
Arsylin dan Thanaka tak henti-hentinya saling melempar lelucon sembari terus berjalan, dan bergandengan.
Mereka sangat menikmati momentum tersebut.
Suasana sore hari yang teduh, jalanan yang lumayan ramai, ditambah sepoi-sepoi angin yang terus menghiasi tiap detik moment mereka, sangatlah mendukung suasana hati dari keduanya.
Tak jarang pula Arsylin mengabadikan moment mereka di ponsel miliknya, yang ia gantungkan di leher.
Kini Arsylin dan Thanaka sudah benar-benar akrab.
Tidak ada lagi rasa malu-malu, gugup ataupun canggung diantara mereka.
Bahkan dalam moment mereka sore ini, Arsylin sudah berani terbuka pada Thanaka.
Begitupula Thanaka.
Apa yang pernah ia alami dari mulai masa sulitnya hingga berhasil menjadi seorang dosen sekaligus bos besar, juga ia cerita kan pada Arsylin.
Tak tanggung-tanggung, bahkan Thanaka juga menceritakan tentang kisah kedua orang tuanya yang sudah wafat 5 tahun yang lalu.
Kini Arsylin sudah mengetahui latar belakang Thanaka.
Begitupula Thanaka, ia juga sudah mengenal bagaimana latarbelakang kehidupan Arsylin.
Namun keduanya berjanji, cukup mereka dan Tuhan yang mengetahui kisah pahit manis mereka selama ini.
Tiba di sebuah restauran mewah, Arsylin dan Thanaka memutuskan untuk mampir sejenak.
Namun bukan untuk makan dan minum.
Tetapi untuk mengabadikan moment-moment indah nan konyol mereka, setelah itu mereka lari terbirit-birit keluar dari Restaurant.
Sebab ada seorang pelayan yang hendak menghampiri mereka.
Hari ini benar-benar hari yang indah, seru, konyol, dan sangat-sangat berkesan di hidup Arsylin.
Sebab sejauh ini, ia belum pernah mengalami yang namanya jalan berdua dengan lawan jenisnya.
Karena dulu, Jhoan sang ayahanda nya.
Sangat-sangat melarang Arsylin untuk menjalani hubungan percintaan, yang seharusnya belum tercipta dimasa-masa remaja.
Maka dari itu, ketika momentum indah dan seru ini berlangsung.
Arsylin sangat-sangat terbawa suasana.
Saking menikmati suasana berbunga-bunga nya, keduanya tidak merasakan lelah sekalipun.
Sesekali Thanaka menggendong tubuh sexy Arsylin.
Hal itu sukses membuat Arsylin semakin kesengsem, dan tertawa lepas.
Begitupula Arsylin, ia terus berusaha menggendong Thanaka.
Ya walaupun tak membuahkan hasil, tapi mereka sangat-sangat menyukai moment konyol itu.
Pukul : 18.17
Di apartemen..
Tampak Loli samaran tengah asik mengobrol dengan seroang pria melalui panggilan video, di ponselnya.
Tawa Loli samaran pecah.
' Apa kau tahu sayang ? '
' Aku sangat-sangat tidak menyangka.. '
' Tuhan memberikan jalan untuk aku membalaskan dendam ku dengan cuma-cuma '
' Owh ya? '
' Kenapa begitu sayang? '
Tanya kekasih Loli samaran penasaran.
' Iya yang.. '
' Jadi tadi, anak tirinya David itu main kesini '
Lanjut Loli samaran.
Sontak kekasih nya mengeryit.
' Ke apartemen mu?! '
Loli samaran mengangguk.
' Serius?.. Kok bisa?! '
Loli tertawa.
' TBisa doong.. '
' Ternyata yang, dia itu temen nya Thanaka '
' Whatt?!! '
' Temennya keponakan mu?! '
Loli samaran mengangguk.
' Jadi ceritanya itu gini.. '
' Tadi pas Thanaka jemput aku di villa mu.. '
' Dia bawa anak itu '
Sontak Axell melotot tak percaya.
' Dan apa kau tau? '
' Seketika aku punya ide cemerlang untuk melancarkan dendam ku '
Axell mengeryit penasaran.
' Apa itu yang? '
' Cepat kasih tahu aku '
' Aku akan terus menyetujui hubungan Thanaka sama anak itu '
Axell serius menyimak.
' Bahkan nanti, Thanaka akan terus ku hasut untuk mendapatkan hati anak itu '
' Setelah hubungan mereka semakin jauh, aku akan pisahkan mereka dengan cara ku '
Axell mengeryit.
' Kalau dulu aku ditinggalkan David saat sedang sayang-sayang nya.. '
' Sekarang aku akan membuat anak tirinya itu hancur, karena ditinggal kan oleh Thanaka '
Lanjutnya kemudian tertawa.
' Sayang, tapi Thanaka kan keponakan mu '
' Kamu yakin mau nyakitin perasaan nya? '
Sontak Loli samaran berdecak.
' Iya aku tahu resikonya '
' Aku juga paham kok akan perasaan Thanaka nantinya '
' Tapi.. kurasa Thanaka tidak akan bisa apa-apa jika rencana ku ini berhasil '
Lanjut Loli samaran yakin.
Axell hanya menghela nafas pasrah.
' Kamu yakin?.. '
' Thanaka adik mu loh, bahkan sekaligus anak mu sekarang '
' Apa tidak sebaiknya, kamu ubah lagi rencana mu itu. Tanpa melibatkan Thanaka mungkin? '
' Axell.. '
' Iya aku tahu Thanaka keponakan ku '
' Tapi aku juga yakin kok, kalau rencana ku ini tidak akan menyakiti perasaannya '
' Karena nanti, yang akan ku buat hancur itu anak itu bukan Thanaka '
Axell menghela nafas.
' Ya kalau memang keputusan mu sudah matang '
' Aku dukung, tapi..'
' Satu pesan ku '
' Apapun rencana cemerlang mu, pikirkan dulu matang-matang resikonya dan juga apa untungnya'
' Jangan sampai, rencana mu nanti malah jadi Boomerang buat kamu '
' Oke? '
' Iyaa sayang.. iyaa '
' Lagipula.. kan kamu slalu bilang ke aku.. '
' Kalau kita mau menyerang, pastikan dulu senjata kita itu tajam.. '
' Jadi, pasti berhasil '
Lanjut Loli dengan senyuman manisnya.
' Nahh gitu dong '
' Itu baru Lhevia cerdas yang aku suka '
Puji Axell pada sang kekasih.
* 💘 NEXT 💘 *