T H A N A K A

T H A N A K A
' Page : 40 '



Di rumah Thanaka..


Arsylin jalan beriringan dengan Thanaka menuju rumah megah milik Thanaka.


Sedari tadi dulu apart pribadinya Loli samaran, Arsylin tidak bergeming.


Sebab ia malu dan juga gugup.


' Sini '


Pinta Thanaka lembut pada Arsylin yang masih berdiri, sembari menepuk sofa tepat disamping nya.


Arsylin tersenyum tipis sembari mengangguk, kemudian berjalan menghampiri Thanaka.


' Mau minum apa? '


Tanya Thanaka saat Arsylin sudah duduk tepat disebelah nya.


' Air putih aja kak '


Cicit Arsylin malu.


' Oke, tunggu sebentar '


Kemudian Thanaka bangkit dari sofa, menuju dapur bersih yang ada dilantai pertama mansion nya.


5 Menit Kemudian...


Thanaka kembali duduk disebelah Arsylin, dengan membawa es susu di nampan kecilnya.


Arsylin mengeryit.


' Kan.. air putih kak '


Lirih Arsylin dengan menyengir kuda.


' Adanya ini, ngga papa biar sehat '


Sahut Thanaka, kemudian meneguk es susu strawberry buatannya.


' Rumah aegede istana, tapi air putih aja ga punya?! '


' Ck.ck.ck '


Batin heran Arsylin.


Kemudian meraih es susu yang ada dimeja.


Keduanya sama-sama menikmati susu buatan Thanaka sejenak.


Kemudahan bersamaan pula meletakkan kembali gelas es susu nya ke meja.


Setelah minum, Arsylin menjadi sedikit lebih tenang.


' Aku.. boleh tanya sesuatu ngga? '


Sekarang Thanaka menggunakan aku-kamu, sebab hanya ada mereka berdua disana.


Arsylin mengangkat alisnya ' silakan '


Sontak Thanaka mengubah posisi duduknya, menjadi menghadap ke Arsylin.


' Seandainya.. '


Arsylin menyimak.


' Kalau diumur mu yang masih terbilang cukup muda ini ku nikahi.. apa kau siap?


Arsylin terdiam.


' A-ap apa?! '


' Nikah?? '


Arsylin menelan salivanya.


' Kakak bercanda ya? '


Lirih Arsylin.


Thanaka mencondongkan tubuhnya, sontak membuat Arsylin menjauh kan wajah nya.


' Saya tidak pernah main-main dalam setiap ucapan saya '


Deg


' Ini kak Thanaka lagi mabuk atau gimana sih? '


' Kita baru kenal kemarin sore loh '


' Lagi bercanda ga sih?? '


Batin Arsylin bertanya-tanya.


Dengan terus mencari kebohongan Dimata Thanaka.


Thanaka duduk seperti semula.


Sontak Arsylin menghembuskan nafas pelan.


Thanaka menaikkan kedua alisnya ' Gimana? '


' Em.. '


' In-ini.. kakak ngga mabuk kan? '


' Atau lagi kesambet apa gitu?! '


Tanya polos Arsylin, hanya untuk memastikan.


Sontak Thanaka tersenyum lebar dengan sedikit tertawa kecil.


' Astagaaa Arsylin '


Ujarnya sembari tertawa kecil.


' Jadi sedari tadi kamu mengira saya bercanda? Hm? '


Arsylin mengangguk polos.


Sontak tawa Thanaka pecah mendapati wajah Arsylin begitu polos menjawab pertanyaan nya.


Arsylin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


' Kok ketawa? '


' Salah ya aku nanya kaya begitu? '


Arsylin menerka-nerka.


Thanaka berdehem.


' Sini '


Thanaka mentitah Arsylin agar menghadapnya.


Arsylin dengan wajah polosnya pun nurut.


' Arsylin '


Thanaka menggenggam tangan Arsylin, namun kali ini Arsylin biasa saja.


' Diusia ku saat ini.. tidak lagi pantas untuk berpura-pura dalam hal menjalin hubungan '


Arsylin terdiam, menatap lekat mata Thanaka.


' Kalau aku mau bermain-main saja, banyak diluaran sana wanita yang bisa ku pilih '


Arsylin menelan salivanya.


' Tapi aku tidak butuh itu semua '


Lanjut Thanaka serius.


' Aku hanya butuh seorang wanita yang menurut ku pantas untuk ku nikahi '


Deg


' L-lalu..'


' Kalau kak Thanaka mengajak ku menikah, apakah aku...'


' Dan menurut ku '


' Kamu gadis yang baik-baik '


Arsylin terpaku.


' Gadis yang mengerti akan perasaan orang lain '


Lanjut Thanaka dengan terus menggenggam tangan Arsylin.


' Aku sudah dewasa '


' Aku tahu, mana wanita yang pantas dinikahi dan mana wanita yang tak pantas dinikahi '


Arsylin lagi-lagi menelan salivanya.


Mata keduanya terus menatap.


' Dan kamu Arsylin.. '


Thanaka menggantung kata-katanya sejenak.


' Menurut ku kamu adalah wanita yang ku sebut pantas untuk ku nikahi '


Arsylin menganga tak percaya.


