
Dilain sisi
Thanaka mengeryitkan kening.
' Arsylin nelfon? '
Gumamnya sembari mendudukkan pantatnya ke sofa.
Tanpa basa-basi, Thanaka memencet tombol telfon suara.
Untuk memastikan kenapa Arsylin menelfon nya.
' Tidak diangkat '
Gumam Thanaka.
Thanaka berdecak.
' Kepencet barangkali '
Lanjut Thanaka, kemudian mengirimi Arsylin pesan singkat melalui WhatsApp.
|
*
WhatsApp :
Ada apa? √√
14.45
*
|
Setelah mengirimi pesan singkat itu, Thanaka meletakkan kembali ponselnya ke kasur.
Kemudian ia melanjutkan aktifitas nya yaitu mengeringkan rambut basahnya menggunakan handuk dilehernya.
Di hotel
' Ah sorry bro, sepertinya untuk malam pertama kami di Indonesia.. kami di hotel dulu '
Ujar Jhoan pada David, suami baru mantan istrinya itu.
' Aihh! Kenapa tidak langsung kerumah hm? '
Sahut David setelah menurunkan koper milik Jhoan.
' Bukan apa-apa.. hanya saja aku ingin memberikan surprise kepada Arsylin. Putri ku tersayang '
Lanjut Jhoan sembari tersenyum lebar.
' Hmm.. begitu. Baiklah, tapi nanti kabari aku jika kau sudah siap kerumah. Oke? '
Lanjut David sembari menepuk bahu mantan suami istrinya itu.
' Siap bro siap '
Dilain sisi, Diana dan Rhani sibuk bercengkrama.
' Jadi.. kamu dan Jhoan baru punya putri tunggal mu itu? '
Tanya Diana penasaran.
' Yeah Diana.. '
' Kami baru diberi Vhio sejauh ini '
Sambung Rhani dengan gaya bicara khas nya.
Diana mengangguk paham.
' Kalau kamu Diana? '
Tanya Rhani pada Diana.
' Oh aku? Ahahah.. '
' Aku belum punya anak dari pernikahan ku dengan David..'
Rhani mengangguk paham
' Lagipula.. Arsylin belum siap punya adik '
Lanjut Diana dengan tertawa kecil.
' Owh ya? '
Tanya Rhani memastikan. Diana mengangguk.
' Hem.. '
' Entah sampai kapan Arsylin tidak mau kami punya anak, Rhani.. '
Batin Diana miris.
' Ah bye the way.. '
Rhani menggantungkan kata-katanya.
Ia menatap lekat mata Diana.
Diana mengeryit.
' Hmm? '
Diana penasaran.
Rhani mendekat ke Diana.
Menggenggam tangan Diana.
Diana tersenyum miring.
Lalu kembali menatap Rhani.
' Why dear? '
Tanya Diana yang bingung , mendapati raut wajah Rhani tiba-tiba mellow.
' Aku.. sebetulnya sangat tidak enak bertemu pada mu Diana '
Lanjut Rhani serius, kemudian mengeratkan genggaman tangannya.
Diana terdiam.
' Ah! But.. aku.. aku sangat ingin berjumpa dengan mu Diana '
Sambung Rhani dengan senyuman tulusnya.
Diana menoleh kearah Rhani yang tengah tersenyum kepada nya.
Kemudian ia pun ikut tersenyum.
' Aigooo! '
' Kenapa harus merasa tak enak hm? '
Mendengar respond positif dari Diana, sontak Rhani merasa sedikit lega saat ini.
' Lagi pula sebelumnya kamu belum pernah ke Indonesia kan? '
Rhani tertawa sembari mengangguk.
' Nahhh untung saja kamu ikut kesini.. '
Diana menggantung kata-katanya.
Rhani mengeryit penasaran.
' Memang nya kenapa kalau aku juga ikut kesini? '
' Kamu akan aku ajak keliling ke tempat-tempat wisata yang ada disini '
Lanjut Diana serius sembari tersenyum lebar.
' Waahhh mau bangettt dong! '
Seru Rhani semangat, kemudian mereka tertawa bersama.
Ditengah jalan
' Kalau si brengsek itu bisa mendapatkan ibu mu..'
Pria dihadapan Arsylin kini mengubah posisi menjadi meletakkan kedua tangannya disamping kanan kiri tubuh Arsylin.
Sontak Arsylin menjauh kan tubuhnya.
' Berarti aku juga bisa mendapatkan anak nya bukan? '
Lanjut pria itu dengan suara seraknya.
' Setujuu! '
' Pasti bisa dong boss, David saja bisa kenapa kau tidak hahaha '
Seru pria lainnya.
' Apa maksud mu! '
Protes Arsylin dengan sedikit keberanian nya.
' Wess... '
Pria yang tengah menahan Arsylin, memundurkan tubuhnya.
Kemudian melipat kedua tangannya di dada.
' Berani juga kau bersuara? '
Ujar nya sembari tersenyum miring.
' Jelas dong bos, secara.. '
' Ibunya saja berani meninggalkan sang suami, dan lebih memilih pria brengsek itu. Apalagi anak nya.. '
Sambung pria lainnya, kemudian disambung tawa lagi oleh yang lainnya.
Mendengar itu jelas Arsylin tak terima.
' Jaga ucapan mu ! '
Bentak Arsylin lagi.
Sontak mereka terdiam.
' Ibuku tidak serendah itu kau tau! '
Lanjut Arsylin yang sudah tersulut emosi.
Dirinya sama sekali tak terima jika ada orang lain yang menilai ibunya sebagai wanita nakal dan sebagainya.
' Bahkan tanpa kau sadar.. '
' Kau lebih rendah daripada ucapan buruk mu terhadap ibuku ! '
Sambung Arsylin dengan berani.
Namun...
' Hahahahahah '
Mereka menertawakan Arsylin.
Arsylin menggeleng tak percaya dengan air mata yang lolos jatuh membasahi kedua pipinya.
' Sudahlah cantik... '
Kini si pria bertopeng yang bicara.
' Kamu harus bisa menerima kenyataan..'
' Kalau ibumu Diana.. lebih memilih lelaki brengsek itu ketimbang diriku ataupun ayah kandung mu sendiri.. '
Lanjut pria itu dengan lirih, namun tepat ditelinga kanan Arsylin.
Arsylin menggeleng tak terima.
' Berhenti menilai buruk ibu ku - - '
' Eitss! '
Tangan kanan Arsylin dengan cepat ditahan oleh pria yang membisikinya itu.
Digenggamnya dengan erat.
' Akh sakit! '
Arsylin merintih kesakitan.
Mereka hanya tertawa melihat keberanian Arsylin yang hampir melayangkan tamparannya ke boss mereka.
' Jangan kasar-kasar dong '
Ucap si pria itu dengan wajah nakal nya.
Arsylin menatap nya dengan tatapan tajam.
Si pria tersebut mengedarkan pandangan ke arah langit sekilas.
' Disini panas ya.. '
Ucap pria yang kini masih menggenggam tangan Arsylin.
' Gimana kalau kita ke hotel saja? '
Goda nakal pria itu pada Arsylin.
Sontak Arsylin melotot tak terima.
Namun dengan cepat disetujui oleh para pria yang diketahui anak buah pria dihadapan Arsylin itu.
' Enggak! Lepas! Lepasin tangan kuu! '
Arsylin kembali berontak.
Namun apa daya, tenaga pria dewasa yang tengah menggenggam tangan nya itu, lebih kuat daripada tenaga nya.
Pria itu hanya tertawa menang disana.
* 💘 NEXT 💘 *