
Pukul : 07.15
Thanaka memutuskan untuk ambil cuti tiga hari.
Hari ini dan untuk dua hari ke depan.
Hari ini untuk mengumpulkan keluarga besarnya dirumah.
Besok untuk mempersiapkan semua persiapan pertunangan nya.
Mulai dari fitting baju tunangannya bersama Arsylin, berbelanja besar-besaran untuk seserahan, menentukan tempat dan juga penyewaan dekor yang pantas untuk acaranya.
Sedangkan lusa nya adalah, hari h tunangannya.
*_*
Tampak diruang keluarga mansion Thanaka, dipenuhi oleh keluarga besarnya yang baru berdatangan.
Dua keluarga besar, yaitu keluarga besar dari mendiang Ibunda nya dan juga keluarga besar dari mendiang Ayahanda nya, tampak tengah bersalam-salaman hangat disana.
Sedangkan Thanaka, ia baru saja selesai mandi.
Lhevia dan kekasihnya yang juga sudah hadir di sana pun ikut bersalaman.
' Heii Lhevia apa kabar? '
Seru Ayrhin, anak dari adik bungsunya mendiang Ayahanda Thanaka.
Lhevia yang masih bersalaman pun menoleh.
Ia mengeryit, mencoba mengingat-ingat siapa yang kini tengah berdiri dihadapan itu.
' Siapa ya kak, aku lupa '
Ucap Lhevia kemudian tertawa.
Sontak Ayrhin pun ikut tertawa.
' Astagaa.. ini aku loh, Ayrhin '
Sahut Ayrhin ramah.
Lhevia lagi-lagi mengeryit dengan sedikit tertawa.
Ia mencoba mengingat-ingat.
' Astagaaa, anaknya Om Fadly Lhevia ya ampuunn '
Sambung nya kemudian tertawa.
Mendengar itu sontak Lhevia melotot teringat.
' Ooohhh Ayrhin anaknya om Fadly? '
Tanya Lhevia baru paham.
' Iyaa '
Sahut Ayrhin.
' Aaaa apa kabar? '
Lhevia memeluk hangat Ayrhin.
' Baik, kamu gimana? '
' Puji Tuhan aku baik '
' Btw.. dia siapa? '
Sontak Lhevia menoleh ke samping, mendapati pria yang tersenyum sembari menyalami keluarga yang ada disana.
' Oohh '
Lhevia terkekeh.
' Sayang sini '
Pinta Lhevia pada kekasihnya, sontak pria itu tersenyum ramah pada para keluarga besar kekasihnya.
Lalu mendekat ke Lhevia.
' Kenapa sayang? '
Tanya nya saat sudah didekat Lhevia.
' Kenalan dulu dong sama keluarga aku '
Lanjut Lhevia lembut.
Sontak Ayrhin menerima uluran tangan pria disamping Lhevia.
' Axell '
' Ayrhin '
Keduanya pun tersenyum ramah, kemudian melepaskan salaman itu.
' Calon mu ya Vhi? '
Tanya Ayrhin penasaran.
Tertawa kecil, begitu pula dengan Axell.
' Iya kak '
Sahut Lhevia.
Sontak Ayrhin melotot kagum
' Waw, ganteng juga. Peinter seh kamu milihnya '
Puji Ayrhin kemudian tertawa, Lhevia hanya terkikik.
' Oh iya, nanti kapan nyusul aku? '
' Aku udah mau punya anak yang ke 4 loh ini, kamunya kapan? '
Sontak Lhevia dan Axe bertatapan, kemudian tertawa kecil.
' Secepatnya kak '
Sahut Axell ramah.
Ayrhin mengangguk setuju.
' Iya kak, mungkin sehabis Thanaka selesai resepsian, kami nyusul '
Lanjut Lhevia.
' Waw, bagus dong.. nanti kalau kamu menikah, aku dikabarin ya.. nanti aku surprise in kamu sesuatu yang mewah deh pokonya '
Sahut Ayrhin, Lhevia hanya tertawa kecil begitupula dengan Axell.
Mereka pun bercengkrama hangat disana.
Begitupula dengan keluarga yang lain, ada yang mengobrol serius, bertanya-tanya siapakah calon nya Thanaka.
Sampai yang bersenda gurau sembari melepas rindu disana.
' Kok Thanaka belum kelihatan sih '
Batin Lhevia, karena sedari tadi Thanaka belum juga muncul.
Batin Lhevia yang sudah hafal sang keponakan.
Ia pun pamit sebentar dari sana, untuk menyusul Thanaka ke kamarnya.
Dikamar Thanaka.
Ceklek
Pintu kamar terbuka.
Dan benar saja, Thanaka masih bertelanjang dada disana.
Lhevia berdecak geram, kemudian menghampiri adik keponakannya itu.
' Astaga Thanakaa! '
Omel Lhevia, sontak Thanaka terbelalak.
' Aish! Ngagetin aja deh Tante! '
Celetuk Thanaka.