' Sejauh ini aku belum pernah mengenal seorang wanita seperti mu '


Lanjut Thanaka serius.


' Kebanyakan wanita yang pernah ku kenal dulu.. adalah tipikal wanita yang ribet, childish, boros, toxic bahkan.. dan juga agresif '


Sontak Arsylin tertegun.


' Sedangkan kamu.. ya walaupun sejauh ini aku belum benar-benar mengenal mu '


Lirih Thanaka serius.


' Tapi kamu beda dari mereka sylin.. '


Arsylin menunduk.


' Aku tidak pernah sekalipun menemukan sifat-sifat wanita yang dulu pernah ku kenal, ada di kamu '


Sontak Arsylin kembali menatap Thanaka.


Thanaka mengeratkan genggaman tangan mereka.


Arsylin lagi-lagi menelan salivanya.


' Apa yang baru aja kak Thanaka bilang itu benar?'


' Bagiamana kalau dia sama dengan laki-laki nakal diluaran sana? '


' Yang baik, dan pandai bicara didepan.. tapi brengsek dibelakang  '


' Jujur aku belum siap menjawab pertanyaan nya tadi.. '


' Karena aku sama sekali belum mengenal betul siapa dia '


Batin canggung Arsylin.


Thanaka berdehem, sontak Arsylin tersadar.


' Eh! S-sorry kak.. gim-gimana gimana? '


Tanya Arsylin gugup.


Thanaka menghela nafas pelan.


Namun ia tak berniat mengulangi kata-kata nya barusan.


Tapi..


' Aku jatuh hati pada mu '


Sontak Arsylin melotot tak percaya, dengan mulut yang menganga.


Tampak sekali Arsylin bahagia, tak percaya, salah tingkah, gugup menjadi satu disana.


Thanaka hanya tersenyum.


Kemudian kembali buka suara.


' Tapi.. untuk urusan hati mu, aku sama sekali tidak memaksa mu agar menjawab nya sekarang '


Ujar Thanaka.


' Hanya satu pesan ku, jika kamu sudah yakin dan percaya pada ku.. '


' Datanglah pada ku, aku siap jika harus membangun rumah tangga bersama mu '


Deg


Lagi-lagi, kata-kata Thanaka sukses membuat Arsylin terpaku.


Hatinya berbunga-bunga, namun mulutnya seperti belum siap berkata ' Ya '.


Beberapa menit kemudian..


Arsylin tersadar, kemudian menarik paksa dengan pelan tangan nya dari genggaman Thanaka


Sontak Thanaka terdiam.


Dengan rasa yang bercampur aduk menjadi satu, Arsylin mencoba mengalihkan pembicaraan.


' Em.. '


Arsylin menelan salivanya.


' In-ni.. udah jam berapa ya kak? '


Thanaka yang peka jika Arsylin mengalihkan pembicaraan nya, sontak menghela nafas berat.


Kemudian menyenderkan punggungnya ke sofa.


Kemudian melirik jam tangan hitam yang melingkar dipergelangan tangannya.


' Kenapa? Mau pulang? '


Tanya Thanaka.


Namun dengan cepat Arsylin menggeleng.


Sontak Thanaka mengeryit, bingung.


' Lalu? Kenapa nanyain jam? '


Tanya Thanaka penasaran.


' Em.. '


Arsylin mengatupkan bibirnya malu.


Thanaka mengangkat alisnya ' Kenapa? '


' Arsylin.. pengen jalan-jalan sama kakak '


Cicit malu Arsylin, kemudian menyengir kuda.


Sontak Thanaka pun tersenyum lebar.


' Aku kira dia akan menolak ku '


Batin lega Thanaka.


' Boleh '


Sontak Arsylin kesenangan.


' Tapi jalan kaki '


Lanjut Arsylin, Thanaka mengeryit.


' Ya ya please ya kak? '


Rayu Arsylin bak anak kecil.


Beberapa detik kemudian..


' Let's go! '


Heboh Thanaka sembari berdiri, sontak Arsylin bersorak gembira kemudian menyusul Thanaka berdiri.


' Tapi ada syaratnya '


Tegas Thanaka disela-sela suasana berbunga-bunga nya Arsylin.


Sontak Arsylin cemberut.


' Ihh kak, kan cuma mau jalan-jalan siang ngapain harus pake syarat-syaratan lagi sii?! '


Arsylin tentu protes.


' Tidak mau yasudah, silakan jalan sendiri '


Sontak Arsylin segera menyetujui nya.


' Iya deh iyaaa, apaan tuuh? '


Ledek Arsylin.


Thanaka mengulurkan tangan kirinya.


Arsylin mengeryit.


' Maksud nya? '


Tanya Arsylin polos.


Thanaka berdecak.


Kemudian meraih tangan kanan Arsylin, lalu direkatkan ke tangannya.


' Bergandengan '


Ujar Thanaka bak anak kecil setelah tangannya dan tangan Arsylin menyatu.


Sontak Arsylin tersenyum lebar.


' Yuk? '


Ajak Thanaka, dengan cepat Arsylin mengangguk gemas.


Mereka pun berjalan santai beriringan diluar area mansion megah milik Thanaka.


Tentunya dengan terus bergandengan tangan.


* 💘 NEXT 💘 *