T H A N A K A

T H A N A K A
' Page : 13 '



Dilain sisi


Thanaka mengeryitkan kening.


' Arsylin nelfon? '


Gumamnya sembari mendudukkan pantatnya ke sofa.


Tanpa basa-basi, Thanaka memencet tombol telfon suara.


Untuk memastikan kenapa Arsylin menelfon nya.


' Tidak diangkat '


Gumam Thanaka.


Thanaka berdecak.


' Kepencet barangkali '


Lanjut Thanaka, kemudian mengirimi Arsylin pesan singkat melalui WhatsApp.


|


*


WhatsApp :


Ada apa? √√


14.45


*


|


Setelah mengirimi pesan singkat itu, Thanaka meletakkan kembali ponselnya ke kasur.


Kemudian ia melanjutkan aktifitas nya yaitu mengeringkan rambut basahnya menggunakan handuk dilehernya.


Di hotel


' Ah sorry bro, sepertinya untuk malam pertama kami di Indonesia.. kami di hotel dulu '


Ujar Jhoan pada David, suami baru mantan istrinya itu.


' Aihh! Kenapa tidak langsung kerumah hm? '


Sahut David setelah menurunkan koper milik Jhoan.


' Bukan apa-apa.. hanya saja aku ingin memberikan surprise kepada Arsylin. Putri ku tersayang '


Lanjut Jhoan sembari tersenyum lebar.


' Hmm.. begitu. Baiklah, tapi nanti kabari aku jika kau sudah siap kerumah. Oke? '


Lanjut David sembari menepuk bahu mantan suami istrinya itu.


' Siap bro siap '


Dilain sisi, Diana dan Rhani sibuk bercengkrama.


' Jadi.. kamu dan Jhoan baru punya putri tunggal mu itu? '


Tanya Diana penasaran.


' Yeah Diana.. '


' Kami baru diberi Vhio sejauh ini '


Sambung Rhani dengan gaya bicara khas nya.


Diana mengangguk paham.


' Kalau kamu Diana? '


Tanya Rhani pada Diana.


' Oh aku? Ahahah.. '


' Aku belum punya anak dari pernikahan ku dengan David..'


Rhani mengangguk paham


' Lagipula.. Arsylin belum siap punya adik '


Lanjut Diana dengan tertawa kecil.


' Owh ya? '


Tanya Rhani memastikan. Diana mengangguk.


' Hem.. '


' Entah sampai kapan Arsylin tidak mau kami punya anak, Rhani.. '


Batin Diana miris.


' Ah bye the way.. '


Rhani menggantungkan kata-katanya.


Ia menatap lekat mata Diana.


Diana mengeryit.


' Hmm? '


Diana penasaran.


Rhani mendekat ke Diana.


Menggenggam tangan Diana.


Diana tersenyum miring.


Lalu kembali menatap Rhani.


' Why dear? '


Tanya Diana yang bingung , mendapati raut wajah Rhani tiba-tiba mellow.


' Aku.. sebetulnya sangat tidak enak bertemu pada mu Diana '


Lanjut Rhani serius, kemudian mengeratkan genggaman tangannya.


Diana terdiam.


' Ah! But.. aku.. aku sangat ingin berjumpa dengan mu Diana '


Sambung Rhani dengan senyuman tulusnya.


Diana menoleh kearah Rhani yang tengah tersenyum kepada nya.


Kemudian ia pun ikut tersenyum.


' Aigooo! '


' Kenapa harus merasa tak enak hm? '


Mendengar respond positif dari Diana, sontak Rhani merasa sedikit lega saat ini.


' Lagi pula sebelumnya kamu belum pernah ke Indonesia kan? '


Rhani tertawa sembari mengangguk.


' Nahhh untung saja kamu ikut kesini.. '


Diana menggantung kata-katanya.


Rhani mengeryit penasaran.


' Memang nya kenapa kalau aku juga ikut kesini? '


' Kamu akan aku ajak keliling ke tempat-tempat wisata yang ada disini '


Lanjut Diana serius sembari tersenyum lebar.


' Waahhh mau bangettt dong! '


Seru Rhani semangat, kemudian mereka tertawa bersama.


Ditengah jalan


' Kalau si brengsek itu bisa mendapatkan ibu mu..'


Pria dihadapan Arsylin kini mengubah posisi menjadi meletakkan kedua tangannya disamping kanan kiri tubuh Arsylin.


Sontak Arsylin menjauh kan tubuhnya.


' Berarti aku juga bisa mendapatkan anak nya bukan? '


Lanjut pria itu dengan suara seraknya.


' Setujuu! '


' Pasti bisa dong boss, David saja bisa kenapa kau tidak hahaha '


Seru pria lainnya.


' Apa maksud mu! '


Protes Arsylin dengan sedikit keberanian nya.


' Wess... '


Pria yang tengah menahan Arsylin, memundurkan tubuhnya.


Kemudian melipat kedua tangannya di dada.


' Berani juga kau bersuara? '


Ujar nya sembari tersenyum miring.


' Jelas dong bos, secara.. '


' Ibunya saja berani meninggalkan sang suami, dan lebih memilih pria brengsek itu. Apalagi anak nya.. '


Sambung pria lainnya, kemudian disambung tawa lagi oleh yang lainnya.


Mendengar itu jelas Arsylin tak terima.


' Jaga ucapan mu ! '


Bentak Arsylin lagi.


Sontak mereka terdiam.


' Ibuku tidak serendah itu kau tau! '


Lanjut Arsylin yang sudah tersulut emosi.


Dirinya sama sekali tak terima jika ada orang lain yang menilai ibunya sebagai wanita nakal dan sebagainya.


' Bahkan tanpa kau sadar.. '


' Kau lebih rendah daripada ucapan buruk mu terhadap ibuku ! '


Sambung Arsylin dengan berani.


Namun...


' Hahahahahah '


Mereka menertawakan Arsylin.


Arsylin menggeleng tak percaya dengan air mata yang lolos jatuh membasahi kedua pipinya.


' Sudahlah cantik... '


Kini si pria bertopeng yang bicara.


' Kamu harus bisa menerima kenyataan..'


' Kalau ibumu Diana.. lebih memilih lelaki brengsek itu ketimbang diriku ataupun ayah kandung mu sendiri.. '


Lanjut pria itu dengan lirih, namun tepat ditelinga kanan Arsylin.


Arsylin menggeleng tak terima.


' Berhenti menilai buruk ibu ku - - '


' Eitss! '


Tangan kanan Arsylin dengan cepat ditahan oleh pria yang membisikinya itu.


Digenggamnya dengan erat.


' Akh sakit! '


Arsylin merintih kesakitan.


Mereka hanya tertawa melihat keberanian Arsylin yang hampir melayangkan tamparannya ke boss mereka.


' Jangan kasar-kasar dong '


Ucap si pria itu dengan wajah nakal nya.


Arsylin menatap nya dengan tatapan tajam.


Si pria tersebut mengedarkan pandangan ke arah langit sekilas.


' Disini panas ya.. '


Ucap pria yang kini masih menggenggam tangan Arsylin.


' Gimana kalau kita ke hotel saja? '


Goda nakal pria itu pada Arsylin.


Sontak Arsylin melotot tak terima.


Namun dengan cepat disetujui oleh para pria yang diketahui anak buah pria dihadapan Arsylin itu.


' Enggak! Lepas! Lepasin tangan kuu! '


Arsylin kembali berontak.


Namun apa daya, tenaga pria dewasa yang tengah menggenggam tangan nya itu, lebih kuat daripada tenaga nya.


Pria itu hanya tertawa menang disana.


* 💘 NEXT 💘 *