii.. kasihan tuh bebeb mu nungguin kamu diluar! '


Teriak Bagus lagi, sontak Aci tersadar.


' Ah! I-iya sebentaarrr! '


Aci pun segera berlari kecil menuruni tangga, menemui Bagus sang penjual batagor sekaligus kekasihnya.


' Aahh! Syukurlah wanita gila itu akhirnya pergi juga! '


Batin David lega, kemudian membuka kembali gumpalan kain didalam mulut Arsylin dengan wajah brengsek nya.


' Beneran dia sudah datang? '


Tanya Aci kesenangan saat sampai dihadapan Bagus.


' Ya bener lah, ngapain bohong! '


Sahut ketus Bagus kemudian berlalu dari ruang tamu menuju keluar mansion, begitu pula dengan Aci.


Namun saat Aci hendak melangkah, dirinya mendapati Diana yang sudah siap dengan pakaian formal nya.


' Ya, kenapa Ci? '


Diana berhenti sejenak, menunggu Aci yang tengah berlari kecil menghampiri nya.


' Em.. maaf sebelumnya nya.. '


Diana mengeryit.


' Maaf untuk apa Ci? '


Tanya Diana bingung.


' Ee itu nya, tadi.. '


Kemudian Aci menjelaskan, bahwa saat dirinya tengah berjalan menuju dapur bersih.


Ia tak sengaja mendengar suara perseteruan antara Arsylin dan David, tepat dibalkon lantai dua.


Sembari ditunjukkannya daerah yang tadi ia datangi.


Sontak Diana mengeryit.


' Masa sih ci? '


' Kamu ngga salah denger? '


Diana memastikan.


' Tidak nya, Aci yakin Aci tidak salah dengar '


Sahut Aci yakin.


' Apa benar kata Aci? '


' Tapi masa iya sih David bertengkar sama Arsylin?! '


' Masa iya karena yang waktu itu?! '


Batin Diana ragu.


' Apa ada aspri lain yang mendengar juga selain kamu?! '


' Kebetulan tidak ada nyonya.. '


' Soalnya kan, mereka Sari sedang belanja sayuran ke market diantar pak Gio tadi nya.. '


' Makanya tadi saya yang menyapu ruang tamu, karena saya kasihan sama Siti pasti dia kelelahan setelah belanja ke market '


Jelas Aci dengan sejelas-jelasnya.


Sontak Diana semakin penasaran.


' Yasudah, kalau begitu kamu ikut saya menyusul mereka keatas! '


Pinta Diana dengan rasa penasaran bercampur panik.


' Eehh t-tapi nya, itu saya mau- - '


' Kita harus buktikan apa kata mu tadi Aci! '


Bentak Diana, sontak Aci mengangguk nurut.


' Ah! I-iya iya siap nyonyaaa... '


' Yaaaah maafin ayang Aci ya beb, seperti nya kita tidak jadi berjumpa lagi pagi ini '


Batin Aci merana, kemudian menyusul Diana yang sudah dulu menaiki anak tangga dengan sedikit terburu.


Menuju kamar Arsylin.


* 💘 NEXT 💘 *