' Ya abisnya kamu sih, ini udah jam berapa Thanaka..'
' Janji kita ngumpulin keluarga itu jam tujuh sampai jam 10, tapi ini udah mau jam sepuluh kamu belum siap juga astagaaaa!! '
Omel Lhevia geram.
' Ihhh tan! Aku tu bingung mau pake yang mana '
Cicit Thanaka, sembari terus menatap tumpukan jas formal yang ia letakkan diatas kasurnya.
Lhevia menghela nafas panjang.
' Udah coba sini sini sini! '
Lhevia menarik Thanaka menjauh dari tumpukan jas nya.
Kemudian ia membantu Thanaka memilih jas yang pantas untuk dikenakan pagi ini.
Beberapa detik kemudian...
Thanaka melotot melihat kepiawaian tantenya soal pilih memilih.
' Nih! Cepetan pake! '
' Gitu aja ribet! '
Celetuk Lhevia, dengan segera Thanaka mengenakan nya.
Namun karena terlalu bersemangat, lengan kiri jas mahalnya sobek.
Sontak Lhevia dan Thanaka melotot bersamaan.
' Astagaaaa! '
Lhevia ngamuk.
Thanaka menyengir, Kebetulan jas branded yang ia sobekan itu adalah pemberian Lhevia.
' Lasak banget sih kamu dek ya ampunn! '
Omel Lhevia lagi dan lagi
Thanaka menggaruk tengkuknya.
' y-ya.. ya maaf- - '
' Udah cepetan lepas! Udah jam berapa ini Thanaka! '
Dengan segera Thanaka melepaskannya, namun saat tengah menarik jasnya untuk dilepas.
Bagian lengan kanan jas nya giliran sobek, tapi dengan cepat Thanaka melipat jasnya asal-asalan.
Agar Lhevia tak mengetahui nya.
10 Menit Kemudian..
Thanaka sudah ganteng.
Dengan mengenakan pakaian formal bernuansa hitam elegant, pilihan Lhevia tentunya.
Ia sudah siap untuk turun ke ruang keluarga, menemui dua keluarga besar nya yang sudah menunggunya disana.
Lhevia sudah dulu turun sebelum Thanaka, sebab disana tidak ada yang menyambut kedatangan keluarga mereka.
Jadi Axell dan Lhevia memutuskan untuk menyambut dengan baik dan hangat, kedatangan para keluarga nya.
Acara perkumpulan dimulai..
Lhevia membuka acara.
Mulai dari doa, lalu sepatah-duapatah kata darinya.
Lalu dilanjutkan dengan Thanaka.
Sebelum masuk ke inti acara, Thanaka tak lupa mengucapkan syukur pada Tuhan dan juga para keluarga yang sudi hadir dirumah nya pagi ini.
Dilanjutkan dengan inti acara.
Thanaka menyampaikan apa maksud dan tujuan dari acara perkumpulan nya lagi ini.
Setelah selesai menyampaikan inti acar, tak lupa pula Thanaka menyampaikan.
Bahwasanya seluruh keluarga besarnya ini diminta untuk ikut hadir dan menemaninya diacara pertunangan nya lusa mendatang.
Sontak sang keluarga mengangguk setuju.
Selain untuk mengantarkan dirinya, Thanaka juga memasrahkan beberapa tugas untuk para petua dan petinggi dari dua keluarga besar nya.
Untuk membantu nya menentukan, mulai dari hidangan untuk menjamu pihak keluarganya dan pihak keluarga mempelai wanita.
Sampai dengan pemilihan tempat pelaksanaan acara pertunangannya, dan juga pemilihan penyewaan dekorasi yang terbaik untuknya nanti.
Dengan senang hati para keluarga nya menyetujui.
Setelah pembahasan selesai.
Kini saatnya Thanaka, Lhevia dan para keluarga besarnya berdiskusi mengenai hidangan, tempat, seserahan dan juga dekorasi.
Lhevia bahkan juga ikut andil dalam diskusi mereka, ia tak segan-segan menawarkan dengan gratis cafe megahnya untuk dijadikan tempat berlangsungnya prosesi tunangan sang adik keponakannya.
Namun beberapa petua dari keluarganya ada yang kurang setuju.
Takutnya jika prosesi sakral seperti ini berjalan tak khusyuk, itu akan berakibat fatal pada kedua mempelai.
Sontak Lhevia mengangguk paham.
Ada pula yang mengusulkan, bahwa lebih baik memboking hotel mewah untuk melangsungkan acara pertunangan nya nanti.
Sebab kenapa, jika kita melaksanakan nya dalam hotel yang di sewa.
Tidak akan ada orang asing yang bisa lancang masuk, atau bahkan mengacaukan acara penting tersebut.
Lhevia setuju, begitupula dengan yang lain.
Thanaka tampak berfikir sejenak.
Kemudian, menyetujui nya.
* 💘 NEXT 💘 *