
Namun saat menoleh, matanya membulat sempurna mendapati Thanaka yang sudah bertelanjang dada disana.
Sontak ia menutup wajahnya malu.
Thanaka yang melihat itu hanya terkekeh.
Kemudian dengan lembut membimbing Arsylin untuk duduk di pahanya.
Arsylin hendak menolak, namun Arsylin juga sadar.
Bahwasanya, inilah kewajiban seorang istri.
Dengan sedikit gugup, Arsylin duduk mengangkang di paha Thanaka.
Saat ia menduduki paha Thanaka, dalam posisi Thanaka berbaring dibawah nya. Jantungnya kembali berdebar kencang.
Thanaka tersenyum, kemudian menarik pelan kedua tangan Arsylin agar berbaring di atas nya.
Sontak Arsylin terkesiap, hendak berontak namun Thanaka menggenggam erat kedua tangannya.
Mengisyaratkan ' Ikuti saja perintah ku '
Arsylin dengan susah payah menelan salivanya.
Kemudian perlahan menelungkup kan tubuhnya diatas Thanaka.
Thanaka sontak terpejam dan menggigit bibirnya, merasakan miliknya dan milik Arsylin bertemu.
Namun beda dengan Arsylin, melihat ekspresi wajah Thanaka yang tampaknya menikmati posisinya, malah menyengir kikuk.
Saat bagian dada Arsylin menyentuh dada bidangnya, Thanaka membuka matanya.
Sontak mata keduanya pun bertemu.
Arsylin lagi-lagi menelan salivanya.
Thanaka tersenyum.
Mereka tak bercakap-cakap, seakan suasana pun tahu jika keduanya sama-sama gugup.
' Hai '
Sapa Thanaka tepat didepan wajah Arsylin.
Arsylin tersenyum.
' Hai '
Cicitnya.
Thanaka mengusap mesra kepala Arsylin.
' Saya tidak menyangka.. gadis yang dulu sangat menyebalkan, eh akhirnya jadi istri saya '
Ujar Thanaka dengan suara seraknya.
Arsylin tersipu malu.
Mereka pun kembali hening.
Thanaka terus memandangi wajah Arsylin.
Dengan posisi seperti ini, Thanaka bisa lebih mengekspose wajah cantik Arsylin.
' Saya beruntung mendapatkan mu Arsylin '
Arsylin terpaku.
' Sejauh ini, saya tidak pernah yang namanya bisa jatuh hati pada wanita yang lebih muda daripada saya '
Lanjutnya.
' Tapi dengan mu.. rasa hati untuk memiliki tiba-tiba muncul '
Arsylin kembali tersipu malu.
Pipinya tampak memerah malu.
' Dan bersyukur nya lagi.. tuhan menakdirkan mu memang untuk ku '
Arsylin terkesima dengan kata-kata Thanaka.
Thanaka mengusap lembut pipi Arsylin.
Berlanjut ke bibir ranum Arsylin.
Thanaka mengusap nya lembut, dengan sesekali menelan salivanya.
Jantung Arsylin lagi-lagi berdegup kencang.
Keduanya sempat terdiam, dengan saling menatap.
Cupp
Thanaka menyatukan bibir mereka.
Arsylin melotot, namun tak berontak.
Thanaka memimpin permainan bibir nya.
Jujur Arsylin menikmati itu, perlahan matanya terpejam.
Mengetahui Arsylin yang terpejam, Thanaka segera membanting pelan tubuh Arsylin ke kasur.
Arsylin terkesiap, namun dengan segera Thanaka menindihnya.
Melanjutkan penyatuan bibir mereka yang sempat terhenti.
5 Menit Kemudian..
Dirasa sudah puas bermain dengan bibir dan lidah nakal Arsylin.
Thanaka melanjutkan aktifitas malam pertama nya.
Arsylin hanya mengangguk nurut.
3 bulan kemudian..
Arsylin dan Lhevia tampak sedang mengobrol sembari memasak di apartemen nya.
Saat Arsylin hendak mencuci buah-buahan nya, tiba-tiba kepalanya terasa sangat pusing.
' Oh iya it - - EH EH ARSYLIN! '
Lhevia dengan sigap menopang tubuh Arsylin yang hampir terhuyung kebelakang.
Sontak Lhevia panik.
' Astaga! '
' Arsylin, Arsylin bangun Arsylin! '
Lhevia terus menepuk pipi Arsylin, namun dapat ia lihat dengan jelas wajah Arsylin memucat
Lhevia segera membawanya menuju sofa.
Namun belum sampai ke sofa, Lhevia dan Arsylin sama-sama terjatuh, sebab Lhevia tak kuat menahan beban tubuh Arsylin.
Karena semakin panik, Lhevia segera menghubungi Thanaka.
5 Menit Kemudian..
' Arsylin kenapa Tan?! '
Teriak panik Thanaka dari arah pintu masuk.
' Tante juga ngga tau dek! '
' Tadi kami lagi masak bareng, trus pas Arsylin mau nyuci buah dia tiba-tiba pingsan! '
Jelas Lhevia panik.
' Astaga! '
Gumam Thanaka khawatir, kemudian membawa kepala Arsylin ke pangkuannya.
' Arsylin.. '
Lirih Thanaka mencoba membangun kan Arsylin.
' Arsylin bangun sayang '
Thanaka terus menepuk-nepuk pipi Arsylin, berharap Arsylin segera sadar.
' Udah Thanaka, lebih baik kita bawa dia kerumah sakit sekarang! '
Ujar Lhevia.
Thanaka mengangguk setuju.
Kemudian menggendong tubuh Arsylin, dan segera membawanya ke rumah sakit.
' Ku harap dia hamil '
Batin Lhevia, sembari tersenyum miring.
Kemudian menyusul Thanaka yang sudah lebih dulu lari menuju mobilnya.
* 💘 NEXT 💘 *